NovelToon NovelToon
Rahasia Terpendam Kristal

Rahasia Terpendam Kristal

Status: tamat
Genre:Misteri / Penyelamat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:273
Nilai: 5
Nama Author: IZI.01

Seorang motivator populer tiba-tiba meninggal dunia. Kepergiannya tidak hanya meninggalkan kesedihan yang mendalam tetapi juga memicu banyak asumsi di kalangan publik. Namun, tuduhan tersebut hanya ditujukan kepada seorang ibu muda yang berprofesi sebagai penulis novel bernama Kristal.
Rey, sebagai suaminya, tidak dapat menerima tuduhan tanpa dasar tersebut. Dia menyelidiki kebenaran. Karena baginya tidak hanya dirinya yang akan berdampak, Darrius putera semata wayang pasti juga terkena imbas.
Hasil penyelidikannya akhirnya mengubah seluruh keyakinannya pada istri tercintanya. Tetapi pertanyaannya, apakah Kristal benar-benar bersalah? Lalu apakah perasaan Rey tetap masih mencintai Kristal? Mampukah Kristal bertahan dengan rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IZI.01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Pukul 14.30, di kantin pengadilan tinggi negeri.

Pengadilan tampaknya sudah mulai sepi dari kesibukan. Aktifitas yang tampak hanya beberapa orang yang lalu-lalang membawa tas kerja menuju ke tempat kendaraan masing-masing diparkirkan.

Semua orang berwajah sangat serius dan tidak ada yang bercengkrama seperti layaknya jika kita berada di sebuh restoran. Sorot mata tajam dari petugas keamanan menjadi pemandangan yang bisa dirasakan. Tidak sedikit pun dari mereka lengah dalam berjaga.

Reyhan dan Pengacara Febri masih berdiskusi mengenai bukti baru yang diberikan ke majelis persidangan. Sementara bocah lugu itu tak henti-hentinya mengusap air mata yang membasahi pipinya.

"Sangat menarik sekali! Besar kemungkinan ada beberapa hal yang akan menuntun kita ke pembuktian nanti. Ngomong-ngomong dimana Oma? Bukannya tadi kamu datang sama-sama?"

"Papi maaf yah. Tadi tinggalin Oma waktu di ajak pergi makan," tuturnya sesegukan dalam kesedihan.

"Bukan begitu cara kita menghadapi permasalahan ini! Yang kamu lakukan itu, justru menambah masalah untuk kita!"

"Benar sekali Papi kamu itu! Om kan pernah bilang ke kamu, kebenaran akan selalu tetap benar meski tidak ada seorang pun yang percaya. Cepat atau lambat terungkapnya kebenaran, hanya kesabaran kita yang di uji oleh waktu."

"Sekarang lebih baik kamu konsentrasi menghadapi ujian kamu itu. Biar Papi sama Om Febri yang mengatasi semua masalah ini. Darrius, darimana kamu bisa memperoleh semua bukti-bukti itu?"

"Jadi waktu Papi gak ada di rumah, aku bertemu Pak pos yang membawa paket itu. Terus baca di alamat pengirimnya, paket itu berasal dari Mami sendiri, Pi-Om! Tapi terus terang, aku sendiri belum membacanya, benar!" tandas anak lelaki itu bersemangat. Begitu pula reaksi pengacara Febri yang tak kalah antuasias mendengar.

"Wah! Ini sangat penting, dan aku yakin bisa menguatkan status kita nanti. Begini, dua hari kedepan akan aku selesaikan semua analisis terhadap bukti baru ini. Hasilnya segera aku kabari. Semoga nanti saat sidang keputusan, posisi kita jauh lebih baik."

"Kami sekeluarga sangat berterimakasih atas semua bantuan dari kamu. Tanpa ada Febri yang bantu, mana mungkin aku sanggup melawan."

"Semua yang kita perjuangkan ini juga demi tegaknya keadilan. Lagi pula aku senang bisa membantu kamu."

"Nak, kenapa waktu itu kamu tidak langsung kasih tahu ke Papi?"

"Sebenarnya hari itu juga ingin kasih tahu. Tapi Papi selalu tidak ada di rumah. Mau telepon juga takut ganggu papi disana."

"Ini pelajaran berharga untuk kamu. Lain kali kalau ada sesuatu apapun yang sifatnya sangat penting, kamu harus segera sampaikan ke Papi. Kamu bisa telepon atau kasihkan ke Oma. Dan mengenai sekolah kamu itu, kalau sering tidak masuk, bagaimana kamu bisa sukses waktu di ujian nanti?"

"Iya, Pi. Aku akan tetap konsentrasi belajar. Kali ini pasti nilai ujian pasti jauh lebih baik.."

"Sekarang lebih baik kita sama-sama cari Oma. Coba kamu telepon nomornya. Feb, kamu mau ikut atau.."

"Mungkin lebih baik saya pelajari bukti baru ini, Rey."

"Kalau begitu kita berpisah sampai disini. Sekali lagi aku sangat berterimakasih untuk semua bantuan dari kamu."

"Jangan kamu pikirkan itu semua."

Pengacara Febri merapihkan berkas-berkas di atas meja, setelah itu dia pergi ke arah yang berlawanan dengan Reyhan dan Darrius.

1
Mamah Deni
Novel yang rekomen. Alur cerita singkat. Padat. pemilihan kata juga tepat dan mudah. cocok buat bahan bacaan. seharusnya bisa di taruh di rak toko buku yah. wajib baca sampai tuntas.
Mamah Deni
sederhana tapi alurnya menarik buat di baca tuntas. mantap😍
Mamah Deni
Ini pertama kali saya membaca novel di plarform digital. gak disangka bisa nemu tema yang unik. tutur bahasanya juga mengalir. langsung kebawa emosinya.😍
IzI
teruskan menulis, terus membaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!