NovelToon NovelToon
Jangan, Dia Datang!

Jangan, Dia Datang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Misteri
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Naja Belial muncul saat keadilan gagal. Dia tidak datang untuk menyelamatkan, tapi untuk memastikan dosamu dibayar lunas.

Saat hukum bisa dibeli.
Saat kebenaran dimanipulasi.
Saat manusia saling menghancurkan demi kepentingan sendiri…

Entitas urban legend itu akan datang.

Ada yang menganggapnya penyelamat.
Ada pula yang menyebutnya kutukan.

Lalu, apakah keadilan yang dipaksakan benar-benar lebih baik daripada kehancuran yang dibiarkan?

Story by Instagram & Tiktok @penulis_rain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 : Teror Kuli Berlanjut

Semakin hari, teror yang ada di panti asuhan makin menjadi. Banyak kuli sering dihantui bayangan anak-anak kecil yang sedang bermain, tertawa, dan menangis. Mereka juga sesekali melihat sosok Naja dengan wujud menyeramkan dari balik jendela panti asuhan saat malam hari.

Namun, teror tidak hanya sampai di situ. Mereka awalnya hanya mendengar suara langkah kaki pelan di lorong kosong. Terkadang mereka juga mendengar suara alat musik yang berbunyi seolah ada yang memainkan, padahal di sini tidak ada siapapun. Sesekali mereka mendengar suara orang-orang dewasa berbicara seolah sedang berdiskusi. Aneh, padahal di sini tidak ada satupun orang panti yang mereka sisakan.

Bahkan beberapa ada yang melihat penampakan beberapa anak kecil sedang berlari kecil-kecilan di suatu kamar, seolah sedang bermain bersama. Permainan itu diiringi tawa canda layaknya anak pada umumnya. Hanya bedanya, mereka tak kasat mata sehingga membuat suasana kamar itu mencekam.

Karena sudah banyak kejadian teror, mereka pun mencoba menceritakan hal tersebut pada Satya, yang merupakan koordinator lapangan. Satya salah satu orang kepercayaan insinyur, mereka harap memberitahu Satya akan memberi mereka perlindungan.

"Aku tidak percaya omongan kalian soal setan. Aku rasa benar kata satpam, kalian sedang kelelahan jadi halusinasi," tuduh Satya dengan suara sinis. Dia meremehkan pengaduan kuli-kuli itu padanya.

Reno menggelengkan kepala, tatapan matanya berubah tajam dengan raut wajah yang sedikit memucat karena takut. "Saya berkata jujur, Pak kemarin saya dan teman-teman suka diteror setiap kerja malam di panti asuhan..," jelas pria itu dengan suara gemetar.

Artha ikut mengangguk. "Iya, kemarin kami lihat bersama, penampakan hantu di balik jendela," timpalnya menceritakan sosok Naja semalam.

Kemudian, beberapa kuli lagi ada menceritakan kejadian yang serupa. Mereka menjadi tidak berani jika harus bekerja malam malam lagi di dalam panti asuhan. Takut ada teror seperti kemarin.

Meski tidak percaya dengan ucapan beberapa kuli tersebut, Satya pun akhirnya mencoba berdiskusi pada insinyur berdua. Dia menceritakan kejadian teror yang dialami pekerja saat di panti asuhan waktu malam hari.

"Ini aneh, Pak. Harusnya sudah tidak ada orang atau barang yang tersisa sama sekali di panti," tegas Satya saat duduk di ruangan insinyur.

Insinyur itu mengerutkan kening. Dia memicingkan mata menatap Satya seolah tidak percaya. Keningnya mengerut dan dia kemudian tertawa terbahak-bahak.

"Lalu kamu kok percaya gitu aja? Bisa jadi mereka cuma ketakutan karena gelap atau malas," bantah insinyur itu.

Satya menggeleng tegas. "Saya tadi merasa begitu, tapi karena banyak yang melapor saya jadi merasa ini bukan kebetulan. Jadi, saya lapor ke bapak selaku penanggungjawab proyek ini," jelas lelaki tersebut dengan suara lembut.

Insinyur itu menghela napas panjang. Dia menatap ke jendela sekilas, memperhatikan bendera yang sedang berkibar di tengah taman. Pria itu tampak diam sejenak, memikirkan keanehan ini dan solusi. Sementara Satya diam sambil memainkan bolpoin yang ada di genggaman. Lelaki itu masih menunggu langkah selanjutnya dari insinyur.

Beberapa menit kemudian, setelah berpikir panjang, dia kembali menatap Satya. Raut wajahnya datar tapi dia sedikit tersenyum kecil. "Saya sudah putuskan, bagaimana jika nanti malam saya suruh Arman untuk mengawasi mereka bekerja?" saran insinyur.

Satya mengangkat dagu. "Terserah anda, Pak. Saya hanya ingin pekerja kita semua selamat dan tidak ada korban terus," tegasnya.

Insinyur itu melirik ke langit-langit atap ruangannya. Dia kemudian memanggil Arman untuk masuk ke dalam ruangannya. Seperti yang sudah dia diskusikan bersama Satya. Insinyur itu memerintahkan satpam itu untuk berjaga di dalam panti, menemani kuli yang sedang bekerja di dalamnya. Setidaknya dengan hal ini, mereka terlindungi jika ada bahaya.

"Saya ragu sama cerita mereka soal hantu," ucap Arman pada insinyur.

"Sudah, lakukan saja apa yang saya suruh. Pastikan proyek ini aman dan para pekerja selamat," perintah insinyur tanpa mau mendengar penolakan dari Arman. Dia terpaksa melaksanakan perintah dari atasannya itu.

***

Malam pertama menemani kuli bekerja, Arman tidak melihat apa yang diceritakan mereka. Dia hanya melihat mereka bekerja dengan keras. Sementara beberapa kamar sudah dibongkar pelan-pelan, menyisakan beberapa lubang di dalam rumah panti asuhan itu. Di sana ada sarang laba-laba yang mengotori ruangan, tapi Arman tidak menghiraukan.

Arman pun duduk di sebelah seorang pekerja yang sedang mengasah gergaji di pojok ruangan ruangan. Dia menghela napas sejenak sambil mengusap wajahnya yang kasar.

"Saya sudah di sini satu jam tapi tidak ada tuh hantu yang kalian bicarakan tuh," sindir Arman dengan suara sinis pada pekerja itu dan beberapa orang lain yang ada di sana.

Mereka melirik satpam bernama Arman itu dengan khawatir. "Jangan bicara seperti itu, Pak. Bersyukur saja kita di sini aman. Jika hantu itu datang lagi, kita tidak tahu apa masih ada yang selamat atau tidak," tegur pekerja itu sambil mengasah gergajinya. Dia menatap Arkan sekilas lalu lanjut fokus dengan pekerjaannya.

Arman memutar bola matanya malas sambil mengangkat bahu tak acuh. Dia duduk diam di sana sambil merokok. Pandangan mata pria itu sibuk menjarah ke seluruh ruangan yang ada di panti. Semuanya baik-baik saja sampai beberapa saat dia mulai mendengar suara aneh. Suara gaduh dari stau ruangan dan suara bisik-bisik.

Karena penasaran dan tanggung jawab untuk melindungi, Arman pun beranjak pergi menghampiri suara tersebut. Dia tiba-tiba di suatu ruangan, di dalam begitu gelap, hening, tidak ada apapun. Sejenak terdengar suara pintu yang berdecit pelan. Tiba-tiba saja angin berembus kencang membuat jendela ruangan buka tutup dengan gorden berterbangan.

"Siapa di sana?" tanya Arman sedikit berteriak, dia mengangkat bahu memastikan siapa sosok asli bayangan yang ada di balik gorden.

Sosok itu tidak menjawab dan malah bersiul aneh. Perlahan, suara tawa anak kecil pun terdengar. Arman menoleh ke sekeliling, mencari keberadaan anak itu, tapi tidak ada siapapun. Saat ia hendak melangkah maju, suara jeritan membuat dia menoleh ke belakang.

Salah satu kuli berlari mendatangi Arman dengan lari terburu-buru. Keringat dingin bercucuran, pandangan mata sedikit buram, dan napasnya tersengal. Jantung pria itu berdebar-debar seolah baru saja mengalami sesuatu yang mengejutkan.

"Ada apa? Kenapa kau seperti ini?" tegur Arman melihat pria itu yang tampak ketakutan. Dia menyilangkan tangan di depan dada sambil mengerutkan kening.

Kuli itu tidak menjawab begitu saja. Dia mengangkat tangan menunjuk ke kanan yang ada di ruangan. Dengan wajah panik, pria itu hanya bisa berkata serak, "Di ruang dapur, salah satu rekan kerja ada yang mati lagi, Pak!"

Arman sontak membulatkan matanya tak percaya. "Bagaimana bisa?"

1
Heni sarasvati
Ayo Naja kasih pelajaran ke mereka yang jahat itu, kesel banget aku liat kelakuannya
Heni sarasvati
oalaaah ternyata diambil paksa tanahnya, gila jahat banget
Heni sarasvati
dengan keadaan kaya gini susah si emang buat bedain mana yang tulus mana yang enggak😅
Hanif Yassir
ternyata kepala sekolah juga ikutan memanipulasi sistem. lebih parahnya malah foya".. astagaaa. parah banget.
Heni sarasvati
inimah kelewatan banget, mentang mentang punya kekuasaan
Heni sarasvati
ini salah satu perbuatan naja kah?
Heni sarasvati
ada apa lagi ni, baru ngerasa tenang dijit😭
Heni sarasvati
gak akan bisa kabur dari naja kamu tuh ndre
Hanif Yassir
waduh.. kasus apa sbenernya? kira" apakah cwe yg dimaksud adalah Naja? atau org lain?
Hanif Yassir
untung hukuman Raka cuma digigit anjing aja kwkwkw...
Hanif Yassir
Dibikin impoten gak tuh.. udh gabakal bisa ena ena lagi dah lu Niko.
Hanif Yassir
Raka juga pasti bingung mau lapor atau engga. sdgkan posisinya jelas kalah sama Niko.
tp ini kesempatan buat kamu jujur Raka, Satria bakal bantu kamu kok.
Hanif Yassir
kasian Evan klo dia bneran korban. apalagi adiknya sendiri yg bunuh diri.
Hanif Yassir
Naja klo udh narsis gak ketulungan yaa.
kira" bakal cinlok ga ya mereka 🤣🤣🤣
Goresan Aksara
jahat banget, kaya bukan manusia aja. semoga naja membalas dengan cara yg lebih kejam, disiksa dulu sih harusnya biar bisa merasakan penderitaan seolah hidup enggan matipun tak mau🤭🤭🤭
Goresan Aksara
mending cari kerjaan lain aja deh, Satya. daripada lo nyesel dikemudian hari lebih baik nyari kerjaan yang halal dan berkah tanpa menyakiti orang lain
Goresan Aksara
kasian banget mereka jadi terlantar seperti ini dan hidup penuh ketakutan. kenapa ya banyak oknum pemerintah yang serakah padahal mereka sudah kaya, apa belum puas sama yang mereka miliki sampe mengorbankan rakyat kecil🥺🥺
Ali 02
kenapa si dari dinasnya mesti ngusik tanah panti asuhan? nggak ada jalan lain tah
Ali 02
aku pun terharu plus heran sama naja, padahal dia hantu tp karakternya baik lo
Ali 02
pantes banyak yang kena, orang wilayah panti yang diusik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!