NovelToon NovelToon
NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Ribuan tahun setelah Kaisar Primordial Wang Tian menghilang ke dalam keheningan dimensi untuk menjaga keseimbangan alam, silsilah darahnya telah bercabang menjadi klan-klan besar yang menguasai berbagai penjuru dunia.

​Istri pertama, Lin Xuelan, melahirkan garis keturunan Penjaga Samudra. Istri ketiga, Mora, melahirkan klan Bayangan Langit. Istri keempat, Lin Xia (setelah menjadi manusia sepenuhnya), melahirkan garis Pedang Dewa. Namun, cerita kita kali ini bermula dari garis keturunan istri kedua, Sui Ren, Sang Permaisuri Angin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 : Gadis Buronan BAB 7 : Hujan Panah Magnetik

Wang Jian tidak langsung masuk ke inti Lembah Naga untuk bertemu Long Wei. Sebaliknya, ia tertahan di Zona Transisi Gravitasi, sebuah wilayah hutan purba yang aneh di kaki lembah di mana hukum alam mulai kacau. Di sini, ia akan bertemu dengan rekan perjalanan pertamanya.

Wang Jian melangkah keluar dari wilayah Air Terjun Surgawi, namun ia tidak langsung menuju puncak Lembah Naga. Peta yang ia bawa membimbingnya melalui sebuah celah sempit yang dikenal sebagai Hutan Besi Gantung. Di sini, pohon-pohonnya memiliki daun yang tajam seperti pisau dan batang yang mengandung bijih besi tinggi, menciptakan medan magnet alami yang mengganggu navigasi.

Saat sedang mencari tempat untuk berteduh, indra pendengaran Jian yang tajam—hasil dari Ranah Penguatan Tulang Bintang 6—menangkap suara deru angin yang tidak wajar. Bukan angin alam, melainkan angin yang dibelah oleh proyektil cepat.

Syuuuut! Syuuuut! Syuuuut!

"Tangkap dia! Jangan biarkan Gadis Teratai itu melarikan diri dengan resep obatnya!" sebuah teriakan kasar bergema.

Dari balik semak berduri, seorang gadis berpakaian hijau zamrud berlari dengan napas tersengal. Wajahnya pucat, dan di bahunya terdapat luka goresan panah yang mengeluarkan darah berwarna keunguan—tanda panah beracun. Di belakangnya, lima orang pria berpakaian zirah kulit hitam mengejar dengan kecepatan penuh. Mereka adalah Klan Gagak Hitam, kelompok tentara bayaran yang terkenal kejam di wilayah selatan.

Gadis itu tersandung akar pohon dan jatuh tepat beberapa meter di depan Wang Jian. Para pengejar segera mengepungnya.

"Serahkan Resep Pil Pemurni Tulang Suci itu, Lin Meiling, dan kami akan memberimu kematian yang cepat," ucap pemimpin pengejar, seorang pria bermata satu di Ranah Pemurnian Qi Bintang 5.

Wang Jian yang sedari tadi bersandar di pohon besar akhirnya angkat bicara. "Hutan ini sudah cukup bising tanpa teriakan kalian. Pergilah sebelum angin di sini menjadi tidak ramah."

"Siapa kau?! Bocah ingusan, jangan mencari mati!" Pemimpin Gagak Hitam memberi isyarat, dan dua anak buahnya menyerang Jian dengan pedang besar.

Wang Jian tidak menghunus senjata. Ia hanya menggerakkan kakinya sedikit, mengaktifkan Gaya Berat. Saat pedang mereka hampir mengenainya, Jian menghilang dalam sekejap menggunakan Langkah Angin Kilat.

DUAK! DUAK!

Dua pukulan cepat mendarat di dada para pengejar. Karena tulang Jian sudah memiliki Massa Gravitasi, pukulan ringannya terasa seperti dihantam balok besi seberat satu ton. Tulang rusuk mereka hancur seketika, dan mereka terlempar menghantam pohon besi hingga pingsan.

"Kau... kau seorang kultivator fisik?!" Pemimpin Gagak Hitam gemetar. Ia segera memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan panah magnetik.

Namun, Jian mengangkat tangannya. Dengan teknik Manipulasi Tekanan, ia menciptakan pusaran angin bertekanan tinggi di depannya. Panah-panah itu terhenti di udara, berputar-putar di dalam pusaran sebelum akhirnya jatuh tak berdaya.

"Angin saya... jauh lebih tajam dari panah kalian," ucap Jian dingin. Ia melesat maju, dan dalam hitungan detik, sisa pengejar itu terkapar di tanah.

Alkimia Dingin dan Sumpah Persaudaraan

Setelah para pengejar dipukul mundur, Wang Jian menghampiri gadis bernama Lin Meiling itu. Luka di bahunya mulai menghitam. Racun panah Gagak Hitam sangat mematikan bagi siapa pun di bawah Fase Langit.

"Jangan sentuh... racun ini... akan menyebar..." bisik Meiling lemah.

Wang Jian tersenyum tipis. "Aku bukan alkemis biasa. Diamlah."

Jian tidak memiliki kuali, namun ia memetik beberapa daun Penawar Seribu Duri yang tumbuh di sekitar pohon besi. Ia meletakkan daun itu di telapak tangannya, lalu menggunakan Alkimia Dingin. Ia menciptakan tekanan udara mikro yang sangat tinggi di antara jari-jarinya, memeras esensi tanaman tersebut hingga menjadi setetes cairan bening yang sangat murni.

Ia meneteskan cairan itu ke luka Meiling. Secara ajaib, warna hitam di kulit Meiling memudar, digantikan oleh uap berbau busuk yang dipaksa keluar oleh tekanan angin Jian.

Beberapa jam kemudian, Meiling sadar. Ia menatap Jian dengan rasa ingin tahu yang besar. "Kau... kau menyelamatkanku? Dan teknik pengobatanmu... aku belum pernah melihat alkimia tanpa api seperti itu."

Lin Meiling ternyata adalah seorang putri dari keluarga alkemis yang telah hancur. Ia memiliki pengetahuan luas tentang tanaman obat namun lemah dalam bertarung.

"Namaku Wang Jian. Aku hanya seorang pengembara yang sedang menuju Lembah Naga," jawab Jian singkat.

"Lembah Naga? Itu sangat berbahaya! Tapi... jika kau mau membantuku mengambil Bunga Es Abadi di gua bawah tanah hutan ini, aku akan membantumu menerjemahkan resep kuno yang kutemukan. Resep ini... kudengar berasal dari zaman Leluhur Wang Tian," Meili menawarkan kerjasama.

Wang Jian tertarik. Memiliki teman seorang alkemis jenius seperti Meiling akan sangat membantunya dalam mengolah bahan-bahan yang ia temukan. "Baiklah. Kita akan bertualang bersama untuk sementara."

Labirin Gua Kristal dan Kekuatan Kerja Sama

Petualangan pertama mereka membawa mereka ke Gua Kristal Magnetik, tempat di mana Bunga Es Abadi berada. Di dalam gua ini, gravitasi menjadi sangat kacau. Kadang mereka berjalan di langit-langit gua, kadang di dinding.

"Hati-hati, Jian! Di depan ada Kelelawar Suara Pemecah Jiwa. Mereka buta, tapi serangan gelombang suara mereka bisa menghancurkan organ dalammu!" Meiling memperingatkan sambil memberikan dua butir pil penutup telinga yang ia buat secara darurat.

Benar saja, ratusan kelelawar raksasa menyerang. Namun kali ini, Jian tidak bisa hanya mengandalkan otot. Gelombang suara adalah getaran udara, dan siapa yang lebih mengerti udara selain Jian?

"Meiling, tetaplah di belakangku!"

Wang Jian merentangkan kedua tangannya. Ia mencoba teknik baru: Dinding Vakum. Ia menciptakan area tanpa udara di sekeliling mereka berdua. Karena suara tidak bisa merambat di ruang hampa, serangan gelombang suara kelelawar itu mendadak menjadi tidak berguna.

"Sekarang, Meiling! Gunakan bubuk peledakmu!" teriak Jian.

Meiling melemparkan bubuk alkimia ke arah kawanan kelelawar, dan Jian menggunakan hembusan angin cepat untuk memicu percikan statis dari jarinya.

BOOOMM!

Ledakan itu membersihkan jalan mereka. Akhirnya, mereka sampai di dasar gua dan menemukan Bunga Es Abadi yang bersinar biru cantik. Namun, bunga itu dijaga oleh Laba-laba Kristal Peringkat 2 puncak.

"Biar aku yang mengalihkan perhatiannya, kau ambil bunganya!" perintah Jian.

Pertempuran itu berat. Laba-laba itu memiliki kulit sekeras berlian. Namun, dengan Meiling yang memberikan instruksi tentang titik lemah monster tersebut—celah kecil di bawah perutnya—Jian berhasil menusukkan Bor Udara-nya tepat ke sasaran.

Setelah mendapatkan bunga tersebut, mereka keluar dari gua dengan selamat. Di bawah sinar rembulan, mereka berbagi hasil buruan.

"Kau tahu, Jian," ucap Meiling sambil menatap bintang. "Kekuatanmu luar biasa, tapi kau terlalu kaku. Jika kau belajar menyatukan elemen anginmu dengan alkimia, kau bisa menjadi kultivator yang tidak terkalahkan."

Wang Jian mengangguk. Petualangan bersama Lin Meiling memberinya perspektif baru. Ia menyadari bahwa perjalanannya menuju puncak bukan hanya tentang menghancurkan musuh, tapi juga tentang membangun aliansi.

Bersama Meiling, Wang Jian kini melanjutkan perjalanan menuju pinggiran Lembah Naga, siap menghadapi tantangan yang lebih besar sebelum ia benar-benar bertemu dengan sang legenda, Long Wei.

Status di Akhir Bab 6 dan 7 :

 * Wang Jian: Ranah Penguatan Tulang Bintang 6 (Stabil).

 * Lin Meiling: Rekan Baru (Alkemis).

 * Item Baru: Bunga Es Abadi, Resep Pil Pemurni Tulang Suci.

 * Hubungan: Persahabatan dan Kerja Sama Tim dimulai

1
evelyn Syaquita
new saga
adalah bacaan wajib bagi penggemar genre kultivasi yang mencari cerita dengan kedalaman emosional dan aksi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kiasan (tropes) klasik genre Xianxia, eksekusinya tetap terasa segar dan membuat ketagihan.
evelyn Syaquita
Tahapan dari Qi Condensation hingga [Tahap Tertinggi] dijelaskan dengan detail yang memuaskan, membuat pembaca ikut merasakan jerih payah sang protagonis dalam bermeditasi dan menerjang kesengsaraan langit (Heavenly Tribulation).😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!