NovelToon NovelToon
Menikahi Duda

Menikahi Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:8.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ni R

Khalisa, harus rela bekerja pada keluarga kaya. Bukan sebagai pembantu rumah tangga melainkan merawat seorang pria yang bernama Adrian. Adrian adalah seorang pria muda yang di nyatakan stroke.

Meski pun Adrian sangat keras kepala dan memperlakukan Khalisa dengan sangat kasar. Khalisa tetap sabar menjalankan pekerjaan nya demi sang adik yang sedang sakit keras.

Dari rasa benci berubah ke rasa suka lalu berubah lagi pada rasa benci hingga pada akhirnya mereka saling mencintai. Banyak hal yang terjadi dalam hidup Khalisa, namun diri nya dengan sabar melewati kesedihan yang selalu datang dalam hidup nya.

Bagaimana cerita selanjutnya?

Silahkan baca dan Jangan lupa Like, Rate, Vote and Coment 🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35.Kerumah Sakit

Sesampai nya di rumah, Khalisa mengeluarkan kembali lembar foto ia dan ke dua orang tua yang selama ini telah membesarkan nya. Cantik dan lucu itu Khalisa kecil. Mata nya kembali berkaca-kaca, hati nya luruh menahan kerinduan. Tunggu, kerinduan untuk siapa? Ibu yang telah melahirkan nya atau ibu yang telah merawat dan membesarkan nya.

Gerimis mulai turun, karena sekarang musim hujan. Tangis nya kembali pecah. Benar, kenapa selama ini Khalisa tak menyadari jika ia dan adik nya tidak mirip sama sekali.

Pikirannya kembali menerawang saat ia menyamakan gambar di rumah Orland, oh mungkinkah? batin Khalisa "Aku harus mencari tahu! semua nya serasa aneh, foto mamah mas Orland yang mirip dengan ku dan Foto bayi itu sama persis ketika aku masih bayi." ujar Khalisa.

Hujan berhenti tepat di tengah malam, wanita itu masih lelap dalam selimut nya.Entahlah, apa yang sedang ia mimpi kan. Pagi menjelang, tanah basah dan sedikit genangan air. Khalisa bangun pagi sekali, ia memasak lalu membungkus nya kemudian pergi. Kemana Khalisa? tentu saja pergi ke rumah Orland.

Tak perlu banyak basa basi, semua pembantu sudah hafal dengan wajah Khalisa. Ia menuju meja makan, lalu di bantu seorang pembantu ia menata makanan yang ia bawa.

"Khalisa..." tegur Orland yang baru saja turun dari lantai dua.

"Hai mas..." sapa nya "Khalisa bawakan sarapan, masak sendiri lo." ujar nya.

Orland berjalan menghampiri meja makan, "Wah...kelihatan nya enak, aku panggil papah dulu." ujar Orland lalu pergi ke kamar papah nya.

Anwar keluar, sumringah senyum dari bibir tua itu nampak terlihat bahagia. "Kata Orland, kau membawakan sarapan?" ujar Anwar.

"Iya om, ayo kita makan." ajak Khalisa.

Pembantu itu melayani Anwar, cekat tenggorokan Anwar, masakan ini sama persis dengan buatan istri nya beberapa tahun lalu dan ia tak mungkin lupa.

"Lisa, aku bisa membedakan masakan tanpa bawang putih atau tidak atau menggunakan sedikit bawang." ujar Anwar.

"Iya om, maaf jika tidak enak. Khalisa tidak senang menggunakan bawang putih terlalu banyak." balas gadis itu lalu Anwar melepaskan sendok nya.

"Siapa sebenarnya kau? segala yang ada oada mu sama persis dengan istri ku!" tanya Anwar sambil bersedekap.

Orland dan Khalisa juga melepaskan sendok mereka. "Apa maksud om?" tanya balik Khalisa.

"Kau menyembunyikan sesuatu Lisa! kenapa kemarin kau mengeluarkan dompet sambil menatap foto adik ku. Siapa kau sebenarnya?" tanya Orland.

"Aku siapa? aku Khalisa mas!"

"Aku tahu kau Khalisa, tapi masa lalu mu yang ku maksud!" ujar Orland.

"Siapa orang tua mu Lisa?" tanya Anwar.

"Mereka sudah meninggal om." jawab Khalisa.

"Apa mereka orang tua kandung mu?" tanya Anwar.

Khalisa menghela nafas dalam lalu menggelengkan kepala nya. Kesedihan itu kembali menghias wajah nya.

"Kau kenapa Khalisa?" tanya Orland.

"Mereka bukan orang tua kandung ku mas. Saat Adrian menemukan ku pingsan waktu itu, aku sedang mencari panti asuhan tempat aku di adopsi. Tapi panti itu pindah dan aku kembali mencari nya namun tak ada informasi yang aku dapat mereka menutup rapat semua nya dengan alasan tidak tahu." jelas Khalisa dalam isak nya.

"Kenapa kau menutupi masalah mu ini Lisa? kenapa kau tidak bercerita pada ku?"

"Aku tidak ingin merepotkan orang lain!"

"Kau adalah anak ku yang hilang!" ucap Anwar membuat Khalisa mendongakkan wajah nya.

"Apa maksud om?" tanya Khalisa.

"Wajah mu sangat mirip dengan almarhum istri ku, dan cara memasak mu bahkan sama persis. Istri ku tidak terlalu suka bawang putih dan kau pun sama." tukas Anwar.

"Kita akan melakukan tes DNA, semua nya tidak mungkin hanya kebetulan, aku kehilangan adik ku dan kau bukan anak kandung orang tua mu." ujar Orland.

"Ayo sekarang kita kerumah sakit." ajak Anwar bergegas memutar kursi roda nya.

Khalisa masih mencerna ucapan Orland, namun ia hanya bisa mengikuti saja. Ada sedikit harapan yang tergambar dari wajah mereka harap-harap cemas sudah pasti. Perjalanan menuju rumah sakit penuh dengan ketegangan. Orland sesekali melirik wajah Khalisa yang sudah tidak bisa di baca itu.

1
Ani Kurniati
bagus
mrsdohkyungsoo
thankyouu
Susanti Susanti
Luar biasa
Safitri Agus
terimakasih Thor 🙏🥰
Safitri Agus
😭😭😭😭😭😭
Safitri Agus
😭😭😭
Rita Juwita
luar biasa..
💟노르 아스마💟
seru
juwita
mampir
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
🥰🥰🥰🥰
Dyah Oktina
kenapa ngak cari tahu dulu sebelum menikah adrian??? kau emang bodoh krn cinta pertama
Dyah Oktina
jangan2 adeknya orlando yg lama hilang 🤭
Dyah Oktina
apa maksut dari kata mentah d sini???maaf saya ngak ngerti thor..?
Dyah Oktina
lah jelas... emang kamu ngak punya kaca ya luna.. jelas2 d saat Andrian terpuruk kamu pergi dgn laki2 lain.. d saat andrian sudah membaik kamu jilat lagi..
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Bzaa
terimakasih otor, vote sudah terkirim yaa 😘
Allenn
Disa
Allenn
Lisa
Mystera11
,😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!