NovelToon NovelToon
Perjodohan Yang Mengubah Hatiku

Perjodohan Yang Mengubah Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

Nayara Almeera adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, wanita yang saat ini sudah terbiasa berdiri di kakinya sendiri setelah drama dikhianati oleh kisah masa lalunya membuat Nayara menjadi sosok yang lebih tertutup.

Sampai akhirnya sebuah perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya, mempertemukan Nayara dengan Adrian seorang CEO yang lebih tenang, dewasa dan sulit untuk ditebak atas akan yang dilakukan olehnya.

Berawal dari sebuah kesepakatan yang perlahan berubah menjadi sebuah kisah yang tidak pernah
Nayara bayangkan.

Mendapatkan kasih sayang dan dicintai dengan cara yang begitu tulus, tanpa Nayara sadari perjodohan itu tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga telah mengubah hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 - Perhatian Yang Terlalu Hangat

Jujur...

Aku tidak takut jatuh cinta,

Aku hanya takut jatuh... Ke orang yang salah lagi.

Dulu, aku terlalu mempercayai jika cinta itu sangat sederhana...

Datang, menetap, lalu tumbuh bersama.

Aku tidak pernah berpikir bahwa seseorang yang menggenggam tanganku erat bisa jadi orang yang sama untuk melepaskannya tanpa ragu.

Sejak hari itu ada sesuatu hal dalam diriku yang berubah,

Bukan karena aku tidak ingin mencintai lagi, tapi karena aku tidak tahu bagaimana caranya untuk kembali percaya.

Setiap ada yang mendekat aku refleks mundur, bukan karena mereka buruk tapi karena aku terlalu ingat bagaimana rasanya dihancurkan oleh seseorang yang dulu menjadi rumah.

" Tidak semua orang sama"

Memang betul dan aku sangat mengetahui itu,

Tapi hatiku tidak secepat itu diyakinkan.

Ada bagian dalam diriku yang masih sibuk merapihkan serpihan lama, yang masih takut jika harus berakhir sama.

Malam ini terasa lebih sunyi dari biasanya, Nayara berdiri di balkon kamarnya menatap lampu kota yang berkelip dari kejauhan. Angin makan berhembus lembut nenyapi rambu panjangnya.

Namun kali ini pikirannya tidak setenang suasana disekitarnya, bayangan kejadian sore tadi terus berputar di kepalanya. Tangan Kevin yang menahannya, dan suara Adrian.

" Lepaskan dia" nada itu kini seperti terus berputar dikepalanya, tenang tapi penuh dengan peringatan tegas membuat Nayara menghela nafas pelan.

Ia sudah lama tidak merasakan sesuatu seperti itu, seseorang yang berdiri dihadapannya dengan melindungi dirinya dari sebuah ancaman. Tanpa diminta, tanpa diharapkan.

Dddrrrtttt... Dddrrrtttt...

Ponsel Nayara kini terdengar notifikasi adanya panggilan masuk dan muncul sebuah nama yang mulai tidak asing, membuat Nayara terdiam sejenak.

Adrian Mahendra

" Iya, Ad... Ada apa?" jawab Nayara.

" Apakah aku mengganggumu?" suara Adrian terdengar lebih lembut dari biasanya.

" Tidak, Adrian..." Nayara bersandar dipagar balkon.

" Ahh syukurlah, aku hanya ingin memastikan kalau kamu sudah sampai rumah dengan selamat" ucap Adrian.

Suasana seketika hening, Nayara masih memproses ucapan Adrian membuat dirinya seketika membeku. Ia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan perhatian yang tidak pernah ia dapatkan selama ini, menelpon hanya untuk hal kecil seperti ini.

" Aku sudah sampai dirumah, Ad..."

" Aahhh... Bagus aku lega mendengarnya. Nayara..." panggil Adrian kembali.

" Hmmm, Ya?"

" Apakah kamu baik-baik saja saat ini?" Adrian memberikan pertanyaan yang cukup sederhana, namun entah mengapa terasa lebih dalam dari biasanya.

" Tentu saja, bukankah tadi kamu sudah melihatku?" jawab Nayara.

Adrian tidak langsung menjawab pertanyaan Nayara kali ini, seolah ia tahu jika jawaba itu hanya sebagian dari kebenaran.

" Nay... Jika dia datang lagi..."

" Jangan khawatir, Ad... Aku bisa mengurusnya sendiri" Nayara langsung memotong.

" Aku tahu .. Tapi aku tetap tidak akan tinggal diam" Adrian menjawab dengan nada tenang bahkan tersenyum kecil diseberang sana.

" Kenapa?" Nayara sedikit mengerutkan keningnya.

" Tapi aku tidak menyukainya, apalagi melihat ada seseorang menyentuhnu seperti itu" jawaban Adrian kali ini lebih pelan.

Nayara kembali terdiam, jantungnya berdetak lebih cepat setelah mendengar ucapan Adrian.

" Jangan bilang itu bukan urusanku, Nay. Kamu tahu bagaimana hubungan kita saat ini dan mulai sekarang itu menjadi urusanku juga" Adrian mulai menekan nada bicaranya lebih dalam dan lebih serius.

Nayara kali ini lagi-lagi dibuat terdiam, tidak tahu harus menjawab apa.

🌟

Keesokan harinya...

Nayara berjalan keluar dari gedung Almeera Group dengan langkah yang tenang, hari ini cukup melelahkan dengan pekerjaan yang cukup padat.

Namun sampai didepan gedung langkahnya Kono kembali terhenti, sebuah mobil hitam yang sudah familiar kini terparkir dengan rapih.

Adrian Mahendra berdiri disampingnya, membuat Nayara berjalan mendekat.

" Ad... Ada apa?"

" Hai Nay, aku merasa sepertinya aku harus memastikan jika kamu pulang dengan aman hari ini" Adrian tersenyum tipis.

" Ya ampun, Adrian. Ini terlalu berlebihan, dan sepertinya kamu tidak perlu melakukan ini setiap hari" Nayara menggelengkan kepalanya.

" Siapa bilang ini akan terjadi setiap hari?" tanya Adrian.

" Aku rasa, kau terlihat seperti akan melakukannya apa aku salah?" Nayara kini menatap Adrian.

" Mungkin saja... kita lihat nanti" Adrian membuka pintu mobil untuk Nayara.

Jawaba Adrian kali ini terlalu santai namun terlihat kejujuran disana, Nayara akhirnya masuk kedalam mobil tanpa banyak kata.

Perjalanan malam ini terasa lebih tenang, bahkan tidak ada rasa canggung sama sekali.

" Apa kamu selalu seperti ini?" tiba-tiba saja Nayara memberikan pertanyaan.

" Maksdudmu, seperti apa?"

" Yaa memberikan perhatian yang berlebih-lebihan kepasa perempuan?"

" Apakah ini termasuk berlebihan?" Adrian menatap wajah Nayara sekilas.

" Sedikit"

" Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar, Nayara. Menjaga calon istri itu hal yang wajar bukan?" Adrian menatap jalanan dihadapannya.

Kalimat itu sederhana namun mampu membuat Nayara terdiam, ia menoleh kearah jendela mencoba mengabaikan perasaan aneh yang kembali muncul dalam hatinya

Sebuah perasaan yang tidak ia kenali atau mungkin Nayara masih enggan untuk mengakui, sampai akhirnya mobil Adrian berhenti didepan rumah Nayara.

" Nayara ... Aku serius dengan apa yang aku katakan kemarin, mulai saat ini kamu tidak harus selalu kuat sendirian ada aku jadi tolong libatkan aku dalam hal apapun. Nari kita mulai semuanya dengan hal baik" Adrian terlihat serius namun senyuman tipis di bibirnya membuat Nayara merona kali ini.

" Terimakasih banyak, Adrian" Nayara membalas tatapan hangat itu kali ini.

Kalimat itu kembali terdengar namun kali ini terasa lebih dalam, dan tanpa Nayara sadari dinding yang selama ini ia bangun perlahan mulai retak.

Sementara itu Adrian masih duduk didalam mobilnya, tatapannya mengikut langkah Nayara sampai wanita itu masuk kedalam rumah dan menutup pintu.

Trrriiinnngg....

Suara notifikasi ponsel Adrian baru saja memberikan tanda jika ada pesan masuk

📩 Nayara...

Aku pernah berada dihubungan yang penuh dengan kata " Nanti"...

Nanti diperhatikan ,

Nanti dipahami ,

Nanti diusahakan,

Sampai akhirnya aku sadar bahwa yang dikatakan perhatian itu bukan tentang " Nanti " tapi tentang " Sekarang " .

Dan kamu Adrian Mahendra ...

Kamu datang dengan cara yang berbeda, tidak banyak bicara apalagi mengumbar janji.

Tapi kamu selalu memastikan dan hadir diwaktu yang kecil bahkan sering luput dari perhatian.

Kamu tahu? Dunia ini terlalu ramai dengan. Hal-hal besar yang seringkali dibanggakan, tapi justru yang membuat seseorang bertahan adalah hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus.

Seperti kali ini caramau memastikan aku sampai rumah dengan selamat, mendengarkan ceritaku, meskipun mungkin itu cerita yang tidak penting.

Seperti caramu memilih tetap tinggal bahkan ketika aku sedang tidak baik-baik saja, dan diantara semua hal itu...

Aku belajar satu hal bahwa dicintai itu bukan tentang seberapa besar sesuatu diberikan, tapi tentang seberapa konsisten seseorang itu hadir dalam. Hal-hal kecil yang tidak pernah ia lewatkan.

Terimakasih Adrian Mahendra karena telah membuat hal kecil terasa begitu berarti.

Pesan yang cukup panjang baru saja selesai dibaca oleh Adrian, senyumnya kini semakin lebar dengan hati yang hangat.

" Nayara, kamu berhasil membuatku menjadi gila"

1
SANG
Semangat
SANG
Lanjut/Rose//Rose/
SANG
Lanjut dek
SANG
Bintang lima aku kasih dek👍
SANG
Karena novel ini sangat menarik, makanya aku kasih bintang lima. Moga tamat.
SANG: Masama dek👍/Rose/
total 2 replies
SANG
Semangat dek👍
SANG
Makin tambah mendebarkan
SANG
Bunga menyusul/Rose//Rose/
SANG
Semangat dek👍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo kak aku mampir dicerita yang ini🤗
SANG
Tak kasih bunga /Rose//Rose//Rose/Biar tambah semangat
SANG
Iklan untukmu dek👍
lLy trililly
ah seru lanjut dong ka ampe mrka punya Adrian junior ma nayya mini
Almeera: Kakakk Ily terimakasih banyak sudah berkenan mampir di karya sederhana ini 🥲🥲🙏❣️
total 1 replies
SANG
Like juga untukmu dek. Biar tambah semangat.👍
SANG
Aku kasih iklan untuk mu dek, ya👍
SANG
Bunga untukmu dek/Wilt//Wilt//Wilt/
Santai Dyah
bner ini perjodohan yang di trima dengan ihklas ngak kayak kehidupan lainnya
Santai Dyah
Andrian bener-bener cinta tuh
Santai Dyah
Smoga cinta mereka bisa segera menyatu
Santai Dyah
cinta selalu membuat orang bahagia meskipun dengan perhatian dari hal-hal kecil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!