NovelToon NovelToon
Kaisar Pedang Penelan Surga

Kaisar Pedang Penelan Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Sekte Langit Biru, Xiao Fan hanyalah murid sampah yang terdampar di Alam Kondensasi Qi lapis pertama. Dicemooh, dihina, dan nyaris diusir ke dapur luar—ia dianggap sebagai aib terbesar sekte. Namun, tak seorang pun tahu bahwa di balik tubuh lemahnya, tersimpan jiwa Kaisar Pedang yang pernah mengguncang sembilan langit. Selama tiga tahun, pedang kuno bernama Penelan Surga menggerogoti seluruh kultivasinya. Kini, pedang itu telah terbangun. Dengan teknik terlarang yang membalikkan hukum Surga dan Bumi, Xiao Fan memulai jalan sunyinya sebagai Kaisar Pedang Iblis. Misi pertamanya: menghancurkan sekte yang merendahkannya... hanya dalam seratus hari. Namun bagi Xiao Fan, tiga hari sudah lebih dari cukup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Murid Pertama Kaisar Pedang

Matahari pagi menyinari Puncak Pelana Kayu dengan malas.

Xiao Fan berdiri di atas batu karang yang sama tempat ia membangkitkan Pedang Penelan Surga dua malam lalu. Kali ini ia tidak sendiri. Liu Ruyan berdiri di hadapannya, wajahnya pucat tapi matanya menyala penuh tekad.

"Sebelum kita mulai," kata Xiao Fan, "aku ingin kau mengerti satu hal. Apa yang akan kuajarkan bukanlah teknik dari Sekte Langit Biru. Bukan juga teknik dari aliran ortodoks manapun. Ini adalah warisan langsung dari Kaisar Pedang."

Liu Ruyan menelan ludah. "Kaisar Pedang... yang mati sepuluh ribu tahun lalu?"

"Dibunuh. Dikhianati. Tapi tidak benar-benar mati." Xiao Fan menatap gadis itu lurus. "Karena aku adalah reinkarnasinya."

Keheningan yang panjang.

Xiao Fan menduga gadis itu akan terkejut, mungkin tidak percaya, mungkin takut. Tapi Liu Ruyan hanya mengangguk pelan.

"Aku sudah menduganya."

Giliran Xiao Fan yang terkejut. "Kau sudah tahu?"

"Matamu. Cara kau bergerak. Cara kau membunuh tiga penyusup itu tanpa pedang." Liu Ruyan menunduk. "Aku mungkin tidak bisa berkultivasi, tapi aku bisa membaca orang. Di klanku, aku sering mengamati para tamu dari berbagai sekte. Tidak ada yang memiliki aura seperti dirimu."

Xiao Fan diam sejenak, lalu terkekeh pelan. "Kau lebih tajam dari yang kukira."

Ia duduk bersila dan memberi isyarat agar Liu Ruyan melakukan hal yang sama. "Baik. Karena kau sudah tahu, aku tidak perlu menyembunyikan apa-apa. Hari ini adalah hari ketiga sejak kebangkitanku. Malam ini, aku berencana menghancurkan Sekte Langit Biru."

Mata Liu Ruyan membelalak. "Menghancurkan... seluruh sekte? Sendirian?"

"Aku punya alasan." Suara Xiao Fan berubah dingin. "Tiga tahun lalu, Tetua Tertinggi sekte ini—orang yang sama yang dulu memilihku—mencoba membunuhku saat aku masih belum pulih ingatanku. Dia tahu siapa aku sebenarnya. Dia takut. Dan dia mengurungku di puncak terpencil ini, berharap aku mati kelaparan atau bunuh diri."

Liu Ruyan menutup mulutnya dengan tangan.

"Dia gagal. Dan sekarang giliranku."

Angin pagi bertiup, membawa aroma tanah basah. Xiao Fan mengulurkan tangannya. "Tapi sebelum itu, aku butuh seseorang yang bisa kupercaya. Seseorang yang akan melanjutkan warisanku jika sesuatu terjadi padaku malam ini."

"Kau pikir kau akan kalah?" tanya Liu Ruyan.

"Aku tidak pernah berpikir akan kalah. Tapi Kaisar Pedang yang dulu juga tidak pernah berpikir akan dikhianati oleh orang yang dicintainya." Ada nada pahit dalam suara Xiao Fan. "Aku tidak akan membuat kesalahan yang sama. Aku akan bersiap untuk kemungkinan terburuk."

Liu Ruyan menatap tangannya sendiri. Tangan yang tidak pernah bisa merasakan Qi. Tangan yang oleh keluarganya sendiri dianggap tidak berguna. "Kau yakin ingin menjadikanku murid? Aku bahkan tidak punya akar spiritual."

"Akar spiritualmu ada. Hanya tersegel." Xiao Fan menyentuh dahi gadis itu dengan dua jarinya. "Aku tidak bisa membuka segel itu sekarang. Tapi aku bisa mengajarimu cara menggunakan celah kecil di segel itu. Cukup untuk membuatmu memulai."

Ia menutup mata. Liu Ruyan mengikutinya.

"Kultivasi normal menyerap Qi Surgawi dari langit. Tapi kau tidak bisa melakukan itu. Segelmu memblokir semua energi dari atas. Jadi kita akan menggunakan energi dari bawah."

"Qi Bumi?" Liu Ruyan ingat sensasi dingin yang ia rasakan tadi malam.

"Qi Kematian, tepatnya." Xiao Fan menekankan setiap kata. "Energi ini berbahaya. Bagi kebanyakan orang, ia adalah racun. Tapi bagi mereka yang tubuhnya sudah terbiasa dengan penolakan—sepertimu—ia justru bisa menjadi sumber kekuatan."

Ia meletakkan telapak tangannya di atas tanah. "Rasakan. Bukan dengan kulitmu. Tapi dengan sesuatu yang lebih dalam. Sesuatu yang bahkan segel itu tidak bisa sentuh."

Liu Ruyan memejamkan mata lebih erat. Keringat mulai membasahi pelipisnya. Satu menit. Dua menit. Tidak ada yang terjadi.

Lalu—ia merasakannya.

Bukan sensasi fisik. Tapi sesuatu seperti... bisikan. Bisikan dari dalam tanah. Dari akar-akar pohon. Dari tulang-belulang yang terkubur di bawah bukit ini selama ribuan tahun.

"Aku... mendengarnya," bisik Liu Ruyan. "Mereka... mereka berbicara padaku."

Xiao Fan membuka mata. Ada kilatan keterkejutan di wajahnya. "Apa yang mereka katakan?"

Liu Ruyan mengerutkan kening, berkonsentrasi. "Mereka bilang... 'Selamat datang kembali, Putri Kegelapan.'"

Udara di sekitar mereka berhenti bergerak.

Sistem di kepala Xiao Fan berbunyi nyaring.

[Peringatan! Terdeteksi gelar kuno: Putri Kegelapan.]

[Gelar ini terakhir tercatat 25.000 tahun yang lalu. Pemilik sebelumnya adalah penguasa Benua Bawah Tanah.]

[Kesimpulan: Entitas Liu Ruyan bukan manusia biasa. Dia adalah keturunan langsung Raja Kegelapan Pertama.]

Xiao Fan menatap gadis di depannya dengan mata baru. Bukan hanya Kaisar Pedang wanita yang tersegel di dalam jiwanya. Tapi juga darah Raja Kegelapan yang mengalir di nadinya.

Siapa sebenarnya klan Liu? pikirnya. Dan mengapa mereka membuang gadis ini ke sekte terpencil?

"Xiao Fan?" suara Liu Ruyan memecah lamunannya. "Apa yang terjadi? Kenapa kau menatapku seperti itu?"

Xiao Fan menggeleng. "Tidak apa-apa. Lanjutkan latihanmu. Hari ini kau akan mencapai Kondensasi Qi Lapis Pertama."

"Tapi... bisikan itu..."

"Abaikan untuk sekarang. Kita akan membahasnya nanti." Xiao Fan berdiri. "Aku harus pergi ke Dapur Luar. Ada sesuatu yang harus kuambil sebelum malam tiba."

Liu Ruyan ingin bertanya lebih banyak, tapi tatapan Xiao Fan mengatakan bahwa pembicaraan ini sudah selesai. Ia mengangguk dan kembali memejamkan mata, mencoba menangkap bisikan-bisikan dari dalam tanah itu lagi.

Xiao Fan berjalan menuruni lereng. Pikirannya berpacu.

Putri Kegelapan. Kaisar Pedang wanita dalam segel. Mo Tianfeng yang mengincar fragmen pedang. Dan malam ini, ia harus menghancurkan sekte.

Semua benang mulai terjalin. Tapi ia belum bisa melihat gambaran besarnya.

[Sisa waktu hingga tengah malam: 14 jam.]

[Saran: Selesaikan misi utama sebelum Tetua Tertinggi kembali dari perjalanannya.]

Tetua Tertinggi sedang pergi. Itu sebabnya ia belum muncul saat sekte diserang. Itu juga sebabnya Xiao Fan memilih tiga hari ini untuk bergerak.

"14 jam," bisik Xiao Fan sambil melangkah memasuki Dapur Luar yang kosong. "Cukup."

Ia membuka laci tersembunyi di bawah tungku. Di dalamnya, terbungkus kain lusuh, ada sebilah pedang tua berkarat. Pedang yang ia curi dari gudang barang sitaan sekte setahun lalu. Pedang yang semua orang anggap sampah.

Tapi Xiao Fan tahu. Di balik karat itu, tersembunyi logam Bintang Jatuh—salah satu bahan terlangka di dunia kultivasi.

"Sudah waktunya kau melihat matahari lagi," bisiknya pada pedang itu. "Malam ini, kau akan minum darah."

Pedang itu bergetar pelan di genggamannya. Seolah mengerti. Seolah sudah terlalu lama menunggu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!