NovelToon NovelToon
High School Love On

High School Love On

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Romansa Fantasi
Popularitas:825
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Masa-masa sekolah memang paling indah dan mendebarkan. Banyak drama dan kisah cinta yang begitu manis. Ini hanya kisah tentang anak-anak remaja yang duduk di SMA. Tentang, persahabatan, cinta, pendidikan, dan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 25 Terlalu Ketara

Adit duduk bersama Bu Guru di kursi depan ruang UKS. Mereka terlihat cukup dekat saat mengobrol dengan santai.

"Bagaimana kabar Kakak sekarang?" Adit menanyakan kabar terlebih dahulu setelah sekian lama tidak bertemu.

"Yah, aku baik-baik saja sekarang. Seperti yang kamu lihat, sekarang aku sudah menjadi seorang guru, dan sekarang aku sedang menekuni dan kuliah tentang medis, makanya aku sekarang dipercayakan menjaga UKS di sekolah ini sementara, " balasnya.

"Syukurlah kalau memang begitu."

"Bagaimana denganmu? Aku dengar, bukannya kamu sekolah di luar negeri? Kenapa kamu kembali di tahun terakhir? " tanya Bu Guru itu penasaran dengan apa yang terjadi kepada Adit.

Adit sejenak menoleh kepadanya sambil tersenyum kecil. Lalu kemudian ia menatap jauh ke depan melihat cuaca yang begitu cerah sekali.

"Aku kabur. Kakak juga tahu, aku tidak suka berada di negara asing. Aku kesepian, dan tidak punya teman. Karena itu, aku mengumpulkan banyak uang dan kembali ke sini tanpa sepengetahuan Ayah. "

Bu Guru nampak sedih mendengar cerita Adit tersebut. Karena ia tahu betul kehidupan Adit yang dijalaninya dulu sebelum ke luar negeri. Karena ia adalah salah seorang yang tinggal bersamanya dulu sebagai anak dari pembantu di rumahnya. Dan dia adalah satu-satunya teman yang Adit punya kala itu. Dan Adit sudah menganggapnya seperti Kakak sendiri. Namanya Bu Guru adalah Luna Ayustari.

"Lalu, bagaimana dengan Ayahmu? Apa dia marah? " tanya Luna kemudian penasaran.

"Tentu saja, dia sangat marah. Karena itu aku bisa sampai disini. Karena aku terus membuat masalah untuknya, dia mengirim ku ke sekolah ini supaya aku bisa terus dalam pengawasan nya. Namun itu tidak merubah apapun. Ayah tetaplah Ayah yang dulu. Dan aku tetaplah aku yang suka memberontak. Tapi, ada satu yang aku syukuri setelah sekolah disini. Yaitu mereka! " Adit menoleh kebelakang melihat jauh ke dalam jendela ruang UKS, yang ia maksud adalah Aksa dan Devina.

"Kenapa mereka? "

"Entahlah, kurasa takdir mulai berpihak kepadaku? Karena mereka, untuk pertama kalinya lagi aku merasa tidak kesepian. Ada sentuhan tangan yang begitu hangat merayu hatiku yang terasa kosong dan hampa. Mereka seolah memberi jalan untuk menemukan kebahagiaanku, " ungkap Adit dengan mata yang berbinar-binar.

Luna tersenyum senang mendengar cerita Adit yang terasa hangat untuk pertama kalinya. "Itu bagus. Aku harap, hanya akan datang kebaikan dan kebahagiaan untuk kamu. Tapi, apakah kamu sudah bertemu Ibumu sejak kembali kesini? " sambung Luna seakan pertanyaan dalam benaknya tidak pernah kosong.

"Belum. Aku tidak tahu apa aku harus menemuinya atau tidak. Banyak hal yang sangat aku takutkan ketika menemuinya nanti. Bagaimana kalau Ibuku tidak mau mengakui ku? Dan yang lebih menakutkan adalah, bagaimana kalau Ibuku ternyata sama sekali tidak ingin menatapku? Entahlah, sudah terlalu lama juga, kita tidak bertemu. Tapi sekarang tidak papah. Ibuku, melihatnya bahagia sudah cukup untukku," Adit berbicara begitu panjang lebar sampai tidak terasa waktu terus berjalan. Jam pergantian pelajaran hampir tiba.

Sejenak Luna memeluk Adit hanya sekedar untuk menghiburnya. Karena ia tahu sudah begitu banyak luka yang dilewati Adit dari kecil hingga sampai sekarang. Luna bisa memahami kesedihannya. Karena ia tahu betul semua yang terjadi kepada Adit.

"Tidak papah. Kamu sudah hebat. Aku sangat bangga sama kamu. Kamu gak sendirian, ada aku. Jangan lupa bahwa aku selalu berpihak sama kamu. Karena aku ini adalah kakak mu satu-satunya yang paling sayang sama kamu. Iyah kan? " ujar Luna mencoba untuk menghibur Adit.

"Apa?! " Serempak Aksa dan Devina terkejut saat mendengar kalau Bu Guru Luna adalah Kakak dari Adit. Mereka keluar karena sudah waktunya pergantian pelajaran dan hendak kembali ke kelas.

Adit menoleh kepada mereka yang benar-benar terkejut saat mengetahuinya.

"Kalian sudah mau kembali ke kelas? " tanya Luna mengalihkan pembicaraan namun tetap terlihat tenang dan juga santai.

"Bu Guru adalah Kakaknya Aditya? Sungguh? " sahut Devina bertanya lagi karena ingin meyakinkan bahwa yang didengarnya tidak salah.

"Iyah. Kenapa? Kalian terkejut? Biasa aja kali. Tapi ini rahasia. Jangan sampai kalian membicarakan hubungan gue sama Kak Luna di sekolah. Awas aja! " Balas Adit memberi mereka peringatan untuk merahasiakannya.

"Sudah sudah, sana balik ke kelas. Belajar yang giat yah. Jangan bertengkar, berteman saja dengan baik dan akur, " lerai Luna sambil kembali masuk ke dalam ruang UKS.

Lantas, mereka bertiga pergi bersama menuju kelas untuk mengikuti pelajaran kedua. Namun, Devina dan Aksa masih tidak percaya kalau Luna dan Adit memang memiliki hubungan saudara. Masalahnya mereka terlihat sangat tidak mirip dari sisi manapun.

Setibanya di kelas, mereka duduk di bangku masing-masing setelah berganti pakaian ke seragam biasa.

"Gimana keadaan loh sekarang? " tanya Leni nampak sangat khawatir kepada Devina.

Devina langsung menjawab. Tapi wajah Devina yang berseri-seri dan terlihat sumringah sudah menunjukkan kalau ia baik-baik saja. Malahan Leni merasa ada yang aneh dengan sikap senang yang di tunjukkan oleh Devina. Seolah sesuatu yang besar telah terjadi kepadanya. Leni memicingkan matanya menatap curiga kepada Devina yang terus tersenyum sambil melirik ke bangku Aksa.

"Ada apa ini? Hayoh, ngaku! Sesuatu terjadi kan?" tanya Leni lagi menyelidiki dengan penuh rasa curiga namun sangat yakin.

"Nanti deh gue cerita, soalnya ini bukan waktu yang tepat untuk cerita kabar bahagia ini, " balas Devina sambil tersipu malu dan tidak bisa berhenti tersenyum karenanya.

"Apa sih? Bikin penasaran aja! " Leni sangat tidak sabar ingin tahu kabar bahagia apa yang dimaksud oleh Devina.

Di satu sisi Feri juga merasakan aura positif yang terpancar dari teman sebangkunya itu yang tidak lain adalah Aksa. Ia mencium aroma yang tidak biasa dari sikapnya saat ini. Wajahnya terlihat cerah dan bersinar tidak seperti biasanya.

"Ada apa ini? Ketara banget kalau loh lagi bahagia, apa yang terjadi? " tanyanya sambil berbisik mendekat.

Aksa hanya melontarkan senyuman sempurnanya. "Sebentar lagi kelas mau di mulai," balasnya dengan santai mengambil buku catatan di dalam ranselnya.

Feri hanya bisa mengangguk kecil dan kembali duduk dengan tegap karena Guru mata pelajaran Bahasa Inggris sudah tiba untuk memulai kelasnya.

"Ternyata memang ada sesuatu. Sepertinya gue bisa menebaknya, " gumam Feri berbicara sendiri walaupun sebenarnya Aksa mendengar ocehan nya itu dan hanya tersenyum selebar mungkin.

Karena entah kenapa rasanya sangat melegakan setelah Aksa mengutarakan perasaannya itu kepada Devina. Padahal dua hari yang lalu ia masih bimbang dan tidak yakin dengan keputusannya ini. Namun ternyata tidak seburuk apa yang Aksa duga dan pikirkan selama ini.

1
SANG
Semangat terus pantang mundur👍💪👍💪
SANG
Like iklan plus komen👍💪👍💪👍💪
Rustina Mulyawati: Terima kasih Kakak..
total 1 replies
SANG
Aku kasih suka ya👍💪
SANG
Keren banget💪👍💪
SANG
Ceritanya seru
T28J
lanjutkan kak 👍
T28J
anjay nganter doang 3 juta 🤣👍
T28J
hadiir kakak 🙏
Rustina Mulyawati: Terima kasih udah mampir👍 Moga suka sama jalan ceritanya. ☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!