NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Sebuah apartemen elit tampak dijaga ketat oleh beberapa pria berbadan besar yang berdiri di depan pintu. Wajah mereka dingin dan penuh kewaspadaan, seolah tidak mengizinkan siapa pun masuk tanpa izin.

Di dalam apartemen yang luas itu, suasana justru dipenuhi ketegangan.

Di ruang tamu, James Fung, mantan ketua organisasi yang kini telah pensiun, berdiri dengan wajah penuh amarah. Di depannya berdiri putranya, Jims Fung, yang tampak kesal.

Tiba-tiba—

Plak!

Suara tamparan keras menggema di ruangan itu.

Kepala Jims langsung terlempar ke samping akibat tamparan tersebut.

Ia memegang pipinya yang memerah sambil menatap ayahnya dengan kesal.

“Pa, kenapa menamparku?” tanya Jims dengan nada tidak terima.

James menatapnya dengan mata tajam.

“Apakah kau sadar dengan perbuatanmu?” bentaknya. “Kenapa kau harus mencari masalah dengan orang?”

Jims mendengus kesal.

“Pa, bukankah semuanya sudah diselesaikan?” jawabnya. “Kenapa malah menyalahkanku?”

James menggeleng dengan wajah penuh kekecewaan.

“Harus sampai kapan kau terus menimbulkan masalah?” katanya dengan suara berat. “Apa yang kau lakukan hanya membuatku malu. Sebagai seorang ketua, aku bahkan tidak bisa mendidik anakku sendiri dengan baik.”

Jims mengepalkan tangannya.

“Ketua?” ulangnya dengan nada sinis. “Seharusnya aku yang bertanya padamu. Kenapa kau memberikan posisimu kepada orang luar?”

Ia menatap ayahnya dengan penuh kemarahan. “Apa hebatnya Nathan sampai kau lebih percaya padanya daripada anakmu sendiri?”

James menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab.

“Kau tahu kenapa aku melakukan itu?” katanya dengan suara tegas. “Karena kau tidak akan mampu menanggung beban itu.”

Ia menatap putranya dengan tajam.

“Menjadi seorang ketua membutuhkan pengalaman, kekuatan, dan juga prestasi yang luar biasa,” lanjutnya. “Sedangkan kau? Apa yang sudah kau lakukan selama ini?”

Jims menggertakkan giginya.

“Kau hanya berat sebelah,” katanya kesal. “Kau lebih percaya padanya daripada anakmu sendiri.”

James tertawa dingin.

“Bahkan saat diserang dengan senjata tajam saja kau sudah ketakutan,” katanya. “Sedangkan Nathan menggunakan nyawanya untuk melindungiku dan semua orang.”

Ia menatap Jims tanpa berkedip.

“Walaupun dia ambisius, tapi dia berani mengorbankan dirinya.”

Jims mendengus.

“Itu hanya alasan saja,” katanya dengan sinis.

Wajah James langsung berubah gelap.

Ia tiba-tiba menarik tengkuk putranya dengan kuat, memaksanya menatap langsung ke matanya.

“Dengar baik-baik,” ucapnya dengan suara dingin.

Jims menegang.

“Lima tahun,” lanjut James. “Setelah lima tahun, kau yang akan menggantikan posisinya.”

Jims langsung terdiam.

“Nathan Han hanyalah pelindung sementara,” lanjut James. “Karena itu saat ini dia masih sangat bermanfaat bagi kita. Banyak musuh yang mencariku ketika aku masih menjadi ketua,” katanya perlahan. “Dan tidak lama lagi mereka akan datang. Biarkan Nathan yang menghadapi mereka.”

Tatapan James menjadi licik.

“Setelah semuanya selesai… barulah kau bisa merebut posisi ketua darinya.”

Jims menatap ayahnya dengan mata yang perlahan menyala.

“Tapi ingat satu hal,” lanjut James dengan suara tegas. “Jangan melakukan kesalahan apa pun. Jika sampai orang luar mengetahui perbuatanmu… kesempatanmu akan hilang. Pada saat itu,” katanya dingin, “Nathan Han akan benar-benar menjadi ketua selamanya.”

Jims menatap ayahnya dengan kening berkerut. Amarah di wajahnya perlahan berubah menjadi kebingungan.

“Maksudnya… papa sengaja memberikan posisi itu padanya?” tanya Jims dengan nada tidak percaya.

James perlahan melepaskan tangannya dari tengkuk putranya.

“Jims,” katanya pelan namun tegas. “Kau adalah putraku. Mana mungkin aku lebih membela orang luar?”

Jims terdiam, memperhatikan ayahnya.

“Nathan adalah pengawal paling tangguh yang pernah kumiliki,” lanjutnya. “Dia mampu menyelesaikan semua masalah yang kita hadapi. Menjadi ketua saat ini tidak mudah,” katanya dengan suara berat. “Musuh kita terlalu banyak. Jika kau melangkah terlalu cepat tanpa kekuatan yang cukup… kau akan mati.”

Kata-kata itu membuat Jims terdiam.

“Demi keselamatanmu,” lanjut James, “kau harus pergi ke luar negeri.”

Jims mengangkat kepalanya.

“Belajar. Berlatih. Jadilah lebih tangguh,” kata James sambil menatapnya tajam. “Lima tahun kemudian kau kembali. Dan saat itu… kau menyingkirkan Nathan Han.”

Mata Jims perlahan membesar.

“Pada saat itu aku akan mendukungmu. Stempel ketua organisasi masih ada di tanganku. Asalkan aku bersuara… dan kau menunjukkan prestasi yang luar biasa di depan mereka,” katanya. “Maka tanpa perlu diragukan lagi, kau akan menjadi kandidat terkuat. Sementara itu… Jasa Nathan Han akan segera dilupakan.”

“Pa, tapi kita tidak bisa menyingkirkannya begitu saja,” kata Jims dengan nada ragu. “Nathan tidak punya kelemahan.”

“Lima tahun cukup untuk menemukan kelemahannya. Walaupun aku tahu dia punya tunangan,” lanjut James." tapi wanita itu bukan kelemahannya.”

Jims mengernyit.

“Kenapa?” tanyanya.

James tersenyum dingin.

“Karena Nathan sama sekali tidak pernah benar-benar peduli padanya,” jawabnya singkat. "Masalah ini serahkan saja padaku.”

James menepuk bahu Jims dengan kuat.

“Kau harus pergi ke luar negeri dan belajar dengan baik,” katanya tegas. “Latih dirimu menjadi lebih kuat. Jangan mengecewakan harapanku.”

Keesokan harinya.

Nathan dan Marcus berada di ruang pemeriksaan forensik.

Ruangan itu dingin dan sunyi. Seorang dokter forensik terkenal berdiri di depan mereka sambil membawa beberapa lembar laporan hasil pemeriksaan.

“Ini adalah hasil analisis dari pakaian yang ditemukan di apartemen korban,” kata dokter itu sambil menyerahkan berkas tersebut.

Nathan menerima laporan itu tanpa berkata apa-apa.

Ia membuka dan membaca setiap halaman dengan wajah yang semakin gelap.

“Dari hasil pemeriksaan laboratorium,” lanjut dokter itu dengan nada serius, “Selain bercak darah milik korban pada bagian rok pakaian tersebut. Kami juga menemukan cairan sperma milik seorang pria yang menempel pada pakaian yang sama.”

Nathan tetap diam, tetapi tangannya yang memegang laporan itu mulai menegang.

“Apakah bisa diketahui siapa pemiliknya?” tanya Nathan dengan suara rendah.

Dokter forensik kemudian mengambil satu lembar laporan lain.

“Kami berhasil mengekstrak DNA dari sperma tersebut,” jelasnya.

Ia menyerahkan laporan itu kepada Nathan.

“Hasil identifikasi DNA ada di halaman ini.”

Nathan menerima berkas itu.

Matanya membaca setiap baris laporan tersebut.

Beberapa detik kemudian, tangan Nathan perlahan mengepal kuat pada kertas laporan itu.

Tatapannya berubah sangat dingin.

Seolah seseorang baru saja menyalakan api besar di dalam dirinya.

“Hasil pemeriksaan forensik terhadap jasad korban juga sudah keluar,” ujar dokter forensik tersebut sambil memberikan laporan itu kepada Nathan.

"Ada hal yang mengejutkan, harap anda bisa menerimanya," lanjut dokter itu.

1
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
Fortu
ketemu ehh
Fortu
Ternyata hilang ingatan
Fortu
lalu ceritanya gimana identitas Calista bisa ada dimayat satunya, apakah ada orang yang memindahkan??
trus yang nolong Calista kerumah sakit itu siapa??
Fortu
bener kan si pak Tua ini
ckckck
Fortu
wahhhh tragedi berdarah
apakah Calista korban juga dari james
Fortu
licik juga Tuan James

btw apakah jims pelaku utama kekerasan terhadap Calista???

wah Nathan main halus ini
Fortu
Apakah james ayahnya jims yang melakukan itu🤔🤔
Fortu
Pasti diperkosa oleh Jims🤔🤔🤔
Fortu
Apa dia dapat kekerasan dari jim??
Fortu
Masalah Calista Li apa ya sampai buruh diri
Fortu
Yang ditemukan dilaut itu ada dua ya🤔
yang pertama ditemukan nelayan masih hidup
terus yang ditemukan polisi Calista Li
Apa identitas tertukar???
Fortu
mampir
Kinara Widya
iya...itu namamu Liora...
Kinara Widya
Nathan d lawan
Dini Anggraini
Marcus maaf salah tadi bunda🙏
Dini Anggraini
Nathan saat kamu menemui calista sebaiknya kamu dan Marco menyamar menjadi cewek atau apapun itu jadi saat kalian ke rumah sakit tidak ada yang mengenali kalian jangan sampai musuh2 mu menargetkan calista dan kamu kehilangan calista untuk kedua kalinya. 🙏🙏😍😍😍
Dini Anggraini: q kasihan calista bila jadi incaran musuhnya nathan kakak author dulu dia masih punya kesempatan kedua hidup lagi bila sekarang di incar kelemahan nathan q gak tahu lagi bagaimana jadi calista nanti kak. 👍👍👍😂😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!