NovelToon NovelToon
Cincin Brondong Dosen Killer

Cincin Brondong Dosen Killer

Status: tamat
Genre:Dosen / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ddie

Hidup Dewa sudah cukup runyam diputusin Sasha, keuangannya hampir kolaps, dan menjadi bulan-bulanan takdir. Tapi takdir memutuskan untuk bercanda lebih kejam

Paket cincin untuk pacarnya Sasha nyasar ke apartemen Dian, dosen killer yang bikin satu kampus bergidik.

Dian mulai curiga Dewa adalah penguntit rahasia, merekrutnya mejadi asisten pribadi—dengan ancaman nilai. Dewa malah terjebak dalam permainan dekan genit yang suka dengan Dian.

Tapi kenapa ada perasaan aneh yang muncul di antara interogasi dan kopi panas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ddie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hancur Menjadi Kabur

Hari kedelapan.

05.30 pagi.

 Apartemen Ibu dian masih diselimuti kabut tipis khas subuh. Jam di ponselnya menunjukkan pukul 05.30 masih gelap, tapi langit di ufuk timur mulai abu-abu. Ia mencari apartemen anggrek unit 13 ~ 12B.

 "Gampang kok, kata Roby, "tinggal masuk gerbang utama, lurus terus, paling ujung,"

" Rumah nya?"

" Bukan, kuburan."

Dewa melempar nya pakai sendal buluk

Tapi memang benar, Dewa seperti muter-muter di tempat yang sama. Gedung-gedung di kompleks menjulang tinggi dengan denah persegi sempurna, seperti tower biasa. Tapi semakin ke dalam, bangunannya semakin... tak biasa.

Ia memasuki area yang lebih sepi. Lampu-lampu taman mulai redup, beberapa mati total. Di depannya, sebuah apartemen berdiri. Bukan gedung megah, tapi bangunan tua dengan bentu slab panjang

Angin subuh bertiup, lebih dingin dari sebelumnya. Daun-daun kering berputar di kakinya Ia menatap bangunan itu lagi, dan baru sekarang menyadari sesuatu yang membuat jantungnya hampir berhenti, " Ibu dian mungkin penyihir cantik tinggal di kastil setan."

 

Dewa sudah berdiri di depan Apartemen Anggrek seperti kurir paket salah alamat. Ia tidak hentinya hentinya memastikan bahwa ini rumah ibu Dian Wulandari, MSi, dosen statistik.

Motor butut menyala pelan, knalpotnya batuk-batuk ikutan bengek. Udara dingin bercampur kabut asap knalpot terlihat lebih tebal dari napasnya sendiri.

Tangan kirinya gemetar di setang, tangan kanan memegang helm cadangan erat-erat, sampai buku-buku jarinya memutih.

Helm itu terasa lembab di telapak tangannya. Atau mungkin yang berkeringat adalah harapannya.

“Jam enam, antar Ibu dian, mesti profesional. Jangan aneh, mikir cincin, jangan mikir cincin. Nanti berubah menjadi cincin Lords Of The Rings

Sayangnya, otaknya hanya memikirkan satu hal: kilau perak di jari manis itu.

Nilai 60. 58. 62.

Ayahnya yang tak pernah puas.

Sasha yang memilih diam.

Harga diri yang dia jaga mati-matian di kontrakan sempit.

Oke. Fokus.

Fokus, Dewa. Tuhan bersamamu

\=\=\=

Jam 6 tepat, pintu kaca apartemen terbuka. Akhirnya yang ditunggu-tunggu keluar dari dalam apartemen memakai Blazer hitam membalut tubuh sempurna. Rambutnya di kuncir rapi, tak sehelai pun lepas. Tatapannya dingin, seperti danau di pagi hari—tenang di permukaan, tapi siapa yang tahu di dalamannya?

Tangan kirinya masuk saku seperti biasa, perisai dari ancaman mata horor.

" Bu..?"

Ia berhenti menatap motor butut, seolah motor itu pernah dibawa oleh Nicolas Cage " Ghost Rider." tapi ini tidak, hanya Dewa mahasiswa telmi menurut teman dosennya, polos, apa adanya.

" Ya...kita naik ini?"

“Transportasi premium, Bu.” Suaranya berusaha terdengar ringan. “Edisi angin langsung. AC sepuasnya, pemandangan kota gratis.”

Dian menatapnya tidak tersenyum. Tapi ada sesuatu di sudut matanya—kerutan halus yang bisa jadi adalah awal dari tawa yang ditahan.

“Mohon maaf Bu, mobil saya masih indent sejak zaman Belanda." katanya bercanda. Warna kelabu awan, tidak pernah di produksi lagi."'

Perempuan itu nyengir, matanya berbinar, " Saya hanya meminta jaminan, gerobak ini sampai ke kampus."

“Tidak ada, yang bisa menjamin Bu, yang ada hanya doa.” Ia menepuk dada kirinya. “Supirnya alhamdulillah sudah di screening di KUA supaya tidak macem macem.'

Dian tersenyum dikulum

Hening dua detik.

Dua detik yang terasa cukup baginya untuk memutuskan bahwa hari ini, untuk pertama kalinya dia naik kereta sinterklas

“Baiklah.”

\=\=\=

Perempuan itu naik ke boncengan seperti tahanan di ikat lalu diceburkan kedalam sumur, tubuhnya tegak lurus penggaris besi, jarak aman lima sentimeter—cukup untuk sebuah kehormatan, untuk sebuah penolakan. Tangannya memegang tas di pangkuan satu-satunya benda yang menjamin seandai ia di begal.

Tapi siapa yang mau membegal ?

“Pelan.”

“Motor saya tidak punya pilihan lain, Bu, giginya cuma tiga, ompong ditengah."

Kalau lah tidak mengingat menimbang, laki laki ini sudah ia masukan kedalam karung, gak ada sopannya

 Tapi Dewa bisa melihat di kaca spion, bibirnya bergerak—membentuk setengah senyum yang langsung dia telan kembali.

 

Perjalanan 20 menit terasa seperti 20 episode drama. Setiap adegan terasa intim, meski tak ada dialog. Setiap belokan, Dian sedikit bergeser, dan setiap rem, jarak lima sentimeter itu menyusut jadi tiga.

Lalu kembali lima.

Lalu tiga lagi.

Di setiap lampu merah, Dewa bisa mencium parfum wangi bersih seperti buku baru belum dibuka, awal semester penuh harapan—dan trauma kisah kasih berlalu.

" Stop, jangan didepan pintu gerbang," katanya pelan menarik tali helm dari belakang.

" Eh ya Bu, ada apa ? " Dewa hampir terjengkang

" Gak apa apa,"

Dewa menoleh melihat sorot mata cemas, dan menutup cepat tangan kirinya pakai sarung tangan. Laki laki itu mengerti, gara gara cincin perak.

Tapi sebelum melangkah, ia berkata seperti berbisik, " Jangan lupa nanti malam pukul delapan antar saya ke perpustakaan."

Dewa hanya diam menatap punggungnya menghilang dari balik pagar pagar gerbang," Gue udah jadi sandera," ucapnya antara kesal dan rasa penasaran.

\=\=\=

Malamnya.

Perpustakaan Nasional.

Jam 8 malam.

“Penelitian,” kata Dian tadi, singkat perintah, " Bantu saya."

Tiga jam kemudian, penelitian itu masih berupa dua orang duduk saling diam dengan dua puluh buku yang bahkan belum disentuh. Tumpukan kertas hanya jadi alas siku. Lampu meja menyorot wajah mereka seperti saksi bisu.

Dewa hampir tertidur. Matanya berat. Kelopaknya jatuh perlahan, melawan.

Dian memperhatikannya diam-diam, dari balik halaman buku yang tidak pernah dia balik.

Lalu matanya beralih ke cincin di jari kirinya.

Kilau kecil di bawah lampu. Diam, tapi berisik.

Dia tahu? pikirnya.Dia pasti tahu. Cowok itu teliti melihat semua hal kecil.

Kalau tahu, kenapa diam? Kenapa tidak bertanya? Kenapa tidak… apa pun?

Kalau tidak tahu… kenapa dia bilang aku cocok di matanya?

Dian hampir berharap sesuatu yang tidak rasional. Sebuah skenario di mana Dewa tiba-tiba bertanya, dan dia bisa menjawab dengan jujur: Ini cerita lama luka yang belum sembuh..

Tapi ia tidak suka dirinya berharap hanya membuat batas antara aman dan hancur menjadi kabur.

1
D_wiwied
makasih buat ceritanya kak, cerita yg ga biasa yg awal2 bikin geregetan pingin getok authornya eh getok Dewa maksudnya 😆🤭
bikin karya baru lg kak yg lbh seru dr DnD, aku tunggu yaaa 🥰
D_wiwied: wkwkwk iyakah, biar tambah semangat menulis kak 🤭😆
total 3 replies
D_wiwied
waah ga terasa sdh 5 tahun saja, dan sdh ada si kecil Nana si bubur sachetmu ya Wa, akhirnya perjuangan kamu ga sia-sia semoga bahagia selamanya ya.. tp mengsedih jg nih kisah Dian n Dewa bakal end 😥 smg authornya bikin sekuelnya 😆
Ddie: udah mba disini aja ...nanti kepanjangan mba wied sewot. hehe
novel baru aja mba ...
total 1 replies
D_wiwied
Rob kamu pelukan sama siapa, kak Ddi aja yaa 🤭
D_wiwied: 🤭🤭🤭🤭😆😆😆
total 2 replies
D_wiwied
aah so sweet,, tumben lancar ngomongnya Wa.. semoga disegerakan deh sama authornya 😆😁
Ddie: hahaha...udah kok mba gak perlu berlama lama...nanti mba sewot 😅
total 1 replies
D_wiwied
wohooo akhirnya dilamar jg bu Di nya 😁
Ddie: hehhe...ya mba cepet di kamar eh di lamar biar gak di gondol maling laki buaya
total 1 replies
D_wiwied
ya Allah kak jahat banget sih jd orang tega2 nya bikin Dian cintaku sayangku kecelakaan.. gak pren ah
D_wiwied: Yups author yg berkuasa atas hidup dan cinta Dian Dewa 😁🤣
total 2 replies
D_wiwied
dan empat kata itu yg akan membawa Dewa kembali pulang ke kamu Di sayang.. 🤭😆
Ddie: mba wied kalau ada yang romantis romantisan senyam senyum ...ya...
gawaat ibu satu nih 😄
total 1 replies
D_wiwied
jangan cuma dijadikan pelarian lho pak, kasian bu Lastri.. btw selamat dulu deh selamat menempuh hidup baru smg berbahagia selalu dan cepat lupakan Dian, dia bukan untukmu dia milik Dewa 😆😁
D_wiwied: waahh 😍
total 4 replies
D_wiwied
ternyata aisyah orang baik 😁
Ddie: ya mba ..baik kaya mba tapi gak cerewet 🤣🤣
kalau Aisyah suka dewa, kacau deh mba ...ntah kemana cerita nya😄
total 2 replies
D_wiwied
yups, bodoh pake bangetttt
D_wiwied: gemes kak gemessss aku tuh

ya ampuuun mlh pake diwarning segala : komen terlalu cepat kata sistem 🤣🤣
total 2 replies
D_wiwied
awas lho Wa, kalo sampe kamu main hati sm cewek lain aku blebekin kamu di Ciliwung 😏
D_wiwied: ide yg bagusss 🤭😆
total 2 replies
D_wiwied
harusnya kamu nanya dirimu sendiri Di, apa kamu sanggup?
Ddie: gaya nya Bu dian aja mba, padahal hatinya resah
total 1 replies
D_wiwied
sorry bu, Dewa mau pergi hiling ke luar negri sama aku.. jd gausah ditunggu yaaa 🤭🤭
D_wiwied: moso ke luar negeri bantar gebang, emoh ah
total 2 replies
D_wiwied
mbuhlah Di, sakarepmu
D_wiwied: tau tu bu dosen, ikutan plin plan ky si Dewa
total 2 replies
D_wiwied
ego mengalahkan cinta,, putus ya putus aja mungkin lbh baik saling menjauh dulu agar kalian mengerti arti kehadiran seseorang setelah orang itu tdk ada di sisimu
Ddie: heheh...nyeplos kadang membuat ngakak ya mba, tapi ada ilmu yang terselip ...
total 3 replies
D_wiwied
kapokmu kapan Wa kamu be to the go sih, membiarkan ketidakjujuran smpe berlarut-larut, wes terima nasib aja kalo nanti kamu didepak bu D.. rekor ini belum lama jadian udah di putusin aja 😆😆🤭
berjuang dong Wa, tunjukkan kesungguhan mu smg bisa meluluhkan hati Dian
Ddie: hahahah🤣🤣🤣🤣...aduh tuhan
total 3 replies
D_wiwied
itu bukan cinta tp obsesi, sebenarnya kamu tau kans mendapatkan Dewa kembali sdh tdk ada,, dahlah stop smpe disini aja
Ddie: namanya juga usaha mba..siapa tahu berubah, sifat manusia begitu, penyesalan datang disaat semuanya telah terjadi. Sasha gak akan mengerti, tapi usaha nya tidak akan mempan..Dewa bukan seperti laki laki cengeng...dia pasti berusaha
total 1 replies
D_wiwied
resiko yg hrs kamu tanggung Wa, resiko yg hrs kamu bayar krn kepengecutanmu yg tdk mau terus terang,, rasain kamu klo bu D ntar ngambek 🤣🤣
D_wiwied: wkwkwk pengen ku tampol pake parutan kelapa 🤣🤣
total 2 replies
D_wiwied
cinta ternyata bisa bikin orang jd bodoh ya, mau2 nya kamu diperalat sm si micin masuk ke dlm jebakan yg bisa membuat kamu kehilangan integritas, selamat menikmati kehancuran pakdos 😆😆
D_wiwied: nahh, sok2 an pake acara menyesal segala.. kenapa penyesalannya hrs nunggu smpe 15 tahun? kemarin2 kemana kamuuu, andai istri Arif ga meninggoy pasti ga bakalan ada cerita mengejar cinta lama ya kaaan
total 2 replies
D_wiwied
ngarang banget bocah sstu ini, bukan Dewa yg mengkhianati tp kamu yg ninggalin dia krn kamu mikirnya Dewa adalah mahasiswa kere, dan setelah sekarang kamu tau Dewa anak orkay kamu ngejar dia lagi.. dasar gatau malu
Ddie: 🤣🤣🤣 oke siiip ...gak deh
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!