NovelToon NovelToon
Dendam Maharani

Dendam Maharani

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Dendam Kesumat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

Maharani, gadis manis tapi pemalu yang menyukai seorang laki-laki anak kepala desa yang tampan bernama Andrean.

cinta yang tulus tapi dibalas oleh sebuah kejahatan.

maharani hanya menuntut tanggung jawab, tapi dia dijebak, lalu di rud*p*ksa oleh Andrean bersama dua rekannya.

maharani di tolong oleh seroang nenek yang kemudian memberinya ilmu kanuragan untuk balas dendam pada orang-orang yang menyakitinya.

akankah para pelaku ditangkap atau berakhir tragis, yuk simak kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

selamat tinggal Rani

Rani masih berjongkok dipinggir jembatan.

Masih dengan memegang perutnya.

Keringat dingin semakin deras mengucur di dahinya.

Dia telah mengirim pesan kepada ayah ibunya jika akan terlambat pulang dengan alasan sedang kekota mencari sesuatu.

Rani tak lagi melihat ponselnya dan tak tahu balasan apa yang dikirim oleh orang dirumah.

Lampu mobil menyorot kearah Rani.

Senyum kecil tertarik di bibir Rani tapi kemudian perlahan hilang seiring Andre yang keluar dari mobil bersama dua orang laki-laki berpenampilan urakan.

"Mas... Mereka siapa?Kok bisa sama kamu?" tanya Rani ketakutan.

"Mereka teman-temanku mau numpang ke kota... Ayo, kita segera ke bidan... Kamu terlihat pucat..." ajak Andre menggandeng lengan Rani.

Seperti biasa, Rani duduk di kursi depan dan sepedanya telah dinaikkan diatas kabin belakang.

Dua laki-laki tadi juga ikut naik dan duduk di kursi bagian belakang.

Mereka tak berbicara dan hanya diam sepanjang jalan.

"Loh mas... ini bukan jalannya... Kok kayak kita mau ke danau..?" Rani mulai menaruh curiga karena Andre membelok kearah danau tempat biasa mereka memadu kasih.

Andre memberikan isyarat lewat spion kepada kedua orang tadi sehingga kini Rani sudah tak sadarkan diri karena dibekap dengan sapu tangan yang sebelumnya telah diberi obat bius.

Mobil berhenti di depan sebuah gubuk reot berjarak 100 meter dari tepi danau.

Andre mengendong Rani dan membawanya masuk kedalam gubuk.

"Kalian tunggu diluar...!" perintahnya.

Dua orang itu menurut dan berjaga-jaga di dekat mobil.

Tak ada siapapun sebenarnya yang akan lalu-lalang disana karena daerah itu sudah lama ditinggalkan oleh warga desa.

Andre mulai menyet*b*hi Rani yang dalam keadaan tak sadarkan diri.

Kali ini tak ada kelembutan dan saling memuaskan. Yang ada hanya amarah yang terpancar di mata Andre.

Lelaki itu mengerang karena pelepasannya.

Bergegas dia memakai pakaiannya kembali dan membiarkan Rani masih dalam keadaan polos.

"Enghhhhh...." leguhan kecil keluar dari bibir Rani.

Dia terkesiap karena Andre duduk tepat disisi kepalanya.

"Mas... Kita dimana? Kok rasanya dingin...?"

"Sakit mas... perutku sakit..." rintih Rani memegang kembali perutnya. Dia sampai meringkuk karena nyeri yang semakin menjadi ditambah pada bagian int*mnya juga sakit.

Andre hanya diam. Tatapannya datar dan dingin.

"Ma~s....!" cicit Rani.

Andre menekan kedua pipi Rani dengan telunjuk dan jempolnya sehingga perempuan itu meringis kesakitan.

"Jangan pernah mengancamku Maharani...! Aku sudah bilang buat kamu g*g*rkan janin itu tapi kamu ngeyel dan tidak menurut... Aku tidak akan biarkan kamu merusak acaraku... ingat, kamu itu hanya perempuan desa yang rendah dimataku...! Aku hanya ingin bersenang-senang dengan mu bukan untuk menikah denganmu...!" ucapnya yang langsung mendorong kasar wajah Rani hingga kepalanya terbentur lantai gubuk.

"Mas Andre! Kenapa kamu jahat!" rintih Rani mencoba bangkit namun dia tak sanggup.

Andre tak perduli, dia bergegas keluar dan meninggalkan Rani didalam seorang diri.

Rani mencoba memungut semua pakaiannya.

"Giliran kalian dan pastikan dia diam selamanya... ini bayaran kalian dan pergi dari sini sejauh mungkin... Aku tidak ingin ini gagal! paham!" perintahnya kepada dua orang preman yang bersamanya tadi.

Keduanya tersenyum lebar saat mencium aroma uang yang mereka terima dari Andre.

Mobil Andre telah meninggalkan gubuk menyisakan dua orang preman serta Rani yang masih berusaha memakai pakaiannya kembali.

Belum sempat Rani memakai celana kainnya, dua orang itu masuk dan menatap 'lapar' padanya.

"Kenapa buru-buru pakai baju manis?Kita belum bersenang-senang" ucap salah seorang preman yang melesak maju.

"Ma.... mau apa kalian?Mas Andre dimana?" suara Rani bergetar. Dia ketakutan.

Tawa menjijikan keluar dari mulut dua lelaki 'lapar' itu.

"Kekasihmu telah pergi dan memberikan kami hadiah sejumlah uang untuk menutup mulutmu selamanya..." seringai jagat dari kedua preman.

"Tapi kami tidak buru-buru menghabisimu karena kita harus bersenang-senang...."

"Pergi..! Jangan mendekat..!" teriak Rani sekuat tenaga melawan kedua manusia berbadan tegap berisi dan tidak memiliki rasa belas kasih dihatinya.

"Per~gi..." suara lemah Rani mulai terdengar lirih.

Dar*h mengucur dari bagian int*mnya.

Cukup banyak tapi hal itu tidak menghentikan keg*laan dua orang yang sebenarnya tak pantas disebut manusia karena kelakuan yang mirip ibl*s.

Keduanya mengga*l* Rani secara bergilir meskipun perempuan itu sudah memohon ampun.

Muka Rani semakin pucat.

Dar*h semakin deras mengucur dari rah*mnya.

Rani akhirnya hilang kesadaran. Denyut nadinya lemah.

"Ayo... k*bur dia dibelakang gubuk..!" ucap salah seorang preman.

Rani digendong seperti memanggul karung beras.

Keduanya kemudian menggali lubang sedalam 3 meter tepat dibelakang gubuk.

Rani dimasukkan kedalam lubang masih dalam keadaan bernafas tapi lemah.

Bahkan keduanya menghapus jejak perbuatan bej*d mereka agar tidak ketahuan. Pakaiannya dan sepedanya dibakar berikut dengan gubuk reot tersebut.

Keduanya segera meninggalkan lokasi saat hari sudah hampir tengah malam.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Andre menerima pesan singkat dari dua orang bayarannya yang mengatakan jika misi mereka selesai.

Besok, dihari pernikahannya dipastikan tidak akan ada gangguan dari Rani.

"Jika saja kamu nurut Ran... mungkin kamu nggak akan berakhir seperti ini. Kamu akan tetap jadi kekasih gelapku yang selalu membuat diriku puas. Bahkan disaat-saat terakhirmu, aku bisa melakukannya.... Maharani.." Andre tersenyum sinis menyebut nama lengkap Rani.

Perempuan polos yang dibutakan oleh cinta semu akhirnya harus menjadi korban keegoisan dan keb*jatan seorang Andrean.

***

Diatas gundukan tanah hitam yang basah, berdiri seorang wanita tua keriput dan penampilannya sungguh jauh dari kesan rapi.

Rambut putihnya dibiarkan tergerai.

Kulit wajahnya sudah keriput.

Dia mulai menggali tanah yang tadi menimbun tubuh polos Rani.

Perempuan itu masih bernafas. Dan itu sebuah keajaiban meski kondisinya sungguh mengenaskan.

Si nenek tua menggendong Rani dipunggungnya.

Bergelantungan dari satu pohon ke pohon lain.

Melayang di dinginnya udara hutan.

Nenek meletakkan tubuh Rani diatas dipan dari anyaman bambu.

Dengan telaten, si nenek membersihkan tubuh Rani yang penuh tanah dan d*r*h.

Jari keriputnya menyeka rambut pajang Rani yang menutupi kening.

"Kamu sangat menderita cah ayu... Tapi nenek janji akan membantumu membalaskan dend*m mu kepada orang-orang yang telah menyakitimu. Lelaki itu harus menerima balasan atas perbuatannya padamu dan juga janinmu...." seru si nenek sembari sebelah tangannya menekan pelan perut Rani.

Bongkahan d*rah keluar dari jalan lahir.

Mengeluarkan janin yang masih belum sempurna dan dalam keadaan tak bernyawa.

Si nenek meletakkannya dalam sebuah kendi dan menutupnya dengan kembang, kemenyan dan d*rahnya sendiri.

Mulut si nenek komat kamit membaca mantra.

Tak lama kemudian, janin itu sudah berpindah kedalam tubuh si nenek.

Dia memakannya demi menambah kesaktiannya dan sebagian darah jan*n di teteskan kedalam mulut Rani, entah apa tujuannya.

Perlahan, wajah Rani yang tadinya pucat mulai berangsur cerah.

Si nenek tertawa kencang dan terdengar mengerikan mengisi lebatnya hutan.

Bersambung.....

1
Astuti Puspitasari
Mbahe iku jahat apa ngga ya kok makan janin /Grimace/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!