NovelToon NovelToon
Istri Sempurna Pilihan Oma

Istri Sempurna Pilihan Oma

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Oma frustasi memikirkan di dunia yang sudah berusia 33 tahun, mapan dalam pekerjaan tetapi tidak kunjung menikah. Melihat sekretaris Emir yang memiliki kepribadian yang baik membuat Oma kepikiran untuk menjodohkan mereka.
Sudah pasti Emir menolak, Oma melakukan berbagai hal sampai akhirnya Emir dengan Ayana pilihan Oma bersatu dalam jeratan pernikahan.

Bagaimana keduanya menjalani pernikahan dan hubungan pekerjaan yang cukup dekat?
Apakah pada akhirnya keduanya sama-sama memiliki perasaan atau justru pernikahan mereka tidak ada bedanya dan hanya sebatas pekerjaan saja.

Mari untuk membaca Novel Saya dari bab 1 sampai akhir, dan terus ikuti jawabannya di setiap bab.

Terimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6. Jadi Kepikiran

Rumah Sakit

Ayana terlihat mengaduk minuman menggunakan gelas kecil yang diletakkan di atas nakas. Pandangan matanya melihat ke teras kamar. Tampak seorang wanita muda duduk di atas kursi roda dengan rambutnya digerai.

Kamar rumah sakit tersebut tampak luas, seperti Apartemen, tetapi tetap saja aroma obat-obatan terasa dan juga terlihat beberapa tabung oksigen dan juga alat medis lainnya. Setelah menyiapkan minuman itu kemudian Ayana melangkah menghampiri gadis tersebut dengan berjongkok di depannya.

"Nona Tiara, minumannya sudah selesai!" Ayana memberikan gelas tersebut membuat gadis bernama Tiara itu melihat nanar kepadanya.

"Apa Emir tidak datang menjengukku?" tanyanya.

"Pak Emir tadi ada meeting dan mungkin 15 menit lagi akan datang," jawabnya.

"Aku tidak akan meminumnya sebelum dia datang," jawab Tiara.

"Tetapi ini sudah waktunya meminum obat, kondisi Nona akan memburuk jika obatnya tidak diminum tepat waktu," ucap Ayana mengingatkan.

"Lalu apakah saya akan bisa berjalan setelah obat itu saya minum!" tanya Tiara membuat Ayana terdiam dengan kesulitan menelan ludah.

"Minumlah Tiara!" di tengah keheningan itu terdengar suara yang tidak asing membuat Ayana melihat ke arah pintu. Ayana merasa lega pada akhirnya Emir datang menghampiri Tiara.

Mengambil gelas tersebut dari tangan Ayana dan juga berjongkok di samping Ayana dengan memberikan minuman tersebut.

"Ayo di minum," ucap Emir.

Tiara menganggukkan dengan meminum obat tersebut, ternyata yang dia butuhkan memang Emir.

"Bagaimana? Apa sudah ditelan semua?" tanya Emir dengan lembut membuat Tiara menganggukan kepala dan memeluk Emir.

Ayana berdiri menjauh dari pasangan itu.

"Aku sangat merindukan kamu, kamu berjanji setiap hari akan melihatku, tetapi dalam Minggu ini kamu hanya datang dua kali, apa kamu sudah memiliki wanita lain?" tanya Tiara dengan perasaan sensitif.

"Jangan berpikiran buruk seperti itu, jika aku tidak datang melihat kamu dan artinya aku memiliki pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Tiara berusaha untuk melihat kamu setiap hari," ucap Emir.

Ayana mengambil gelas yang sudah kotor tersebut dan mencucinya, membiarkan bagaimana pasangan itu berbicara di teras kamar tersebut secara intens.

Ayana sudah biasa berada di sana dan Tiara juga bahkan mengenal dirinya. Selain menjadi Sekretaris dari Emir.

Ayana juga harus terbiasa dengan tunangan Emir yang lumpuh total dan juga terkadang tantrum karena keadaan fisik yang dia alami.

Ini menjadi salah satu alasan Emir tidak bisa menikah dengan wanita manapun. Emir 6 tahun yang lalu memiliki tunangan bahkan hampir menikah di saat usianya 27 tahun

Siapa sangka mobil yang dia kendarai dan wanita yang akan dia nikahi duduk di sebelahnya dengan mobil itu mengalami kecelakaan hebat.

Emir hanya mengalami luka-luka dan tidak ada luka fisik total yang dialami dan sementara Tiara mengalami koma hampir 4 bulan dan ketika bangun dari koma Tiara bahkan divonis lumpuh total, harus mendapatkan perawatan sampai saat ini terapi dan lain sebagainya untuk menyembuhkannya.

Sudah pasti Emir harus bertanggung jawab kepada tunangannya itu, karena dia yang mengendarai mobil tersebut, mental Tiara juga terganggu dan terkadang takut jika Emir meninggalkannya yang membuat pria itu terpenjara dalam lingkaran hubungan penuh dengan rasa kasihan bertanggung jawab dan tidak bisa melakukan apapun.

*****

Emir terlihat frustasi duduk di kursi belakang dengan memijat kepalanya. Emir baru saja mengingat bagaimana kecelakaan naas itu, mengingat bagaimana teriakan yang terdengar di telinganya Tiara yang ingin mengakhiri hidupnya karena tidak menerima keruntuhannya.

Emir juga mengingat kenyataan yang dikatakan oleh Oma. Jika tidak mungkin dia terus menunggu Tiara sembuh dan tidak mungkin menikah dengan Tiara.

Apa yang diharapkan Emir ketika harus menikah dengan Tiara. Yang adanya Tiara akan semakin terluka, karena tidak bisa melakukan apapun yang seharusnya dilakukan wanita yang bersuami pada umumnya.

Selain kelumpuhan total yang dia alami, rahim Tiara juga diangkat karena benturan yang cukup keras.

Emir terus bertanggung jawab, bahkan akan menikahinya dengan segala kekurangan yang dimiliki Tiara akibat perbuatannya, ternyata dia yang tidak menginginkan dan mereka akan menikah ketika dia sembuh, tetapi tidak tahu kapan hari itu akan ada.

Tok-tok-tok.

Emir terbuyar dari lamunannya ketika kaca mobilnya diketuk. Terlihat wajah sekretarisnya itu dengan sedikit membungkuk memberi arahan untuk membuka pintu mobil.

Emir menarik nafas dan membuang perlahan ke depan, kemudian membuka pintu mobil tersebut dengan Ayana memasuki mobil tersebut dengan membawa kantung plastik.

Ayana mendapatkan perintah dari Emir untuk membeli makanan karena perutnya lapar, tanpa disuruh Ayana sudah mengeluarkan kotak makanan tersebut dari kantong plastik kemudian membukanya dan lihatlah bagaimana dia sudah sangat terbiasa terlihat membuka saus pada hamburger tersebut dan langsung memberi di atas hamburger itu.

Kemudian memberikan kepada atasannya yang sudah siap untuk dimakan. Emir tidak se- mandiri yang dilihat oleh orang-orang, mungkin dia memang sendiri dan terlihat bisa melakukan hal-hal kecil lainnya, siapa sangka hanya sekedar membuka saus saja Sekretarisnya yang melakukan semua itu dan terlihat justru seperti pria manja tergantung pada Ayana.

Setelah Emir mengunyah hamburger tersebut dan ada lagi yang dilakukan oleh Ayana, minuman perasan jeruk yang dia pesan juga dibuka kembali dari tempatnya dan dipindahkan ke Tumbler yang jauh lebih bersih. banyak hal yang dilakukan Ayana di luar pekerjaan untuk atasannya.

Di tengah kesibukannya itu tiba-tiba saja Emir memperhatikan.

"Menikahlah dengan Ayana!" entah apa yang mengganggu pikirannya terlintas perintah Oma menyuruhnya untuk menikah dengan Sekretarisnya itu.

"Ada apa. Pak?" tanya Ayana terlihat bingung.

"Ti-tidak apa-apa!" Emir dengan cepat mengalihkan pandangannya dari sekretarisnya itu.

Emir juga geleng-geleng kepala "apa yang kau pikirkan Emir," batinnya tiba-tiba saja merasa ada yang salah pada dirinya.

******

Hari ini adalah gajian. Ayana seperti biasa menyetor gajinya kepada ibunya Dewi. Dia bahkan hanya mengambil seperempatnya saja untuk kebutuhannya.

Dewi terlihat begitu bahagia begitu uang yang secara instan dia dapatkan. Gaji Ayana di perusahaan besar seperti itu dan apalagi dia adalah sebagai sekretaris sudah pasti tidak main-main.

Jangan heran jika penampilannya terlihat hanya biasa saja, tidak seperti Sekretaris pada umumnya melebihi atasan, karena memang uangnya hanya dipakai untuk seperlunya dan sisanya diberikan kepada ibunya.

"Untuk apa menikah jika pada akhirnya Mama yang harus bekerja sampai malam?" tanya Ayana.

"Mama menikah supaya mendapatkan pasangan yang memberikan support," jawabnya.

"Ma, apa salahnya jika mama keluar suami Mama diajak pergi. Ayana terkadang pulang kerja sudah lelah, tiba-tiba ada dia di sini. Ayana harus pergi lagi untuk mencari tempat. Kapan Ayana istirahat," protes Ayana.

"Itu terus yang kamu bahas tidak menerima suami Mama dalam rumah ini. Ayana rumah ini memang rumah kamu, kamu yang membayar uang sewa rumah ini, tapi bagaimanapun Mama adalah ibu kandung kamu yang melahirkan kamu dan sebesar apapun yang kamu berikan kepada Mama tidak akan bisa membayar semua perjuangan seorang ibu melahirkan kamu!" tugas Dewi akan mengungkit sampai akar-akarnya.

"Astagfirullah....Ma! Mama memang benar apapun yang Ayana lakukan tidak akan bisa membalas semua perjuangan Mama. Tetapi Mama seharusnya bisa memberi kenyamanan kepada Ayana dan sangat tidak pantas Mama menikah dengan pria yang usianya bahkan hanya berjarak beberapa tahun saja dari Ayana yang lebih cocok menjadi saudara Ayana," protes Ayana.

"Sudahlah, Mama capek mendengarkan semua protes kamu yang tidak masuk akal!" tegas Dewi.

Ayana menghela nafas, pertengkaran dengan ibunya memang tidak terlepas dari topik suami berondong ibunya, Ayana hanya berusaha untuk menjaga dirinya karena tidak tahu kapan musibah itu akan terjadi dan apalagi sifat manusia tidak bisa ditebak.

Tidak ada salahnya Ayana jaga-jaga dan ibunya tidak pernah peduli kepadanya dan hanya peduli kepada uangnya saja. Untuk mencari kenyamanan di rumahnya saja Ayana tidak pernah mendapatkan.

Bersambung....

1
Oma Gavin
wah emir jadi sasaran empuk lastri nanti pakai jurus pamungkas obat lucknut biar emir kepanasan dan majuk jebakan lastri
shinta liliand
emir gk gentle bgt jd cowok.. tp jg kaasae ngomong sama omanya hmmm susaaah
Enz99
bagus
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dew666
💜💜💜💜
Dew666
🍎🍎🍎
nurlizan lizan
thor lbh teliti lg, bnyak typo🙏
Dew666
💝💝💝
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
Dew666
👄👄👄
Ridwani
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!