NovelToon NovelToon
True Or False Love

True Or False Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Murid Genius / Trauma masa lalu / Romansa
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: gemeneux

Berawal dari seorang cewek manis nan lugu yang dikhianati oleh pacarnya, berubah menjadi cewek berandalan yang suka mempermainkan perasaan orang-orang yang menyukainya. apakah perempuan itu akan menemukan pawang yang bisa menghentikan kebiasaan buruknya itu? bisakah juga dia kembali percaya akan adanya cinta yang benar-benar tulus? bisakah juga dia sembuh dari trauma akibat kehilangan ayahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gemeneux, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Setelah puas menikmati pemandangan yang indah, akhirnya Joel dan Haruna turun lagi untuk balik ke tenda. karna mereka adalah orang terakhir yang turun karna yang lainnya sudah pada kembali ke tenda, akhirnya Haruna mau digendong oleh Joel. apalagi dia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk berjalan, jadi memanfaatkanlah tenaga yang dimiliki pacarnya itu.

"Enak juga ternyata digendong gini" seru Haruna senang.

"Kan tadi aku udah nawarin pas baru mau naik, kamunya yang gak mau" sahut Joel.

"Soalnya banyak orang, malu" sahut Haruna ketus.

"Malu karna digendong aku?"

"Enggak, malu karna aku dah gede tapi masih digendong"

"Gak apa apa, kamu kan masih bayi" ledek Joel.

"Kata siapa aku bayi? aku dah gede Joe, jangan bilang aku bayi" rengek Haruna sambil menendang nendang kakinya di udara.

"Bukannya bagus kalo dibilang bayi? soalnya kan semua bayi lucu, kamu juga termasuk salah satunya" lanjut Joel lagi.

"Apa sih tiba tiba ngomong gitu" Haruna si Queen of Blush! mukanya udah merah banget.

"Aku jadi pengen liat wajah kamu yang lagi malu sekarang" ujar Joel sambil terkekeh.

"Siapa yang malu, ngayal aja kamu" ketus Haruna

"Hahahahaha"

"Jangan ketawa" ujar Haruna sambil mencubit pundak lebar pacarnya itu.

"Iya hahahaha, jangan dicubit ntar kamu jatuh"

Kesel karna Joel gak berhenti tertawa, Haruna terus mencubit pinggang Joel. sepanjang jalan turun, mereka terus bercanda. mereka gak sadar kalau sebenarnya dibelakang mereka, masih ada Dania dan Yuki.

Bahkan setelah sampai didepan area camping, Joel gak menurunkan Haruna meski pacarnya itu sudah merengek minta diturunkan. alhasil orang orang pada heboh melihat kedatangan mereka, Haruna tentu saja jadi sangat malu.

banyak yang penasaran kenapa mereka begitu, tapi banyak juga yang berteriak tentang kecocokan mereka yang 100% cocok banget.

Tentu saja mendengar teriakan teriakan itu Haruna menjadi sangat malu, sedang Joel biasa biasa aja. diantara banyaknya yang bersorak, justru ada satu cowok yang menatap mereka sinis. yap itu adalah salah satu korban kebrengsekan Haruna dulu, dia gak terima kalau Haruna Bahagia dengan kehidupannya sekarang. nama mantan pacarnya itu adalah Hani, dia selalu melemparkan tatapan yang penuh kebencian tanpa Haruna sadari.

Joel terus menggendong Haruna tanpa mempedulikan sorakan orang orang, sesampainya didepan tenda mereka barulah Joel menurunkan Haruna.

"Kenapa kalian lama banget turunnya?" tanya Rena.

"Menikmati pemandangan dulu lah Ren. btw, tadi kok aku gak ketemu sama kamu di puncak? kamu kemana?"

"Ekh itu, kamunya aja yang gak liat aku. aku liat kok pas kamu datang Na" Rena ngomong terbata bata.

"Kenapa kamu gelagapan begitu? ada yang kamu sembunyiin ya dariku?" tanya Haruna penuh selidik.

"Gak ada Na, sumpah"

"Kamu tau kan aku benci seorang pembohong Ren! aku selalu memberikan kesempatan pada setiap kesalahan tapi tidak untuk kebohongan" ucap Haruna tegas.

Mendengar apa yang dikatakan Haruna, seketika Rena menelan ludahnya sendiri. dia baru sadar, Haruna sangat anti dengan orang yang berbohong. sejak dikhianati oleh Jener, siapa pun yang berbohong padanya akan dibenci oleh Haruna.

"Kamu tau kan dulu aku punya teman sebelum kalian, tapi karna dia berbohong aku berhenti berteman dengannya padahal aku sudah cukup lama berteman dengannya" sambung Haruna lagi.

"Tadi aku ngajak ngobrol Rena dulu, makanya mungkin kamu gak ketemu dengannya" malah Johan yang menjawab, karna Rena sudah terdiam.

"Emang aku nanya ama kamu? kenapa malah kamu yang jawab? cocok deh kalian, sama sama jago Menyusun kalimat" sindir Haruna.

"Na aku gak bermaksud berbohong, aku cuma"

"Mending diam aja deh Ren, aku malas ngomong ama kamu" seru Haruna dingin.

~ ~ ~

Yang sebenarnya terjadi adalah, Johan sengaja mengajak Rena untuk ke puncak duluan dan menanam bibit pohon. setelah selesai itu tanpa menunggu aba aba dari ketua regu, mereka langsung turun dan mencari tempat untuk bicara.

Sekarang status Rena dan Johan sudah menjadi sepasang kekasih, karna tadi Johan sudah ngungkapin perasaannya dan diterima oleh Rena. sedang Rena masih ragu untuk bilang sama kedua sahabatnya, makanya dia berbohong tadi pada Haruna.

padahal kalau dia ngomong yang sebenarnya, mereka gak akan ambil pusing karna mereka sudah tau kalau Rena emang suka ama Johan.

Haruna bukannya orang egois, mungkin terlihat sepele hal yang membuat dia marah. tapi poin pentingnya disini adalah kejujuran, Haruna memiliki trauma dengan kejujuran. makanya dia sangat benci pada siapapun yang suka berkata tidak jujur, termasuk Rena. padahal kalau dilihat kebohongan yang Rena katakan itu biasa aja dan gak masuk akal untuk Haruna marah, tapi namanya kebohongan tetaplah kebohongan.

Tapi yah begitulah, kalau kamu berkata gak jujur sedikit aja sama orang yang pernah dikhianati. itu akan menjadi kesalahan besar, sepele apapun kebohongannya.

Dan sepanjang hari itu, Haruna terus mengabaikan Rena yang mencoba berbicara dengannya.

"Una, keknya Rena bukan sengaja ingin berbohong sama kamu. kalau dilihat lihat dia dan Johan baru aja pacaran, dan dia ingin bilang sama kamu tapi bingung mau mulai darimana ngomongnya. makanya tadi pas tiba tiba kamu nanya ke dia, dia langsung reflek ngarang cerita"

Joel mencoba memberi pengertian pada Haruna, karna dia sudah merasa kasian sama Rena yang sedari tadi terus berusaha untuk bisa ngomong sama Haruna tapi selalu diabaikan.

"Iya keknya aku yang berpikiran pendek, begitu kan maksud kamu?" sahut Haruna dingin.

"Gak gitu sayang"

"Ya memang begitulah kan kenyataannya. aku memang berpikiran pendek, mungkin kalian mengeluh dalam hati karna takut ngomong terus terang akan menyakitiku. tapi saat kalian mengalami gimana rasanya dikhianati, kalian pasti akan mengerti kenapa aku sampai begini" ucap Haruna kesal.

"Sayang aku gak bermaksud membuat kamu merasa begitu"

"Aku mau istirahat, capek dari gunung tadi" ucap Haruna mengakhiri percakapan mereka, takut jika berlanjut akan jadi masalah besar.

Haruna langsung menutupi tubuhnya dengan selimut. perdebatan mereka itu disaksikan oleh Jimmy dan Hania, tapi mereka memilih diam dan gak ikut campur dengan perselisihan mereka. mungkin karna terlalu capek dan terlalu kesal, Haruna tertidur sampai malam. dia bahkan gak bisa ikut kegiatan api unggun, karna masih tertidur pulas.

* * *

"Na kamu dah bangun?" tanya Hania.

"Mm jam berapa ini?"

"Udah jam 7 lewat, udah malam ini"

"Hah? acara api unggunnya dah mulai berarti, aku ketiduran padahal pengen ikut juga acara itu karna belum pernah ikut sama sekali. kenapa Joel gak bangunin aku coba" Haruna merutuki dirinya yang tidur sangat pulas.

"Mungkin dia gak tega kali bangunin kamu yang masih tertidur lelap"

"Tapi tadi aku udah ngomong ke dia, kalau aku pengen banget menikmati acara api unggun. dalah tidur aja lagi, kamu perlu apa Nia? sebelum aku tidur lagi, biar aku ambilin"

"Aku keknya haus, bisa kamu ambilin aku air minum lagi"

"Oh oke"

Haruna segera keluar dan pergi mengambil air minum untuk Hania, setelah itu dia berhenti sedikit menikmati kegiatan api unggun. dimana mereka sedang bermain game, nah game itu berpasangan dan harus saling menopang. Joel berpasangan dengan Dania, dan ditengah game itu Joel harus menggendongnya. melihat itu seketika Haruna merasa dadanya sangat sakit, dia segera masuk ke tenda karna gak mau berlama lama menyaksikannya.

"Nia ini minuman kamu, ada lagi gak yang kamu butuhkan?" ujar Haruna menjaga ekspresinya sebaik mungkin.

"Gak ada! Una kamu baik baik aja?" Hania peka, ada perubahan yang terjadi pada Haruna begitu balik dari mengambil air minum untuknya.

"Kenapa tiba tiba nanya gitu?"

"Ekspresi kamu sedikit berbeda, saat tadi keluar ekspresi kamu gak gini" ujar Hania yang yakin, kalau memang ada yang salah.

"Aku baik baik aja, kenapa emang?"

"Kamu yakin?"

"Mmmm" Haruna memaksa tersenyum.

"Tapi"

"Nia kamu udah bisa jalan gak? besok pagi mau gak temani aku naik ke puncak lagi? pemandangannya sangat bagus, aku ingin melihatnya lagi sebelum pulang" ujar Haruna mengalihkan pembicaraan mereka itu.

"Udah boleh kok, kan aku gak cacat Na" Hania mempoutkan mulutnya, kesal dikira dia penyakitan. lukanya sudah mulai kering, jadi Hania sudah bisa bergerak kesana kemari.

"Kali aja gak bisa jalan, tapi jangan bilang ke Joel, Jimmy atau bahkan Rena ya rencana ini. aku cuma ingin kita berdua yang pergi"

"Mmm okay" meski agak bingung kenapa, tapi Hania tetap mengiyakan.

Setelah itu Haruna Kembali menutupi tubuhnya dengan kain. selang beberapa menit, Hania bisa mendengar kalau Haruna sedang menangis. benar saja dugaannya, ada yang aneh dengan Haruna saat dia balik dari mengambil air minum untuknya. tapi Hania membiarkan Haruna menangis, karna pikirnya Haruna mungkin butuh waktu untuk mengeluarkan segala kesedihannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!