Pernikahan terpaksa ini sungguh menyakitkan..
Apalagi jika benih cinta mulai muncul secara sepihak..
ah begitu sakit rasanya..
Tapi aku harus kuat, Aku tak ingin membuat banyak hati kecewa karena sikapnya padaku..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PSH - 35
Fely turun di sebuah supermarket yang cukup besar dan pastinya lengkap...
Rey masih mengikutinya diam-diam..
terlihat Fely menarik sebuah troly berwarna merah, ia menelurusi setiap rak yang berisi jajanan anak serta susu juga buah, Rey masih mengikutinya secara diam-diam...
Hingga Akhirnya Fely menerima sebuah panggilan masuk di ponselnya, dan Rey tidak mampu mendengarnya, sesaat setelah menerima panggilan masuk di ponselnya, Fely menuju kasir yang masih terlihat sepi..
belanja sebanyak itu? belanja cemilan? susu? apa dia benar-benar mau minggat? - Batin Rey kemudian ia keluar dari supermarket tersebut, ia memilih menunggu Fely keluar...
Rey terus memantau dari dalam mobil yang terparkir persis di muka pintu masuk..
Cukup lama Fely menunggu, hingga akhirnya ia keluar mendorong belanjaan, ke area parkir mobil..
Kok ke parkiran...Batin Rey dengan mata yang terus melihat ke arah Fely ...
Tibalah Fely di sebuah mobil hitam.. dan keluarlah sosok pria yang tak asing di mata rey... tangan Rey mengepal erat hingga urat tangannya terlihat sangat jelas dari lapisan kulit...
Sial, apa hubungan mereka!!
Batin Rey kesal...
Rey memutuskan mengikuti kemana Fely pergi...hingga akhirnya mobil yang di tumpangi Fely masuk ke sebuah gerbang yang terlihat jelas sebuah plang bertuliskan.Panti Asuhan Kasih...
ngapain kesini ? apa dia mau tinggal disini?
Batin Rey yang masih belum peka juga...
Fely kemudian turun bersama laki-laki yang tak asing bagi Rey... Rey pun memutuskan untuk turun dan menghampiri keduanya yang tengah sibuk mengeluarkan beberapa barang di bagasi mobil tersebut...
"FELYSIA" kata Rey dengan tegas, Fely menoleh ke arah sumber suara
Astagfirullah Bang Rey....
Fely terlihat sangat syok...
"tunggu sebentar" kata Fely pada Fahri lalu Fely berlari menuju Rey
"Ada apa Abang kesini..." kata Fely sedikit ketus
"Saya yang harusnya tanya, ngapain kamu kesini, sama pria lain?"Tanya Rey sinis
Fely tertawa kecil sambil membenahi jilbabnya sedikit
"Abang ini lucu sekali yaa, coba Abang berkaca diri, dari awal Abang yang mempermainkan pernikahan ini kan?!" Tanya Fely membuat Rey diam tersentak
"Maaf ya bang, saya harus menyelesaikan urusan saya di dalam... permisi" kata Fely kemudian membalikan badannya meninggalkan Rey begitu saja...
Rey semakin kesal, lalu ia mengekor ke arah Fely, mendekati Fely juga Fahri...
"Siapa fel" kata Fahri saat Rey mendekat, Fely menoleh ke belakang tubuhnya, melihat Rey sudah tepat di belakangnya...
Fely menghela nafasnya...
"Fahri, kenalin ini sodara aku, sodara yang sangat amat jauh..." kata Fely sinis
Fahri membentangkan tangannya untuk berjabat tangan namun se Senti pun Rey tidak menjulurkan tangannya Fely pun geram melihatnya...
"jangan salaman, dia ada penyakit kulit nanti kamu bisa tertular,,, yu masuk" kata Fely pada Fahri membuat Fahri tersenyum penuh arti ke arah Rey lalu berjalan mengekor Fely...
Sial dia sudah berani mempermalukan aku.. semakin hari semakin berani yaa rupanya, kamu salah bermain api dengan aku...
Batin Rey kemudian ia tetap memilih mengikuti Fely juga Fahri...
Fahri dan Fely duduk di sebuay karpet besar, dengan sikap ramah dan penuh kasih sayang nya Fely berinteraksi dengan anak-anak dibawah delapan tahun...
setelah bercanda tawa lepas, Fely pun menuju sebuah ruangan setelah di minta oleh seorang ibu paruh baya namun terlihat lebih bugar....
Tinggallah Rey dan Fahri di ruang tamu yang besar itu...
"Pacar Fely?" tanya Rey ketus membuat Fahri yang mendengar hanya diam
"woy, kuping lu korslet?" Tambah Rey ketus
"Lo ngomong sama gue?" tanya Fahri tak kalah ketus
"iya! Lo pacarnya Fely?" Tanya ulang Rey
"Lo ini gimana sih, Lo kan sodaranya harusnya tau bagaimana sifat Fely... terlepas dari siapa gue, yang jelas gue akan berusaha menjaga dia... Lo tenang aja dia bakal selalu aman kalo sama gue, gue jamin" kata Fahri penuh keyakinan
Cih! sombongnya orang ini.. yakin lu bisa terus sama Fely? kita liat nanti! - Batin Rey
"oh.. yaudah nanti Fely pulang smaa gue"kata Rey ketus
"loh kok gitu? Fely hari ini udah ada janji sama gue, bahkan dia senidir yang telfon gue pagi tadi" kata Fahri tidak terima
"gabisa, nyokap gue udah nunggu kita di jam makan siang" kata Rey sinis kemudian Rey keluar ruangan itu ia berjalan menuju teras rumah singgah yang cukup luas tersebut...
Apa yang sedang kamu mainkan Bang Rey...
Batin Fely yang sekilas mendengar pembicaraan Rey dengan Fahri...
Saat kamu memilih menyakiti aku, maka aku berusaha ikhlas dan meredam segala rasa yang tumbuh, tapi sekarang seolah kamu datang tanpa memperdulikan bagaimana aku melawan semua yang rasa yang pernah aku rasakan!!!!!
Fely mengumpat dalam diam, ingin sekali ia menangisi situasi yang tengah terjadi dalam kehidupan nya tapi lagi-lagi ia yakin jika semua akan segera berlalu.....
*****
like komen dan Vote yaa temankuu 😘😍😍😘😍