NovelToon NovelToon
KUBALAS PERBUATAN SUAMI & KELUARGANYA

KUBALAS PERBUATAN SUAMI & KELUARGANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor
Popularitas:179.3k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Rara

Selama empat tahun pernikahan, Laras menjadi mesin ATM bagi keluarga suaminya. Sebagai wanita karier dengan posisi mapan dan gaji besar, ia tidak hanya menafkahi rumah tangganya sendiri, tetapi juga menanggung gaya hidup mewah ibu mertua dan adik iparnya, sementara suaminya, Arga, lepas tangan dengan alasan gajinya yang kecil.
Puncak kesabaran Laras habis ketika ia menyadari bahwa kebaikannya tidak pernah dihargai dan justru dianggap sebagai kewajiban mutlak. Laras memutuskan untuk melakukan "pemogokan finansial". Ia memotong uang bulanan secara drastis, berhenti membayar cicilan mobil sang adik ipar, dan mulai menikmati hasil jerih payahnya untuk dirinya sendiri.
Keputusan Laras memicu "perang" dalam keluarga besar. Arga yang manipulatif, serta ibu mertua dan adik ipar yang parasit, mulai melakukan berbagai cara untuk menekan Laras, mulai dari intimidasi, adu domba dengan keluarga besar, hingga ancaman perceraian. Namun, Laras yang kini lebih berdaya tidak lagi bisa ditindas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Rara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Oleh-Oleh

Malam itu, suasana rumah Laras mendadak riuh. Belum sempat melepas lelah, Bu Ajeng dan Tiara sudah berdiri di depan pintu. Mereka tampak tidak sabar, seolah oleh-oleh yang dibawa Laras dari Lombok akan hilang jika tidak diminta malam ini juga.

"Kalian dari mana saja, sih? Ibu sama Tiara sampai digigit nyamuk menunggu di sini. Disuruh pulang dari tadi lama sekali." gerutu Bu Ajeng saat Laras dan Arga baru saja menginjakkan kaki di teras.

Memang, saat mertua dan adik iparnya itu datang, Laras dan Arga sedang makan malam di luar. Meski Bu Ajeng sempat menelepon dengan nada memaksa agar mereka segera pulang, Laras tetap bersikeras menghabiskan makanannya. Berbeda dengan Arga yang tampak gelisah dan terus mengajak pulang karena takut ibunya naik pitam.

"Lagi makan kok disuruh pulang, Bu? Mubazir kalau dibuang. Lagipula, Ibu sama Tiara ada apa malam-malam begini ke sini?" tanya Laras tenang, sambil menunggu Arga memutar kunci pintu.

"Dasar pemalas.  Boros sekali makan di luar terus. Apa susahnya masak sendiri di rumah? Kalau bisa irit, uangnya kan bisa dipakai untuk bantu kebutuhan Ibu dan Tiara. Jadi istri itu jangan malas." semprot Bu Ajeng tanpa basa-basi.

Laras menghela napas pendek. "Terserah saya dong, Bu. Saya beli makan pakai uang saya sendiri. Lagi pula, kebutuhan Ibu dan Tiara itu bukan tanggung jawab saya."

"Sudah, sudah. Bu, ayo masuk dulu. Tidak enak ribut di depan rumah, malu dilihat tetangga." potong Arga cepat sambil memberikan kedipan kode kepada ibunya.

Bu Ajeng yang menangkap isyarat itu langsung terdiam dan mengekor masuk di belakang Tiara. Sementara itu, Laras langsung menuju kamar untuk mengambil buah tangan yang ia kemas di dalam koper.

Di ruang tamu, Arga berbisik setengah panik, "Bu, jangan buat Laras marah sekarang. Kita harus ambil hatinya supaya dia mau membantu bayar cicilan bank itu."

"Cicilan bank? Siapa yang pinjam uang ke bank, Mas?" tanya Tiara yang selama ini memang tidak tahu-menahu soal utang kakaknya, Maya.

"Ssssttt!!!" Bu Ajeng dan Arga kompak membungkam mulut Tiara.

"Diam kamu, Tiara. Nanti Ibu jelaskan di rumah." bisik Bu Ajeng tajam. Tiara hanya bisa mengangguk patuh meski rasa penasarannya memuncak.

Tak lama, pintu kamar terbuka. Laras keluar membawa sebuah tas kertas berisi oleh-oleh. "Ini untuk Ibu dan Tiara. Maaf tidak beli banyak, kopernya sudah penuh." ucap Laras sambil meletakkan tas itu di meja.

Tiara dengan sigap menyambar tas tersebut. Wajahnya langsung berubah masam saat melihat isinya hanya dua kotak kue khas Lombok dan sebuah tas rajut.

"Oleh-oleh macam apa ini? Kalau cuma kue begini, di toko depan juga banyak, Mbak. Tidak perlu jauh-jauh ke Lombok. Terus tas rajut ini? Norak banget." cibir Tiara kasar.

Mengejutkan, kali ini Bu Ajeng justru membela Laras. "Tiara, kalau dikasih itu harusnya terima kasih. Mbakmu sudah bawa ini jauh-jauh. Biarpun kue, ini bentuk perhatiannya."

Bu Ajeng tersenyum manis, sesuatu yang sangat jarang terjadi sambil membelai tas rajut pemberian Laras. "Terima kasih ya, Laras. Ibu suka sekali. Kalau Tiara tidak mau tasnya, biar buat Ibu saja."

Laras terpaku. Apa aku tidak salah dengar? Kenapa tiba-tiba Ibu bicaranya selembut itu? batin Laras penuh curiga.

"Oh... iya Bu, tas itu memang khusus saya belikan untuk Ibu. Syukurlah kalau Ibu suka." jawab Laras canggung. Perubahan sikap mertuanya yang drastis dari sombong menjadi penuh keramahan justru membuatnya waspada.

"Oh iya, Laras, Arga. Kedatangan Ibu juga mau mengundang kalian. Besok malam datang ya ke rumah, kita makan malam bersama. Nanti ada Dimas dan Maya juga. Ibu rindu kita semua kumpul seperti dulu," ajak Bu Ajeng.

Arga langsung menyambar, "Wah, boleh juga, Bu. Sudah lama kita tidak kumpul lengkap. Apa Mas Dimas dan Mbak Maya sudah diberi tahu?"

"Sudah, tadi sore Ibu telepon. Mereka akan datang dengan keluarga masing-masing." sahut Bu Ajeng mantap.

Laras hanya mengangguk pelan sebagai tanda setuju. Tak lama setelah itu, Bu Ajeng dan Tiara pun berpamitan pulang.

"Mas, kamu merasa aneh tidak sih sama Ibu? Tadi datang marah-marah, tapi setelah masuk kok tiba-tiba jadi manis begitu?" tanya Laras heran setelah tamu mereka pergi.

"Mungkin Ibu mau berubah, Sayang. Sudah malam, ayo tidur. Besok kamu sudah masuk kerja atau masih cuti?" Arga mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Sudah mulai kerja besok. Ya sudah, ayo istirahat, aku capek sekali." ucap Laras.

Arga hanya mengangguk kecil. Dalam hatinya, dia berharap Laras segera terlelap. Semoga Laras cepat tidur, aku sudah janji mau menelepon Angel malam ini. Kalau tidak dihubungi, bisa-bisa dia ngambek tujuh hari tujuh malam, batin Arga licik.

**

Di tempat lain, Ratih tengah bersiap di depan cermin saat Dimas memberitahunya soal undangan makan malam tersebut.

"Tumben sekali Ibumu mengadakan acara makan malam, Mas? Dalam rangka apa?" tanya Ratih sambil memoles wajahnya. Ratih memang tipe menantu yang jarang muncul di rumah mertua kecuali jika ada urusan penting atau butuh sesuatu.

"Mungkin Ibu cuma rindu. Oh iya, nanti kalau sudah di sana, jangan bahas soal perhiasan Ibu yang kita pinjam itu ya. Kalau ditanya, bilang saja uangnya untuk biaya sekolah dan jalan-jalannya Sinta. Jangan bilang kalau kamu yang pakai." pesan Dimas.

"Iya Mas, beres," jawab Ratih santai.

Dimas tidak tahu bahwa uang hasil menggadaikan perhiasan ibunya itu sebenarnya habis digunakan Ratih untuk arisan sosialita dan liburan mewah. Bahkan, Ratih diam-diam baru saja pulang dari Lombok, menginap di hotel bintang lima dan menghabiskan banyak uang tanpa sepengetahuan suaminya.

Beruntung Mas Dimas cuma tahu aku pergi ke Bandung. Padahal aku di Lombok Empat hari tiga malam, foya-foya di hotel mewah,batin Ratih bangga.

Keluarga Dimas akhirnya berangkat menggunakan mobil fasilitas kantor. Setibanya di rumah Bu Ajeng, ternyata Maya, Rangga, dan anak mereka sudah lebih dulu sampai.

"Ratih, menantu kesayangan Ibu. Kamu makin cantik saja." sambut Bu Ajeng hangat sambil memeluk Ratih.

"Kabar Ratih baik, Bu. Oh iya, ini ada buah-buahan untuk Ibu. Sengaja Ratih pilihkan yang segar biar Ibu sehat," ucap Ratih dengan nada yang sangat manis, pandai sekali mengambil hati mertuanya.

Sambil menunggu Laras dan Arga datang, para wanita itu mulai bergunjing. Topik utamanya tentu saja Laras.

"Laras itu baru pulang dari Lombok, Mbak. Sombong sekali, kan? Punya uang bukannya bantu cicilan atau biaya kuliah Tiara, malah dipakai liburan." celetuk Maya sambil mengunyah jeruk.

Uhuk! Uhuk!

Ratih tiba-tiba tersedak meski tidak sedang mengunyah apa-apa. Jantungnya berdegup kencang mendengar kata "Lombok". Ia takut jika Laras sempat melihatnya di sana.

"Ratih, kenapa? Ini minum dulu." ucap Bu Ajeng cemas.

"Enggak apa-apa, Bu, tiba-tiba tenggorokan gatal sekali." bohong Ratih. Laras ke Lombok juga? Semoga saja dia tidak lihat aku. Lombok kan luas, mana mungkin ketemu, batinnya menenangkan diri.

Tak lama kemudian, suara deru mesin mobil terdengar memasuki halaman. Itu mobil Arga, mobil yang ia beli seminggu setelah menikah dengan Laras, menggunakan seluruh uang amplop pernikahan dan tambahan tabungan Laras sebesar 35 juta rupiah.

1
Lee Mbaa Young
Biang kerok e Damar iku, laras jd di tuduh tuduh gk jelas.
Ariany Sudjana
Siska Siska kamu yang pelacur murahan, tapi malah menghina Laras. dan kamu masih tidak mengaku kalau bayi dalam kandungan kamu itu bukan anaknya damar, tapi entah anak siapa, dan kamu memaksa untuk menikah dengan damar untuk menutupi kehamilan kamu, yang ga jelas siapa laki-lakinya
Anonim
BUNUH SISKA.. AMBIL JANIN NYA KASIH KE ORANG TUA SISKA UNTUK DIMAKAN
Lee Mbaa Young
syukur males banget ma km Damar, dulu lngsung iya saat nikahi siska tnp mikir dulu, Dr situ dah ilfil banget, hidup juga di setir bapak 🤣.
mnding yg sederhana tp tentrem drpd yg kaya tp bnyak masalah.
Ariany Sudjana
hahaha mampus kamu Siska,dasar pelacur murahan dan papa kandung kamu itu bodohnya kebangetan, udah tahu anaknya pelacur murahan, eh kok maksa damar tetap bertahan, supaya ga jadi omongan orang
Ariany Sudjana
hahaha akhirnya terbongkar juga kejahatan kamu Siska, dasar pelacur murahan 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
hahaha mampus kamu Siska, kamu itu hanya pelacur murahan 😂😂🤣🤣 dan sekarang kamu hamil itu anak siapa yah? jangan-jangan bukan anaknya Alex juga, dasar pelacur murahan kamu 😂😂🤣🤣
Anonim
k
o
n
t
o





l
Ariany Sudjana
heh pelacur kamu Siska, mana mau Damar punya anak dari istri, yang juga pelacur murahan seperti kamu 🤣🤣
Ariany Sudjana
jangan goyah Arga, urusan Bu Ajeng itu urusan Dimas dan Maya. kamu fokus sama kerjaan kamu dan juga jaga Tiara, jangan kasih uang lagi buat Dimas, apapun alasannya
Laila Amilia
Thor yang kena karna cukup maya & dimas aja arga sama tiara ada sangkut paut, y
Edy Kurniawan Zonk
bosen bacanya, si laras terus²an ngelus dada
Ariany Sudjana
wah ternyata benar, si pelacur murahan itu membohongi kamu damar.
Anonim
jangan dulu puas , harus dibunuh semuaa nya
Lee Mbaa Young
walau bgitu laras mending dng Aryo saja, sederhana dan pinter serta tekun.
kl Damar kaya tp bego plus hidup di bawah ketiak ortu juga, usaha juga warisan Dr ortu kan bukan hasil dia sendiri.
Ariany Sudjana
benar ternyata Siska itu pelacur murahan, dan bodohnya papa kandungnya damar percaya dengan omongan si pelacur murahan itu, sampai memaksa damar menikah dengan siska, dengan alasan perjodohan orang tua, dan demi bisnis
Lee Mbaa Young
alkhamdulillah syukurin km Damar, laki bodoh gk pantes buat Laras.
Aryo 👍 joss pas buat Laras semoga jodoh.
soale dah ilfil ma Damar.
Ariany Sudjana
damar itu bodoh yah, mudah sekali dibohongi sama pelacur murahan Siska itu. berarti benar, Siska itu hanya pura-pura sakit, dan buat alasan hidupnya ga lama suoaya damar mau menikah dengan siska, supaya Siska ga malu karena hamil duluan dan ga jelas siapa yang menghamilinya
stela aza
si Siska kaya Medusa ,,, damar bloonya g ketulungan aturan curiga donk kalau g mau di ajak berobat keluar negri ,, 🤦di selidiki jgn sampai menyesal,,,
Anonim
oke Thor 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!