Bagaimana, jika kau seorang istri yang tidak pernah di perkenalkan ke publik dengan alasan yang menurut mu tidak masuk akal.
Bahkan, kamu juga tidak mengetahui bahwa pria yang menjadi suami mu telah memiliki istri lain selain diri mu dan kamu hanya sebatas istri simpanan dan di jadikan seseorang untuk mengandung benihnya saja.
Raka Jagad Pramudia, Sosok pengusaha ternama yang menikahi seorang gadis 20 tahun dan hanya di sembunyikan dari banyak orang.
Sandra Larisa, Sosok gadis berusia 20 tahun yang terpaksa menikahi pria yang ternyata sudah memiliki istri lain selain dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Doa
Raka sudah kembali ke rumahnya bersama Sandra dan dia mendapati istrinya yang masih saja bersikap dingin terhadapnya.
Sandra memang menyambut kedatangannya, tapi tidak ada lagi senyuman di wajah cantiknya seperti biasa.
" Tidak bisakah bersikap seperti biasanya? Aku tidak bisa melihat mu seperti ini terus Sandra." Ucap Raka saat dia melihat istrinya yang membantu membuka jasnya saat ini tanpa ingin menatap sedikit pun ke arahnya.
" Gelas yang sudah pecah tidak bisa di satukan kembali Mas. Jika pun bisa di satukan lagi, dia akan tetap meninggalkan bekas pecahan itu dan tidak bisa kembali seperti semula." Jawaban dari Sandra menampar wajah Raka hingga ke relung hatinya.
" Sandra..."
" Mandi Mas, setelah itu kita sholat berjamaah baru makan malam." Sandra pun meninggalkan Raka setelah dia membantu suaminya membuka pakaian kerjanya dan hanya meninggalkan celana bahannya saat ini.
Raka sendiri hanya bisa menatap nanar pada Sandra yang tidak lagi memiliki senyuman indah untuknya.
Benar-benar membuatnya merasa sangat bersalah dengan semua ini. Raka lah yang bersalah disini karena dia yang telah membuat senyuman Sandra hilang begitu saja tanpa sisa sedikit pun.
Entah sesakit apa yang dirasakan wanita itu Raka tidak mengerti, tapi yang pastinya rasa itu pas benar-benar sangat sakit hingga membuat senyuman itu luntur begitu saja.
Raka pun memilih untuk membersihkan dirinya di dalam kamar mandi karena memang Sandra sudah mengatakan padanya bahwa mereka akan melakukan salat berjamaah sebelum makan malam.
Di dalam kamar mandi, Raka terus merenungi kesalahannya terhadap Sandra. Apa dia memang harus benar-benar membawa sandera bertemu dengan Monica?
Lalu bagaimana jika Monica benar-benar mencelakai Sandra dan berbuat hal yang tidak diinginkannya?
" Apa aku memang harus membawamu bertemu dengan Monica, Sandra? aku memang aku harus mempertemukan kalian berdua agar kita semua benar-benar merasa tenang?" Tanya Raka pada dirinya sendiri yang masih berdiri di bawah guyuran air shower.
Dia membasahi seluruh tubuhnya dengan air yang keluar dari shower berharap air itu bisa membawa semua masalah yang dihadapinya saat ini.
Tapi kenyataannya itu tidak terjadi sama sekali karena memang tidak semudah itu menyelesaikan semua masalah yang terjadi di antara mereka bertiga.
" Jika memang ini yang terbaik untuk kita semua, maka besok aku akan membawamu bertemu dengan Monica. kita akan membicarakan semuanya sampai benar-benar tuntas." Raka menyudahi acara mandinya karena mungkin saat ini Sandra sudah menunggunya.
Dan benar saja, istrinya sudah menunggu Raka dan duduk bersimpuh di atas sajadahnya saat ini.
" Pakaiannya udah aku siapin Mas. Ini udah amsuk magrib." Raka pun langsung bersiap karena memang dia sudah di tunggu oleh Sandra.
Mereka melakukan ibadah mereka berjamaah dimana Raka yang menjadi imamnya untuk Sandra.
Dan setelah selesai, Mereka berdoa masing-masing dimana Raka berdoa agar bisa terus bersama Sandra dan masalah ini akan segera selesai.
" Jika memang jalan perpisahan di antara aku dan Mas Raka memang telah engkau siapkan, maka aku siap untuk menjalaninya ya Allah. Aku siap untuk melanjutkan hidup ku tanpa harus menjadi duri dalam rumah tangga mas Raka. Kuatkan aku untuk menjalani semua ini ya Allah, semoga apa yang aku putuskan ini menjadi yang terbaik untuk kami semua." Melihat Sandra yang berdoa dengan berlinang air mata seperti itu membuat hati Raka berdenyut nyeri.
Dia tidak tau apa yang di minta istrinya pada Allah, karena Sandra berdoa dalam hatinya.
Tapi satu yang Raka tau, itu pasti permintaan yang sangat menyakitkan sekali untuknya saat ini.
...🤍🤍🤍...