Masih dalam tahap revisi!
Alaska Febian seorang pria yang berumur 25tahun diumurnya masih sangat mudah dia telah sukses menjadi Ceo Perusahan Ert..
Awalnya dia tidak pernah tertarik kepada Gadis, namun entah mengapa dia tertarik dengan Gadis yang bernama Flora Aluna Zahira yang biasanya dipanggil Aluna dia berumur 20tahun..
Tanpa basa-basi apapun Alaska mengajaknya menikah, Aluna menerima tawaran itu..
Setelah usia pernikahan mereka 3tahun Alaska awal-awalnya sangat perhatian, penyayang dan selalu ada untuk Aluna..
Namun, akhir-akhir ini sifat Alaska menjadi berubah entah ada apa sebenarnya..
Pada waktu malam tepat dijam 8, Alaska kembali ke Apartemen namun kali ini dia bersama Sienna sahabat Aluna..
Aluna merasa bingung, ada apa sebenarnya dan mengapa Alaska bersama Sienna?..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5-KEMBALI PULANG
Di dalam mobil, Aluna masih berada dalam pelukan Rossa. Tangisnya belum juga reda. Bahunya terus bergetar, napasnya tersengal-sengal, seolah dadanya terlalu sempit untuk menampung luka sebesar ini. Ia tak pernah menyangka, rumah tangga yang ia jaga dengan sepenuh hati akan hancur dalam satu malam.
“Aluna… maafkan ibu,” ucap Rossa lirih.
Aluna perlahan menatap Rossa. “Maafkan ibu. Gara-gara ibu tidak mendidik Alaska dengan benar, dia malah selingkuh di belakang kamu,” sambung Rossa dengan suara bergetar.
Aluna menggeleng pelan. Tangannya justru memeluk Rossa lebih erat.
“Itu bukan salah ibu,” jawab Aluna lirih.
“Ini salah Aluna… karena belum bisa hamil-hamil. Itu yang membuat Alaska selingkuh dan ingin mempunyai anak secepatnya.”
Rossa terisak keras. Dengan cepat ia memeluk Aluna seerat mungkin, seolah ingin menahan seluruh rasa sakit yang dirasakan menantunya.
“Maafkan ibu, Aluna… maafkan ibu…” ucapnya berkali-kali sambil menangis.
Aldo hanya menatap pemandangan itu dengan dada yang terasa dihimpit. Hatinya remuk melihat menantu kesayangannya disakiti oleh darah dagingnya sendiri.
30 menit kemudian
Mobil berhenti di depan rumah orang tua Aluna.
Rossa dan Aluna turun perlahan. Langkah Aluna tampak berat, seolah setiap pijakan membawa luka baru.
Aldo membawakan barang-barang Aluna.
Sementara Rossa menggenggam tangan Aluna dengan sangat erat saat mereka berdiri di depan pintu rumah itu rumah tempat Aluna dilahirkan dan kini kembali dengan hati yang hancur.
Tok… Tok…
“Assalamu’alaikum, Bu,” ucap Aluna sambil mengetuk pintu.
Ceklek…
“Aluna?” ucap Emira terkejut saat membuka pintu.
Tanpa mampu menahan diri, Aluna langsung memeluk Emira dan menangis sejadi-jadinya. Tangis yang selama ini ia tahan akhirnya tumpah.
“Ada apa, Nak?” tanya Emira panik, bingung melihat putrinya dalam keadaan seperti itu.
“Ibu… Alaska selingkuh dengan Sienna. Sekarang Sienna mengandung anaknya Alaska, Bu…” kata Aluna terisak.
“Astaghfirullah…” Emira terkejut, tubuhnya melemas.
Rossa hanya bisa menunduk dan menangis. Rasa malu dan bersalah menghantam dadanya.
“Bu… maafkan putra saya,” ucap Rossa dengan suara gemetar.
Emira menatap Rossa.
Hatinya sakit sangat sakit namun ia menahan diri. Ia sadar, putrinya memang belum memberikan keturunan. Tapi itu bukan alasan untuk pengkhianatan.
“Ayo, kita masuk dulu. Kita bicarakan di dalam,” ucap Emira lembut sambil menggandeng Aluna masuk.
Saat mereka memasuki rumah, Robby keluar dari dapur menuju ruang tengah. Senyum di wajahnya langsung memudar saat melihat siapa saja yang datang.
“Loh… ada Ibu dan Bapak,” ucap Robby heran.
“Malam, Pak. Maaf merepotkan malam-malam datang kemari,” ujar Aldo tidak enak hati.
“Oh tidak apa-apa. Ada keperluan apa ya?” tanya Robby sambil duduk di samping Emira belum menyadari Aluna menangis di pelukan ibunya.
“Ayah” panggil Emira pelan.
Robby menoleh.
Dan seketika dadanya terasa sesak saat melihat wajah putrinya yang basah oleh air mata.
“Ada apa dengan Aluna?” tanyanya panik.
Dengan berat hati, Aldo dan Rossa menjelaskan semuanya.
“Maafkan saya, Pak, atas perilaku putra saya,” ucap Aldo lirih.
“Maksud Bapak apa?” tanya Robby bingung.
“Alaska telah menyakiti Aluna. Dia selingkuh dengan sahabat Aluna, Sienna. Dan sekarang Sienna mengandung anaknya Alaska. Saya mohon maaf atas perilaku putra saya, Pak,” jelas Aldo sambil menunduk.
Robby terdiam. Dadanya sesak.
Air matanya perlahan jatuh tanpa ia sadari.
Putri kesayangannya disakiti sedalam ini.
“Sabar ya, Sayang,” ucap Emira lembut sambil mengelus punggung Aluna. “Berarti jodohmu sampai di sini saja dengan Alaska. Tidak apa-apa, ya…”
Emira mencium puncak kepala Aluna. Tangis Aluna kembali pecah dalam pelukan ibunya. Rossa dan Aldo benar-benar merasa tak enak hati.
Mereka tak pernah menyangka semuanya akan berakhir seperti ini.
“Maafkan saya, Bu, Pak. Saya benar-benar tidak tahu putra saya bisa melakukan kesalahan sebesar ini,” ucap Rossa tulus.
Tangis Rossa kembali pecah.
Sementara Robby tetap diam namun air mata terus mengalir di pipinya.
Malam itu, tak ada teriakan, tak ada amarah, hanya kesedihan yang begitu dalam karena seorang anak perempuan kembali ke rumah orang tuanya dengan hati yang sudah hancur berkeping-keping.