NovelToon NovelToon
Dendam Maharani

Dendam Maharani

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Dendam Kesumat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

Maharani, gadis manis tapi pemalu yang menyukai seorang laki-laki anak kepala desa yang tampan bernama Andrean.

cinta yang tulus tapi dibalas oleh sebuah kejahatan.

maharani hanya menuntut tanggung jawab, tapi dia dijebak, lalu di rud*p*ksa oleh Andrean bersama dua rekannya.

maharani di tolong oleh seroang nenek yang kemudian memberinya ilmu kanuragan untuk balas dendam pada orang-orang yang menyakitinya.

akankah para pelaku ditangkap atau berakhir tragis, yuk simak kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kepanikan keluarga Rani.

Hingga menjelang pagi, Rahman dan Sukma, kedua orangtua Rani masih terjaga menanti kepulangan putri mereka.

Gelisah nampak diwajah tuanya.

Ponsel Rani bahkan tidak bisa dihubungi sejak kemarin sore.

Bagas, adik Rani bahkan telah bertanya kepada tetangga sejak tadi malam tapi tak ada satupun yang melihat Rani.

Ayam jago telah sejak tadi berkokok.

Fajar telah terbit di ufuk timur menandakan aktivitas makhluk hidup akan segera dimulai.

"Pak... coba cari di kantor desa... Rani mungkin saja ada disana.... mungkin dia takut pulang karena sudah malam.... ibu takut terjadi sesuatu padanya...." rengek bu Sukma pada suaminya.

"Bapak siap-siap dulu bu... Bagas, ayo temani bapak..." seru pak Rahman kepada putranya.

Bagas mengemudikan motor butut mengarah kepada kantor kepala desa yang berada di tepi jalan besar yang hendak menuju ke kota.

Sesampainya disana, hanya sepi yang menyambut.

Bahkan pintu pagarnya dikunci karena ini hari minggu dan semua karyawan libur.

Apalagi hari ini keluarga pak Herman selaku kepala desa sedang melakukan hajat besar yaitu pernikahan putra pertamanya Andrean dengan putri tunggal dari juragan Kardi.

Otomatis beberapa warga berada disana membantu dalam pelaksanaan hajat tersebut.

"Kemana kamu ndok...? apa kamu tersesat atau diculik? Pulang ndok, bapak, ibu dan adikmu khawatir..." pak Rahman menyeka air matanya.

"Pak... kita coba cari dekat jalan perbatasan desa, siapa tahu mereka kenal dan lihat mbak Rani..." usul Bagas yang disetujui oleh pak Rahman.

Keduanya lalu memutar motor menuju jalan perbatasan desa.

Umumnya jalanan itu ramai karena banyak yang berjualan bahkan hingga pagi.

Bagas dan pak Rahman bertanya kepada setiap orang yang mereka temui. Warung pertama, kedua bahkan entah berapa banyak warung dan orang-orang yang mereka tanyai tapi tak ada satupun dari mereka yang melihat perempuan yang fotonya ditunjukkan oleh Bagas dan pak Rahman.

Hasilnya zonk...

Hari menjelang siang, Bagas dan pak Rahman memutuskan untuk pulang karena mereka juga lapar. Nanti selesai makan siang, mereka akan melanjutkan kembali pencarian dan jika tak juga ketemu, mereka akan melapor pada petugas mengenai hilangnya Rani.

"Bagas... Kamu dari mana?" teriak seseorang yang merupakan teman sekolahnya dari arah warung.

Bagas menghentikan laju motornya dan menghampiri temannya.

"Cari mbak Rani. Sejak kemarin belum pulang. Dia pamit mau kekota beli sesuatu. Tapi hingga pagi belum juga pulang. Ponselnya juga ndak aktif... Kami khawatir jika terjadi sesuatu pada mbak Rani..." terang Bagas dengan wajah lelahnya.

"Oh cari Rani toh...?" seru ibu penjaga warung.

"Iya bu.. apa bu Darsih lihat mbak Rani atau barangkali mampir jajan disini sebelumnya?" tanya Bagas.

"Kemarin menjelang sore sehabis pulang bekerja, Rani memang mampir buat beli obat maag... mukanya pucat dan berkeringat gitu. Kayaknya maagnya kambuh.... dan setelah itu dia pamit pulang katanya...." jelas bu Darsih.

Bagas dan pak Rahman saling pandang.

"Mbak Rani sejak kapan sakit maag pak? perasaan selama ini dia baik-baik saja nggak pernah ngeluh sakit bagian perut..." tanya Bagas curiga.

"Seingat bapak juga gitu...."

Kedua bapak dan anak itu sama-sama dilanda kebingungan.

"Kalau begitu, kami pamit dulu" ujar pak Rahman disusul Bagas.

"Apa jangan-jangan si Rani kabur sama pacarnya?Soalnya beberapa waktu lalu, suamiku lihat Rani naik mobil arah ke kota sama laki-laki tapi wajahnya kurang jelas..." tutur Sri yang rupanya menguping pembicaraan bu Darsih dan pak Rahman.

"Hust jangan asal ngomong kamu Sri...! Rani itu nggak punya pacar setahuku. Dia gadis baik dan polos. Dia juga pekerja keras... jadi, jaga mulut kamu Sri! Jangan sampai nanti orang dengar, makin buat panik keluarga pak Rahman...." tegur ibu yang lain memarahi Sri yang terkenal suka bergosip.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pagi beranjak siang, siang kemudian berlalu berganti langit jingga menandakan si penguasa siang telah kembali keperaduannya.

Suasana pesta di rumah keluarga pak Kardi semakin ramai.

Kali ini dihadiri oleh rekan-rekan Meri dan Andrean yang bekerja dan tinggal di kota.

Musik DJ mengalun memekakkan telinga.

Sepasang pengantin baru itu nampak begitu menikmati pesta.

Bahkan Meri tak malu merangkul serta mencium pipi Andrean dihadapan semua orang.

Gaun pengantin putih gading yang Meri kenakan begitu menggoda iman Andre karena memiliki belahan dada rendah dan menampilkan dua gundukan yang sedikit menyembul keluar.

Beberapa kali Andre tertangkap mata sedang meremas b*k*ng istrinya.

Malam makin larut, musik semakin kencang mengisi kesunyian desa yang selalu tenang itu.

Tiga orang biduan berpakaian sedikit minim terus bernyanyi dan berjoged mengikuti alunan musik.

Dan dibawah panggung, beberapa pemuda ikut berjoget dan memberi saweran kepada biduanita.

Sementara dikamar pengantin, alunan suara parau mendayu sedang berpacu berbagi keringat dan sal*va.

Entah sudah berapa kali er*ngan pelepasan yang keluar dari bibir Meri. Begitupun Andrean.

Lelaki itu lupa jika sehari sebelumnya telah mengga*l* kekasihnya dan mengakibatkan pendarahan hebat.

Andrean, lelaki bertubuh atletis itu terus berpacu diatas tubuh lelah Meri yang juga bergerak mengikuti hentakan suaminya.

"Hhhaaaahhhh...haaahhh... Andre...." des*s Meri ketika dia mencapai puncaknya.

Perut yang mulai membuncit tak ia hiraukan. Keduanya sedang menikmati surga dunia bersama-sama.

Andre terkulai layu diatas tubuh istrinya.

Bibirnya terus menyusuri tulang belikat Meri seolah dia belum puas.

"Nanti sayang... aku benar-benar lelah... bayi kita juga pasti kaget didalam sana karena terus bertemu papanya..." ujar Meri dengan nafas tersengal.

Andre berdecak karena kesenangannya terusik. Dia berguling kesamping Meri dan memilih duduk di tepi ranjang.

Masih dalam keadaan polos, dia mengeluarkan sebatang r*k*k dari kotaknya lalu menyesapnya.

Asap mengepul mengisi kamar yang luas itu.

Meri ikut duduk menyusul suaminya. Dia mencium pundak Andre lalu memeluknya dari samping.

"Apa yang kamu pikirkan?" tanyanya.

"Tidurlah jika kamu lelah... aku mau lihat situasi diluar..." ujar Andre dingin.

"Sayang..." Meri menahan tangan Andre yang baru saja bangkit.

"Aku harus memastikan sesuatu, sekarang tidurlah!" ujar Andre tanpa memperdulikan rengekan Meri.

Setelah memakai celana pendek dan baju kaos, Andre berjalan keluar kamar.

Pemandangan dihalaman membuatnya berdecak.

Beberapa botol minuman berserakan. Ditambah para pemuda yang tadi berpesta kini tergeletak dimana-mana.

Malam makin larut. Semua orang telah mengarungi mimpi meraka masing-masing.

Kuduk Andre tiba-tiba saja meremang seperti ada yang meniupnya.

Dia mencoba mengucek kedua matanya karena melihat sesuatu di kegelapan malam.

Seseorang berdiri dekat pohon pinang yang ditanam dekat pagar masuk.

Andre begitu familiar dengan tampilan seseorang itu. Tapi otaknya menolak percaya.

"Tidak mungkin dia...! Para preman itu sudah menguburnya dan mereka mengirim bukti padaku... Apa jangan-jangan...." Andre merinding dan memilih berlari memasuki kamarnya.

Dia langsung bergabung dengan istrinya yang telah lebih dulu bergelung dibawah selimut.

bersambung...

1
Astuti Puspitasari
Mbahe iku jahat apa ngga ya kok makan janin /Grimace/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!