Karena terancam dideportasi dan tidak mau pulang ke negara asalnya, Celine nekat mengacaukan pernikahan Cedric dan mencoba menjadi pengantin pengganti supaya mendapat visa menikah.
Apa usaha Celine akan berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bingung Estetik
Walaupun Celine sudah menolak mati-matian tapi Cedric tetap akan membicarakan masalah pekerjaan istrinya pada sang daddy.
"Bukannya berpikir untuk memberi uang pada istri tapi justru meminta istri mengurus perusahaan, kau pikir mudah apalagi dengan kondisinya yang hamil?" tanggap daddy Bryan dengan gelengan kepala.
Bukannya berubah sepulang bulan madu tapi permintaan Cedric justru semakin menjadi-jadi.
"Tapi istriku itu gila kerja, Dad. Apa daddy mau kalau terjadi sesuatu dengan calon cucu daddy?" Cedric masih memaksa bahkan lagi-lagi menggunakan bayi khayalannya.
Dan daddy Bryan mulai terpengaruh, lelaki itu sedang memikirkan solusinya.
"Membeli perusahaan tidak semudah yang kau pikirkan, lebih baik aku membuat butik untuk Celine," ucap daddy Bryan kemudian.
Sepertinya ide daddy Bryan itu tidak buruk, Cedric akan memberitahu Celine dengan segera.
Sebelum itu, Cedric akan menemui Peter untuk menanyakan misi rahasia yang dia berikan.
Peter berada di ruangan pribadinya yang berada di mansion keluarga Everon.
"Bagaimana, Pete?" tanya Cedric.
Peter menyerahkan sebuah dokumen untuk Cedric baca. "Anda bisa membacanya sendiri, Tuan Muda!"
Dengan cepat Cedric membuka dokumen itu, dia membaca dengan seksama sampai dia membaca beberapa catatan kriminal yang dimiliki oleh daddy tiri Celine.
Bukan sampai disitu, Cedric juga menemukan beberapa foto mommy Celine yang mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga.
"Apa-apaan ini?" tanya Cedric tidak habis pikir.
"Seperti yang Anda lihat, mertua Tuan Muda tidak baik-baik saja," jawab Peter.
"Bukankah kita harus melakukan sesuatu?" tanya Cedric lagi. Walaupun dia belum mengenal mertuanya tapi dia merasa mempunyai tanggung jawab karena Celine adalah istrinya.
"Aku seperti suami sungguhan, bukan?" batinnya menggebu-gebu.
"Saya menunggu instruksi dari Tuan Muda," balas Peter.
"Pertama-tama, kita harus membawa mommy Celine kemari supaya menemui istriku!" perintah Cedric.
Peter mengangguk paham, dia akan meminta orang untuk menjemput mommy Celine segera.
...***...
"Apa anak nakal itu berbuat sesuatu yang berlebihan ketika kalian bulan madu?" tanya Ama penuh selidik. Dia tidak membiarkan Celine kembali ke kamarnya sebelum menginterogasi cucu menantunya itu.
"Bukan masalah yang besar Ama, kami hanya berselisih sedikit," jawab Celine.
Katy ikut bergabung dengan membawa minuman hangat untuk menantunya. "Minumlah dulu, kau pasti kedinginan!"
Memang Celine merasa kedinginan setelah jatuh ke laut sebelumnya dan minuman hangat mertuanya begitu enak.
Celine merasa lebih baik, sebenarnya bukan karena minuman tapi lebih ke perhatian dua wanita dari keluarga Everon itu.
"Lebih baik kita membiarkan Celine beristirahat," ucap Katy.
"Kita lanjut interogasinya nanti!"
Celine selalu merasa beruntung mempunyai ibu mertua yang perhatian, dia sampai mengusap perutnya supaya bayi khayalan cepat jadi supaya dia tidak perlu berbohong lagi.
"Kapan jadwal kontrolnya? Ama ingin melihat Cedric junior," ucap Ama sebelum Celine pergi.
Biasanya Celine akan lancar berbohong tapi melihat wajah Ama yang penuh harap seperti anak kecil itu, membuat Celine tidak sampai hati untuk terus berbohong.
"Kalau aku jujur saja, apa aku akan dimaafkan?" batin Celine.
"Tidak, bagaimana kalau aku langsung diusir?"
Celine bermonolog dengan kepalanya sendiri sekarang sampai dari arah belakangnya ada seseorang yang merangkulnya.
"Darling, kau pasti lelah. Ayo kembali ke kamar!" ajak Cedric.
Perempuan itu langsung mengangguk dan mengikuti suaminya.
"Hari ini bisa lolos tapi bagaimana dengan besok?" Celine merasa tidak bisa menyembunyikan rahasia lagi.
semoga dilanjut lagi.
makasih karyanya kak thor