Muhammad Rayyan shaqeed al-Fatir, CEO perusahaan besar al-Fatir corp yang baru saja menjabat.
Rayyan yang mempunyai sifat dingin seperti Deddy nya tapi sangat di idolakan oleh kaum hawa. Rayyan tak pernah dekat dengan lawan jenis karena memang dalam keluarganya tak ada yang namanya pacaran.
Tapi suatu hari Rayyan membuat keputusan menikah seorang gadis yang masih bersekolah karena menolong gadis tersebut.
Bagaimana kisah Rayyan dengan gadis tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renav Renren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. makan siang
" Yan mau makan siang di kantor atau di luar ?." Tanya Faisal yang masuk ke ruangan Rayyan menjelang makan siang.
" Pesan makan aja sal." Jawab Rayyan.
" Sip, mau makan apa?" tanya Faisal lagi.
" Makan sop iga kayanya enak sal." jawab Rayyan
" Ya udah aku pesankan dulu."
" Sekalian sama kamu sal."
" Iya lah aku juga lapar kali." Akhirnya Faisal pun memesan makan siang.
Tak menunggu lama OB datang membawa makan siang mereka.
" Oh iya, Besok Minggu kamu ke pesantren?." Tanya Faisal.
" Iya kata Mommy cucu nya ustad Soleh dan ustadzah Jasmine Mau nikah dan nikahnya di pesantren. Jadi kita semua di suruh ke sana." Jawab Rayyan.
" Aku sama anak-anak juga akan ke sana, Nggak enak kalau nggak datang ustad Soleh sama ustadzah Jasmine yang baik banget sama kita." Ucap Faisal sambil menikmati makan siangnya
Sedangkan Rayyan hanya mengangguk saja.
" Oh iya katanya yang mau nikah itu cucunya yang masih sekolah ya yang yatim piatu." tanya Faisal lagi.
" Iya kan emang cuma dia aja cucunya."
" Emang anaknya Ustad Soleh berapa?." tanya Faisal.
" Satu laki-laki meninggal berapa bulan setelah istrinya meninggal karena melahirkan. Jadi yang mau nikah itu sudah yatim piatu sejak kecil." Jelas Rayyan.
" Katanya menikah dengan anak kyai asal kota K ya."
" Iya, ustadzah Jasmine sih maunya nunggu dia lulus soalnya kan masih kelas dua SMA. Tapi pihak laki-laki mau secepatnya."
" Oh kalah kita Ray."
" Sudah sana kembali ke ruangan terus suruh ob beresin ini." Ucap Rayyan.
" Ya ilah Ray nasinya juga baru masuk belum turun ke perut udah di usir aja." ucap Faisal.
" Sudah mau Dzuhur siap-siap shalat tahu." ucap Rayyan yang kembali ke kursinya.
Akhirnya Faisal pun keluar dari ruangan Rayyan.
*****
Minggu pagi Rayyan dan keluarga sudah bersiap akan pergi ke pesantren kakeknya.
" Mas Rayyan bawa mobil sendiri atau bareng Deddy sama Mommy." Tanya Zafira.
" Mommy sama Deddy satu mobil sama Oma dan opa. Mas Rayyan bawa mobil sendiri sama Zafran." Jawab Rayyan ketika mereka sudah di teras rumah.
" Fira mau satu mobil sama mas Rayyan." Ucap Zafira yang langsung mau masuk ke mobil Rayyan.
Tapi di cegah sama Rayyan.
" Kamu bareng sama suami kamu, bukannya pulang mau ke rumah mertua kamu." Ucap Rayyan.
" Nggak jadi iya kan sayang, Kita bareng mas Rayyan aja ya." rengek Zafira memohon ke suaminya.
Sedangkan Bagas hanya garuk-garuk kepala saja karena nggak enak dengan kakak iparnya itu.
" Sayang kita pakai mobil sendiri aja ya." bujuk Bagas.
" Nggak mau Fira mau sama mas Rayyan." seru Zafira yang matanya sudah berkaca-kaca.
" Ya udah masuk." Ucap Rayyan yang nggak tega kalau sampai adiknya nangis. Apalagi semenjak hamil sangat sensitif sekali.
" Yeah, Ayo sayang." Ajak Zafira ke suaminya.
Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan kediaman keluarga al-Fatir.
Sepanjang perjalanan dari rumah menuju pesantren Rayyan, Zafran dan Bagas harus ekstra sabar. Karena ada-ada aja permintaan bumil, Hampir setiap jajan yang ada di jalan dia minta berhenti dan minta di belikan.
Dan ketiga laki-laki tersebut pun dengan terpaksa menuruti semua keinginan bumil. Alhasil sampai rumah kakek dan neneknya Zafira membawa banyak kantong jajanan.
" Astaga kalian dari mana sih baru sampai." tanya Mommy.
" Tuh lihat anak bungsu Mommy minta berhenti Mulu beli jajan." ucap Zafran.
Mommy nya langsung melihat ke putri bungsunya yang berjalan dengan Bagas yang membawa banyak kantong.
" Princess beli apa?." tanya Mommy.
" Aku beli banyak Mom lupa apa aja." jawab Zafira sambil menunjuk kantong yang di bawa oleh Bagas.
" Ya udah gas minta mbak di dapur untuk sajikan biar princess mau makan yang mana?." Ucap Mommy.
" Fira nggak mau makan itu semua Mom Fira cuma mau belinya aja." Ucap Fira santai tapi membuat ketiga laki-laki yang satu mobil dengannya kesal.
" Ya sudah kamu duduk dulu." ucap nenek yang menyuruh cucunya untuk duduk di dekatnya.