kate terpaksa harus menjadi seorang ibu,untuk anak Kaka kembarannya.karena kakanya pergi meninggalkan suami dan anaknya.Dan ini adalah kisah hidup seorang kate,gadis bebas dan penuh kegelapan mulai menemukan sedikit cahaya di hidupnya dan memahami arti kehidupan yg sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lord Gara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Happy Reading
Kate menyetir mobil nya di atas kecepatan rata-rata.
Hanya ada satu pertanyaan di benak Kate,kenapa?kenapa Kate harus membela Rafael sampai ke hilangan kendali seperti itu?
Mungkin saja Kate akan membunuh wanita itu jika saja Jayden tidak memeluknya.Tunggu Jayden memeluk nya? bagaimana bisa dia tau Kate sedang mengamuk.
Sudahlah Kate tidak terlalu mementingkan hal seperti itu.
"Halo Tania"
"Halo Bu"
"Saya ingin kau menyiapkan ruang bawah tanah seperti biasa"
"Eh?ohh,baik Bu"
Tania merasa bingung sudah lama Kate tidak mengunjungi ruang bawah tanah seperti ini.Apakah terjadi sesuatu yg buruk pada nya?
Kate mulai melangkahi kaki nya menuju ruang bawah tanah.bau amis yg lama tidak Kate rasakan,dan juga teriakan para tahanan yg Kate rindukan.
"Berikan cambuk nya pada ku"
"Ini nona" jawab pelayan itu dengan gemetar
"Pergilah"
"Ba..baik nona"
Ctarr
ctarr
Ctarr
Suara cambuk yg Kate rindukan dan suara permohonan ampun sungguh Kate sukai
Ctarr
"A...mpun...ampuni aku"
"A..ku..mohon..ampuni..aku"
"Mengampuni mu hm?"
"A..ku mohon"
"Baiklah aku akan mengampuni mu"
"Te..terima kasih nona"
Kate mengeluarkan pistol yg ada di saku kiri nya,dan mencondongkan nya ke tahanan itu.
"Sama-sama, pulang lah dengan damai"
Dorrr
suara pistol yg begitu nyaring memenuhi ruangan bawah tanah itu.Kate berjalan keluar dengan wajah datar nya.
"Tania, bersihkan seperti biasa"
"Baik nona"
"Dimana obat ku"
"Saya meletakkan nya di kamar nona"
"..."
Kate berjalan menuju kamarnya.Dan dia mulai meminum obat nya lalu tertidur dengan damai,sampai efek obat nya habis.
Sedangkan di rumah Rafael bingung mencari keberadaan Kate.
"Ayah..di mana ibu?apakah ibu akan meninggal kan Aell seperti biasanya nya lagi?"
"Tidak,,ibumu hanya pergi mencari udara segar"
Jayden vop*
Sekarang sudah pukul jam 8 malam tapi wanita itu masih belum kembali,kemana dia?apakah dia merasa bersalah karena sudah memukuli orang tadi,aku jadi teringat kejadian pagi tadi
_flasback on_
Tiba-tiba saja ada telepon dari nomor asing ketika baru saja akan memulai memasuki kantor.hanya keluarga yg tau nomor pribadi ku, apakah ini ibu?.takut nya penting aku pun mengangkat telpon tersebut.
"Ayah...tolong ibu!!"
"Ada apa dengan ibu mu?"
"Cepat datang ke sekolah ayah"
_tut tuttt_ telepon terputus begitu saja
Aku berlari langsung ke parkiran dan melajukan mobil ke sekolah nya Rafael. Rafael.
brukk
Aku mendengar suara injakan dari ruang kelas Rafael,aku melihat wanita itu mengangkat kursi ingin melempar nya ke wanita yg di bawah nya.Aku langsung berlari dan memeluk nya dari belakan "aku mohon berhenti lah"Aku berbicara dengan lembut membuat wanita itu kembali tersadar dari kemarahan nya.Wanita itu kembali mendatar kan wajah nya seolah-olah tidak terjadi apapun.
"to.. tolong...tolong aku" wanita itu hanya memandangi wanita yg kesakitan itu dengan datar.
Anak-anak di dalam ruangan menatap Wanita itu dengan ketakutan.Lalu dia melepas pelukan ku dan pergi dari begitu saja.
"halo tuan"
"saya ingin kamu membereskan kejadian yg ada di sekolah Rafael"
"Baik tuan"
wanita itu semakin menarik saja,semakin dia menunjukan perubahan nya semakin aku tertarik dengan nya.
*Jayden vop end*
Maaf kalau banyak typo soalnya aku penulis baru wkwk.
_sekian bab 7 nya_
please... lanjut jangan digantung😭😭