NovelToon NovelToon
Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Isekai / Fantasi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wedanta

Arka adalah pria biasa yang hidupnya selalu penuh kegagalan. Dipecat dari pekerjaan, ditinggalkan pacar, dan hampir kehilangan harapan hidup.
Namun setelah kecelakaan misterius, hidupnya berubah total ketika sebuah Sistem Harem Legendaris muncul di dalam pikirannya.
Sistem itu memberinya misi aneh: bertemu wanita-wanita luar biasa yang akan mengubah takdirnya.
Dari CEO cantik yang dingin, idol terkenal, hacker jenius, hingga pembunuh bayaran misterius—setiap wanita yang mendekatinya membuka kekuatan baru bagi Arka.
Namun semakin banyak wanita yang masuk dalam hidupnya, semakin berbahaya dunia yang harus ia hadapi.
Akankah Arka mampu mengendalikan kekuatan sistem itu… atau justru tenggelam dalam permainan takdir yang lebih besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wedanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak yang Mengintai

Sore itu, Akademi Arclight tidak lagi seramai biasanya. Meskipun para siswa sudah kembali ke rutinitas mereka, suasana tetap dipenuhi kewaspadaan yang halus namun terasa jelas. Penjagaan diperketat, instruktur berjaga di berbagai titik, dan lingkaran sihir pertahanan diaktifkan penuh. Namun bagi Ren, semua itu tidak cukup menghilangkan perasaan aneh yang sejak tadi mengganggunya. Sensasi samar yang ia rasakan dari arah luar akademi tidak hilang, bahkan justru semakin jelas seiring waktu berlalu.

Ia berdiri di balkon asrama, menatap ke arah hutan di kejauhan. Langit mulai berubah warna menjadi jingga, tetapi pemandangan itu tidak mampu menenangkan pikirannya. Energi di dalam tubuhnya bereaksi pelan, seperti mengenali sesuatu yang tidak terlihat oleh mata biasa.

Ia mencoba mengabaikannya, tetapi setiap kali ia menarik napas, perasaan itu kembali muncul, seperti bisikan yang memanggilnya dari jauh.

“Kamu juga merasakannya, kan?” suara Selene tiba-tiba terdengar dari belakang.

Ren tidak terkejut. Ia sudah terbiasa dengan kehadiran Selene yang sering muncul tanpa suara. “Ya,” jawabnya singkat. “Dari arah hutan.”

Selene berdiri di sampingnya, matanya menatap ke arah yang sama. “Bukan sekadar sisa energi,” katanya pelan. “Ini disengaja.”

Ren mengangguk sedikit. “Seperti… seseorang ingin kita sadar.”

Selene tidak langsung menjawab. Ia hanya menyipitkan matanya, seolah mencoba melihat lebih jauh dari yang terlihat. “Atau seseorang ingin kamu datang.”

Kata-kata itu membuat Ren diam beberapa detik. Ia tahu kemungkinan itu ada, tetapi mendengarnya langsung membuat situasi terasa lebih nyata. “Kalau itu jebakan?” tanyanya.

Selene menoleh sedikit. “Kemungkinan besar.”

Ren menghela napas pelan. “Tetap saja… kita tidak bisa diam saja.”

Selene menatapnya beberapa detik, lalu berkata, “Kamu akan pergi.”

Bukan pertanyaan. Pernyataan.

Ren tersenyum tipis. “Kedengaran jelas ya.”

Selene membalas dengan ekspresi datar. “Kamu bukan tipe yang menunggu.”

Beberapa saat kemudian, langkah kaki terdengar mendekat. Mira muncul dengan ekspresi kesal. “Kalian berdua di sini ternyata,” katanya sambil menyilangkan tangan. “Aku sudah mencari kalian.”

Nyra muncul dari sisi lain, seolah sudah ada di sana sejak awal. “Aku tidak mencari. Aku hanya mengikuti,” katanya santai. Lilia datang beberapa detik kemudian, diikuti Aria yang terlihat sedikit kelelahan.

“Jadi?” Mira langsung bertanya. “Kita bicara soal energi aneh itu, kan?”

Ren mengangguk. “Iya.”

Aria terlihat ragu. “Kita tidak akan… keluar, kan?”

Nyra tersenyum lebar. “Kedengarannya seperti ide bagus.”

Lilia menggeleng pelan. “Atau ide buruk.”

Selene menyilangkan tangan. “Keduanya.”

Mira menatap Ren langsung. “Kamu sudah memutuskan, kan?”

Ren tidak menjawab dengan kata-kata. Namun ekspresinya sudah cukup jelas.

Mira menghela napas panjang. “Ya sudah. Aku ikut.”

Aria langsung panik. “Tunggu, kita tidak bisa langsung pergi begitu saja! Gareth bilang kita harus tetap di dalam akademi.”

Nyra tertawa kecil. “Aturan dibuat untuk dilanggar.”

Lilia menatap Ren dengan serius. “Kalau kita pergi, kita harus siap menghadapi apa pun.”

Ren mengangguk. “Aku tahu.”

Selene menambahkan, “Dan kemungkinan besar… kita tidak akan disambut dengan ramah.”

Mira menyeringai. “Lebih seru.”

Aria menutup wajahnya sebentar. “Kenapa aku selalu ikut dalam situasi seperti ini…”

Namun meskipun begitu, ia tidak mundur.

Beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di gerbang belakang akademi. Area ini lebih sepi dibanding pintu utama, hanya dijaga oleh satu lapisan sihir pelindung yang bisa dilewati dengan izin instruktur. Namun karena situasi darurat, pengawasan di sini tidak seketat biasanya.

Ren berdiri di depan, menatap hutan yang kini mulai gelap. “Kita masuk sebentar saja,” katanya. “Kalau situasinya terlalu berbahaya, kita mundur.”

Nyra mengangkat bahu. “Tentu saja.”

Selene hanya berkata, “Jangan terlalu percaya diri.”

Mira menepuk bahu Ren. “Ayo. Jangan lama-lama.”

Mereka melewati batas perlindungan akademi.

Dan begitu mereka melangkah masuk ke dalam hutan—

Ren langsung merasakan perubahan.

Udara di sana lebih dingin. Lebih berat. Energi gelap yang tadi samar kini terasa jauh lebih jelas, seperti kabut tak terlihat yang menyelimuti seluruh area. Pepohonan tinggi menutup sebagian besar cahaya, membuat suasana semakin suram.

Aria langsung merapat sedikit ke Lilia. “Aku tidak suka tempat ini…”

Lilia mengangguk kecil. “Tetap fokus.”

Mereka berjalan perlahan, mengikuti arah sumber energi yang semakin kuat. Tidak ada suara selain langkah kaki mereka dan sesekali ranting yang patah. Bahkan hewan pun tidak terdengar.

“Itu aneh,” gumam Mira. “Harusnya ada suara sesuatu di hutan.”

Selene menjawab pelan, “Kalau tidak ada suara… berarti sesuatu sudah mengusir semuanya.”

Nyra tersenyum tipis. “Atau memakan semuanya.”

Aria langsung pucat.

Ren mengangkat tangannya sedikit, memberi isyarat untuk berhenti.

“Di depan,” katanya pelan.

Mereka semua langsung fokus.

Di antara pepohonan, terlihat sebuah area terbuka kecil. Tanah di sana hitam, seperti terbakar, dan di tengahnya terdapat lingkaran sihir yang masih menyala samar.

Dan di depan lingkaran itu—

ada seseorang berdiri.

Seorang pria.

Berjubah hitam.

Membelakangi mereka.

Ren langsung mengenali aura itu.

“Kael…” gumamnya.

Pria itu perlahan berbalik.

Senyumnya muncul seperti sebelumnya.

“Lebih cepat dari yang kupikirkan,” katanya santai.

Mira langsung maju satu langkah. “Kamu sengaja memancing kami?”

Kael mengangguk kecil. “Tentu saja.”

Nyra tertawa pelan. “Setidaknya dia jujur.”

Selene menyipitkan matanya. “Ini bukan sekadar pertemuan.”

Kael menatap Ren langsung. “Benar. Ini undangan.”

Ren mengerutkan kening. “Untuk apa?”

Kael mengangkat tangannya sedikit. Lingkaran sihir di tanah menyala lebih terang. “Untuk melihat seberapa jauh kamu berkembang… tanpa gangguan akademi.”

Mira langsung bereaksi.

“Kita tidak akan main sesuai aturanmu.”

Kael tersenyum. “Kalian sudah melakukannya.”

Tiba-tiba—

beberapa bayangan muncul di sekitar area itu.

Satu.

Dua.

Lalu belasan.

Anggota Ordo Umbra muncul dari berbagai arah, mengepung mereka.

Aria langsung panik. “Kita dikelilingi…”

Lilia menciptakan lapisan es. “Formasi bertahan.”

Nyra tersenyum lebar. “Akhirnya mulai.”

Selene berdiri di sisi Ren. “Ini jebakan. Tapi kita sudah masuk terlalu dalam.”

Ren menatap Kael tanpa berkedip.

“Jadi ini tujuanmu?”

Kael mengangguk.

“Bukan untuk menang,” katanya pelan.

“Tapi untuk mendorongmu… lebih jauh lagi.”

Ren mengepalkan tangannya.

Energi di dalam dirinya mulai bangkit lagi.

Namun kali ini—

ia tidak ragu.

Ia melangkah maju satu langkah.

Dan berkata dengan suara tenang,

“Kalau itu yang kamu mau…”

aura gelap mulai muncul di sekelilingnya,

“…aku tidak akan menahan diri.”

Kael tersenyum lebih lebar.

“Bagus.”

Lingkaran sihir di tanah meledak dengan cahaya gelap.

Dan dalam sekejap

pertempuran dimulai kembali.

1
ラマSkuy
keknya ini salah draf novel ya kok beda 🤔
3RSEL
💪💪💪💪💪
Wedanta 05
bagus
3RSEL
Sebenarnya saya masih bingung dengan jalan dan alur ceritanya......dari arka menjadi cerita Ren.Yang terkesan dipaksakan.Tidak ada penjelasan perjalanan nya.


Tapi,penyajian pembahasan mu keren Thor.Tidak bertele-tele,semua nya sudah bagus.Tinggal itu yang tadi terkait penjelasan dari cerita Arka menjadi Ren.💪💪💪💪
3RSEL: kemungkinan 😁
total 2 replies
3RSEL
💪💪💪
Bonn Bonnies
langsung skip je, baca sampai L4 je, terus masuk chanel lain, bosan
Apin Zen
Gk pakai paragraf, sulit dibaca percakapannya
Wedanta 05: makasi Saranya yaaa☺️
total 1 replies
3RSEL
apa ini..... bingung
ラマSkuy: sumpah dah dari bab 6 berubah anjirr jadi fantasi
total 1 replies
3RSEL
gasss
3RSEL
masih nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!