NovelToon NovelToon
Benang Takdir

Benang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Istana/Kuno / Time Travel
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Borraaa

Takdir membuat wanita bernama Anna terlempar ke zaman sebelum abad pertengahan. Menuntut agar ia bisa mengubah sejarah dan takdir kelam seorang raja tirani.

Namun, alih-alih kekejaman seperti yang di katakan semua orang, yang ia temukan hanyalah sesosok jiwa rapuh yang selalu memperlakukan dirinya dengan penuh kepedulian. Dan perlahan, sebuah rasa mulai tumbuh bersama raga yang ia tempati, tapi, apakah itu pantas? Apakah takdir sudah mengizinkan?

Anna terus menahan perasaanya, sampai ketika ia melihat raja datang dengan darah yang menetes di tangannya, sebuah permintaan akhirnya tidak bisa lagi ia tahan. Jauh di dalam hatinya terucap sebuah permohonan.

"Tolong biarkan aku tetap di sisinya, biarkan aku tetap di tempat ini untuknya, biarkan aku mencintanya sampai
akhir."

Tepat setelah permohonan itu terucap, ia langsung berlari, melangkahkan kakinya menuju orang yang telah menjadi sebagian dari jiwanya.

Namun, mampukah ia bertaruh takdir tidak akan membuatnya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Borraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketakutan sang Raja

...Leopold langsung bergegas meninggalkan benteng perbatasan, jubahnya berkibar tertiup angin malam yang semakin dingin. Ia tidak bisa lagi membuang waktu untuk segera menemui sang istri yang telah datang ke tempat berbahaya ini. Di dalam hatinya, dua perasaan terus berperang, tentang kekhawatiran yang dalam dan amarah yang membara....

...Semua pikiran tentang musuh seolah hilang begitu saja saat kabar tentang kedatangan sang Ratu terdengar di telinganya. Di tengah kegelapan malam yang semakin pekat itu, Leopold terus menunggangi kudanya dengan cepat. Sama sekali tidak membiarkan kegelapan menjadi penghalang langkahnya untuk menemui sang Ratu....

...Kuku kuda berderap keras memecah keheningan, menimbulkan kepulan awan debu beterbangan di belakangnya. Leopold mengangkat kendali dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya masih siaga menggenggam erat gagang pedang, matanya semakin menajam menembus kegelapan yang di selimuti kabut tipis. Ia tidak peduli dengan jalan bergelombang, tidak peduli dengan hembusan dingin angin malam yang menusuk di balik bajunya, karena, satu-satunya hal yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah Anne, sang Ratu yang menjadi pusat dunianya....

...𝘎𝘪𝘭𝘢...... 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘨𝘪𝘭𝘢, batinnya berulang kali, amarahnya menyala semakin hebat seiring derasnya laju kuda yang ia tunggangi. "𝘈𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘬𝘦 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪? 𝘈𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘣𝘦𝘵𝘢𝘱𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘸𝘪𝘭𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨? 𝘈𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘮𝘢𝘯? 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘳𝘦𝘭𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘬𝘴𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪? 𝘉𝘰𝘥𝘰𝘩! 𝘋𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩!"...

...Leopold terus memaki sang istri dalam hatinya, meluapkan kekesalan akan tindakan Anne yang menurutnya sangat ceroboh. Namun, di balik semua makian itu, ada ketakutan yang jauh lebih besar dalam hatinya. Ketakutan mengenai semua kemungkinan buruk yang akan terjadi pada istrinya, tentang apa yang sebenarnya terjadi pada sang istri? bagaimana jika sampai terjadi sesuatu padanya? Dan, bagaimana jika dia sampai terjebak atau terluka di tengah serangan musuh? Bagaimana ia bisa mengatasi serangan mendadak seperti itu? Ah semua itu benar-benar membuat jantung Leopold terasa seperti terhimpit—sakit, dan sangat menyesakkan....

...Setelah perjalanan singkat yang baginya terasa sangat lama, siluet markas militer mulai terlihat di kejauhan, di kelilingi ratusan cahaya obor yang di pasang mengelilingi area itu. Begitu sampai di gerbang utama, ia menarik tali kendali kudanya dengan kuat, membuat hewan itu meringik dan seketika berhenti mendadak....

...Beberapa penjaga langsung membungkuk, memberi hormat akan kedatangannya....

..."Raja"...

...Tanpa menjawab, Leopold langsung melompat turun dari atas punggung kudanya dengan gerakan cepat. Lalu mulai berjalan dengan tergesa-gesa menuju bagian tengah markas militer. Setiap prajurit yang melihatnya juga langsung menyingkir untuk memberi jalan, merasakan aura tegang dan bahaya yang kini tengah menyelimuti Raja mereka. ...

...Begitu sampai di depan tenda khusus yang sudah di siapkan, ia melihat Caroline dan beberapa kepala pasukan yang di bawa wanita itu telah menunggu dengan wajah cemas. ...

..."Bagaimana keadaannya?" Leopold bertanya dingin, seolah sedang mati-matian menahan emosi dalam dirinya. ...

..."Ratu, beliau masih di periksa oleh perawat" jelas Caroline dengan sedikit gugup, tidak mampu menahan ketakutannya pada sang Raja. ...

..."Bodoh!" ...

...Tak ada yang di tuju dengan jelas oleh Leopold, karena ucapan itu memang ia ucapkan untuk semua orang yang ada, tak terkecuali dirinya yang merasa telah gagal melindungi Anne. ...

...Caroline dan semua orang yang ada hanya bisa menunduk semakin dalam saat merasa sang Raja sudah sampai pada amarah terbesarnya. Siapa yang tidak tahu tentang betapa berharganya sosok Anne bagi Leopold? Bahkan seluruh Kekaisaran tahu akan hal itu, tentang Anne yang merupakan batas kesabaran terakhir seorang Leopold yang bisa gila kapan saja. ...

...Sekilas Leopold mendongak ke atas, bukan untuk melihat langit malam, melainkan untuk menahan air mata miliknya yang sudah memaksa untuk terus keluar. Tepat setelah menghembuskan napas panjang untuk menenangkan pikiran, akhirnya Leopold memberanikan diri untuk membuka kain penutup tenda dan mulai melangkah masuk. Di dalam, udara terasa hangat dan lembut, di terangi lampu minyak yang redup agar tidak terlalu menyilaukan mata. Di atas tempat tidur yang dialasi kain wol tebal, terbaring sosok Anne—seseorang yang telah membuat Leopold hampir mati ketakutan. ...

...Wajahnya yang biasanya cerah dan berseri, kini tampak pucat pasi, bibirnya kering, dan keringatnya bercucuran di seluruh kening. Rambutnya yang terurai tergeletak berantakan di atas bantal, menandakan betapa lelahnya ia selama perjalanan ini. ...

...Langkah Leopold melambat seketika. Amarah yang tadinya membara kini mulai mereda dengan sendirinya, tergantikan oleh rasa sesak yang cukup menyakitkan. ...

...Dengan langkah pelan, ia terus mendekat dan tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak menyentuh sang kekasih. Ia langsung mengambil posisi untuk duduk di samping tempat Anne terbaring, dengan cepat ia mengaitkan tangannya pada tangan milik Anne yang terasa begitu dingin. Sama sekali tidak mempedulikan keberadaan perawat yang kini telah merapikan peralatannya. ...

..."Bagaimana keadaannya?" Tanya Leopold dengan suara paraunya, mencoba menahan tangisan yang semakin memberontak untuk keluar. ...

..."Kondisi Ratu stabil, napasnya teratur, dan suhu tubuhnya juga telah menurun, tidak ada luka atau tanda bahaya lain. Beliau hanya kelelahan hebat karena perjalanan ini, jadi tubuhnya masih butuh waktu untuk memulihkan tenaga."...

...Leopold mengangguk samar, dengan tangan yang langsung tergerak untuk menyuruh agar perawat itu keluar. ...

...Di dalam tenda itu, dalam kesunyian malam yang cukup mencekam, Leopold mulai menangis tertahan tanpa suara. Meluapkan seluruh kesedihan dan ketakutannya di hadapan sangat istri yang tak kunjung membuka mata dan melihat ke arahnya. Ia terus menggenggam tangan Anne yang dingin, mengusapkannya perlahan pada pipinya untuk sesekali ia cium. ...

..."Anne..... " panggilnya pelan, suaranya bergetar. "Apa yang kau lakukan pada dirimu sendiri?" Tangisan itu kembali tumpah setelah kalimat terakhir. Menandakan betapa tidak kuatnya dirinya saat harus menghadapi keadaan seperti ini, keadaan dimana ia harus melihat sang istri terbaring lemah, tanpa bisa melakukan apa-apa. ...

...Tatapannya tidak lepas sama sekali dari wajah Anne. Dengan wajah yang sudah basah karena air mata, Leopold mulai mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri dan perlahan menciumnya. Sebuah ciuman yang begitu dalam lebih dari biasanya, sebuah ciuman yang menyimpan rasa ketakutan di dalamnya. ...

..."Kau membuatku marah, Anne— sangat marah." Leopold kembali berkata dengan lembut, namun cukup menekan. " Kau juga membuatku sangat ketakutan, bahkan rasanya sampai seperti akan membunuhku"...

...Ia mulai menundukkan kepalanya, menyandarkan dahinya di atas tangan Anne yang masih setia ia genggam. ...

...Di luar tenda, angin malam terus berhembus membawa suara langkah kaki para prajurit yang berpatroli, terdengar cukup sibuk di tengah keheningan malam. Namun, di dalam tenda tempat Leopold dan Anne berada, kini hanya tersisa sebuah kesunyian yang di penuhi ketakutan dan kasih sayang yang mendalam—bercampur suara isakan tertahan seorang suami yang masih menangisi istrinya. Leopold tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya, seolah siap menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari jika perlu, sampai mata sang Ratu kembali terbuka dan menatap ke arahnya lagi. ...

1
kiu kiu
lanjutkan thor...
kiu kiu
lama updatenya thor..
kiu kiu
waduh....musuh leopoldkah...?atau seseorang dari kerajaan lain yg di adu domba oleh putra mahkota dari kerajaannya...
Schauven
Halo anneliese, salam dari anneliese universe lain🙌🏻
MPUSSPITA
tragis yaa rasanya klo jatuh cinta sama penjahat, apalagi klo penjahat itu udah membantai keluarganya 🥺🥺
kiu kiu
leopold hatus memiliki ketegasan karna dia raja.klu tidak banyak yg ingin mendapatkan tahtanya...lanjut thor...ak demen dg pria yg pemarah.jgn lembek.
Key Kastara
🔥✨ Semangat thor
Key Kastara
🔥✨
kiu kiu
bagus
kiu kiu
waduh...sang ratu yg cantik jelita knpa pula pingsan.apa terlalu lelah...dlm perjlnan panjang..
kiu kiu
waduh cepet banget habisnya...barusan dibaca udah habis aja...
kiu kiu
sudah berapa hari author nggk update...
NonaMudaDesi
Bagus ceritanya, cuman letak paragraf yang ditengah-tengah itu agak kurang bagi aku buat baca sih, tapi ceritanya menarik buat dibaca, semangat kakakkk
borraaa: makasih sarannya kakak cantik🥰
total 1 replies
kiu kiu
hati hati leopold...ratumu bisa direbut roland.karna ambisinya menjadi kaisar.sebaiknya anne berlatih ilmu pedang...agar bisa melindungi diri sendiri...tidak cuma bergantung menjadi ratu yg lemah lembut saja.
Amelia Nurazizah
emm pengen deh di cintai kayak anne
borraaa: makasih kaka cantik🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
kiu kiu
benhard yg paling tau bagaimna perjuangan leopold.anne memang harus tau kehidupan leopold sebelum mendapatkan tahta rajanya.
kiu kiu
wah...leopold mulai modus tuh..mendekati sang ratu.tp baguslah dia menjadi lembut ketika bersama anne.😄😄
kiu kiu
kenapa leopold tidak menyuruh pergi putra mahkota...dan kenpa pula anne terlalu takut dg putra mahkota.padahal itu wilayahnya leo suaminya.knpa tidakan anak raja bodoh itu di biarkan begitu saja...thor ak jd gereget banget .leopold seperti pecundang membiarkan istrinya berdua dg putra mahkota.
kiu kiu
perdana mentri itu adalah musuh nyata di kekaisaran...kaisar menjadi bodoh karna memiliki perdana mentri tua.orang tua selir nya.klu terjadi perang semoga leopold menghabisi perdana mentri tua alias mertuanya itu.dan selirnya raja serta putra mahkota.yg dianggap adiknya itu.cuih...adik apaan maunya merebut tidak mendapatkan dg cara ksatria.author ak harap cerita ini tk berubah membosankan.gegara peran utamanya kalah mulu..kasian leopold dong...
kiu kiu
bau baunya ini si leo bucin akut...semoga annelise membalas cintanya.walaupun bukan annelise yg asli.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!