NovelToon NovelToon
Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: LichaLika

Nayla Faranisa, gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA kelas 12, Ia tinggal berdua dengan Abang nya yang merupakan seorang pengusaha kaya raya, sejak kematian kedua orang tua mereka delapan tahun silam, Gerald sang kakak adalah orang yang selalu melindungi adik satu-satunya yang kini telah menginjak dewasa, siapa sangka Gerald mulai menyukai Nayla yang kini bertransformasi menjadi seorang gadis yang sangat cantik, Ia tak rela jika sang adik dekat dengan laki-laki lain selain dirinya. Hingga akhirnya Gerald benar-benar jatuh cinta kepada adiknya. Dan ia bertekad untuk menjadikan adiknya sebagai miliknya agar tidak ada pria yang coba-coba mendekati Nayla.

Nayla pun tak terima dengan perlakuan sang Kakak, tapi Gerald tetap meyakinkan kepada Nayla jika dirinya benar-benar mencintai gadis itu.

Akankah Gerald berhasil meluluhkan hati Adiknya? Rahasia apa yang membuat Gerald yakin jika Nayla akan menjadi miliknya untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Hasrat Terlarang Abangku

Mengecup bibir Nayla dengan lembut, Gerald sangat menikmati ciuman nya, sungguh manis terasa, entah kenapa Nayla tidak terbangun, mungkin karena gadis itu terlalu kecapekan sehingga Ia tidak menyadari jika sang Kakak tengah menciumnya, cukup lama Gerald mengecup bibir mungil itu, hingga tak terasa Nayla menggeliat dan Gerald pun mulai melepaskan ciumannya dari bibir sang Adik.

Pria itu kembali duduk di kursi nya dengan mengatur nafasnya dan mengendurkan ikatan dasi yang terasa begitu sesak dan mencekik leher nya, sungguh pria itu hampir saja lepas kendali. Bibir Nayla terlihat basah karena ulah sang Kakak yang mellumat bibir mungil itu penuh gairah.

"Shiiit! Aku harus bisa mengendalikan diriku, Aku bisa gila jika seperti ini terus, maafkan Gerald Pa! Gerald sudah tidak kuat menahan perasaan ini, Gerald teramat sayang dengan Nayla." batin Gerald sembari menenangkan dirinya. Kemudian Ia melanjutkan kembali perjalanan menuju rumah.

Sementara itu Nayla yang masih memejamkan mata, dalam tidurnya Nayla bermimpi seolah-olah dirinya tengah berdua dengan seorang pria yang wajahnya samar terlihat, pria itu mendekati Nayla dan berusaha mencium bibir Nayla, tentu saja Nayla sempat menolaknya karena Ia tidak tahu wajah si pria asing itu.

"Ka-kamu siapa?" tanya Nayla dengan terus menatap wajah yang samar, hingga lama-kelamaan wajah itu terlihat mirip sekali dengan sang Kakak.

Pria itu diam, tapi bahasa tubuhnya mengatakan jika pria itu begitu menginginkan Nayla, begitu pun dengan Nayla bagaimana bisa Ia pun tidak sanggup menolak perlakuan sang pria yang mencoba menyentuh bibirnya dengan lembut.

"Ka-kamu siapa mmmmmppptttthh ...!"

Dalam mimpi Nayla Ia dicium oleh pria yang mirip sekali dengan Gerald, tapi Nayla tidak bisa menolaknya justru gadis itu juga membalas nya dengan mesra.

Seketika Nayla terbangun dan membuka kedua matanya.

"Haahhhh .......!" Nayla begitu terkejut ternyata itu semua hanya mimpi, Ia melihat dirinya yang masih duduk di kursi mobil depan dan di sebelahnya Gerald yang sedang mengemudi. Spontan Gerald menengok ke arah Nayla yang terlihat kebingungan setelah terjaga dari tidurnya.

"Kamu kenapa Nay! Kamu mimpi buruk ya?" tanya Gerald sembari memandangi wajah sang Adik yang terlihat berkeringat dan kebingungan.

"Emm ... Nay ... Nay baru saja mimpi jika Nay dicium oleh laki-laki yang mirip sekali dengan Abang, haaahhh ... untung cuma mimpi, tapi ... kok basah sih!" Nayla merasa jika bibirnya sedikit aneh, bibir itu terlihat basah seolah baru saja Ia berciuman seperti dalam mimpinya. Nayla meraba bibirnya dengan penuh tanda tanya, bagaimana bisa dirinya begitu menikmati ciuman itu hingga sangat berpengaruh pada kondisi bibirnya yang tentu saja basah karena ulah sang Abang.

"Apa? Kamu bermimpi Aku mencium mu? Hahaha ayolah Nayla, mana mungkin Abang mencium kamu, ada-ada saja kamu!" sahut Gerald pura-pura tidak mungkin melakukannya.

"Iya ... untungnya cuma mimpi Bang! Kalau beneran waaahhhh Nayla nggak bakalan maafin Abang, masa adik sendiri dicium sih, ihh jijik Aku tuh Bang! Tapi bibirku kok basah sih, Bang? Kenapa ya? Ihhh tisu mana tisu." seru Nayla sembari membersihkan bibirnya yang belepotan oleh bekas ciuman Gerald.

"Kalau saja kamu tahu, Nay! Memang Aku yang sudah mencium mu, maafkan Abang. Abang nggak tahan melihat mu seperti itu, kamu selalu menggoda Abang untuk menyentuh mu, Abang nggak rela benar-benar nggak rela jika kamu disentuh oleh pria lain, dan Abang akan menjaga mu dari pria manapun yang berusaha menyentuh mu." batin Gerald sembari terus melihat ke arah depan.

Setelah beberapa menit mobil mereka tiba di rumah, Bi Jum terlihat menyambut kedatangan mereka berdua, Nayla turun dari mobil dan mencium tangan Bi Jum.

"Eh Non Nayla udah pulang, loh Tuan Gerald juga pulang, bukankah sekarang waktunya masih di kantor?" tanya Bi Jum kepada Gerald yang juga ikut pulang, biasanya Gerald langsung kembali ke kantor setelah menjemput Nayla, entah kenapa hari ini Ia tidak kembali ke kantor lagi.

"Iya Bi! Aku mau istirahat dulu, sementara di kantor ada asisten ku yang menangani, hari ini tidak ada rapat penting, jadi Aku memutuskan untuk pulang saja." jawab Gerald sembari masuk ke dalam rumah diikuti oleh Nayla dari belakang.

"Ohh begitu, ya sudah Bibi sudah menyiapkan makan untuk kalian berdua." seru Bi Jum kepada keduanya.

"Makasih Bi, Nayla mau mandi dulu." pamit Nayla sembari beranjak naik ke atas. Sementara itu Gerald dan Bi Jum terlihat memperhatikan Nayla yang sedang menaiki anak tangga.

"Nayla sekarang udah dewasa ya Tuan, nggak kerasa udah hampir delapan belas tahun Bibi merawatnya, Nayla benar-benar gadis yang sangat cantik, jikalau Tuan besar dan Nyonya masih hidup, pasti Papa dan Mama Tuan muda sangat bahagia melihat Nayla." seru Bi Jum kepada Gerald.

Gerald tersenyum dan berkata, "Bi Jum benar, Nayla ku sudah tumbuh menjadi gadis yang sempurna, Aku tidak akan membiarkan pria manapun menyentuh nya, siapapun laki-laki yang mendekati Nayla, harus berhadapan dulu dengan ku terlebih dahulu." ucap Gerald dengan serius.

"Bibi berharap Tuan muda bisa menjaga Non Nayla dengan baik, anggap dia seperti adik Tuan muda sendiri, mendiang Tuan besar akan sangat bangga jika Tuan muda berhasil menjaga Nayla seperti Adik kandung Anda, bibi berharap Non Nayla bisa mendapatkan seorang laki-laki yang baik di kemudian hari," ucap Bi Jum.

Gerald diam dan Ia pun juga pamit ke kamar nya. "Nayla tidak akan menjadi milik siapa-siapa, Nayla hanya akan menjadi milikku, pasti itu." batin Gerald penuh keyakinan.

*

*

*

Malam pun tiba, jam menunjukkan pukul setengah tujuh malam, Nayla yang bersiap untuk pergi bersama Rio, Ia terlihat menunggu Rita dan Neli untuk pura-pura menjemputnya, malam ini Nayla sedikit berdandan, Ia terlihat begitu cantik dengan balutan dress berwarna hitam, sungguh kecantikan Nayla tak bisa dipungkiri, Ia berjalan menuju ke ruang kerja sang Kakak untuk meminta izin agar diperbolehkan keluar bersama Rita dan Neli.

Nayla membuka pintu dan melihat Gerald yang sedang sibuk dengan pekerjaannya. Ia pun menghampiri sang kakak dan melingkarkan tangannya pada leher Gerald dari belakang sembari mencium pipi Gerald.

Tentu saja Gerald terpaksa mengehentikan pekerjaan nya, pikiran nya mulai tidak konsentrasi saat tangan sang Adik melingkar dan tentu saja tubuh Nayla begitu dekat.

"Ada apa?" tanya Gerald sembari meletakkan kertas-kertas kerja nya.

"Bang! Nayla minta izin sama Abang, boleh ya?" rayu Nayla sembari menempel kan pipinya pada wajah sang kakak.

"Nayla! Plis kamu sudah terlalu menggodaku." batin Gerald.

"Memang nya kamu mau kemana, kamu nggak tahu ini sudah malam, bukankah Abang tidak pernah mengizinkan mu untuk keluar malam." seru Gerald.

"Iya sih Bang! Tapi Aku pergi nya karena tugas kelompok Bang! Sebentar lagi Rita dan Neli akan menjemput ku, ayolah Bang! Boleh ya, ini beneran buat tugas sekolah Bang! Aku nggak bohong, kalau Nay nggak ikut maka Nay nggak bakalan dapet nilai baik, Abang mau prestasi Nay menurun gara-gara Abang nggak ngizinin Aku tugas kelompok!" rayu Nayla yang terus meyakinkan Gerald.

"Bener? Cuma tugas kelompok? Kamu nggak bohongi Abang, kan?"

"Beneran Bang masa Nay bohong sih, mana berani Nayla bohongi Abang." balas Nayla.

Tak berselang lama terdengar Bi Jum mengetuk pintu dan memberi tahukan jika Nayla sedang ada tamu dua temannya yaitu Rita dan Neli.

Gerald menyuruh Bi Jum untuk masuk, dan Bi Jum memberi tahukan kepada Gerald tentang kedatangan Rita dan Neli.

"Maaf Tuan muda, di luar ada teman Non Nayla, mereka bilang jika mereka menjemput Non Nayla untuk kerja kelompok di rumah temannya gitu katanya." seru Bi Jum

Seketika wajah Nayla berseri-seri, akhirnya kedua sahabatnya itu datang juga, Ia bisa jalan dengan Rio, sang pacar yang tentunya sudah menunggu kedatangan nya di suatu tempat.

"Tuh kan Bang! Rita dan Neli sudah datang, Nay nggak bohong, kan?" seru Nayla sembari beranjak pergi menemui kedua temannya, Gerald pun tak tinggal diam, Ia pun turun dan menemui kedua teman Nayla.

"Eh Mas Gerald, selamat malam, Mas!" sapa Rita dan Neli.

"Malam juga! Apa benar kalian sedang mengerjakan tugas kelompok?" tanya Gerald.

"Oh iya Mas! Kami sedang ada tugas kelompok mendadak." jawab Rita untuk meyakinkan Gerald.

"Kenapa harus malam-malam? Siang atau sepulang sekolah kan bisa?" Gerald tampak curiga.

"Hehehe iya Mas, kami bisa nya malam, karena besok pagi harus segera dikumpulkan, nggak mungkin kan kita kerjain besok, bisa-bisa kita bakal kena hukuman, nggak dapat nilai bagus!" sahut Neli yang ikut meyakinkan Gerald.

"Oh ... begitu, ya sudah! Tapi ingat jangan lama-lama, Nayla! Kamu harus pulang sebelum jam sembilan malam, jika melebihi itu Abang akan menghukum mu." ancam Gerald sembari menatap wajah sang Adik.

"Siap bos, makasih ya Abang! Nay janji nggak bakalan pulang malam. daaahhh Abang! Nayla berangkat dulu."

Sebelum berangkat Nayla mencium pipi Gerald, tentu saja bekas lipgloss Nayla terasa membekas pada Pipi Gerald, Ia menyentuh bekas ciuman sang Adik dan merasakan betapa harumnya bibir Nayla yang sudah membuat nya tergila-gila.

Gerald memperhatikan gelagat kedua teman Nayla dari kejauhan, seperti ada sesuatu yang aneh, kenapa mereka terlihat begitu gembira seolah-olah mereka lega sudah mendapatkan persetujuan darinya.

"Aku harus mengikuti nya." Gerald pun segera menuju ke mobil nya dan mengikuti kemana sang Adik pergi.

...BERSAMBUNG...

1
Qaisaa Nazarudin
Semakin rumit..Wasiat suami Nurmala adalah Menantu Nurmala sendiri ternyata,Gimana ntar Nurmalanya...😇😇😇
Qaisaa Nazarudin
Gerald nikahin Nayla udah 3 tahun? Kan waktu itu umur Nayla 17 tahun kelas 3 SMA,beararti sekarang umur Nayla 20 dong, Udah kuliah ya bukan anak sekolahan lagi..Tapi tadi di dapur katanya Nayla juga harus pergi sekolah...🤔🤔🤔 Apa aku yg terlepas pandang..
Qaisaa Nazarudin
Dasar egois padahal dia tau sipa Nayla..Dia aja yg bego masih mikir kalo Nayla gak tau apa2 wkwkwkwkwk...
Qaisaa Nazarudin
ialah special kan anaknya,Gak mungkin orang sembarangan ngasih barang berharga ke orang yg tdk dia kenal..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata mantannya pak Nordin alias baoaknya Nayla sekarang udah jadi wanita kaya ya,, Dulu ke hongkong Jadi TKI ,Apa sampai hongkong dia nikah sama pengusaha Hongkong ya..
Qaisaa Nazarudin
Dari pada cowok lain yg pertama mending kamu ya Rald yg pertama,Udah nyata2 SUAMInya Nayla...
Qaisaa Nazarudin
GAK ADA BUKTI VIDEO SAAT IJAB QABUL ATAU SURAT NIKAH GITU?? ITU PENTING LHO SEBAGAI BUKTI...
Qaisaa Nazarudin
SAH nya satu pernikahan saat pernikhannya di ketahui oleh dua pasangan iaitu Gerald dan Nayla sendiri,Dan juga ada saksi lebih dari 3 orang..Kalo Nayla sebagai pengantin ceweknya gak tau dgn pernikahan itu,Maka tidak SAH pernikahan tsb,Walau walinya baoak kandungnya sendiri,,Maaf ya thor itu yg ku tau dari guru ngaji aku dulu..maaf kalo salah..
Qaisaa Nazarudin
Makanya ounya otak itu di pake Nay,Di suruh sekolah itu untuk belajar,Bukan pacaran...Nah sekarang baru tau kan siapa Rio..
Qaisaa Nazarudin
Kata2 dan janji2 sang buaya cap kadal..baru SMA aja udah jadi teh celup,..
Qaisaa Nazarudin
Keliatan banget Rio bukan lah pemuda baik2..Pasti lah dia berdendam dengan apa yg tlah Gerald lakukan,Dan aku percaya sekarang Rio cuman manpaatin ke Bodohan Nayla doang..Semoga aja kamu gak nyesel Nay gak dengerin nasehat abang kamu..
Qaisaa Nazarudin
Orang yg lagi kasmaran,Mana percaya dia...😂😂
Qaisaa Nazarudin
Kasian Rio yg gak tau apa2 langsung kena bogem..🤦
Qaisaa Nazarudin
Kan Gerald dari awal udah ngelarang dan nolak mentah2 Nayla berpacaran,Malah ngenyel,Dengan bangga lagi Nayla mengenalkan Rio ke Gerald,Nah kan kena...
Qaisaa Nazarudin
Nah kan bener Nay bukan adek kandung Gerald..Pasti nya Gerald juga udah tau semua,kan saat itu dia udah gede,Jadi gak ada yg salah dgn hubungannya mereka..
Qaisaa Nazarudin
Biasa nya orang kaya jarang banget pake Cash,biasanya pake kartu Ajaib,Apa Gerald gak punya kartu ajaib? 😂
Qaisaa Nazarudin
Beda 10 tahun umur mereka,Jauh tuh perbedaannya,Apa Nayla bukan anak kandung mereka ya..
Mampir thor,Kayaknya seru nih...
Rheanicca
first time saya baca novel yg jalan ceritanya bagiku unik seperti ini
Indri wahyuningtyas
dasar cucu lucnut gak punya otak, Omanya dikasih obat tidur parah parah 🤣🤣🤣
Indri wahyuningtyas
memang ya ... segarang-garangnya laki2 kalau sudah ketemu sama yg pawangnya pasti sifatnya mirip anak kecil , gokil abis 🤣🤣🤣🤣, contohnya suamiku ... kalau di luar rumah ngomong seperlunya aja , tapi kalau di rumah wih rame banget 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!