NovelToon NovelToon
"Aku Kangen, Tapi Tuhan Tau "

"Aku Kangen, Tapi Tuhan Tau "

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Andri Yuliantina

Indry gadis religius yang lembut dan terlalu baik pada semua orang.

Zaki lelaki yang selalu hadir dan memberi namun perbedaan keyakinan selalu menjadi tembok pemisah yang tak terlihat diantara mereka.

pertemuan di stasiun tegal setelah 15 Tahun berpisah, menjadi awal dari kisah yang entah apa ujung nya.

tawa kecil, telfonan larut malam dan rasa nyaman pelan pelan berubah jadi kangen dan terbiasa.

tapi bagaimana jika cinta saja tak cukup?
bagaimana kalau Tuhan punya rencana lain....
dan satu keputusan yang harus dipilih,
melanjutkan.... atau melepaskan....


karna kadang, kangen terbesar adalah kangen yang hanya Tuhan yang tau....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andri Yuliantina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 7 :Alarm Meta Nggak Ada Baterai *[Extended

 

Alarm HP Meta bunyi jam 5 pagi.

Ngga. Mati. Baterai 1%.

Dia bangun kaget, nyari charger, ngomel.

"Astaga Indry, gue telat! Lu nggak bangunin gue?"

Indry dari kasur cuma angkat alis. "Lu yang alarmnya modar, Met. Gue udah bangun jam 3. Doa Rosario."

Meta duduk di pinggir kasur, garuk kepala. "Lu doa, gue mati. Fair banget."

Ogah ngorok dari bawah. Klinik buka jam 8. Indry udah siap: seragam putih, rambut diikat, rosario pink muda melingkar di pergelangan tangan.

Meta lihat itu, diem. Terus nyengir. "Lu nggak ketahuan ya stalking IG Zaki semalem."

Indry langsung merah. "Gue nggak stalking!"

Meta ketawa. "Jam 1 pagi lu buka profil Zaki 3 kali, Dry. Lu pikir gue tidur? Gue liat notif 'Indry melihat story Anda'."

Indry ngeles. "Gue cuma... ngecek. Takut dia kenapa-kenapa abis naik kereta jauh."

Meta angguk pelan. "Iya iya. Cuma ngecek. Kayak gue cuma ngecek saldo gue yang 2 ribu."

Mereka ketawa. Tapi Meta tau. Indry bohong separuh.

Bukan stalking jahat. Cuma nggak berani nanya langsung: "Kamu masih sama kayak dulu nggak, Zak?"

 

Pagi itu di klinik, pas lagi ngantri pasien, Meta nanya pelan.

"Dry, kenapa lu dulu putus kontak sama Zaki? Bukan karena beda agama kan?"

Indry diem. Tangan berhenti nulis.

"Karena gue nggak mau dia lihat gue hancur, Met."

Meta ngangguk. Ngerti.

Indry lanjut. "2011 Deoni sakit. 2015 Deoni pergi. 2017 Mama pergi. Gue kepala keluarga umur 26. Lu tau rasanya nggak, Met? Lu kirim SPP Carel, Paul, Mauba, Ogah. Lu kerja 3 tempat. Lu pulang bawa kue gosong buat Mama makan. Lu nggak ada waktu mikirin cinta."

Meta diem. Nggak becanda.

"Terus Zaki?"

"Zaki baik. Terlalu baik. Gue takut kalau gue buka hati, gue bakal nyeret dia ke jurang gue. Jadi gue cabut. Gue ganti nomor. Gue gak buka FB. Gue pikir gue kuat. Ternyata gue cuma pengecut."

Meta pegang bahu Indry. "Lu bukan pengecut. Lu ibu buat 5 orang. Itu lebih berat dari pacaran."

 

Sore pulang kerja, Meta ceritain kenapa dia bisa sesayang itu sama Indry.

"2005, Dry. Malam pemakaman Bapak lu. Gue datang bawa nasi bungkus. Lu tau kan, aneh. Di rumah duka udah banyak makanan. Tapi gue takut lu nggak makan. Lu kurus banget."

Indry diem. Nggak nyangka Meta inget detail itu.

"Gue lihat lu duduk di sudut, nggak nangis. Lu tatap peti Bapak lu kayak lu nahan dunia runtuh. Gue deketin. Gue bilang, 'Dry, lu nggak sendiri. Ada gue. Ada Tuhan. Kita jalan bareng.'"

"Terus lu nangis di pundak gue. Pertama kali gue lihat Indry Andre yang keras itu nangis. Dari situ gue janji: gue nggak akan ninggalin lu."

Meta ketawa kecil. "Gue ceplas ceplos, liar, nggak tau doa. Tapi lu... lu ngajarin gue pelan-pelan. Lu nggak ceramah. Lu cuma hidup."

Indry bingung. "Gue ngajarin apa?"

"Lu ngajarin gue arti sabar. Lu ngajarin gue arti hormat. Lu Muslimin gue...ehhh Lu Santa in gua, lewat depan lu, lu senyum. Lu dikatain misionaris, lu diem. Lu dikhianati, lu maafin. Gue yang galak jadi malu. Gue pikir, kalau Tuhan Indry bisa bikin dia sekuat ini, Tuhan gue juga nggak kalah."

Indry peluk Meta. Nggak banyak kata.

 

Malamnya, drama konyol pecah.

Carel, Paul, Mauba, Ogah ,bikin grup WA "Keluarga AndreBetari".

Carel: "Kak, beneran ada cowok ngasih 10 juta? Namanya Zaki?"

Paul: "Foto dong. Ganteng nggak? Jangan-jangan penipu."

Mauba: "Kak Indry janda? Oh bukan ding, sorry."

Ogah: "Kak aku mau HP baru!"

Indry nggak bales. Meta yang bales pakai HP Indry:

"Tenang anak-anak. Cowoknya udah pengalaman jadi pager yang setia nunggu tanaman tumbuh tapi gak keliatan, jomblo seumur hidup nungguin kakak lu, Ganteng standar. Bukan penipu. Dia temen lama kakak kalian. Kalau nanya lagi gue blok semua."

Grup sepi 3 detik. Terus meledak emoji ketawa.

Carel: "META KAMU KENAPA PEGANG HP KAK INDRY?!"

Meta: "Karena Indry lagi malu. Gitu aja repot."

Indry nyambar HP. "Met lu gila ya!"

Meta ngak. "Lah biar mereka nggak kepo. Udah gue bilang standar. Nanti kebanyakan berharap."

Ogah tiba-tiba VC. Muka panik.

"Kak! Itu beneran uang Zaki? Bisa buat beli PS 5 nggak?"

Indry tutup VC. "Ogah dasar!"

Meta: "Lu bilang aja PS 5 ditukar rosario. Biar dia tobat."

"kata Yudas ntar Rosario bisa jual lagi biar nambah kas. "

bantal melayan dikepala Meta, "Gila lu!!!! tau lu siapa Yudas ya... "

 

Balik ke Indry dan Meta.

"Met, lu nggak takut gue balik sama Zaki?" tanya Indry pelan.

Meta lagi cuci piring. "Takut. Tapi gue lebih takut lu nyesel karena nggak pernah coba."

Indry diem.

Meta lanjut: "Gue kenal lu 20 tahun. Lu bisa kuat tanpa siapa-siapa. Tapi mata lu pas nyebut nama Zaki itu beda. Kayak... kayak ada rumah yang ketemu lagi."

Indry ketawa pelan. "Lu puitis banget hari ini. Habis nonton drakor ya?"

Meta nyembur air sabun. "Gue puitis alami, Beb! Bukan kaleng-kaleng!"

Mereka ketawa sampai Ogah ngintip dari pintu. "Kak Meta lucu ya kalau nggak nyebelin."

"coba rambut gak kayak ma Lampir gitu, manis kak... "

Gubrakkk mangkok hampir nyium nyambar muka Ogah.

 

Flashback kecil. 2010. Kapel Helena.

Meta pertama kali lihat Indry ngajarin anak-anak Sekolah Minggu doa rosario.

Anak-anak berisik, Meta malah tidur di pojok.

Indry cubit. "Met bangun! Doa!"

Meta ngantuk: "Gue nggak hafal Bapa Kami."

Indry: "Ulangi pelan-pelan. Bapa kami yang ada di surga..."

Meta: "Bapa kami yang ada di... warung?"

Anak-anak ketawa ngak. Indry tepok jidat.

Tapi malam itu, Meta pulang sambil gumam sendiri: "Bapa kami yang ada di surga..."

Nggak hafal semua. Tapi dia inget Indry sabar ngajarin dia.

Dari situ Meta paham: Indry nggak maksa. Indry hidupin imannya pelan-pelan.

Itu yang bikin Meta hormat.

 

Malamnya Zaki WA Meta lagi.

"Met, Indry gimana?"

Meta baca. Diem 10 menit. Terus ketik:

"Dia baik, Zak. Dia kuat. Jangan tanya lebih."

Zaki bales: "Aku nggak mau ganggu dia. Aku cuma mau tau dia makan nggak."

Meta balas pendek: "Makan. Lu urus diri lu aja. Jangan ganggu Indry dulu."

Dia matiin HP.

Bukan benci Zaki. Tapi Meta tau Indry.

Indry teguh pada imannya. Kalau dipaksa pilih, Indry pilih Tuhan. Dan Meta nggak mau Zaki jadi alasan Indry patah lagi.

Tapi Meta juga kesel sendiri. Dia ngetik voice note panjang ke Zaki, terus dihapus.

"Ngapain gue baper. Bukan gue yang suka."

 

Jam 1 pagi, Meta nggak bisa tidur. Dia buka IG Zaki diam-diam.

Story Zaki: foto langit Tegal, caption "Hujan lagi."

Meta ketawa. "Dramatis banget lu, Zak. Kayak Indry kurang drama."

Dia screenshot. Terus kirim ke Indry tanpa teks.

Indry balas 5 menit kemudian: "Met!! Lu apaan!!"

Meta: "Nggak apa-apa. Biar lu tau dia juga nggak tidur."

Indry nggak bales lagi. Tapi dia buka foto itu lama.

Meta senyum di kasur. "Gue jaga pagar, tapi gue juga tukang intip. Fair kan?"

 

Meta lihat Indry tidur miring, peluk bantal, rosario di tangan.

"Gue jaga lu, Dry. Kayak lu jaga gue 20 tahun lalu. Soal Zaki... biar Tuhan yang urus. Gue nggak ikut campur. Tapi kalau dia nyakitin lu, gue tabok. Beneran gue tabok. Gue kirim video lu nangis ke grup keluarga biar malu."

Indry mimpi. Nggak dengar.

Tapi rosario pink muda di tangannya berkilat pelan kena lampu kuning.

Dua orang. Dua doa.

Dan satu sahabat yang jadi pagar, tukang intip, tukang blok grup WA, tukang tabok kalau perlu.

 

1
Aiko Yuki
air mataku ikut netes kak 😭
AnYu: terima kasih sudah membaca... ini karya pertama ku... masih tahap nulis blm d revisi mungkin masih banyak typo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!