Harap bijak memilih bacaan.
Perhatikan bacaanmu❗️
Opsesi dan cinta. Dua kata yang tampak sederhana tetapi mengandung pengertian yang begitu dalam.
Sakia Shen, atau kerap kali dipanggil Kia. Hari itu suasana sangat cerah. Wanita cantik itu dengan gembira mendatangi rumah sang pacar untuk bertemu calon mertua. Namun, ekspetasi tak seindah realita.
Kia yang jengkel datang ke Bar untuk menghilangkan penat. Tanpa disangka, ia mengalami hal yang tak terduga.
Ikuti terus kisahnya
Jangan lupa untuk tingalkan jejak berupa Like
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
...🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾...
Seorang wanita, berambut coklat dengan bulu mata lentik, baru saja turun dari mobil. Kemeja motif yang berpadu rok flared skirt polos, keduanya terlihat sangat klop di tubuh wanita itu.
Ia melepaskan kaca mata hitamnya, lipstik merah menghiasi bibir kecil nan tebal membuat aura wanita itu begitu hidup.
Dia bernama, Kia. Tiga tahun lalu memutuskan merubah dirinya seutuhnya, usai mendapatkan perlakuan yang tak mengenakkan. Membuang gaya tomboy yang tak menarik, berubah menjadi mode seksi yang memikat.
“Good morning!” Kia menatap tajam, melihat kursi yang sudah penuh dengan anak muda yang penuh semangat. Ia menarik gelang yang ada di pergelangan tangannya, mengibas rambut kebelakang dan mengikat mereka menjadi satu kesatuan.
“Saya menghargai kalian semua, tapi saya hanya ingin mengajar mereka yang mendaftar sejak awal!”
Gemuruh suara kekecewaan terdengar jelas di telinga Kia. Namun wanita cantik itu sangat acuh. Beberapa mahasiswa mulai angkat kaki meninggalkan kelas. Hingga tersisa setengahnya saja.
Mereka yang duduk di sana adalah murid aslinya. Lalu, yang tadi apa?
Mungkin bisa di bilang pengagum dari dosen gila yang seksi.
Sudah lebih dari setahun wanita itu mengajar di sana. Dengan cara mengajar yang gila tentunya. Setiap kali datang, ia hanya mengabsen dan menjelaskan beberapa materi. Selanjutnya tentu dengan tugas, atau menyalakan film dokumenter. Sama seperti yang ia lakukan sekarang.
Kia menyandarkan pungungnya di kursi, membuka buku lalu meletakkan di atas wajahnya dan tertidur dengan cepat. Gaya mengajar yang seperti ini, hanya Kia yang mampu melakukannya. Alasan itu cukup membuat wanita itu di juluki Dosen gila yang seksi.
Meski begitu, Rektor tak bisa berbuat apapun termasuk memecatnya. Bukan karena Kia terlalu cantik dan seksi. Juga bukan karena dia menyogok atau hal semacamnya. Itu karena nilai mata pelajaran mereka sempurna. Kia hampir tak pernah gagal dengan cara gilanya.
“Ugh.”
Suara lelungan yang sengaja di tahan oleh Kia. Rasa sakit yang menghujam di seluruh tubuhnya, terutama di bagian inti yang membengkak karena paksaan. Kia mengigit kuat bibirnya, menahan segala rasa yang bercampur. Harga diri yang hancur, rasa ngilu tak tertahankan, teriakan yang tak bisa tersuarakan dengan lantang.
Kia mengingat dengan jelas, deru napas dari lelaki itu yang terdengar menjijikan. Bayangan kelam yang tiba-tiba muncul di mimpinya, membuat Kia tersentak kaget hinga buku tebal itu terjatuh di lantai.
Suara yang begitu keras di tengah keheningan kelas. Seluruh murit yang sedang berkonsentrasi dengan tugas langsung menoleh. Melihat Kia dengan napas yang memburu tengah menegakkan posisi duduknya.
Kia Pov
Mimpi sialan! Baru juga tidur, sudah terganggu dengan mimpi menjijikan.
“Sory!” Pandanganku tertuju pada sekumpulan mahasiswa yang tengah melihatku. “Silakan lanjutkan tugasnya! Saya tunggu sampai besok jam tiga pagi!”
Aku mengambil buku tebal, salah satu karya dari Peter Thie, kemudian pergi meninggalkan kelas. Hanya sisa sepuluh menit lagi sampai kelas pertamaku berakhir.
“Siang, Miss.”
“Selamat siang, Miss Kia.”
Sapa beberapa mahasiswa saat berpapasan denganku. Dari beberapa pandangan, aku bisa merasakan tatapan nakal yang tertuju pada butt milikku.
Aish ...
Aku merasa risih, tetapi juga ada kebanggaan tersendiri.
Tiga tahun lalu, aku masih seorang wanita tomboi yang tak peduli pada penampilan. Mendapatkan pacar yang selalu menuntut untuk menjadi wanita feminim, seperti peri baik tanpa cela. Membuatku semakin tertekan.
Mungkin saat itu adalah keberuntungan. Mendapat cacian dari calon mertua.
Hah! Akhirnya aku bebas. Sampai pada satu titik, nasip merubah hidupku. Menjadi wanita liar nakal, dengan penuh intrik. Aku benar-benar tidak peduli dengan pandangan orang lain tentangku. Cukup bahagia menjadi wanita percaya diri yang tak tau malu.
Dua kelasku selesai lebih cepat, hal ini menjadi keberuntungan tersendiri untukku. Tentu saja karena aku punya banyak waktu untuk bermain dengan seseorang.
...****************...
“Jenny!”
Gadis kecil berambut tebal, dengan bola mata berwarna amber yang begitu cantik. Berlari dengan kaki kecilnya yang mungil.
“Mommy.” Suara setengah cadel dengan tawa semringah. Datang dengan cepat sembari merentangkan kedua tangannya.
Jenny, dari Jerman yang berarti cantik dan menyenangkan. Entah kenapa aku suka dengan nama itu, dan memberikan padanya. Gadis kecil ini baru berusia dua tahun lebih, sangat lincah dan pintar.
“Ada surel masuk, Miss,” ucap bibi Yu menyodorkan tablet.
Aku mengandeng tangan Jenny masuk ke dalam, dengan mata yang terfokus pada tablet yang disodorkan bibi Yu.
Dari Mr.Han lagi. Seorang Profesor tua yang sudah berumur enam puluh tahun. Profesor terkenal dari negeri Ginggseng, Korea Selatan. Sudah lima surel yang aku terima sejak sebulan ini. Isinya masih sama seperti sebelumnya.
“Sepertinya, Mr.Han sudah tidak tahan lagi.” Cengirku sambil meletakkan tablet di meja.
Haruskah aku menerima tawaran lelaki tua itu?
Tawaran yang mengiurkan sebenarnya, tapi ... aku tidak bisa meninggalkan Jenny.
Tatapanku jatuh pada gadis kecil yang sedang bermain dengan boneka gajah ke gemarannya. Tidak mungkin hanya karena opsesi tanpa dasar, aku harus meninggalkan anakku.
Tidak! Bagaimana pun, dia adalah putriku.
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
Jangan lupa Like 👍🏻👍🏻
Kebijaksanaan orang yg sdh berumur jgn di banding Kan ma anak muda berangasan model kenneth
Berikan Jenny ke pemilik sahnya.. Toh Ayahnya Jenny jg korban
Sesuatu klo di mulai dari ke tidak jujur an jalan ya biasanya g bener
Klo ken ingusan Kia bocil donk
Racun saja nenek lampir kyk gitu