NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:87.5k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

part 2 dari novel "Diremehkan Karena Miskin Ternyata aku punya sistem analisis nilai"

Bagi Pembaca baru jangan khawatir tetap masih bisa dibaca karena ada pengenalan konflik dan karakter, jadi gass aja baca.

***

Setelah mendapatkan kemampuan sistem, kehidupan Rahmat Pratama berubah drastis. Dia yang awalnya dihina, miskin, dan terlilit hutang, kini telah berdiri di puncak .

Namun, kejayaan itu hanyalah awal dari badai yang sesungguhnya.

Saat Rahmat merasa telah menguasai segalanya, sebuah serangan siber mematikan dari organisasi misterius bernama Black Spider nyaris menghapus seluruh asetnya.

Sertifikat Galeria yang ia bangun dengan darah dan keringat hampir saja berpindah tangan dalam hitungan detik.
Black spider kembali menyerang, bukan dengan fisik melainkan dengan serangan dari dalam.

Rahmat juga menyadari satu kenyataan pahit: Sistem Analisis Nilai miliknya bukan

sekadar keberuntungan jatuh dari langit. Ada sejarah gelap dan penagihan dari sang pencipta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4.5—Sujud Minta Maaf ala Monster IT

“itu sudah lebih dari cukup.”

 Rahmat merogoh saku, mengambil beberapa lembar uang. “Ini hanya sedikit tapi bayaran atas kerja kerasmu, anggap bayaran awal.”

“Eh?”

Itu adalah kumpulan uang ratusan ribu paling banyak yang pernah dia lihat, Sebagai anak sekolah yang uang jajannya biasanya dihitung pas-pasan untuk seporsi bakso dan es teh, melihat tumpukan lembaran merah di depan mata membuat napas Maya seolah terhenti.

"K-kamu ... ini... ini terlalu banyak," bisik Maya, tangannya bergetar saat menerima uang itu. Matanya membelalak.

Tangannya yang gemetar nyaris menjatuhkan gepokan uang yang baru saja diletakkan Rahmat di atas meja kerja. Ia menghitungnya pelan, dan setiap kali jarinya menyentuh lembaran merah itu, jantungnya berdegup makin kencang.

Satu juta... dua juta... lima juta... Dua puluh juta rupiah!!

Baru juga dua hari kerja disini itupun dianggap sebagai main.

"Yakan! K-kamu ... ini... ini pasti salah hitung ya?" Suara Maya mencicit, matanya berkaca-kaca menatap tumpukan uang

Bagi orang lain mungkin itu angka kecil, tapi bagi Maya, ini adalah hasil nyata pertama dari kemampuannya yang selama ini dianggap "aneh" oleh teman-teman sebayanya.

Rahmat hanya mengibaskan tangan santai. "Itu cuma uang bensin. Bayaran profesional mu nanti kalau sistem bayangannya sudah jalan. Lagipula..."

Rahmat menggantung kalimatnya, matanya melirik ke arah layar monitor yang masih menampilkan barisan kode buatan Maya. "...orang berpotensi sepertimu tidak boleh dibayar pakai ucapan terima kasih saja. Haruslah kamu lebih percaya diri lagi!”

Maya menunduk, menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah. Ia mendekap uang itu di dadanya. Ada rasa bangga yang membuncah, sekaligus rasa aman yang aneh.

"Terima kasih... aku... aku akan buatkan sistem terbaik yang pernah ada," janji Maya dengan nada yang jauh lebih mantap dari sebelumnya. “Dan akan ku jaga ucapan baik itu.”

Rahmat menghela napas, ada satu hal yang membuat dia agak jengah dengan gadis ini.

Sejak mereka bertemu bahkan dua hari bekerja sama, dia cuma panggil dia “kamu”

“Kamu-kamu terus … aku juga punya nama ..”

“A-ah … maaf! Aku gak biasa panggil orang dengan nama, hehe.” Dia kembali canggung dan kaku.

Rahmat terkekeh. “Gak perlu minta maaf. Kita perkenalan ulang, kenalin aku Rachmat kelas 11 Ipa 2.”

Hening.

Dunia seolah berhenti berputar bagi Maya. Visualisasi di kepalanya mendadak retak-retak seperti layar monitor yang pecah. Kalimat "Aku kelas 11" bergema di telinganya dengan efek gema yang horor.

"Ke... Kelas... Sebelas?" bisik Maya pelan.

“Yup. Ada masalah?”

Detik berikutnya, sistem pertahanan mental Maya runtuh total. Wajahnya yang tadi merah karena senang, sekarang berubah jadi putih pucat, lalu biru, lalu ungu—mirip indikator suhu prosesor yang overheat.

"H-HIIIIIIIIII!"

Maya langsung melompat dari kursinya dan melakukan dogeza alias sujud syukur—maksudnya sujud minta maaf—di lantai kantor yang untungnya sudah dilapisi karpet bulu.

"MAAFKAN SAYA, KAK RAHMAT! SAYA SUDAH LANCANG! SAYA TIDAK TAHU! TOLONG JANGAN PECAT SAYA! JANGAN PENJARAKAN SAYA KARENA TIDAK SOPAN!"

teriaknya sambil menunduk dalam-dalam sampai dahinya hampir mencium lantai. Tubuhnya gemetar hebat, persis seperti Bocchi yang sedang mengalami serangan panik sosial.

“Eh kenapa tiba - tiba woi!?”

Rahmat kaget bukan main melihat reaksi ekstrem itu. "Woi! Bangun! Jangan sujud di situ, nanti dikira aku lagi ritual pesugihan!"

"T-Tapi saya sudah panggil Kakak dengan 'Kamu' berkali-kali! Saya bahkan sempat nyuruh Kakak ambilkan kopi kaleng kemarin!"

Maya mulai meracau dengan kecepatan 100 kata per detik.

"Aduh, gimana ini... reputasiku sebagai adik kelas yang baik sudah hancur... aku pasti bakal di- bully di grup chat OSIS... Kak Rahmat pasti diam-diam benci aku..."

Maya mulai berguling-guling di karpet, membungkus dirinya sendiri dengan jaket hoodie-nya sampai menyerupai kepompong depresi.

 "Aku mau pulang saja... mau jadi lumut di pojokan kamar..."

Rahmat memijat pangkal hidungnya, menahan tawa yang nyaris meledak.

"Maya, berhenti jadi drama queen. Emang dirimu bochi dari kartun bochi the rock? Tenang saja, Aku nggak marah. Justru aku suka kamu santai. Kalau panggil 'Kak' malah kerasa tua tahu."

Maya mengintip dari balik hoodie-nya, matanya yang berkaca-kaca menatap Rahmat dengan ragu. "

Beneran... nggak marah, Kak Rahmat?"

"Iya, beneran. Tapi ya mulai sekarang panggil Kak saja biar nggak kualat," jawab Rahmat sambil mengulurkan tangan untuk membantu gadis "monster IT" itu berdiri.

Maya menerima uluran tangan itu dengan gerakan patah-patah seperti robot rusak.

 "I-iya... Kak Rahmat. Maaf ya, Kak Rahmat. Permisi, Kak Rahmat. Saya... saya mau lanjut coding lagi, Kak Rahmat!"

Rahmat tertawa lepas. "Satu-satu panggil 'Kak'-nya! Jangan borongan gitu!"

Sambil kembali duduk di depan komputer, Maya masih berkomat-kamit sendiri, berusaha membiasakan lidahnya. Meskipun suasana jadi sedikit canggung karena status senior-junior, ada senyum kecil di bibir Maya.

 Ternyata, "monster" yang memberinya 20 juta itu adalah kakak kelasnya sendiri yang super santai.

[ Ding! ]

[ Hubungan dengan Rekan Tim "Maya" Meningkat: Senior-Junior Dynamic Unlocked ]

[ Karisma Anda meningkat +5 poin di mata Maya ]

Rahmat melihat notifikasi itu dan menggelengkan kepala. Karisma sih naik, tapi dia jadi kayak liat hantu tiap kali aku lewat, batinnya geli.

[Ding!]

[Sekarang anda resmi memiliki bawahan!]

[Kemampuan Empire Aura aktif ]

[Orang yang bekerja di bawahmu akan mendapatkan peningkatan kecerdasan/keberuntungan +20%]

[Peningkatan kepintaran dan keberuntungan Maya +20% siap bekerja dengan anda]

Rahmat tersenyum bawahan dia juga akan makin jadi monster sekarang.

Setelah Maya pulang untuk bersiap-siap mengikuti seleksi OSIS, Rahmat menyandarkan punggungnya di kursi gaming yang baru ia beli. Ruangan yang tadinya penuh suara ketikan kini sunyi, hanya deru kipas CPU yang terdengar.

Rahmat memejamkan mata.

[ Ding! ]

Suara notifikasi sistem yang hanya bisa didengar olehnya bergema di kepala.

[ Misi Tersembunyi Selesai: Rekrutmen Jenius Terasing ]

[ Evaluasi: Sempurna ]

[ Menghitung Hadiah... ]

Rahmat menyeringai. Inilah saat yang paling ia tunggu.

[ Anda mendapatkan: Skill Pasif - "Digital Sovereignty" (Level 1) ]

[ Deskripsi: Meningkatkan kecepatan pemrosesan data otak pengguna sebesar 50% saat berinteraksi dengan perangkat digital. ]

[ Bonus Tambahan: Dana Pengembangan Infrastruktur sebesar Rp250.000.000 (Hanya dapat digunakan untuk kebutuhan IT dan Perangkat Galeri). ]

"Dua ratus Lima puluh juta?" Rahmat tertawa kecil. "Sistem ini benar-benar tahu cara memanjakan penggunanya."

Dengan dana sebesar itu, ia bisa mewujudkan semua daftar belanjaan "ekstrim" yang diminta Maya tadi tanpa perlu menguras tabungan pribadinya.

1
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mantap akhirnya Arini Kusuma sudah masuk jadi team Rahmat di Galeria
Manusia Biasa: nanti nambah lagi itu tim
total 1 replies
3RSEL
kala aset bela🫣
Manusia Biasa: masih belum legal dibilang masih 16 tahun 😂😭
total 3 replies
Manusia Biasa
satu bab dulu ya bos hari ini, nanti tambah kalau bisa. admin sedang unjian masuk PTN bantuan doakan sobat sekalian 😄🙏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wkwkwk Bella mode merajuk 🤔🤣🤣🤣
Manusia Biasa: lucunya anak author ini😍
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Professor Stain terlalu percaya diri justru kau itu sedang dikerjai bukan Rahmat namanya kalo tak memberi kejutan di setiap tindakannya 🤭
Manusia Biasa: wkwwk masih banyak kejutan nanti

🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kena mental beneran nih Deni Mulyono salah sendiri mau main kotor sadar cepat Den luu bukan kelasnya Rahmat lagi jauhhh
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
good job suka banget dengan cara Rahmat 🤭😍gw suka gaya loooo Mat👏🏻👏🏻👍🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ: mantaplah 🤭☺️
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Bella terasa memabukkan bagi Rahmat eaaaa🤭😛🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: dari semua orang juga cuma bella doang yang lihat sisi rapuh mamat sih😭🙏
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
pembukaan yang berubah jadi lelang lukisan dengan sukses sold out oleh kurator langit Arsenio👏🏻👏🏻👏🏻
Manusia Biasa: niat cuma grand opening malah tonjo🤣
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
gak bisa bayangin itu 💸💸💸 10M kek bijimana😛🤣🤣🤣
Manusia Biasa: sebenarnya 10m di genre urvan sistem mah cepe😄🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
makin kesini makin kocak aja baca komen juga lucu 😛🤣🤣🤣🤣
Manusia Biasa: wkwkw🤣
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
asemmmm ada ada aja namanya Aura Senggol bacok 😭🤣🤣🤣🤣baca sambil senyum sendiri 👍🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ: gpp kak Thor jadinya kan lucu reader juga senang ketawa sendiri 👍🏻😍
total 2 replies
the misterius author 🐐
beh 10 m berapa banyak thor 🤣
the misterius author 🐐: bagus thor
total 2 replies
3RSEL
ok👍
3RSEL
ayo kita pulang ke ketiak papa anak manja😁😁😁
Manusia Biasa: wkwk anak manja
total 1 replies
3RSEL
ter.....ter.....termul.......😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!