Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.
mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~Bab 30~
"aduh,,,si anak gadis yang paling cantik membahana baru sampe setelah 2 jam,,, sindir Riize.
" ck! Renee menatap tajam pemuda itu, jika bukan karena Louis yang menahan nya, ia pasti sudah sampai lebih awal.
ia lalu berjalan menghampiri Gabriel dan Nicholas.
anak itu baru sampai tadi pagi, dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan dari Riize.
"gimana? tanya Renee pada Gabriel.
" katanya ada perkembangan " balas Gabriel mengelus surai rambut Nichol, anak kecil itu saat ini tertidur pulas di atas ranjang.
"Riize" panggil Renee pada Riize, ia lalu berjalan menghampiri pria itu meninggalkan Gabriel dan Nichol.
"apa? balas Riize malas, ia sudah terlalu lelah sejak Nichol baru datang tadi.
" ikut gue" titah Renee menarik Riize mengikuti nya.
"ck!
mereka berdua lalu pergi meninggalkan kamar tempat Nichol dirawat.
" apa?
"buatin gue racun"
"ha?!
" lo udah gila ya??!
"ck!
" bisa diem ga!
"lagian lo mau pakai tu racun buat siapa?
" jangan banyak tanya!
"Ren"
"kalo lo mau pakai Racun itu buat bunuh diri,,,,gue gak bisa.
" gila ya lo!,, gue masih mau idup bangke,, udah buatin aja,,lagian bukan buat gue juga"
"oh,,,,ok"
Riize lalu pergi meninggalkan Renee yang kesal.
"huffttt"
setelah menarik nafas panjang dan mengatur ekspresi, Renee kembali ke tempat Nichol tadi.
disana, ia melihat Gabriel sedang berbicara dengan anak itu, sepertinya Nichol udah bangun.
"Nichol" panggil Renee riang.
"kakak!!
Nichol langsung bersemangat saat melihat kedatangan Renee, anak itu ingin bangkit namun tidak bisa karena efek bius masih tersisa.
dengan tangan yang masih di balut perban, Nichol berusaha meraih tangan Renee.
" grep!
"kakak!
" apa?
"kakak,,kakak gak kangen Nichol,," anak itu tiba-tiba saja cemberut, air matanya perlahan menetes melewati pipi mulus nan chubby nya.
"kakak kangen kok sama nichol" Renee sedikit menundukkan tubuh nya, gadis itu mengelus perlahan surai rambut Nichol sambil mengecup pipi anak itu.
"cup"
"cup"
"cup"
"hahaha geli,"
selang oksigen memang sedikit mengganggu keduanya, namun hal itu sangat dibutuhkan oleh nichol.
"hahaha"
Gabriel senang melihat kedekatan Renee dan anak nya, ia bahkan tidak bisa mendeskripsikan seberapa bahagia nya ia saat ini melihat mereka berdua yang saling bercanda.
"kakak kok luka? tanya nichol sambil menyentuh pipi Renee yang di obati oleh Louis tadi.
Gabriel juga notice luka Renee,namun pria itu tetap diam saja.
" hmmm?
"ini?
" kakak habis jatuh, ucap Renee menarik tangan nichol dari pipinya.
"kakak bohong! anak itu kembali meneteskan air mata.
" kakak gak bohong " Renee berusaha menenangkan anak itu sambil terus mencoba mengusap air matanya.
"kakak pasti habis berantem kan?
" gak kok sayang,,,
"sayang?
Nichol langsung tersipu malu, anak itu mengecup pipi Renee lalu langsung berbalik badan menghindari nya.
" hahaha Renee terkikik gemas, ia lalu menarik salah satu kursi dan duduk di samping ranjang Nichol.
gadis itu menepuk nepuk punggung nichol agar anak itu tertidur, ia juga sambil menyanyikan lagu tidur yang membuat nichol tak bisa menolak.
"Ren" panggil Gabriel setelah Nichol tertidur pulas.
"apa? Rener tak menatap Gabriel, pandangan nya terus tertuju pada Nichol.
" kamu habis dari mana?
"dari sekolah"
"Ren"
"apa?
" jujur sama aku"
"kamu habis darimana?
Renee yang sudah terlanjur kesal langsung berbalik, namun jari Gabriel sudah lebih dulu menusuk lehernya.
" tuk!
"bekas nya masih ada" ucap Gabriel menatap tajam Renee.