NovelToon NovelToon
Love Is Not Based On Bibit Bebet Bobot (But Lillaahita'Alaa)

Love Is Not Based On Bibit Bebet Bobot (But Lillaahita'Alaa)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:514.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Oot Nasrudin

Judul: "LOVE IS NOT BASED ON BIBIT BEBET BOBOT" [Linbo BBB]

Pada umumnya, cinta selalu memandang harta, tahta, dan kasta. Lalu, bagaimana dengan Khumaira? Seorang gadis biasa, tidak kaya, dan berasal dari keluarga yang amat sederhana. Yang tengah patah hati lantaran bibit-bebet-bobot yang tidak sepadan. Adakah kiranya seseorang yang akan mencintai dia tanpa melihat latar belakangnya?


Dari sinilah, kisah "Love Is Not Based On Bibit Bebet Bobot" bermula ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oot Nasrudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pada Menit ke Tujuh

...☕🍜Marah, sedih, kecewa, senang, bahagia dan segala perasaan lainnya adalah manusiawi. Tidak ada yang menuntutmu untuk selalu bahagia dan terlihat baik-baik saja. Jika ingin, sesekali kau pun boleh menangis. Menangislah jangan ragu, hatimu yang patah takkan melihat air matamu yang jatuh🍜☕...

Juan POV

Aku keluar dari ruang ibadah. Entah mengapa separuh dari diriku seolah melayang entah ke mana. Terasa ringan, tanpa beban dan sejuk kurasakan.

Bahkan muncul pikiran ingin kembali lagi ke tempat ini. Melakukan lagi sesuatu yang tadi kulakukan dengan kepura-puraan menjadi sesuatu yang sungguhan.

Setelah selesai mengikuti ibadah, kupikir aku akan merasa menyesal dan sangat bersalah karena memasuki tempat yang aku adalah bukan bagian dari mereka. Entah mengapa aku malah ingin mengulanginya. Toh, penyamaran yang tidak ku rencanakan ini berjalan dengan baik. Lalu jika aku ingin mengulanginya lagi, why not? Bukankah mereka justru akan semakin percaya bahwa aku adalah bagian dari mereka? Astaga! Pikiran macam apa ini.

Saatnya kembali ke gadis menawan itu, mana dia? Belum tampak juga batang hidungnya? Apa aku harus menunggunya keluar?

Kling!

Ponselku berdering, sebuah notif masuk. Aku sudah bisa menduga pasti itu orderan taksi online. Sembari menunggu gadis itu aku membuka ponsel. Mengecek orderan yg masuk.

MAIRA???!!!

Aku membesarkan mata, segera kuterima orderan itu. Dan tanpa basa-basi aku berjalan cepat meninggalkan Masjid menuju mobilku yang terpakir di kedai kopi.

"Oh, mamah! Do'a apa yang kau panjatkan untuk bujangmu yang lapuk ini? Hari ini putramu beruntung sekali"

Aku melangkah dengan perasaan senang bukan kepalang. Tak sabar melihat ekspresi gadis itu ketika tahu lagi-lagi mendapatkan driver yang sama.

***

Author POV

Maira telah duduk siap di teras Masjid menanti orderannya datang. Langit yang mendung dan sudah dipastikan jalanan Kalimalang macet. Ia khawatir terjebak hujan, itu sebabnya ia memutuskan untuk naik taksi online.

Adalah sepuluh menit Maira menunggu. Akhirnya orderannya pun telah tiba tepat di halaman Masjid.

Maira segera naik mobil berwarna abu-abu itu.

"Selamat sore, Nona."

"Suara itu tak asing." Maira mengernyit, lalu mengintip-intip wajah driver yang menghadap ke depan—untuk memastikan bahwa suara itu memang tak asing di telinganya.

Terkejut bukan main ketika ia sedang berusaha mengintip, Si driver malah menoleh ke belakang.

Maira menelan ludah. Mulanya salah tingkah, namun, sejurus kemudian ia merasa kesal. Otaknya saling berebut untuk memutuskan cancel atau tidak.

Telanjur basah. Ia sudah berada di mobil, dan suara gemuruh sudah mulai terdengar bersusulan. Akhirnya ia pun pasrah.

"Tenanglah Maira! Semacet apa pun Kalimalang, tidak akan lebih dari dua jam untuk sampai ke rumah , kok."

Maira berusaha menenangkan dirinya. Ia menyandarkan tubuh ke jok dan melipat tangan di depan dada. Pandangannya menatap ke samping menembus keluar kaca.

Mobil melaju perlahan, keluar dari mulut gang kemudian berbelok ke jalan raya Kalimalang yang sudah tampak memadat.

Suasana hening.

Dua menit.

Tiga menit.

Lima menit.

Tujuh menit.

Akhirnya Juan bersuara, memecah keheningan.

"He-he-he ... tak disangka kita bertemu lagi, ya." Juan melirik ke spion dekat kepalanya. Ingin tahu seperti apa ekspresi gadis bergamis merah jambu.

"Hm ... apakah ini yang dinamakan–"

"Sial! Ini yang dinamakan sial!" Maira memotong kalimat Juan. Mendengus dengan tatapan yang sedari tadi tetap bergeming ke arah samping.

Mulanya Juan terkejut, namun, ia tersenyum geli mendengarnya. Terlebih melihat sikap Maira yang bergeming, terus menatap ke samping tanpa mengindahkannya.

Andai saja Maira melihat ekspresi Juan saat ini bisa-bisa umur Juan hanya sampai pada 28 tahun. Menyebalkan sekali.

Tes-tes-tes ....

Buliran air hujan mulai mendarat di kaca mobil dengan tempo yang semakin cepat.

Maira menikmati pemandangan buliran air hujan yang dengan manja menjatuhkan dirinya ke kaca-kaca mobil.

Ia menggerakan salah satu tangannya menyentuh kaca.

Maira merasakan sensasi dingin, dan dia menyukainya. Ia tersenyum menikmati kenyamanan suhu yang ia rasakan pada telapak tangan. Matanya memejam, mendamaikan hati yang sempat beberapa kali riuh oleh keributan. Keributan antara rasa kecewa, luka, duka dan rasa ingin melupakan, semua rasa itu saling berebut ingin menguasai seluruh hati Maira.

Satu menit.

Dua menit.

Tiga menit.

Lima menit.

Tujuh menit.

Kedamaian itu rusak oleh suara orang lain yang berada di dalam mobil. Siapa lagi kalau bukan Juan? Urusan jahil, merusak kenyamanan orang lain, Juan memang nomor satu.

***

Juan POV

Setelah menertawakan sikapnya, aku memilih diam. Membiarkan gadis itu menikmati kesendiriannya. Tak apa aku dianggap jin untuk sementara. Aku kembali melihat raut wajahnya yang sendu, yang berusaha mati-matian ditenggelamkan sembari tangannya menyentuh kaca mobil.

Ya, suhu kaca yang basah oleh air memang terkadang membuat yang menyentuhnya merasa damai. Khususnya jika orang tersebut sedang sangat membutuhkan kedamaian untuk hatinya yang mungkin sedang patah ataupun lelah.

Sengaja kubiarkan gadis itu terus menikmati kedamaiannya. Hingga pada menit ke lima, otakku nakal ingin menjahilinya.

Tadi pada menit ke tujuh, dia memotong kalimatku dan menyambungnya dg kata 'Sial'. Walau pada akhirnya aku tersenyum sendiri melihat tingkahnya. Tetap saja, mulanya aku yang tidak jengkel akan ku jengkel-jengkelkan sebagai alasan balas dendam.

Detik berjalan mendekati menit ke tujuh. Sudah ku rangkai dengan apik balasan yang tadi dia lontarkan padaku di menit ke tujuh juga. Lihat saja!

"Mungkin akan lebih sial jika kamu mengikuti pikiranmu yang hendak turun dari mobilku. Bisa saja, lama tidak ada yang ngambil orderanmu karena driver malas macet-macetan. Mungkin saat ini kamu sedang kehujanan di luar sana."

Sukses! Kalimatku melesat mulus tanpa kepleset. Tak sia-sia dua menit aku menghafalkan kalimat itu.

Lihatlah ekspresinya yang sedang kesal namun di tahan-tahan. Rasa kesal saja tidak diungkapkan, pantas saja wajahnya sendu. Pasti banyak sekali perasaan yang ia tahan untuk tidak diungkapkan.

Aku ingin sekali melihat ia mengungkapkan kekesalannya. Berteriak, atau mukul-mukul lenganku layaknya gadis pada umumnya ketika sedang kesal ataupun marah pada kekasihnya. Eh kekasih? Astaga! Kenapa jauh sekali khayalanku.

Aku tidak akan menyerah membuatnya mengekspresikan apa yg ia rasakan. Setidaknya sekali saja, agar aku bisa melihat wajahnya ketika ia mampu mengungkapkan apa yang dia rasakan.

"Jadi bagaimana, Nona? Kau ku izinkan untuk menarik ucapanmu yang mengatakan bahwa satu mobil lagi denganku adalah kesialan. Ini justru suatu keberuntungan, bukan? Hm?"

Harapanku adalah semoga dengan kecerewetanku yang terus menjahilinya membuat ia mengungkapkan kekesalannya.

Tapi, ternyata ... belum berhasil juga. Gadis itu malah membuang muka dan kembali bergeming melihat ke kaca samping.

"Apa aku mengganggumu, Nona?"

Maaf tapi aku sengaja. Aku hanya ingin membuatmu mengungkapkan setiap apa yang kau rasakan. Tidak selalu baik segala apa yang kau rasakan kau pendam sendirian. Kadangkala kau pun berhak mengekpresikannya dan mengungkapkannya. Yah, pada siapa saja. Aku misalnya. Hm.

***

1
T.N
eemm... morus 🤭
matcha
duuh mbk Maira ini kalem2.. sindirannya kyk sabetan pisau.. wkwkwk
Santi Herman
bagus
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Cancer
😄 aku suka gaya maira
hoomano1D
bukan meminang cucu kali thor,
menimang alias menggendong..
meminang kan tugasnya juan
hoomano1D
maaf ya thor, gw adalah golongan pembaca yg selalu bahagia. kalo gak bahagia, gw udh uninstall apk nt ini
hoomano1D
yg janji gw ada bukunya. emang keren
hoomano1D
umbel sing kuning keijoan kayane
hoomano1D
hmmm.,
malah curcol
hoomano1D
eh, bukannya punten yak?
hoomano1D
gw anggota klub tinggal baca aja nggak usah protes
hoomano1D
ganti namanya:
calon author famous
ASA
Part ini sungguh 🥺🥺🥺
ASA
masih betah di sini
Hamano Michiyo
wahh thor,,gimana caranya nyusun kata2 sebagus itu??bisa baginya ilmunya gak thor?
jadi inget sama novel lawas..yg percakapannya emang dikit dan lebih bnyk narasinya...tapi setiap kalimatnya bermakna banget....
ApriL
sukaa 🥰🥰 auto pencet favorit..
gulaJawa🐏
hiyayyay baca lagi di tahun 2022,
nyari judulnya susah, gak inget full judulnya,, yg ke inget cuma bibit, bebet, bobot😆 syukur Alhamdulillah ketemu🥺

kk othor bikin karya lain Napa di noveltoon ini🙏😍, sungguh cara penyampaian ceritanya 👍 the best.

ya udah segitu aja deh cuap2 nya
sehat2 ya kakak author 🤗🌵
salam dari green💚🌵
assalamu'alaikum 🙏🤗
Ani Dyah
masih kurang "kue satu" oleh2nya 👍
Ani Dyah
kota beriman....kebumen kah? 😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!