Kisah cinta antara Fatimah, seorang gadis cantik yang periang dan ramah, dengan Arshaka, CEO muda tampan yang pendiam tetapi sangat menyayangi seluruh keluarganya. Dan juga kisah cinta sang kakak, Keinan dengan seorang dokter cantik yang memiliki nama yang hampir sama dengan dirinya, Keisha.
Berawal dari sama-sama saling menyukai secara diam-diam, sampai akhirnya Arshaka nekat mengajak Fatimah untuk menikah dengan dirinya, demi keselamatan Fatimah dan juga keluarganya yang lain.
Sementara Keinan yang merasa sedikit minder untuk mengejar cintanya, mengingat status sosial mereka berdua yang berbeda. Tetapi sang gadis justru terus berusaha untuk meyakinkan Keinan bahwa status sosial bukan halangan bagi mereka. Sampai akhirnya Keinan pun berusaha dengan keras untuk membuktikan kepantasan dirinya.
Bagaimanakah perjalanan kisah cinta kedua pasangan adik dan kakak ini? Apakah mereka akhirnya mampu untuk meraih kebahagiaan di dalam kehidupan pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Fafa Dihadang Lagi
Sore ini Fafa pulang dari kafe Awan dengan mengendarai sepeda motornya sendiri. Fafa pulang lebih dulu dan tidak menunggu Keinan karena kakaknya itu masih harus mengecek stok bahan baku di akhir bulan seperti ini.
Fafa mengendarai sepeda motornya dengan pelan dan hati-hati seperti biasanya. Tetapi di tengah perjalanannya, ketika Fafa sedang melewati jalanan yang lumayan sepi, tiba-tiba saja Fafa dihadang oleh sebuah mobil hitam yang mendadak berhenti di depannya.
Fafa pun mau tidak mau terpaksa menghentikan laju sepeda motornya juga. Dan ketika Fafa melihat beberapa orang laki-laki bertubuh besar dengan pakaian hitam turun dari mobil tersebut, seketika Fafa pun merasa dejavu.
Fafa teringat kembali dengan kejadian ketika dirinya dihadang oleh anak buah Claire ketika hendak pergi ke rumah Rayyan bulan kemarin itu. Kejadiannya juga sama persis seperti ini. Dan jujur saja, Fafa sangat takut kalau kejadian yang dulu itu terulang lagi. Fafa takut kalau laki-laki bertubuh besar dengan pakaian hitam itu memiliki niat yang tidak baik terhadap dirinya saat ini.
Fafa kemudian teringat dengan jam tangan khusus pemberian dari Arshaka.
"Jam ini terhubung langsung dengan ponsel aku. Jadi suatu saat, kalau kamu sedang dalam keadaan bahaya, kapanpun dan di manapun itu, kamu harus segera menekan tombol yang terdapat di samping jam tangan ini. Oke? Jam ini akan langsung mengirim sinyal bahaya ke ponselku, jadi aku bisa segera datang untuk membantu kamu. Kamu ingat ini baik-baik ya, Fa," pesan Arshaka saat itu.
Merasa dirinya sedang berada dalam keadaan bahaya saat ini, Fafa pun kemudian segera menekan tombol yang terdapat pada samping jam tangan pemberian Arshaka tersebut.
"Semoga seperti kata Kak Shaka dulu, Kak Shaka akan segera datang begitu aku menekan tombol pada jam tangan ini," ucap batin Fatimah berharap.
Dan benar saja, apa yang ditakutkan oleh Fafa akhirnya benar-benar terjadi. Beberapa orang laki-laki bertubuh besar dengan pakaian hitam itu kemudian menghampiri Fafa dan memaksa Fafa untuk ikut bersama dengan mereka.
"Turun sekarang juga dan ikut dengan kami secara sukarela. Atau kalau tidak, jangan salahkan kami kalau kami bertindak kasar," ucap salah satu dari laki-laki tersebut.
"Kalian ini siapa? Dan mau apa? Kenapa juga aku harus ikut dengan kalian?" tanya Fafa, memberanikan diri.
Fafa tau kalau dirinya harus bisa untuk mengulur waktu selama yang dia bisa. Dan semoga saja Arshaka benar-benar segera datang untuk menolong Fafa saat ini.
"Nggak usah banyak nanya. Buruan turun dan ikut dengan kami. Atau kami terpaksa menggunakan cara yang kasar," hardik laki-laki yang lainnya.
Fafa sampai berjengit kaget karena mendengar hardikan dari laki-laki tersebut.
"Tapi kalian ini siapa? Dan mau apa?" tanya Fafa lagi.
"Diam. Dan jangan banyak tanya lagi," bentak laki-laki yang berbicara pertama kali tadi.
"Udah lah, nggak usah banyak omong lagi. Ayo segera kita bawa pergi saja dia dari sini dengan cara paksa," kata laki-laki yang lainnya.
"Iya. Perintah dari Nona Claire harus segera kita selesaikan secepat mungkin. Ayo bawa saja dia secara paksa," ucap laki-laki yang lain lagi.
"Claire?" tanya batin Fatimah merasa terkejut.
Dan benar saja, beberapa orang laki-laki bertubuh besar itu pun kemudian memegangi tangan kanan dan kiri Fafa kemudian memaksa Fafa untuk turun dari sepeda motornya.
"Hei, lepaskan aku. Aku nggak mau ikut kalian. Lepaskan aku," teriak Fafa dengan terus memberontak.
Sayangnya Fafa kalah tenaga dari beberapa orang laki-laki bertubuh besar itu. Fafa terus mencoba untuk bisa melepaskan kedua tangannya dari cengkeraman dua orang laki-laki bertubuh besar itu tetapi Fafa tidak bisa.
Beberapa orang laki-laki bertubuh besar dengan pakaian hitam itu pun kemudian membawa paksa Fafa untuk masuk ke dalam mobil mereka. Semua teriakan dan penolakan dari Fafa tidak mereka hiraukan sama sekali.
"Enggak. Aku nggak mau ikut dengan kalian. Lepaskan aku. Lepaskan tangan aku. TOLONG! SIAPAPUN TOLONG AKU!!!" teriak Fafa dengan terus meronta-ronta.
Tetapi akhirnya Fafa berhasil dibawa masuk ke dalam mobil oleh beberapa orang laki-laki bertubuh besar dengan pakaian hitam itu. Dan mobil mereka pun juga segera saja melaju kembali, meninggalkan tempat sepi tersebut.
"Yaa Allah, tolong lindungi hamba-Mu ini, Yaa Allah. Kak Shaka, tolongin Fafa," pinta batin Fafa, merasa sangat takut saat ini.
Sementara itu, Arshaka yang mendapat notifikasi sinyal bahaya dari jam tangan milik Fafa pun kemudian langsung bergegas untuk pergi menolong Fafa. Melalui sinyal GPS yang terdapat pada jam tangan tersebut, Arshaka bersama Yazdan segera menyusul ke lokasi dimana keberadaan Fafa saat ini yang ditunjukkan oleh sinyal GPS tersebut.
Namun sayangnya ketika Arshaka dan Yazdan sampai di tempat kejadian, mobil yang membawa Fafa itu sudah pergi meninggalkan tempat tersebut. Arshaka dan Yazdan hanya menjumpai sepeda motor milik Fafa yang tergeletak di pinggir jalan.
"Ini motornya Fafa. Tapi dimana Fafa sekarang?" ucap Arshaka yang semakin merasa khawatir.
Arshaka kemudian mengecek sinyal GPS pada ponselnya, yang menunjukkan keberadaan Fafa saat ini.
"Dari sinyal GPS ini, Fafa masih terus bergerak dan posisi mereka juga belum terlalu jauh. Ayo Dan, kita segera susul mereka sekarang juga," kata Arshaka kemudian.
"Iya, Bang. Ayo," balas Yazdan dengan sigap.
Arshaka dan Yazdan kembali masuk ke dalam mobil mereka. Mereka berdua pun kemudian mulai menyusul keberadaan Fafa, sesuai dengan yang ditunjukkan oleh sinyal GPS pada ponsel Arshaka.
Tidak lama kemudian, Arshaka dan Yazdan sudah bisa melihat mobil hitam yang tadi membawa Fafa pergi itu.
"Sepertinya itu mereka, Dan. Tambah kecepatan Dan, hadang mobil mereka," kata Arshaka.
"Iya, Bang," balas Yazdan.
Sesuai dengan perintah dari Arshaka tadi, Yazdan pun kemudian mulai menambah kecepatan laju mobilnya saat ini. Dan beberapa saat kemudian, mobil yang dikendarai oleh Yazdan itu berhasil memotong jalan mobil hitam yang membawa Fafa tersebut.
Kedua mobil sudah sama-sama berhenti saat ini. Arshaka dan Yazdan pun kemudian turun dari mobil mereka. Fafa menghembuskan nafas lega begitu dirinya melihat keberadaan Arshaka saat ini.
"KAK SHAKA TOLONGIN AKU," teriak Fafa sekeras mungkin begitu melihat Arshaka.
"Ternyata benar, itu Fafa," ucap Arshaka.
Arshaka dan Yazdan pun kemudian segera menghampiri mobil hitam tersebut. Beberapa orang laki-laki bertubuh besar yang tadi menangkap Fafa itu pun juga kemudian turun dari mobil, menyisakan satu orang untuk tetap menjaga Fafa saat ini.
"Siapa kalian? Kenapa kalian membawa Fafa pergi?" tanya Arshaka dengan marah.
"Jangan ikut campur dengan urusan kita. Serang!" ucap salah satu laki-laki bertubuh besar itu, mengkomando teman-temannya yang lain.
Pertarungan pun tidak bisa dihindari lagi. Arshaka dan Yazdan berkelahi melawan beberapa orang laki-laki bertubuh besar dengan pakaian hitam itu.
Beruntungnya tidak butuh waktu yang lama bagi Arshaka dan Yazdan untuk bisa melumpuhkan beberapa orang laki-laki bertubuh besar itu. Satu orang laki-laki yang tersisa di dalam mobil dan menjaga Fafa tadi pun kemudian membawa Fafa untuk turun dari mobil. Laki-laki itu menodongkan pisau tepat di leher Fafa.
"Hentikan atau aku bunuh gadis ini," ancam laki-laki tersebut.
Arshaka pun seketika menghentikan pukulannya kepada laki-laki bertubuh besar yang sudah terjatuh di aspal itu. Melihat Fafa yang berada dalam sanderaan laki-laki tersebut, Arshaka pun kemudian memilih untuk berpura-pura mengalah terlebih dahulu.
"Jangan! Oke, aku berhenti," ucap Arshaka seraya mengangkat kedua tangannya saat ini.
Diam-diam Yazdan menyelinap melalui sisi mobil yang satunya lagi. Yazdan kemudian menyerang laki-laki yang sedang menyandera Fafa itu dari belakang sehingga membuat pisau yang sedang dipegang oleh laki-laki tersebut pun terjatuh. Dengan mudahnya Yazdan pun kemudian melumpuhkan laki-laki itu juga.
Arshaka segera memanfaatkan kesempatan itu. Arshaka berlari menghampiri Fafa kemudian menarik tubuh Fafa untuk dia bawa bersama dengan dirinya.
"Kak Shaka," ucap Fafa yang langsung menghambur memeluk tubuh Arshaka.
Fafa menangis dalam pelukan Arshaka. Arshaka mengusap lembut punggung Fafa, berusaha menenangkan gadis pujaan hatinya itu.
"Sssttt. Udah, jangan nangis lagi. Kamu udah aman sekarang," ucap Arshaka.
Tetapi Fafa yang masih merasa ketakutan itu masih tetap menangis di dalam pelukan Arshaka saat ini.
"Dan, hubungi polisi. Biarkan mereka semua mempertanggungjawabkan semua perbuatan mereka ini kepada pihak yang berwajib. Suruh orang juga untuk mengambil motor Fafa tadi," kata Arshaka kepada Yazdan.
"Baik, Bang," balas Yazdan.
Yazdan pun kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi pihak kepolisian. Tidak lupa juga Yazdan mengubungi anak buah Arshaka dan memerintahkan untuk mengambil sepeda motor Fafa yang tertinggal di pinggir jalan tadi.
ternyata papa dan opa nya Darren mengetahui semua apa yang di lakukan Darren dan apa yang Darren lakukan ke shila
Darren bener" gak ada otak ya bisa" nya acara keluarga shila saja dia sampai lupa dan dia lebih mentingin Evelyn
selamat buat kesya dan shila ya
wah wah shila sama Darren udah beneran menjadi suami istri kah ini