"Siapa kamu?" ucap Airin, melihat bayangan laki laki yang berjalan kearahnya.
Kepala Airin terasa sangat berat saat itu membuat nya tidak sadar kan diri, malam yang panjang itu pun ia lalui dengan seorang CEO yang cukup terkenal dikalangan bisnis.
Disinilah Airin memulai kehidupannya.
Bagaimana kisah selengkap nya,,, ikutin terus yaaa:):):):)
.
.
.
Instagram @linaa.pndk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maulina Nur Latifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 34 - Bidadari
"Kenapa? saat ini ada bidadari di depan ku, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan malam ini" ucap Alfa memegang lembut kedua tangan Airin.
"Sayang" ucap Lembut Alfa dengan suara khasnya yang membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan meleleh seketika.
"Hemmm" ucap Airin, ia tidak ingin terlihat salting di depan Alfa.
"Makasih udah izinin aku masuk kedalam kehidupan mu dan anak anak" ucap Alfa tulus.
"Aku juga bersyukur Tuhan ngirimin kamu buat kebahagiaan anak anak" ucap Airin.
"Stopp, salah sayang. Kebahagiaan kamu dan anak anak, akan akan berusaha memberikan kebahagiaan untuk kalian selama hidupku" ucap Alfa membuat Airin menetes kan air mata nya.
"Sayang jangan sedih, aku janji akan menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab" ucap Alfa mengusap air mata Airin.
"Makasih Alfa" ucap Airin.
Malam pun semakin larut, satu persatu tamu undangan sudah mulai berpamitan kepada Alfa dan Airin.
"Airin Alfa kami pamit ya" ucap Feli.
"Alfa inget ya, jaga in sahabat kita! jangan pernah buat sahabat kita menangis" ucap Lala posesif.
"Kalian tenang aja, aku akan selalu ngejagain calon istriku yang cantik ini" ucap Alfa merangkul lembut pundak Airin.
Setelah beberapa saat, Oma dan Opa datang bersama Ketiga anak Airin yang sudah terlihat sangat lelah.
"Nak kami pamit dulu yah, ajak anak anak untuk berkunjung mansion kami" ucap Opa Gio.
"Iya Opa, Airin juga ingin segera berkunjung kerumah Opa sama Oma" ucap Airin tersenyum manis.
"Kami tunggu kedatangan kalian" ucap Oma Laila memeluk tubuh calon menantunya ini.
Malam itu adalah malam yang sangat bahagia untuk Airin dan anak anak, tuhan seolah olah mengirimkan kebahagiaan di keluarga baru Airin.
"Mahh aku mengantuk sekali" ucap Frisil.
"Ayo ikut ayah" ucap Alfa menggendong tubuh Frisil yang sudah sangat mengantuk, di ikuti Airin dan kedua anak nya.
Hyper mengantar Alfa menuju ke salah satu kamar yang di dalam nya memang ada 2 kamar utama yang ukuran nya cukup luas, ia memang sudah mempersiapkan nya semuanya.
"Silahkan masuk tuan, nona" ucap Hyper.
"Tapi Alfa tapi kami tidak bawa baju ganti" ucap Airin.
"Tenang sayang, sudah aku siapkan di lemari" ucap Alfa mengusap pucuk rambut Airin.
"Baiklah, anak anak ayo ganti pakaian dulu" ucap Airin.
"Baiklah mah" ucap ketiga nya bersamaan.
Setelah mengganti pakaian, anak anak langsung tidur di satu kamar yang memang memiliki ranjang yang cukup luas. Airin langsung keluar dari kamar anak anak.
"Masuklah, ganti pakaian mu" ucap Alfa duduk di sofa sambil membuka laptopnya.
Setelah beberapa menit, Airin keluar kamar dengan pakaian baju tidur dan mengikat rambutnya ke atas, hingga memperlihatkan leher mulus Airin.
Hal itu pun membuat Alfa yang melihatnya seketika dibuat terpana. Bahkan sang junior yang ada dibawah sudah semakin meronta ronta, namun sekuat tenaga ia tahan.
"Duduk lah" ucap Alfa mempersilahkan Airin untuk duduk di samping nya.
"Apa kamu butuh sesuatu?" ucap Airin.
"Tidak sayang" ucap Alfa, menepuk pundaknya dan menyuruh Airin untuk lebih dekat dengannya.
Airin membenamkan kepala nya di pundak Alfa, entah kenapa Airin merasakan kenyamanan yang belom pernah ia dapat sebelum nya.
"Minggu depan ada undangan pernikahan rekan bisnis ku, ikutlah denganku" ucap Alfa.
"Tapi anak anak gimana?" ucap Airin.
"Tenang, aku sudah bilang ke mamah untuk menitipkan anak anak disana Minggu depan" ucap Alfa.
"Apa ngga ngrepotin mamah kamu?" ucap Airin.
"Mamah sama papah malah seneng jika cucunya berkunjung kesana" ucap Alfa.
"Okey baiklah" ucap Airin, sambil melihat siaran tv.
Alfa segera melanjutkan pengecekan file yang terkirim di email nya, setelah selesai ia menutup laptop nya dan melihat Airin yang sudah tertidur pulas di sampingnya dengan posisi memeluk tangan kiri Alfa.
Alfa langsung mengangkat tubuh Airin perlahan memasuki kamar dan membaringkan tubuh Airin.
'Cupp' satu kecupan mendarat di kening Airin.
"Sleepwell sayang" ucap lembut Alfa mengusap pucuk rambut Airin.
Alfa segera keluar dari kamar Airin, ia mulai merebahkan tubuhnya di Sofa yang cukup nyaman baginya.
Pagi Hari Airin terbangun, ia tiba tiba saja mengingat Alfa. Ia segera keluar dari kamar, dan langsung melihat Alfa yang tertidur pulas di Sofa. Airin mendekat dan melihat secara dekat wajah Alfa yang saat ini masih tertidur.
"Masih tidur aja udah kelihatan tampan" batin Airin mengusap lembut pipi Alfa.
Namun tiba tiba saja Airin dikagetkan dengan gerakan Alfa yang langsung menarik tangannya hingga tubuh Airin terjatuh di atas tubuh Alfa.
"Kenapa pagi pagi udah menggoda ku seperti ini" ucap Alfa, membuat Airin memandang tajam ke arah Alfa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Jangan Lupa LIKE, COMENT, FOLLOW yaaa
Instagram @linaa.pndk