Bella merupakan wanita cantik, pintar dan mandiri. Sukses di usia muda dalam bisnis karena keuletan dan ketekunannya membuatnya jadi rebutan para lelaki di kotanya. Namun Bella berprinsip tak ingin menikah. Karena Bella memiliki pengalaman pahit di dalam hidupnya.
Tak disangka ia mengalami cinta 1 malam dengan seorang pria asing, ketika ia melakukan jamuan pesta di luar negeri. Alhasil di rahimnya hidup makhluk tak berdosa.
Apakah Bella akan menuntut pria asing tersebut untuk bertanggung jawab?
Ataukah Bella menggurkan janinnya?
Mau tahu lebih dalam lagi?
Yuk... baca lebih dalam lagi!
Novel ini, meski hanya khayalan untuk menghibur pembaca. Namun Penulis berharap pembaca dapat mengambil hikmah dari setiap cerita di dalamnya.
Agar novel ini selain bergenre romantis, juga bergenre edukasi bagi remaja di zaman modern khususnya.
Selamat membaca😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haura Kanza Nabilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Jalan solusi
*
Semenjak mendengar curhatan Bella, pada malam harinya Fenny tak bisa tidur tenang, ia khawatir akan nasib janin di kandungan Bella yang tak berdosa. Ditambah lagi, Bella tak ingin mama Rosa tahu, karena Bella tak ingin menambah beban mama Rosa.
"Hmmm... Kenapa ga kepikiran..." ucap Fenny tersenyum, karena telah menemukan ide yang menurut nya cukup brilliant.
**
Ke esokkan harinya, ketika di kantor. Begitu Bella datang, Fenny langsung menemui Bella di ruangannya.
"Bell... gimana, ude ketemu jalan solusinya?" tanya Fenny tenang.
"Belum kak..." jawab Bella sambil menggelengkan kepala lesu.
"Hmmm... kebetulan aku ada ide." ucap Fenny sambil tersenyum.
"Apa kak?" tanya Bella penasaran.
"Ketika perut mu sudah tak bisa di sembunyikan, kamu tinggal di luar negeri saja, lalu..." Belum selesai Fenny berbicara, Bella sudah memotong dengan berbondong pertanyaan.
"Trus mama bagai mana? perusahaan bagai mana?"
"Makanya dengerin dulu, kakak belum selesai bicara." ucap Fenny sambil menyentil kepala Bella.
"Mama Rosa ada kakak yang menjaga. Dan untuk perusahaan, kamu bisa tetap memantau dan memimpin rapat lewat geo*** m**t."
"good idea kak, trus aku tinggal di luar negeri, aku bilang aja, kalau aku sedang melakukan proyek kerja sama dengan perusahan x." lanjut Bella, menimpali ide Fenny.
" Cakep..." puji Fenny kemudian melanjutkan " kali aja, di negara R kamu ketemu lagi dengan ayah dari anak yang ada di dalam kandungan mu saat ini." goda Fenny penuh harap.
"Apaan sih kakak..." sanggah Bella karena tiba - tiba pipinya memerah ketika terbayang wajah pria 1 malamnya yang sangat mempesona dan bisa di bilang perpect.
" Tuh kan... bener..." goda Fenny lagi kepada Bella " semoga jodoh sampai kakek nenek" doa dan harapan Fenny kepada Bella dan lelaki 1 malamnya Bella.
"apa sih..." ucap Bella karena malu dan segera ke toilet untuk menghindar ledekkan kakaknya tersebut.
"ya sudah... aku keluar dulu ya...bumil..." goda Fenny sambil tersenyum dan meninggalkan ruangan Bella.
***
Beberapa bulan kemudian....
Sesuai apa yang direncanakan Bella dan Fenny. Akhirnya ketika perut Bella sudah mulai membesar, Bella langsung pamit kepada mama Rosa, dengan alasan Mengerjakan proyek di negara R demi mengembangkan perusahaan.
Mama Rosa pun mengijinkan anak gadisnya, karena ia begitu percaya kepada Bella, bahwa ia bisa mandiri dan juga menjaga dirinya sendiri, meskipun di negara orang. Tapi dengan syarat Bella harus menyempatkan video call setiap hari kepada mamanya, baik pagi, siang, malam bahkan tengah malam sekalipun, pokoknya wajib video call setiap hari.
Dan Bella pun menyetujui hal itu. Karena ia tak ingin ibunya sedih.
"siap ibu big bos" jawab Bella sambil bergurau karena ia dilema, kepingin jujur, tapi khawatir akan menambah beban pikiran mama Rosa dan khawatir akan kesehatan mama Rosa.
"Hmmm... maaf ya Bellaku sayang. mama hanya bisa mengantarnya sampai bandara saja." ucap mama Rosa karena ingin mengantar Bella sampai tempat tinggal barunya, namun Bella menolak.
"ya ma... gak apa - apa koq..." ucap Bella sambil memeluk mama Rosa sebagai salam perpisahan.
"hati - hati ya nak! jaga diri baik - baik!" pesan Mama Rosa sambil membalas pelukan Bella dan meneteskan air mata.
Melihat adegan perpisahan dramatis itu, Fenny tak tega, ia pun segera mendekati mama Rosa " Tenang ma... ada Fenny yang akan mengantar Bella sampai tempat tujuan, sebagai sekretaris dan kakak yang baik Fenny pasti mengontrol dengan mengunjungi Bella dua minggu sekali ke sana ma..."
"anggap aja Bella pesantren ma..." celoteh Fenny demi menghibur mama Rosa, agar tak sedih lagi.
"ha...ha...ha..." bisa aja nak Fenny buat mama tertawa.
Beberapa menit kemudian, pesawatpun segera lepas landas.
sampai di sini dulu pembaca tercinta...
next lanjut episode berikutnya ya!
jangan lupa like nya sebagai tanda jejak dan penyemangat untuk Author!
Terimakasih🙏
aku suka...👍👍👍
mamamu mau kau nikah cpat syngnya ank kesayngnnya di prkosa
maafkan terlambat nemu cerita bagus ini ☺