Uranus dan sang Hakim saja tidak serta Merta di katakan takdir abadi. Tapi mereka tetap berharap di kala melihat bintang jatuh. Demikian pula aku berjuang tanpa lelah mencintaimu.
-Bisik Naga Api mitologi -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumi menutup mata selamanya
Terlelap mendapatkan gambaran siapa sosok Mesi, kaitan dirinya yang erat sejalan dengan kekuatan spiritual di wilayah hutan Barat juga semua hal yang mengganggu kerusakan dunia. Rumi benar-benar tidak kuat lagi menahan rasa sakit, dia tidak mendengar suara panggilan Shakar. Kekuatan Shakar yang di transfer guna memperkuat dirinya tidak bisa di tamping tubuhnya. Di alam lain, bertemu Messi yang membantu menyeimbangkan tenaga spiritual.
“Rumi, aku akan menahan sementara rasa sakit. Tujuan mu tidak bisa di cegah mengabaikan semua penderitaan yang berlarut. Apakah kau siap menanggungnya?”
“Terimakasih atas kemurahan hati mu Messi. Setidaknya di penghujung hari aku berguna bagi banyak orang.”
Bersiap menjalankan misi sesuai rencana, Rumi di bawa Jack dan Kala menuju medan perang. Drum tanda perang berbunyi keras. Dua kubu berbaris memegang alat tempur Bersiap menyerbu. Salah satu sosok klan kala jengking mendekati sang naga. Dia berbisik memberitahu letak lemah pasukan negeri dedaunan. Naga mengarah ke tatapan para musuh, dia memahami semua kesimpulan semasa di kurung di negeri dedaunan. Tindakan putri iblis yang keji dengan berbagai ancaman menggunakan kekuasaannya memerintahkan para makhluk negeri tersebut.
“Kalian semua dengarkan aku, jika kalian memilih perdamaian maka aku tidak akan memerintahkan gencatan senjata” ucap Beijing berdiri di barisan paling depan.
“Kami tidak bisa mundur! Semuanya Bersiap!” ucap Gen memimpin pasukan.
Sinyal memberi aba-aba menyerbu, seluruh pasukan negeri dedaunan mengikuti perintah berlari mendekati musuhnya. DI pertengahan, mereka di hentikan Rumi, Kala dan Jack. Raut wajah khawatir sang naga secepatnya terbang mendekatinya.
“Rumi, sedang apa kau disini? Istirahat di ruang hangat saja. Aku akan Kembali.”
“Tuan Beijing, pertempuran ini di kaitan sang penjaga Rumi. Kau tidak boleh menghentikannya” kata Jack menghalangi.
“Hei kau Rumi, teganya kau milih kubu musuh negeri dedaunan. Kau adalah penjaga pengkhianat!” teriak para tetua.
“Seluruh pasukan dan panglima negeri dedaunan. Hentikan peperangan ini, musuh kita semua yang sebenarnya adalah para penghuni negeri perbatasan dan sang putri. Kalau kalian di peralat mereka, tuan naga api dan seluruh makhluk negeri padang pasir akan membantu. Mana yang kalian pilih? Terjebak menunggu kematian atau keluar menuju harapan?”
“Aku mempercayai Rumi, aku mengenalnya sejak dahulu. Ucapannya sesuai tindakannya. Dia tidak pernah meninggalkanku” gumam Gen menurunkan senjatanya.
“Semuanya, aku memilih Harapan. Aku percaya akan semua perkataan penjaga Rumi! aku memilih harapan dari pada kematian!” teriak Gen.
“Panglima besar Gen. Kau__” para tetua Melotot melihatnya.
Gen memerintahkan semua pasukan menurunkan senjata, mereka bersorak pilihan Harapan yang membawa mereka pada perdamaian. Peperangan di batalkan, semuanya tersenyum begitu pula sang naga.
Suara gemuruh guntur memecah langit. Sosok utusan panglima sang putri melemparkan senjata mematikan membunuh seluruh makhluk negeri dedaunan yang berada disana.
“Ini yang kalian bilang pilihan harapan kan? Bodoh! Mati lah kalian semuanya! Ahahah! Rumi, bagaimana cara mu menolong mereka? Kau bahkan tidak sanggup mengurus jutaan makhluk negeri dedaunan yang berubah menjadi mayat!” ucap sang panglima.
Rumi mengepalkan tangan, dia melompat berdiri lalu terbang di atas para makhluk dedaunan yang di ambang kematian. Dia menoleh ke sang naga, menatap kekasih yang sangat di cintainya untuk yang terakhir kali.
“Tidak! Rumi! jangan tinggalkan aku!” ucap Beijing.
Rumi menggunakan kekuatan inti spiritualnya, dia melepaskan semunya mengobati seluruh makhluk negeri dedaunan. Sinar yang sangat kuat, tubuh Rumi mulai membeku. Dia terjatuh di tamping sang naga api.
“Naga api, jangan cemberut. Nanti tampan mu hilang” ucap Rumi kesakitan.
“Rumi! Rumi!” teriak Shakar berlari menghampiri.
“Aku akan membawa mu ke ruangan hangat. Bertahan Rumi.”
Sang naga membawanya pergi menggunakan kekuatannya yang tersisa berupaya mengobati. Rumi meminta sang naga berhenti di pertengahan atas bebatuan besar tepi lautan. Dia menangis menatap sang naga api yang menangis melihatnya. Rumi menyentuh pipinya, mengucapkan kata cinta.
“Tolong berhenti, ijinkan aku memandangi langit untuk terakhir kali.”
“Tidak Rumi. Jangan berkata apapun__”
Sang naga mengeluarkan seluruh kekuatannya. Rumi menahan, memintanya jangan melakukan apapun dan ijinkan dia pergi dengan tenang.
“Naga api, aku akan tetap menatap mu dari atas langit.” Air mata Rumi tidak henti menetes, keinginannya yang tidak sempat mengucapkan kata cinta pada sang naga. Tidak memberitahu jika dia tidak mengkhianatinya. Peristiwa menyerang sampai melukai lengan Beijing tidak akan bisa di jelaskan Rumi sebagai sebuah pengorbanan.
Rumi menutup mata, dia mengeluarkan muntahan darah mengenai jubah perang sang naga api. Tidak terkira patah hati terbesar sang naga bukan lah mengalami pengkhianatan yang sengaja membuatnya pergi dan Rumi menyelamatkannya dari kurungan negeri perbatasan langit. Patah hati yang rasa sakit merasakan cemburu buta atau Ketika Rumi berkali-kali ingin pergi menjauh dari sang naga . Patah hati terbesar yang paling berat adalah di tinggal Rumi, sosok wanita yang paling dia cintai di dunia ini.
“Rumi, maafkan aku yang sengaja mengurung mu di antara perbatasan gurun dan lautan. Aku hanya tidak mau kau di ganggu makhluk perbatasan langit. Aku tidak sanggup kehilangan mu lagi Rumi! hikkss—hikss.”
Pria sejati yang menangis tersedu-sedu itu adalah sang penguasa raja naga api mitologi kuno. Makhluk abadi dan raja yang menjabat bertahta menguasai negeri gurun pasir.
“Rumi! kau tidak boleh pergi meninggalkan ku! Karak akan marah besar pada ku karena tidak bisa selalu ada di samping mu. Hikss”
“Tidak Shakar, aku tau dia pasti membohongi ku lagi agar aku menjauhinya selamanya. Dia sengaja memalsukan kematiannya kan? Bangun Rumi!” ucap Beijing menangis memeluk tubuh dingin Rumi yang mulai kaku.
“Dasar kau otak kerdil! Kau egois, dia pun egois. Kau keras kepala, Rumi lebih keras kepala dan kau tidak bisa memahaminya. Ini lah jadinya akibat sifat kalian berdua! Disini, Rumi ku lah yang menderita! Karak sahabat ku rela menyelamatkannya di negeri dedaunan. Lihat sekarang kau tidak bosa menjaganya!” ucap Shakar menarik tubuh Rumi.
“Lepaskan kekasih ku Shakar! Aku akan membawanya ke dalam ruangan Hangat dan membuat dia tidak kedinginan!”
Sang naga yang patah hati bergetar mengangkat mayat kekasihnya. Calon istri yang di nobatkan menjadi pengantin naga api. Dia menggunakan kekuatan api biru membungkus tubuh Rumi agar utuh.
“Rumi, maafkan aku. Aku hanya berusaha melindungi dan menjaga mu. Aku tau kau tidak berniat melakukan penipuan atau menyerangku di tebing menggunakan kata-kata kasar. Di waktu itu, kau hanya berniat melindungi ku. Kau terlalu menderita menerima semua kekejaman ini. Rumi, tidak kah kau ingin Kembali bangun dan memeluk ku? Hikss__"
Hujan sederas-derasnya di wilayah negeri gurun pasir. Sang naga berdiri di samping jenazah kekasihnya selama berhari-hari.
Hubungan antara Rumi dan Beijing yang kompleks, dari ketidakpastian hingga kedekatan emosional, membuat pembaca terikat dengan karakter-karakter ini. Bagaimana mereka saling memengaruhi dan berkembang bersama sangat menyentuh
Rencana Banyu dan Seza untuk mengelabui putri iblis menambahkan elemen ketegangan dan strategi yang membuat pembaca penasaran. Bagaimana mereka akan menghadapi tantangan ini? Sangat menarik untuk dinantikan.
Naga api sangat lembut dan baik memperlakukannya. Dia memberikan semangkuk madu segar dan memijat telapak kaki Rumi. Terdiam tanpa kata, perasaan yang tidak akan pernah menghilang. Naga api merasakan dirinya mendapatkan hadiah dan anugerah terbesar. Kembalinya sang kekasih yang sangat dia cintai.
Banyu sangat Bahagia berhasil melakukan uji coba dari panduan buku kuno para makhluk spiritual. Di menggendong singa sambil mengusap tubuhnya. Di dedaunan hijau tempat tinggal Rumi dahulu, banyu mengubahnya menjadi bentuk dedaunan raksasa dan di kelilingi berbagai macam bunga yang indah. Dia menyegel tempat itu, sehingga dari pandangan luar hanya tampak berbentuk batu usang.
Meskipun ada banyak adegan aksi yang seru, saya juga berharap ada lebih banyak momen kecil antara karakter untuk mengembangkan kepribadian mereka secara lebih mendalam. Itu akan membuat saya lebih terhubung dengan mereka.
. nggak cocok dia hidup di negeri perbatasan langit dan menjabat kedudukan tinggi.
perjalanan karakter utama, terutama Uranus dan sang Hakim. Bagaimana mereka akan mengatasi semua rintangan dan konflik yang dihadapi? Saya harap ada pembahasan lebih lanjut tentang perasaan dan hubungan mereka.