18+
Namanya Somalia Wardana, orang sering memanggilnya Somi. Tak sedikit orang mencibir namanya karena dinilai sama dengan salah satu negara miskin di dunia. Namun, ia tak kecewa, karena nama itu adalah nama pemberian Alm papanya saat bertugas di negara tersebut. Papanya hanya pulang membawa nama dan nama tersebut ialah satu-satunya pemberian untuk Somalia, Oleh karena, itu ia sangat menghargai nama pemberian mendiang papanya.
Pekerjaannya? Somi sibuk mengurusi pernikahan kliennya. Sebagai WO, Somi dituntut untuk profesional dalam menangani pernikahan para kliennya. Somi sibuk mengurusi pernikahan orang dari pada pernikahannya kelak.
Area terlarang!!! teruntuk penikmat halu belaka 😋 Siapkan hati kalian karena itu poin utamanya.
Mau tahu kisahnya bukan?
Nggak ada salahnya mampir dan menjadikan novel ini bacaan favorit kalian 🙏
Maaf novel ini slow up ya manteman. Juru ketik sedang banyak kreditan panci 😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheselsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34
Somalia memang keras hatinya, wanita cantik tersebut bersikeras tak ingin mendengarkan penjelasan dari sang kekasih. Ia sudah terlanjur kecewa dengan apa yang telah ia lihat sebelumnya. Baginya, perbuatan Gandhi tak bisa ia toleransi sama sekali. Bukan hal yang mudah bagi Somi untuk membuka hatinya kembali. Bayang-bayang pengkhianat selalu muncul di benaknya. Alangkah terkejutnya ia ketika melihat Gandhi sedang berduaan dengan wanita yang notabenenya memiliki track record buruk di mata Somi.
Somi sengaja menutup semua akses masuk ke handphone miliknya. Ia hanya menerima komunitas yang bersifat pribadi serta pekerjaan saja. Untuk hal lain ia telah membuang jauh-jauh bila ada komunitas yang masuk.
Pagi ini merupakan rangkaian kegiatan planing wedding klien yang telah disepakati beberapa waktu sebelumnya. Hari ini juga rencananya ia akan pergi menemani sang calon mempelai untuk melaksanakan prosesi foto prewedding. Negara Jepang menjadi destinasi yang telah disepakati bersama antara kedua calon mempelai. Somi serta 2 orang anak buahnya salah satunya sang fotografer ikut andil bagian menjalani prosesi tersebut.
Somi beserta rombongan sebentar lagi akan terbang menuju negeri sakura tersebut. Tak ada sepatah kata pun yang ia ucapkan pada lelaki yang selalu memikirkannya hingga tak berkonsentrasi dalam semua kegiatannya. Siang malam lelaki itu selalu memikirkannya, bahkan ia sempat mendatangi rumah sang kekasih namun nihil hasilnya karena Somalia tak berada di kediaman Mama Ami. Lalu ke mana Somi selama marah dengan Gandhi?
Somi lebih memilih tinggal di salah satu hotel mewah di Jakarta. Ia benar-benar tak ingin bertatap muka dengan Gandhi. Ia merasa kecewa yang sangat dalam pada lelaki yang ia cintai. Meski begitu ia juga tak ingin melupakan lelaki itu begitu saja. Meski mulutnya menolak mengatakan masih mencintai lelakinya, namun hatinya tak ubahnya bagai sebuah putri dongeng yang menunggu perhatian dari sang pangeran.
"Ayo Lucky, kita akan terlambat!" seru Somi ketika ia melihat Lucky yang baru saja datang dengan tergopoh-gopoh sambil membawa peralatan memotret miliknya.
"Iya Bu, maaf aku kejebak macet!"
Untung saja pesawat yang akan mereka tumpangi belum lepas landas, Somi tak ingin ada hal yang mengganggu setiap pekerjaannya meski itu hanya sebuah hal kecil yang tak penting sekalipun. Wanita pekerja keras tersebut memang sangat perfeksionis dalam segala hal.
"Ayo, kedua calon mempelai telah menunggu kita Lucky! jadi jangan sampai mengecewakan pelanggan kita!" balas Somi pada salah satu karyawan-karyawan tersebut.
**
Akhirnya rombongan Somi serta kedua calon mempelai bertolak ke negeri bunga sakura tersebut. Senyum indah tak henti-hentinya mengiringi kedua calon pengantin yang sedang berbahagia tersebut. Sejak keduanya tiba di Bandara hingga saat ini di dalam pesawat, keduanya tak berhenti mengulas senyuman. Aura positif dari calon manten sangat kerasa pada keduanya.
Selama kurun waktu 7 jam jarak tempuh dari Jakarta ke Tokyo Jepang. Selama itu pula para rombongan yang tergabung dalam tim prewedding menjadikan moments tersebut sebagai sarana istirahat guna menyimpan tenaga yang akan mereka habiskan selama proses foto nantinya. Beberapa diantaranya malah ada yang masih terlelap, mungkin mereka bangun lebih awal dari biasanya kerena ingin mengejar penerbangan pagi ini.
Tujuh jam sudah mereka tempuh hingga mereka tiba di salah satu Bandara paling sibuk di Jepang. Narita Airport, salah satu Bandara andalan penduduk Jepang. Untung saja Somi telah mempersiapkan segala hal dengan matang. Tak hanya membawa barang bawaan yang akan ia gunakan nantinya selama tinggal di Jepang, Somi juga tak lupa membawa vitamin serta obat-obatan untuk menunjang daya tahan tubuhnya di kala perbedaan cuaca Jepang dengan Indonesia.
Setelah mereka menyelesaikan kegiatannya, kini mereka menuggu jemputan yang akan mengantar rombongan tersebut ke hotel yang akan mereka inapi beberapa hari selama di negeri sakura tersebut. Somi beserta rombongan memang sengaja membooking hotel di dekat Museum Fujiko F Fujio. Calon mempelai memang sengaja ingin menampilkan kesan estetik sesuai tema yakni kucing biru yang menjadi maskot dari Museum tersebut.
Itu semua sesuai yang dikehendaki oleh kedua calon mempelai karena mimpi masa kecil sang mempelai wanita ingin berada di tempat ini sebelum ia menikah. Namanya adalah Museum Fujiko F Fujio atau juga dikenal dengan Museum Doraemon. Museum ini memamerkan hasil karya komikus Fujiko F Fujio (Hiroshi Fujimoto) dengan karakter utamanya yang paling terkenal, yaitu Doraemon.
Kota Kawasaki adalah tempat dimana komikus Fujiko F Fujio menetap semasa hidupnya, dan tempat dia membuat komik untuk anak – anak seperti Esper Mami, P-Man, dan yang paling fenomenal yaitu Doraemon. Museum Doraemon ini didirikan atas permintaan istri sang komikus, Fujiko F Fujio. “Saya ingin membalas budi kepada setiap anak – anak di dunia yang telah mensupport komik hasil karya suami saya," kata Istri sang Komikus Fujiko F Fujio.
pas ketemu sama judul ini baca sinopsisnya dan ada tulisan #tamat serta episodenya yang gak panjang langsung tertarik...
tapi ternyata... judul ini belum tamat, bahkan dari komentarnya ditulis lebih dari setahun yang lalu yaitu bulan 2 tahun 2022, apa judul ini gak dilanjutkan lagi?
kecewa sih, karena udah terlanjur baca dan sebenarnya ceritanya bagus juga, sayang mandek di tengah jalan
penasaran gimana mereka berkhianat di belakang Somi