Akira tewas terbunuh karena ledakan bom yang di pasang di mobilnya, oleh musuh. Namun keajaiban terjadi, dia terbangun di tubuh wanita bernama Elvira, seorang istri yang tak di anggap oleh suaminya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 - Mengenang masa lalu
Elvira berjalan pelan, mengendap-endap dibalik tembok setinggi dua meter, wajahnya tertutup kain hitam yang hanya menyisakan matanya saja.
Dalam sekejap, dia sudah berhasil melompatinya. Jlek... Pelan dan teratur, dia mendarat di titik yang tepat tanpa suara.
Dia berjalan terus. Bersembunyi, saat lampu sorot menyinari, melaju lagi saat lampu itu menyinari tempat lain. Tak pernah terpikirkan olehnya, suatu hari dia akan masuk ke kediamannya tak ubahnya seperti maling.
“Caviar, bagaimana keadaan pintu kedua?” tanya Elvira pelan.
“Aman, kau bisa masuk lewat sana,” Calvin mengintruksikan, dia duduk di mobil mengawasi pergerakan Elvira menggunakan drone dan cctv yang telah di retas Elvira sebelumnya.
“Bagus. Tetap awasi, jangan sampai lengah.”
“Tentu.”
Kriet... Suara pelan hampir tak terdengar. Akhirnya Elvira berhasil masuk, suasana di dalam rumah sepi dan gelap, hanya sedikit cahaya lampu yang dibiarkan menyala. Jantung Elvira berdegup kencang, seperti seseorang yang tengah melakukan uji nyali di dalam film horor.
Melangkah tanpa suara. Tujuannya pasti, kamar Akira.
Dia lekas bersembunyi, saat seorang penjaga turun dari lantai bawah sambil membawa lampu senter.
Setelah memastikan tak ada hal mencurigakan, dia pun lantas pergi. Sedang Elvira yang sembunyi di bawah tangga, muncul dan kembali melanjutkan niatnya. Setelah beberapa saat, akhirnya dia sampai di depan kamar Akira. Jantungnya berdegup kencang, dia menoleh kesana kemari memastikan tak ada orang disana. Dia mengeluarkan sebuah alat untuk membuka kunci itu menggunakan kode. Kunci pintu itu ia buat khusus selain menggunakan kartu akses, kunci itu bisa ia buka menggunakan kode dengan alat khusus yang hanya dia yang tahu.
Klik...
Suara kunci pintu terbuka. Dia lantas membukanya, aroma lavender yang pertama kali menyambutnya.
Akira menjejakkan kaki di lantai marmer itu, dimana ia sering menghabiskan waktu sendiri, memikirkan berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya. Senter LED ia nyalakan, tak ada yang berubah, semua barang-barang miliknya masih ada di tempat yang sama.
Vas bunga, lukisan, charger ponsel, laptop dan foto besarnya tergantung rapi di dinding atas tempat tidur, semuanya masih sama, tak ada yang berubah.
Lalu apa yang Lea sembunyikan di tempat ini, hingga orang lain tak boleh mengetahuinya.
Elvira menelusuri tempat ini, mencari benda mencurigakan atau apa pun itu, tapi nihil semua yang ada disini hanya benda-benda pribadinya dulu.
“Sial. Tak ada apa-apa.”
Dia mendorong tepi lemari, hanya di dorong pelan, lemari itu pun bergeser. Sebuah pintu muncul, itu adalah ruang rahasia tempat dia menyimpan berkas-berkas penting. Elvira masuk, saat dia sudah di dalam, pintu pun tertutup dan lemari itu kembali seperti semula.
Plak...
Dia menyalakan lampu sebagai penerangan, sunyi senyap seperti biasa. Ruangan ini pun tampak sedikit berdebu. Di ruangan ini terdapat meja dan kursi serta satu buah lemari yang isinya berkas-berkas penting dan foto-foto masa kecilnya. Elvira bernostalgia sejenak, mengenang masa-masa itu dengan barang-barangnya dulu.
Tapi yang membuatnya heran kemana perginya rekaman cctv saat mobilnya meledak, apa Lea menghapusnya? Dan para penjaga disini pun sudah di ganti, Akira tak mengenali satu pun anak buahnya.
‘Lalu Ayahku?’ Elvira tertegun, ‘tunggu, apa jangan-jangan?’ Elvira bergegas keluar.
Saat kakinya kembali menjejak lantai kamar. Klak... Lea sudah berdiri di hadapannya dengan pistol terarah, diiringi tatapan tajam.
“Siapa kau? Kenapa kau bisa masuk kemari?” suaranya tajam.
Diam tak bergerak, mata Elvira melirik sekitar, ternyata dia hanya sendirian tak ada anak buah yang menemaninya.
“Jawab, atau kau akan kehilangan nyawamu di tempat ini.”
Elvira masih tetap diam. Dalam sekejap dia sudah mengambil pistol dari pinggangnya.
Dor...
Dia menembak betis Lea, sementara dia sendiri melompat dari jendela, lompatan penuh perhitungan, dia pun sudah memasang tali khusus sebelumnya.
“Sial. Ada penyusup ada penyusup!” teriak Lea pada Interkomnya.
Suara sirine tanda bahaya pun berbunyi. Semua penjaga mulai berlarian.
“Itu dia!”
Dor... Ugh ...
Satu tembakan tepat mengenai lengan bagian atas Elvira saat dia melompati tembok, meski begitu dia tetap melompatinya. Luar biasanya Calvin sudah berada disana dengan mobilnya, membuat mereka akhirnya lolos dari kejaran para penjaga.
“Berhenti, sudah cukup jangan dikejar lagi!” perintah Lea.
“Baik Nona.”
Lea termenung, ‘bagaimana pencuri itu bisa tahu tentang ruang rahasia? Dia juga tidak mengambil apa pun dari kamar ini.’ Lea mengerutkan kening, darah merembes dari luka tembak di kakinya.
‘Dan luka ini. Seharusnya dia menembakku di dada atau di tempat lain. Akira, mungkinkah?’
elvira cemburu..
🤣🤣😍😍💪🙏🙏
😍😍💪🙏🙏🙏
apa yg akan terjadii..
😍😍💪💪🙏🙏
ikutan tegang
😍😍💪💪🙏🙏
😍😍😍😍💪💪💪💪🙏🙏🙏
apa selama ini akira jga memanipulasi dana amal?
😍😍😍😍💪💪💪💪
🤣🤣🤣🤣🙏🙏😍😍💪💪
gk nyangka kalo hub akira dan calvin seperti itu awqlnya..
gk krtebak.
🙏🙏🙏😍😍😍😍😍💪💪💪
akankah mereka saling jatuh hati saat caviar tau kalo ebelyn adalah dori nya alias akira.?
🤣🤣😍🙏🙏💪💪
😍🙏🙏💪💪
penuh misteri..
seruu..
😍🙏🙏💪💪💪
🤣🤣💪🙏😍😍
jadi dia masih ngitilin elvira..
jadi tau saat elvira brkanja senjata ...
🤣🤣💪🙏😍
🤣💪🙏😍😍😍😍
rencana raisa kalah telak sama elvira
daripada raisa..
🤭😄😄💪💪🙏🤣🤣😍
tambah seru..
apa yg akan raisa lakukan...
bagaimna zavian menaggapi ..
apa yg akan akira lakukan..
🤣🤣😍😍🙏🤣🤣🤣😍😍😍
biar zelda kapok..
🤣😍😍🙏🙏💪💪