NovelToon NovelToon
Mantan Suami Istri

Mantan Suami Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: TK

Saat mantan suami istri di pertemukan kembali setelah sekian lama, dengan banyak perubahan dari masing-masing. Apa kedua orang itu masih bermusuhan? Atau malah saling jatuh cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Kamu 5

Sepulang sekolah Lilia berencana ke mall bersama Tasya. Bukan tanpa alasan, tentu saja karena untuk mengobati perasaannya yang sakit karena Finn. Biasanya jika shopping Lilia akan merasa lebih baik, sepertinya semua wanitapun begitu.

"Kau selalu saja mengajakku, akukan tidak punya uang."

"Tidak papa, aku yang bayarkan."

"Tapi-"

"Hei kita itukan sahabat, jangan sungkan begitu."

Tasya menghentikan lamgkahnya mendengar itu, Ia menatap sendu punggung Lilia yang sudah berjalan mendahuluinya. Hatinya seperti langsung di hantam sesuatu yang sakit, Ia merasa bersalah pada Lilia. Selama ini Lilia selalu menjadi sahabat yang baik baginya, dan tega-teganya Ia malah..

"Tasya, ayo kenapa malah melamun?"

"Eh iya, tunggu!"

Pertama Lilia memilih masuk ke sebuah butik ternama kesukaannya yang berada di lantai dua mall. Pakaiannya memang sudah sangat banyak di apartemen, tapi melihat desain baru membuatnya tergiur dan langsung membeli.

Tasya sendiri hanya mengikuti kemanapun sahabatnya itu pergi memilih pakaian. Lilia selalu menawarkannya pakaian yang bagus untuknya, tapi Tasya tolak dan lebih memilih di belikan satu saja. Lilia terlalu sering membelikannya pakaian, mungkin setengah pakaiannyapun pemberian dari gadis itu.

"Hanya jaket saja?" Tanya Lilia.

"Ini saja sudah cukup." Sangat-sangat cukup, harganya itu sampai empat digit.

"Baiklah, mungkin nanti kau mau tas baru?"

"Tidak usah."

"Ck sudah ayo, sekarang kita cari tas baru."

Uang Lilia memang tidak akan habis, setiap bulan Papanya akan mengirimnya uang jajan yang fantastis. Jikapun habis, maka tagihannya akan langsung ke kartu Papanya itu jadi tidak akan masalah.

"Terima kasih untuk hari ini, lagi-lagi aku merepotkanmu."

"Sama-sama dan aku sama sekali tidak merasa di repotkan, kau selalu menemaniku belanja jadi itu balasannya hehe."

Lilia menatap berbinar berbagai pesanan makanannya di meja, kebanyakan adalah makanan manis. Kata orang lain jika sedang sedih maka makanan manis adalah obatnya. Lilia paling suka makanan manis, tentu saja karena mungkin Ia terlalu banyak di sakiti, lucu juga.

"Tasya kau masih belum mau mengatakan siapa pacarmu?"

"Ukhuk!" Tasya tersedak minumannya sendiri.

"Kalian sudah lamakan berhubungan?"

"Eh i-iya, dua bulan."

"Tuhkan, terus kenapa kau masih sembunyi-sembunyi seperti itu padaku? Aku ini sahabatmukan?"

Tasya menggigit bibir bawahnya gugup, obrolan inilah yang selalu ingin Ia hindari. Memang menyembunyikan rahasia dari seorang sahabat itu bisa membuat hubungan agak merengenggang karena pasti di anggap tidak percaya, tapi masalahnya rahasianya ini berharga sekali.

"Maaf ya Lilia, ini belum waktunya."

"Huft terus aku harus menunggu sampai kapan?" Rengeknya sambil mengunyah coklatnya.

"Sabar ya, ku mohon."

"Baiklah, tapi setidaknya beri tahu namanya saja."

"Ekhem namanya.. Fi-Fiki."

"Fiki?"

"Hm."

"Apa dia sesekolah dengan kita?"

"Ya."

"Baiklah aku akan mencarinya sendiri hehe."

Maafkan aku, batin Tasya pilu.

Pukul tujuh malam mereka memutuskan langsung pulang, berjam-jam berada di mall memang tidak terasa karena sanking asiknya. Seperti biasa Tasya selalu di traktir Lilia, semuanya bahkan sampai makan sekalipun. Memang Lilia sangat baik, tapi tetap saja Tasya tidak enak hati karena terus di belanjai.

"Akhirnya Finn angkat telphoneku juga." Desah Lilia sambil tersenyum lebar. Panggilan darinya baru di angkat setelah yang ke sepuluh, padahal panggilannya terhubung, sepertinya sengaja.

'Ada apa?'

"Finn bisa tidak jemput aku di mall?"

'Tidak bisa!'

"Apa Finn sedang sibuk?"

'Hm.'

"Oh begitu ya, tidak bisa sebentar saja please?"

'Tidak, aku akan menjemput orang lain.'

"Eh siapa?"

'Bukan urusanmu!'

Lilia mengerucutkan bibirnya tapi mencoba untuk tetap baik-baik saja. "Ya sudah deh tidak papa, mungkin aku bisa naik taxi."

'Hm sudah dulu, aku harus pergi sekarang.'

"Ya hati-hati di jalan Finn, jangan ngebut."

Lilia mematikan panggilan mereka lalu berbalik menatap Tasya yang dari tadi terdiam. "Finn tidak bisa menjemputku, dia bilang harus pergi menjemput orang lain."

"Be-benarkah?"

"Hm, kira-kira siapa ya? Finn terdengar bersemangat sekali."

"Temannya mungkin."

"Ya mungkin."

Lilia menghela nafasnya berat, lagi pula kenapa Ia meminta Finn untuk menjemput mana mau pria itu. Ia hanya menyusahkan saja, tapi tidak sering juga kok minta tolong pada Finn, malah jarang sekali.

"Sepertinya aku harus pulang sekarang, taxinya sudah datang."

"Iya, hati-hati."

"Dah Tasya, sampai bertemu besok di sekolah."

"Ya dadah!"

Tasya melambaikan tangannya pada Lilia yang sudah masuk ke mobil itu sampai menghilang dari pandangannya. Senyuman di bibirnya terganti menjadi miris, tangannyapun turun. "Maaf." Lirihnya.

Beberapa menit kemudian sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depannya, Tasya langsung masuk ke dalam.

"Maaf lama."

"Tidak kok, terima kasih sudah jemput."

"Bukan masalah."

Finn membalas senyuman Tasya lalu mengalihkan pandangannya pada dua tas paperbag belanjaan di pangkuan wanita itu. "Belanja apa?"

"Akh ini, jaket dan tas."

"Dari Lilia?"

"Hm padahal aku sudah bilang jangan, tapi dia selalu memaksa."

Finn tersenyum sinis lalu mulai mengemudikan kendaraannya. "Biar saja, dia itu memang anak manja. Lagi pula uangnya tidak akan habis, jangan sungkan pada dia."

Siapa yang menyangka kalau Finn dan Tasya berpacaran, dua orang yang bisa di katakan paling dekat dengan Lilia. Hubungan luar biasa yang tidak di sangka-sangka, tersusun rapih di belakang Lilia tanpa di ketahui. Pengkhianatan yang sangat menyakitkan.

"Finn aku ingin bertanya."

"Apa?"

"Kau tidak pernahkah menyukai Lilia? Sedikit saja rasa ketertarikan pada dia?"

Finn hanya melirik sekilas lalu kembali fokus menyetir. "Tidak, aku tidak menyukai dia."

"Tapi kalian sudah dekat dari kecil, selalu bersama-sama."

"Lebih tepatnya dia yang selalu mengintiliku dan membuatku muak. Aku tidak suka tipe wanita seperti itu, merepotkan!"

Tidak bisa berbohong kalau ada rasa kasihan di hati Tasya pada sahabatnya itu, tunggu sahabat ya? Sepertinya tidak pantas untuk penghianat sepertinya. Lilia selalu curhat kepadanya tentang Finn, tapi Ia malah merebutnya.

"Tapi Lilia sangat cantik, lebih dari aku."

"Hm dia memang sangat cantik, padahal dulu tubuhnya gemuk."

"Jadi kau menyukai dia?"

"Haha jangan cemburu, akukan sudah bilang tidak suka."

Finn bisa saja berkata seperti itu, tapi siapa yang tahukan hati seseorang. Entah kenapa Tasya masih tidak percaya dengan perkataan kekasihnya itu, Finn memang terlihat tidak menyukai Lilia tapi hatinya masih tidak bisa tenang. Bahkan anehnya setelah mereka meresmikan hubungan, ke khawatirannya itu semakin bertambah saja.

"Finn kapan aku bisa bertemu adik-adikmu?"

"Belum saatnya."

"Kenapa?"

Finn sekali lagi meneguk minuman kalengnya, mereka sudah sampai di depan rumah Tasya. "Kenapa harus buru-buru?"

"Ini tidak buru-buru Finn, lagi pulakan aku hanya ingin kenalan dengan mereka."

"Nanti saja, lagi pula Angel dan Alisya tidak ada waktu. Dia banyak les dan hari libur akan selalu bersama Lilia."

Tasya tersenyum miris, tentu saja jika menyangkut keluarga Finn Ia sudah tertinggal jauh. Lilia sudah melekat dan bersatu dengan keluarga itu dari kecil, sedangkan Ia di sana nanti hanya akan jadi orang asing saja. Butuh banyak perjuangan dan ini tidak akan mudah.

"Aku pulang."

"Tidak akan masuk dulu?"

"Tidak." Sebelah tangan Finn terangkat menepuk pelan puncak kepala Tasya. "Tenang saja jangan terlalu di pikirkan."

1
Becce Ana'na Puank
Luar biasa
Ray Aza
sifat dasar cowok itu pemburu bukan yg diburu. dr masih cindil sdh diintilin trs yg ada bikin ilfeel. ksh ruang dan waktu utk finn, kl mmg finn pny rasa sm kamu pasti dia akan kehilangan dan berusaha nyari kamu. tp kl finn ga ada rasa juga ya sudah. tutup buku cari yang baru. cinta boleh bodoh jangan, jgn prnh maksa perasaan ujung2nya km yg akan terluka.
hanya org bodoh yg mengagungkan cinta sampai mati, krn bertepuk tangan tdk bisa dilakukan sendirian
USWA ,: sejauh ini hanya ini yg paling jauh bang...
total 1 replies
Ce Habibah
ara kamu jngn egois dong kasihan fin biarlah dia merasa kasih sayang orang lain (papanya)selain mamanya
Alif
jahat betul fin sama tasya ya.. klo memang g mau sama lila minimal fin g macarin teman dekatnya, bgt jg tasya kamu kan sahabatnya knpa kamu terima teman macam apa kamu tasya hnya krna cwok kamu tega sama sahabatmu
Mezuke Holee
Luar biasa
Mezuke Holee
Lumayan
reiga1911
mantap
Ria Dardiri
menarikkk
Alanna Th
aq jg tdk brjdh dg cinta prtmq yg kandas n mmalukn 😵😥💔💔
Alanna Th
pasti bgt, shg lilia pth hati doble", akhirnya mmbw hatiny yg hancur k aussie. stlh lilia pergi, barulh finn mrasa khilangan 🤔😱😰
Alanna Th
skrg tgl 7-7'23 , thor aq baca yg k 3 x nya 👍😘😍😂🤣💗😉
Alanna Th
sdh prnh baca, tp lupa critanya n kpn bacanya. mo baca ulang, thor 🤔👍👍👍😍😂🤣
Aranel T: Hehe mantap Kak
total 1 replies
Yani Cuhayanih
Menarik lanjuut
RithaMartinE
sukaa visualnnya 😍😍
@azza
novel romantis
Nuranita
wah bocil ini....emg minta d ungsikan ke palestina kayake
Nuranita
aqila and michael.....lebih seru kyake
Nuranita
deep conversation..nih bocil akhirx luluh juga......good girl
Nuranita
bocil reseh ini mah....
.
Nuranita
alysiax kurang cantik thor.....maaf y.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!