Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Kesalahan
"Hanya kamu sahabat ku yang setia pada perkataannya."
"Maksudmu??? Aaron dan Dion???"
"Mereka tidak bisa menjaga saya. Kamu ingat waktu kamu meminta tumpangan buat aku ke Bali. Aku di perlakukan seperti pembantu."
"Perasaan kamu aja Kim???" Chan tertawa. Tetapi hatinya tidak terima jika kedua sahabatnya memperlakukan Kimberly seperti itu.
"Kamu gila Kim. Kamu terlalu nekad. Kamu tidak takut jika Chan mengetahui kebenarannya." Saat ini Beca dan Kim berada di toilet.
"Setidaknya saya berani memperjuangkan perasaanku. Dari pada kamu, hanya bisa memendam."
"Chan bahagia, aku bahagia Kim. Bisa melihatnya saja saya sudah senang."
"Dasar sakit."
"Kamu yang sakit. Sadar Kim. Kamu sudah ngak di anggap. Kamu itu kesalahan baginya."
Kimberly yang mendengar kata - kata Beca, langsung marah hampir saja dia menampar Beca, namun dengan cepat Beca meninggalkan toilet itu. Ternyata di ruangan VIP restoran sudah ada Aaron dan Dion juga Rido.
"Ron, lengkap ya datangnya. Godaan besar ya. Sampe tameng yang jarang kelihatan, datang juga."
Beca sedang menyinggung Rido. Karena memang dia jarang kumpul dengan mereka. Lima tahun dia di Korea menjaga istri bosnya, dan baru balik ke Bali Indonesia.
"Kenapa balik sendiri. Bukannya pergi berdua."
"Dia masih buang air besar, ogah nunggu. Bau."
Kimberly datang tanpa dosa. Menyapa semua yang ada di situ. Aaron sudah tahu, perbuatan Kimberly atas istrinya.
"Kenapa sih makin hari, sepertinya hubungan persahabatan kita semakin tidak baik - baik saja. Kenapa Aaron??"
"Aku rasa sudah bukan jamannya lagi. Kita terutama saya dan kamu Chan, sudah berumah tangga. Kumpul - kumpul begini sudah tidak penting."
"Kalau saya Tara tidak keberatan, apa Angel keberatan??"
"Saya mau menjaga perasaannya. Dia tidak perna ngomong. Tetapi saya tahu dia kecewa dengan sikap saya. Jadi Chan maafkan saya. Jika tidak bisa bergabung seperti dahulu lagi. Mungkin Dion dan Rido bisa."
"Why bro??? Kenapa ada masalah??"
"Mungkin kita waktu berdua baru saya jelaskan."
"Oke kamu utang penjelasan ya bro??"
Aaron dan Chan lanjut membahas bisnis mereka. Chan mau tanam saham di pembangunan pabrik M'Women usahanya Pratama Company. Produk kecantikan yang Angel sedang besarkan usahanya. Perkembangannya sudah dijelaskan oleh Rido, dan Chan sudah paham.
"Kamu kenapa??? Apa Kimberly menganggu kamu??"
"Aku sering khilaf dengan manjanya dengan kenyamanan yang dia beri. Padahal aku sudah punya Angel."
"Dia masih mendekati kamu???"
"Dia rela jadi simpananku. Kamu tahu kan aku?? Gampang jatuh."
"Berarti kesalahan kemarin aku berjuang Kimberly menumpang di pesawat kamu."
"Aku lagi membangun kepercayaan Angel. Aku terlalu menyakiti dia."
"Kenapa sampai Angel bisa tahu hubungan itu."
"Kimberly sendiri yang memberitahu."
"Bajingan juga Kim."
"Aku harus tahu diri, kalau tidak aku bisa kehilangan mereka yang aku cintai. Kebodohanku membuat kedua orangtuaku meninggal."
"Tetapi saya kira, Kim itu licik sih, sampai dia nekad mengirim foto - foto kamu dengannya. Saya kira hubungan masa lalu kalian sudah selesai."
"Aku bodoh Chan."
"Kamu hati - hati dan jaga Angel baik - baik. Pantas Tara tidak begitu menyukainya."
Aaron dan Chan sudah selesai membicarakan bisnisnya, dan dia pamit dari Chan. Aaron, Dion dan Rido langsung pamit. Sementara Chan melihat ke arah dua perempuan itu, yang adalah sahabatnya.
"Kalian berdua tunggu siapa??"
"Saya kira seperti biasa, selesai membicarakan bisnis kita akan ngumpul lagi."
"Aku masih ada urusan. Kalau kalian masih mau duduk silahkan aku bayar. Tetapi aku pamit duluan ya."
Chan dan asistennya sudah pergi meninggalkan cafenya Kimberly. Beca dan Kim merasa ada uang aneh.
"Sepertinya mereka menghindari kita."
"Ini pasti gara - gara malaikat itu."
"Malaikat???"
"Angel artinya malaikat kan."
"Jangan berprasangka buruk Kim. Mungkin mereka memang lagi banyak urusan. Kan mereka pengusaha."
"Tetapi perasaanku memang mereka sedang menghindari kita."
"Kalau iya. Mungkin kita terlalu berlebihan kepada mereka."
"Kenapa kamu berlagak seperti pendeta ya??? Sok merendah, menasehati. Hai.... Bukan Beca namanya."
"Aku harus sadar Kim. Sudah bukan jamannya ikut - ikut mereka. Di kira kita ini pelakor."
"Aku ngak peduli. Biar jadi bini simpanan aku tetap mau bersama Aaron. Aku itu jatuh cinta padanya."
"Sadar Kim, dia itu pria bersuami."
Sebenarnya Beca sudah mulai bosan dengan tingkah Kimberly sahabatnya, apalagi tadi baru saja Chan meninggalkan mereka. Beca berpikir bahwa apa yang selama ini mereka lakukan tidak baik. Akhirnya Beca pulang dari kafe sahabatnya.
Kimberly akibat di cueki oleh Aaron mulai mencari cara untuk memisahkan Aaron dengan Angel. Saat ini mobil rental Kimberly sedang mengikuti mobilnya Angel. Kim tidak tahu, bahwa yang ada di dalam mobil itu ada Aaron.
Aaron yang mulai curiga dengan mobil di belakang menghubungi anak buahnya. Ternyata mereka sudah ada di belakang mobil itu.
"Dalamnya perempuan pak??? Sepertinya perempuan yang berada di foto - foto yang bapak berikan."
"Kimberly??? Mau apa dia??"
"Ikuti dia, mepet mobilnya."
"Siap bos."
"Sayang, ada apa dengan Kimberly, apa dia mobil yang di belakang kita."
"Iya sayang. Kenapa kakak tidak mau kamu mengendarai mobil sendiri. Alasannya ini sayang."
"Apa yang dia mau dari mencelakai saya?? Ooooo agar dia bisa bersama kamu kak."
"Kamu senang tinggal disini??"
"Aku suka kak, di Jakarta itu macet. Lagian usaha kita kan ada disini."
"Di Jakarta aset kita juga ada. Kita tinggal jual rumah di Bali dan Kembali ke sana."
"Adek pikirkan lagi kak. Bagaimana dengan kerjanya adek sebagai dokter???"
"Kakak punya koneksi sayang. Kamu juga bukan dokter abal - abal punya nama di Jakarta pasti juga bisa terkenal."
Waktu mobil Angel masuk tol, mobil itu tetap mengikuti. Dan kesempatan buat orangnya Aaron memberi pelajaran kepadanya. Mobil yang dikendari Kimberly di apit oleh dua mobil anak buahnya Aaron dan akhirnya mobil itu terpojok Kimberly pun keluar. Langsung di beri peringatan oleh anak buah Aaron. Hati Kimberly begitu sakit, karena keinginannya tidak bisa tercapai.
Sedangkan Angel dan Aaron sudah sampai di rumah sakit. Di area parkir rumah sakit sebelum Angel turun, ritual suami istri pamitan yaitu pamitan yang mesra.
"Sayang, aku takut Ethan di sakiti??"
"Ada penjagaan buat Ethan juga. Rido tidak perna meninggalkan Ethan. Kamu tahukan bagaimana sikap Rido kepada kamu dan Ethan."
"Aku pamit sayang." Angel langsung mencium tangan suaminya. Dan dibalas dengan ciuman mesra di kening dan bibir istrinya oleh Aaron.
"Jangan kuatir, anak buahku ada disekelilingmu de."
"Iya."
"I love you."
"Love you more."
Malam harinya Angel kembali membahas rencana Aaron untuk kembali ke Jakarta.
"Kak, aku setuju kita kembali ke Jakarta. Tetapi jangan tinggal di apartemen. Kasihan anak - anak ruang bermainnya kurang luas."
"Kita akan kembali ke rumah kita kecil."
"Bukannya papi dan mami sudah menjual."
"Yang jualkan Dion, jelas atas perintahku. Rumah itu aku yang beli. Dion sudah rehab sedikit dan di cat. Bagaimana???"
"Perusahan kita, rencana pabrik kita??"
"Pratama Companykan berkantor di lantai satu hotel kita. Disana juga akan menempati lantai sepuluh dan sembilan hotel kita. Sedangkan pabriknya akan ada di samping rumah kita." Aaron menunjukan lokasi dan dena pembangunannya. Sebagai seorang arsitek yang jago mendesain bangunan.
"Kamu sudah mempersiapkan jauh - jauh hari sayang."
"Iya, ini rencana awalku kalau kalian kembali ke Jakarta waktu itu."