Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putra Kita
"Aku hanya merapikan rambutmu." Jawab Kimberly sambil berlutut dan saling berhadapan dengan Diego.
"Tidak perlu." Jawab Diego dengan nada tegas sambil masih memegang tangan Kimberly.
("Wanita itu bertahun-tahun tidak ada kabar berita sama sekali, bahkan anaknya sendiri pun Dia tinggalkan di saat masih bayi. Jadi mana mungkin Dia mau menikahiku setelah Aku lumpuh dan buta? Mungkin itu hanya perasaanku saja." Ucap Diego sambil berusaha menepis perasaaannya).
"Mommyku memberimu berapa untuk menikah denganku?" Tanya Diego dengan nada dingin.
"Asal kamu pergi dari Keluarga Roberto maka Aku akan memberimu dua kali lipatnya." Sambung Diego sambil masih memegang tangan Kimberly.
"Aku tidak membutuhkan uangmu." Jawab Kimberly dengan nada lembut sambil memegang tangan Diego dengan tangan satunya.
"Lalu kenapa kamu ingin menikah denganku?" Tanya Diego penasaran.
"Aku hanya ingin kamu sembuh." Jawab Kimberly.
Diego yang mendengar jawaban Kimberly langsung menarik tangannya kemudian menundukkan kepalanya sedangkan Kimberly masih menatap ke arah wajah tampan Diego.
"Ke dua kakimu sementara hanya kehilangan rasa. Asal rajin akupuntur pasti bisa pulih sedangkan soal ke dua matamu, mungkin ada gumpalan darah yang menekan saraf dan menyebabkan kebutaan sementara. Begitu darah bekunya hilang maka penglihatanmu akan menjadi pulih." Ucap Kimberly panjang lebar.
"Dokter-dokter terbaik yang di undang Mommyku sudah mengatakan kemungkinan sembuhku sangat kecil. Jangan bilang kalau kamu lebih hebat dari dokter-dokter dan para ahli medis itu yang di undang Mommyku." Ucap Diego yang tidak mau terlalu berharap untuk sembuh.
"Aku bukan dokter hebat tapi Aku kenal dengan seseorang yang lebih hebat dari dokter terbaik mana pun di dunia yang bisa menyembuhkan ke dua kakimu dan juga sepasang matamu." Ucap Kimberly dengan nada lembut sambil tersenyum manis walau Diego tidak bisa melihatmu.
("Alexander kan dokter cilik jenius. Kalau ada kesempatan Aku akan meminta Alexander untuk menyembuhkan penyakit ayahnya. Karena Alexander pasti bisa menyembuhkanmu hanya butuh waktu sekejap." Sambung Kimberly yang tidak mungkin mengatakan hal itu di depan Diego).
"Dengan perkataanmu, kamu membohongi Mommyku." Ucap Diego yang tidak percaya kalau penyakitnya bisa disembuhkan.
"Aku tidak membohongi Mommy kamu." Ucap Kimberly dengan nada tegas sambil berdiri.
"Diego, mulai sekarang Aku adalah istrimu. Jadi terimalah kenyataan ini." Ucap Kimberly sambil menundukkan kepalanya.
Kimberly kemudian meraba paha kanan Diego dan hal itu membuat Diego sangat terkejut dan langsung menahan tangan nakal Kimberly.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Diego sambil masih menahan tangan Kimberly.
'Aku hanya ingin memeriksa, apakah suamiku masih normal atau tidak?' Bisik Kimberly tepat di telinga Diego dengan suara menggoda.
"Kamu sungguh tidak tahu malu." Cibir Diego sambil mengarahkan wajahnya ke arah wajah Kimberly dan bibir mereka nyaris bersentuhan.
"Untuk apa Aku harus malu?" Tanya Kimberly.
"Aku hanya ingin kamu sembuh supaya Aku bisa hidup bahagia." Sambung Kimberly dengan suara menggoda.
"Jika Aku benar-benar bisa sembuh maka kamu orang pertama yang akan Aku habisi." Ucap Diego yang berlawanan dengan kata hatinya.
"Kalau begitu Aku tunggu." Ucap Kimberly tanpa ada rasa takut sedikitpun.
Cup
Kimberly tiba-tiba mengecup kening Diego dengan singkat dan hal itu tentu saja membuat Diego diam membatu.
Hingga beberapa saat kemudian Diego tersadar dari lamunannya.
"Dasar wanita mesum. Kamu akan Aku ..." Ucapan Diego terpotong oleh Kimberly.
"Mesum sama suami sen ..." Ucapan Kimberly tiba-tiba terputus.
Hal ini dikarenakan tiba-tiba terdengar dua suara yang sedang mengobrol. Kimberly sangat terkejut dan langsung memalingkan wajahnya ke arah sumber suara.
"Diana, kamu lihat Tuan Muda Kecil tidak? Baru sekejap mata langsung hilang entah kemana." Ucap Dian.
"Aku tidak melihatnya. Entah Tuan Muda Kecil pergi main kemana." Jawab Diana.
"Kalau begitu kita berpencar mencarinya." Ucap Dian.
"Baik." Jawab Diana dengan singkat.
Setelah mengatakan hal itu mereka berdua pergi mencari keberadaan Arnold. Kimberly yang mendengar percakapan tersebut tentu saja sangat terkejut sekaligus kuatir jika terjadi sesuatu dengan putra sulungnya.
"Arnold menghilang? Aku harus mencarinya." Ucap Kimberly sambil berdiri dengan tegak.
"Aku pergi dulu." Pamit Kimberly sambil berjalan menuju ke arah pintu.
"Mau kemana?" Tanya Diego yang entah kenapa tidak ingin jauh dari Kimberly.
"Mencari putra kita." Jawab Kimberly sambil berjalan dengan langkah cepat.
"Putra kita?" Tanya ulang Diego.
("Apa yang harus Aku jawab?" Tanya Kimberly sambil berpikir).