NovelToon NovelToon
Wanita Arogan Terjebak Dalam Dunia Novel

Wanita Arogan Terjebak Dalam Dunia Novel

Status: tamat
Genre:CEO / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Dendam Kesumat / Chicklit / Tamat
Popularitas:224.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: R.angela

Percayakah kamu adanya kesempatan kedua?

Seolah semesta ingin menghukum sekaligus memberikan kesempatan kedua bagi Senja, gadis Arogan yang selalu bersikap sesuka hatinya, entah bagaimana saat membuka mata setelah dibunuh oleh kekasih dan asistennya, Senja berada dalam dunia novel yang dia tulis sendiri.

Lantas, bagaimana kisah Senja di dunia Novel?

Siapkan imajinasi liar Anda, berpetualang dengan Airin Senja!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sah, kita Pacaran!

"Dari mana saja kau?!" Hardik Edward memegang pergelangan tangan Senja kala menyadari gadis yang menubruknya adalah Senja yang masuk ke lobi rumah sakit dengan setengah berlari tanpa melihat Edward ada di depannya.

"Aku..." Gadis itu menengadah, menatap wajah Edward yang terlihat cepat. "Kau masih belum pulang?"

Senja pikir Edward sudah pulang, sesudah lama dia duduk di taman, merenungi segalanya, ternyata pria itu masih setia menunggunya. Mendengar pertanyaan Senja, Edward merasa kecewa, beranggapan bahwa gadis itu sengaja pergi bersembunyi darinya.

"Kenapa? Kau tidak suka melihatku ada di rumah sakit ini?"

Benarkan, keduanya selalu terperangkap dalam situasi yang tidak mengenakan. Padahal dalam hati Senja, dia ingin bicara mengenai hubungan mereka, eh, bukan maksudnya, kemungkinan mereka menjalin hubungan, tepatnya tentang perasaan mereka berdua.

"Kenapa sih kau suka sekali cari masalah denganku? Suka sekali menduga yang tidak-tidak, padahal kau bahkan belum bertanya padaku terlebih dulu, terserah kamu deh, mau berpikiran apa, buat aku jadi nggak mood aja!" ucapnya mengempeskan tangan Edward yang memegang tangannya lalu berjalan meninggalkan pria itu.

Edward mengutuki sikapnya yang bodoh karena sudah memprovokasi gadis itu. Padahal niatnya tadi ingin berdamai, dia bahkan begitu khawatir mendapati tidak ada seorangpun yang tahu Senja berada di mana

Ketika melihat wajah gadis itu datang dari arah parkiran rumah sakit bergegas dia menyongsong kedatangannya, ingin sekali memeluk sekaligus memarahi gadis itu karena sudah bertindak bodoh dengan pergi tanpa memberitahukan kepada siapapun. Dia benci kepada Senja yang membuatnya khawatir. Apakah gadis itu tidak tahu bahwa dunianya akan gelap ketika Edward kehilangan koneksi atas keberadaan Senja.

"Aku... Aku minta maaf." Kalimat itu berhasil menghentikan langkah Senja yang baru dua langkah bergerak dari tempat Edward berdiri saat ini.

Gadis itu terdiam bimbang antara ingin berbalik atau menunggu Edward yang datang mendekatinya. Mungkin kali ini dia harus bisa berbangga diri karena pria itu akhirnya memutuskan mendatanginya lagi.

"Aku minta maaf. Aku ingin kita bicara serius, ikutlah denganku," pintanya dengan nada yang sangat berbeda dari sebelumnya, pria itu begitu lembut berbicara kepada Senja, dia tidak mau karena kebodohan dan juga keegoisannya membuat rencananya ingin mendekati gadis itu justru gagal.

Bangku taman yang biasa tempat Senja duduk kala merenung dan memikirkan apa yang terjadi padanya di dunia novel itu, menjadi tempat dia dan Edward bicara. Keduanya masih diam setelah 10 menit berlalu.

"Bukankah kau mau bicara? Lantas kenapa kau diam?" pancing Senja membuka pembicaraan. Dia paling benci harus menunggu, menerka apa yang akan pria itu ingin sampaikan padanya.

"Aku... aku...," Edward kembali kehilangan kata-katanya. Mengapa begitu sulit mengatakan cinta pada gadis itu. Di balik tubuh tinggi, gagah dan terlihat perkasa itu ternyata Edward kehilangan nyalinya untuk mengatakan perasaannya kepada wanita yang dia cintai. Berulang kali memaksa dirinya untuk berani buka suara namun kata-kata itu sulit keluar dari mulutnya. Hal itu menjadi bisa dipahami karena pria itu memang tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepada wanita mana pun, justru banyak wanita yang mendekatinya dan mengatakan perasaan mereka padanya.

"Kau kenapa sih? Dari tadi aku.. aku... bikin kesel tau nggak!" ucap Senja seolah merasa dipermainkan oleh Edward. Pasalnya pria yang selalu terlihat garang itu terlihat bingung, harus mulai dari mana sementara dia sendiri yang mengatakan kepada Senja ingin bicara.

Atau apa Senja saja yang langsung mulai membicarakan mengenai status hubungan mereka. Dia gadis baik-baik harus ada kejelasan status, terlebih karena pria itu sudah menciumnya!

Keduanya saling tatap tanpa mengatakan apapun. Di tengah keadaan yang tampak canggung, tanpa sengaja bola mata Senja memandangi bibir pria itu hingga membawanya mengingat apa yang pernah bibir itu lakukan kepadanya.

Rasa indah dan panas sentuhan bibir itu bahkan masih bisa dia ingat yang membuat jantungnya berdebar. Buru-buru Senja mengalikan pandangannya, melihat ke arah lain, akan sangat berbahaya jika dia terus menatap wajah pria itu.

Belum lepas dari rasa gugup, Senja terkejut kala tangannya digenggam oleh Edward, bahkan pria itu menggeser duduknya pada gadis itu.

"Maaf kalau aku tidak mampu menjalin kata yang tepat saat berbicara kepadamu. Aku sadari kalau aku tidak punya keahlian untuk membuatmu terpesona dengan kata-kata manis, tapi inilah adanya diriku, Din. Aku menyukaimu, Din. Bukan, aku rasa lebih daripada itu. Aku jatuh cinta kepadamu, takut kehilanganmu, dan menjadi panik ketika mengetahui seseorang mencoba mendekatimu dengan memberikan perhiasan itu. Aku tidak ingin pria manapun memberikan perhatian kepadamu yang mampu membuat pandanganmu teralihkan dariku," ujar Edward akhirnya menemukan lidahnya.

Tubuh Senja membeku, dia harus jawab apa? Seluruh hatinya bersorak karena memang inilah yang dia inginkan, tapi dia juga malu untuk menyambut ucapan pria itu.

Tapi mungkin Dewa asmara sedang berada di tengah mereka hingga memantulkan panah cintanya kepada kedua insan itu. Malu-malu Senja berani menatap wajah Edward, ingin mencari kebenaran dalam perkataan pria itu.

"Dasar bodoh! Bagaimana mungkin kau menduga kalau Alex menyukaiku? Dia memberikan kado itu hanya untuk rasa terima kasihnya karena aku sudah berada di tim itu untuk merawatnya," jawab Senja mengulum senyum. Dia suka melihat tampang Edward yang biasanya terlihat garang justru begitu imut dan manis kalau malu-malu seperti ini.

"Jangan naif! Aku seorang pria, aku tahu bagaimana seorang pria ketika menyukai seorang wanita. Dia tidak mungkin memberikan hadiah itu hanya untukmu, jika tidak punya maksud tertentu," ujar Edward masih bersikeras bahwa dugaannya mengenai perasaan Alex kepada Senja benar adanya.

Senja pun terdiam, dia menyadari apa yang dikatakan Edward itu benar. Sebelum Edward mengatakannya pun Senja juga sudah merasa kan hal itu. Itulah sebabnya mengapa dia segera mengembalikan hadiah pemberian Alex agar pria itu tidak menganggap dirinya memberikan harapan palsu.

"Aku benci kalau kita harus bertengkar. Kita jangan bertengkar lagi, ya? Mulai sekarang kau adalah kekasihku, milikku, tidak ada siapapun yang boleh merebut mu dariku, kalau tidak dia akan mati," ucapnya dengan wajah serius, tanpa ada senyum sedikit pun.

"Jadi kita udah jadian nih?" kata Senja sembari menatap teduh kepada pria yang sudah berhasil memporak-porandakan hatinya Di balik semua sikap arogan dan juga kasar pria itu, Senja menyadari bahwa Edward memiliki hati yang begitu lembut. Perasaan ini sungguh lain, dia sama sekali tidak pernah merasakannya ketika bersama Satria. Edward mengangguk tegas menanggapi pertanyaan Senja.

"Sah, kita pacaran!" seru Senja tersenyum pada pria itu.

"Mengapa aku begitu merasa bahagia ketika Edward menyatakan perasaannya? Mengapa aku merasa sangat bahagia, kala pria itu marah karena seseorang mendekatiku? Apa ini disebut dengan cinta? Rasa khawatir yang terlalu berlebihan membuatku merasa sangat diperhatikan dan berarti bagi dirinya," batinnya.

Menyadari bahwa mungkin selama ini perasaannya terhadap Satria bukanlah cinta, karena walaupun dirinya belum pernah tahu bagaimana cinta dan mencintai tapi setiap Senja berada di sisi Edward, maka kebersamaannya dengan pria itu membuatnya merasakan kegembiraan serta kebahagiaan seperti ini.

"Bukan hanya jadian ya, aku ingin segera datang ke rumahmu untuk melamarmu menjadi istriku!" jawab Edward merangkul tubuh garis itu.

1
Nana Niez
jdinmales kan kl kyk gini,, ngapain pake di tolak tinggal ikuti alurnya kan,, ruwet emang nih
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
klo bergnti peran harusnya panggil dengan nama yg di perankan...jadinya bingung nanti di panggil senja di panggil dinda lagi jadi bingung
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
agak bingung kadang dinda kadang senja iki piye to
Irmha febyollah
tokoh ny terlalu berlebihan. bagus juga si di hianati biar mampus
Nur Lela
luar biasa
Hikam Sairi
baca
Liana Simon
ceritamu menarik thor
Itoh
kdg masihh bingunggg
Ni Ketut Patmiari
ceritanya bagus... cm bingung pas di dunia novel namanya kbalik2
Ni Ketut Patmiari
bukan nya Husna dipecat ya?
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Mita Karya Wati
Kecewa
Mita Karya Wati
saya suka sekali alur cerita nya,agak beda🙏🙏😊
Agnes Orindo
bagussss
Rika_Faris
koq langsung percaya aja senja nya... bukannya apa yg ada di dunia novel kebalikan dr dunia nyata.... bisa jadi temannya2 itu jahat
Purwanto Purwanto
luar biasa
Susilo Wati
Luar biasa
Susilo Wati
Lah,,,,,
Susilo Wati
Luar biasa
Sari
bagus walau halu hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!