NovelToon NovelToon
Pak Guru, Saranghaeyo

Pak Guru, Saranghaeyo

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Saking kayanya, keluarga Suhartanto merasa jenuh dengan kehidupan mereka yang bergelimpangan harta. Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke desa, mencari suasana baru tanpa fasilitas mewah apa pun.

Akankah mereka mampu bertahan hidup di desa yang semuanya serba terbatas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35 PGS

Setelah keempatnya dibawa oleh polisi, Tri mulai menatap semua warga yang masih berkumpul di sana. "Kalian semua ikut menyiksa istri dan anak saya, maka dari itu saya akan buat kalian pergi dari kampung ini," seru Daddy Tri.

"Pak Tri, kami mohon jangan usir kami. Kampung ini adalah tempat tinggal kami satu-satunya, kalau kami diusir maka kami akan tinggal di mana?" sahut Pak RW panik.

Ibu-ibu sudah mulai menangis, bahkan anak-anak kecil pun ikut menangis juga. "Sher, kalau semuanya diusir bagaimana dengan aku dan orang tua aku yang hanya punya rumah di kampung ini? kami harus pergi ke mana?" bisik Nining dengan wajah sedih.

"Iya, Sher. Kita juga hanya punya harta di sini yaitu perkebunan meskipun tidak luas, kalau kita pindah ke kota, kita mau kerja apa?" tumpal Badru.

Sherina dan Syarif saling pandang satu sama lain. Akhirnya Sherina pun membisukan sesuatu kepada Tri membuat Tri mengangguk tanda mengerti. "Kali ini kalian selamat, karena anak saya memaafkan kalian. Kalian masih aman dan saya tidak akan mengusir kalian dari kampung ini," seru Daddy Tri.

"Alhamdulillah."

"Terima kasih Neng Sherina," ucap Bu Ida.

Setelah bicara seperti itu Tri pun mengajak anak-anaknya untuk pulang ke kota. "Pokoknya itu nomor aku simpan, jika kalian butuh apa pun kalian tinggal hubungi aku saja," ucap Sherina.

Nining kembali memeluk Sherina, sebenarnya Sherina sudah betah tinggal di kampung itu tapi karena kelakuan satu keluarga semuanya menjadi hancur. Tri dan anak-anaknya pun pamit dan akhirnya meninggalkan perkampungan itu dengan membawa kenangan buruk yang mungkin akan membekas di hati Sherina.

***

Sherina dan Syarif kembali menjalani kehidupan normal mereka. Sherina kembali menjadi pengusaha muda, dan Syarif memutuskan untuk melanjutkan kuliah S2 ke luar negeri. Pagi ini semua keluarga mengantarkan kepergian Syarif ke Bandara.

"Jaga diri kamu baik-baik, belajar yang rajin dan tekun biar kaya Kakak kamu," seru Daddy Tri.

"Enggak, Syarif bakalan lebih hebat dibandingkan Kakak," sahut Syarif dengan sombongnya.

Sherina menoyor kepala Syarif dengan gemasnya. "Masa? coba aja kalau bisa," ledek Sherina.

"Beneran ya, nanti pas gua balik ke Indo lihat bagaimana gua bisa lebih hebat dibandingkan Lu, Kak," sahut Syarif.

"Ok, Kakak tagih pembuktianmu," ucap Sherina.

"Nanti Mommy dan Daddy akan sering jengukin kamu, jadi kamu jangan khawatir," seru Mommy Wita.

"Jangan sering-sering jugalah Mom, Syarif ini anak laki-laki dan anak laki-laki harus mandiri," sahut Syarif.

Mereka pun terkekeh mendengar ucapan Syarif. Syarif harus segera pergi, setelah berpamitan Syarif pun pergi. Wita terlihat sangat sedih karena dia harus berjauhan lagi dengan anaknya.

"Jangan sedih Mom, biarkan anak nakal itu mandiri Sherina yakin dia bisa," seru Sherina.

"Tapi tetap saja? Mommy khawatir," sahut Mommy Wita.

"Sudah ah, kita pulang!" ajak Daddy Tri.

Kedua orang tua Sherina memutuskan untuk pulang, sedangkan Sherina harus kembali ke kantor karena banyak yang harus dia kerjakan. Berbulan-bulan dia meninggalkan kantor membuat pekerjaannya menumpuk. Tama, Ariel, Rossa, dan Fuja sudah berada di penjara, keluarga Tri menolak untuk berdamai.

Saat ini Ningsih datang ke lapas untuk menjenguk suami dan anak-anaknya. Mata Ningsih terlihat bengkak karena setiap hari dia tidak berhenti menangis. Bahkan perkebunan sudah tidak ada yang ngurus karena secara tiba-tiba semua warga menolak bekerja lagi di perkebunan milik Tama.

"Ma, maafkan Papa karena gara-gara Papa Mama jadi begini," seru Juragan Tama penuh penyesalan.

"Kenapa Papa sampai melakukan hal yang diluar batas?" tanya Mama Ningsih dengan tatapan kosong.

"Iya, Papa minta maaf, Papa khilaf," lirih Juragan Tama.

"Akibat kelakuan Papa, anak-anak juga jadi kena dan sekarang mereka juga harus dipenjara. Mama sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini hanya punya kalian, tapi sekarang kalian di penjara terus Mama sama siapa?" ucap Mama Ningsih dengan deraian air mata.

Tama hanya bisa menunduk lesu, dia sadar akan kesalahannya. Tama sudah pasrah dan dia juga tidak mengharapkan mendapat pengampunan dari Ningsih karena memang kelakuannya sudah melukai hati Ningsih dan tidak pantas untuk dimaafkan. "Sekarang Mama pulang dan jangan khawatir Papa dan anak-anak, untuk saat ini memang ini adalah tempat yang pantas untuk menghukum kami," ucap Juragan Tama.

"Tapi Mama tidak mau pulang ke kampung, Mama takut sendirian di rumah sebesar itu," sahut Mama Ningsih.

"Ya, sudah kalau begitu Mama jual saja rumah yang ada di kampung dan Mama beli rumah di sini supaya Mama bisa bolak-balik menjenguk kami," seru Juragan Tama.

Ningsih terdiam, ucapan suaminya ada benarnya juga. Buat apa dia tinggal di kampung lagi toh keluarganya sudah tidak ada, bahkan sudah tidak ada yang mau bekerja dengannya. Lebih baik sekarang dia lanjutkan hidup di kota dengan sisa harta mereka.

Setelah jam besuk selesai, Ningsih pun memutuskan untuk pulang ke kampung terlebih dahulu. Dia akan menjual rumah dan juga perkebunan miliknya dan suami, lalu dia akan pindah ke kota supaya dia bisa setiap hari menjenguk suami dan anak-anaknya.

***

Berita rumah dan perkebunan Tama akan dijual langsung beredar luas, Nining pun segera menghubungi Sherina untuk memberitahukannya. "Dad, rumah dan perkebunan Tama mau dijual," seru Sherina.

"Hah, kata siapa?" tanya Daddy Tri.

"Nining tadi memberitahu Sherina," sahut Sherina.

"Telepon Herman, suruh dia beli rumah dan perkebunan itu," titah Daddy Tri.

"Ok."

Sherina segera menghubungi Herman dan memerintahkan apa yang Daddynya perintahkan. Herman langsung bergerak cepat dan menyuruh seseorang untuk membelinya karena Tri tidak mau ada yang tahu jika yang membeli rumah dan perkebunan itu adalah Tri. Ningsih sangat bahagia karena tidak membutuhkan waktu lama, rumah dan perkebunannya sudah ada yang membeli.

"Saya akan pakai uang ini untuk menebus suami dan anak-anak," batin Mama Ningsih.

Tri menyuruh orang tua Nining untuk mengelola perkebunan itu dan nanti hasilnya akan dibagi dua. Sekolah juga sekarang diambil alih oleh Tri, dan yang menjadi pengelola Sherina serahkan kepada Nining. Badru dan Mail ikut menjaga perkebunan, dan rumah Tama dijadikan seperti rumah singgah untuk para karyawan perkebunan yang tinggalnya di luar kampung itu.

Ningsih memang berencana ingin menebus suami dan juga anak-anaknya supaya bisa keluar dari dalam penjara. Sementara itu, Rossa dan Fuja terlihat stres karena baru satu hari saja masuk sel, mereka berdua sudah dijadikan bulan-bulanan oleh penghuni Lapas lama. "Aku gak suka di sini Rossa, aku ingin keluar," seru Fuja dengan deraian air mata.

"Sama Kak, aku juga ingin keluar," sahut Rossa putus asa.

Keduanya tidak bisa membayangkan jika harus tinggal di sana selama bertahun-tahun. Lebih baik mereka mati dari pada harus tinggal di sana dengan orang-orang jahat.

1
Sri Yatun
badru mail sama Nining aja bgtu apa LG Ariel liat rumah nya apa g pingsan,liat perusahaan nya sja dh minder apa lagi rumah nya bak istana
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
4 sekawan kumpul ...nanti ada monyet nya si Ariel 🤣
Naysila mom's arga
akhirnya mereka kumpul. lagi 🤣🤣🤣🤣
Sri Yatun
di nantikan selanjutnya sprt apa bungungan keny dan Sherin dan sp jodoh sherin
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
boti kayanya si kenny ya 🤣
ꪶꫝNOVI HI
othor typo 😅😅
ꪶꫝNOVI HI
kenny kayak nama cewek deh 🤣🤣
Naysila mom's arga
ini namanya kenny apa prima kak 🤣🤣🤣
Patrick Khan
heleh nyesel pretttt 😂😂😂😂klo kena gini aja tobat sadar.. kemaren2 sombong nyeeeee😂😂😂
Sri Yatun
menantikan jodoh Sherin siapa...?dan sesukses apa nanti Sharif adenya Sherina,apa Rossa sekarang sudah berubah...?atau mlh membenci....?
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
jangan2 si Kenny gay 🤣.... semulus2 nya laki2 pasti ada kesan macho nya 🤣
Naysila mom's arga
jangan sampai tuh laki yg mau di kenalin boty 🤣🤣🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
baru sadarkah Lo Ariel kalo Lo itu hanya seujung kuku Sherina aja 🤣...makanya jangan sombong blangsak kan Lo

oh Ariel punya sekolah TK juga ya ..kirain SD di kampung itu aja dulu ...rasakan sekarang susah kau jadi tukang ojek
ꪶꫝNOVI HI
jangan di keluarkan mereka semua nya ya thor 😁😁
Naysila mom's arga
semoga Sherina gx mudah luluh dengan prubahan Ariel,
Patrick Khan
.yaaaa tinggal di kota keluarga Tama.. kan JD ketemu trs sm sm serin nti.. bikin sumpek jakarta aja 😂😂
Patrick Khan
lega di bawah polisi smw😂😂😂
Sri Yatun
apa bisa di tebus....? semoga saja tidak buat pelajaran takut nya keluar mlh fuja dan Rosa dendam, pindah ke mana dan d penjara d mana....? apa masih satu kota dengan Sherin...? kalo iya bakal ketemu dong
Naysila mom's arga
semoga gx bisa di tebus deh, keenakan tuh mereka di penjara cuma bentar
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
orang jahat kok takut sama orang jahat aneh ...gede goak doang 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!