Aku membangun Viila di Ubud Bali ternyata ada sosok penunggunya, Sedayu nama sosok gadis berwajah rusak. Dulu ia tinggal disana sering disiksa kepala desa, diperkosa dan ahirnya dibunuh.
Kemunculan Dayu mengganggu para tamu. Setelah melalui mediumisasi aku berhasil berhubungan secara ghoib dengan Dayu.
Ternyata ia sering mengganggu karena marahnya pada manusia.
Aku katakan bahwa sanggup menetralisir asalkan Dayu berhenti mengganggu.
Dalam komunikasi ia minta bantuan untuk membalas dendam untuk perjalanannya menuju Sang Hyang Widi.
Aku terbawa cerita Dayu dan misteri alam lampau.
Kisah misteri dan aneh ini kualami karena hingga kini sosok Dayu masih sering muncul.
Ayok simak cerita ini yang penuh ketegangan dan kesedihan yang amat dalam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ben Susanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dayu seorang manusia seutuhnya.
Tepat jam 12 malam kala itu sunyi senyap..bahkan burung malampun enggan menyanyikan lagu malam..angin yang biasanya berdesir terasa malas untuk terbang.
Diwaktu itulah sang pedanda dari wilayah utara masuk kedalam villa..semuanya terekam dilayar camera milik Tari.
Ia mulai terlihat menanamkan sesuatu disetiap titik pojok villa dan pada ahirnya ia berjalan didepan pintu lipat kaca villaku.
Sosok itu seakan membacakan mantra..entah mantra apa dan ditiupkan keseluruh area villa.
Pergerakannya tidak lama, sekitar sepuluh menit dan paling akhir ia naik terbang keatas genteng paling tinggi dan menaburkan abu berwarna putih.
Abu Abu itu jatuh bagaikan salju turun kebumi. Mereka melayang layang dan jatuh berserakan direrumputan taman depan villa.
Keesokan harinya ketika Tari membuka dan mengulang video, ia terkejut melihat hasilnya dan memanggil semuanya, tidak terkecuali Gung Acreng datang mendekat.
Kami semua kaget dan bingung kenapa sosok ini bisa masuk dan dengan seenaknya melakukan ritual dirumahku.
"Aku kecolongan! Siapakah sosok ini..sebentar aku mau semedi" ucap Gung Acreng dan ia kembali keposisi awal didekat pintu gerbang.
Kami mengulang ulang video itu dan takjub akan ilmunya yang sangat tinggi..siapakah dia?
Perhatikan sosok yang berdiri didepan pintu kaca!
Jelas tubuhnya terlihat tembus pandang dan kedua kakinya samar seakan mengambang!
"OOo.. ini adalah sosok pedenda dari wilayah utara kiriman Sang Hyang Bathara Gung Arundi! Ternyata beliau datang diutus oleh Sang Hyang sendiri untuk mengamankan acara perhelatan dari mahluk mahluk ghoib yang kiranya akan mengganggu"
Kami semua lega..begitu cermatnya Sang Hyang Bathara dalam melakukan ajang pelawatan ke daerah Ubud ini..ternyata pedenda ini dengan sengaja untuk tidak mau mengganggu istirahat kita.
Namun dalam hati kecil Gung Acreng ia mengenal sosok ini..dulu kala sang pedenda ini pernah menjadi pendeta utama dikerajaan Gel gel. Sosok ini dulunya adalah wakil utama dari Dharma Dyaksa Ring Kasaiwan. Yang aslinya juga berdarah kerajaan Kediri pada jaman dahulu kala.
Pantes saja ilmu kebathinannya sangat tinggi hingga Gung Acrengpun tidak sanggup mendeteksi kedatangannya.
...<●○●○●○\>...
Ahirnya hari perkawinan telah tiba.
Aku mengenakan pakaian Jawa lengkap dengan keris dipinggangku dan Masya Allah Sedayu berpakaian Jawa namun bernuansa modern khusus dirancang oleh istri pak Ustad dan ia memakai penutup kepala dari kain putih tipis.
Para undanganpun telah tiba, kedatangan tamu khusus dari wilayah utara ditandai dengan gemuruh geledek dan petir bersaut sautan dilangit yang mendung.
Digerbang pintu Gung Acreng berdiri tegak menatap kearah luar, posisi berdirinya bagaikan sosok panglima perang. Rambut lehernya yang panjang berterbangan tertiup angin kencang. Matanya tajam menatap kedepan.
Pertama yang hadir adalah 5 sosok macan loreng yang ukurannya lebih kecil dari Gung Acreng, merekalah para pengawal Sang Hyang Bathara.
Ke 5 macan loreng itu menarik sebuah kereta kencana yang memuat Sang Hyang Bathara dan permaisuri dan juga kedua orang tua Sedayu.
Gung Acreng mengangguk anggukan kepalanya dan mendudukkan pantatnya ditanah, kemudian ia menundukkan wajahnya mempersilahkan rombongan utara masuk kedalam villa.
Pak mangku mempersilahkan mereka duduk dikursi kursi khusus.
Setiap kali kaki kaki mereka jalan terdengar gemerincing bunyi lonceng lonceng kecil yang saling beradu dipergelangan kaki.
Asap dupa mengambang disekitar tubuh mereka, baunya semerbak menusuk hidung.
Ariti dan Rumi mundur dengan cepat sembari menaburkan bunga melati dihadapan mereka. Menambah suasana menjadi mistis dan penuh magis.
Semua teman teman Gung Acreng mulai dari burung Garuda, 2 ekor naga berwarna emas dan beberapa laki laki bertubuh super tegap berdiri menyambut kedatangan mereka.
Satu persatu mereka menundukkan kepala mereka sebagai penghormatan kepada rombongan istimewa ini.
Paling ahir masuklah sosok pedenda yang beberapa hari lalu sudah datang duluan. Ia membawa satu baki emas dimana dari dalam baki itu mengepul asap dupa yang baunya manis dan sangat pekat auranya.
Tari sibuk mencoba mengabadikan situasi yang terjadi.
Setelah semua duduk, sang pedenda mohon ijin kepada Sang Hyang Bathara dan kedua orang tua Dayu, ia juga mohon ijin kepada pak mangku dan pak Ustad untuk membuka acara perkawinan itu.
"Om Swastiastu...Yang saya hormati saudara Randi bin Antakusuma bin Ratu bagus damar rangga, yang kami sangat cintai saudari Sedayu Ingmurthi yang kini telah berganti nama menjadi Amani Sedayu Ingmurthi saya sebagai wakil dari kerajaan Ratu Bagus memberkati perkawinan dengan adat Islam ini..Swaha swaha swaha.."
Sang pedenda lalu memasukan sebuah unsur kedalam kendi emas dan percikan api keluar dari kendi itu.
"Atas petunjuk sang maha pencipta..mulai detik ini saya akan melakukan ritual maha penting..yaitu menjadikan Amani Sedayu Ingmurthi menjadi wujud kasar dan bukan halus lagi..ia akan mewujud menjadi nyata..oleh karenanya ananda Amani duduklah dihadapanku"
Semua orang terkejut atas pemberitahuan ini..ternyata salah satu pekerjaan yang ia lakukan divilla kemarin itu adalah permohonan kepada Sang pencipta untuk mengubah Dayu dari halus menjadi kasar, Dayu menjadi manusia seutuhnya!
Dayu bergeser kedepan sang pedenda dan menghaturkan salam hormat sekaligus menutup kedua matanya.
Sang pedenda membacakan sebuah mantra yang cukup panjang dan meniupkan keatas kepala Dayu. Ia mengambil segenggam tanah dan ditaburkan kedalam kendi emas itu.
Geledek dan petir saling bersautan dilangit. Cuaca menjadi gelap gulita untuk selama 2 menit dan kemudian terang kembali.
Disana telah mewujud duduk bersila sosok Dayu yang kini semua orang bisa melihat dengan jelas.
"Berdirilah ananda" ucap sang pedenda.
"Berikan sembah sujudmu dikaki orang tua dan kaki Sang Hyang Bathara" ucapnya lagi.
Dayu berdiri dan bersimpuh dikaki mereka.
Deru tangis membahana, semua terharu namun juga bahagia.
"Ananda Randi bersujudlah dikaki para orang tua sebagai leluhurmu yang mulia"
Akupun bangkit dan mencium kaki mereka.
"Terima kasih saya ucapkan..silahkan bapak ustad melakukan pernikahan" ucap sang pedenda.
Pak Ustad tampil kedepan dan mengucapkan sepatah dua patah kata dan selanjutnya perkawinanpun dilaksanakan.
...<●○●○●○\>...
Tari tergopoh gopoh berlari kearah Dayu.
"Mba aku minta foto dari samping ya..aku pingin liat kain dan baju dan juga selendang dikepalanya..sangat cantik sekali!"
Berpuluh puluh foto diabadikan baik sendirian atau bersamaku.
Makanan dan minuman terus dipersembahkan. Acara berjalan mulus tanpa ada gangguan.
"Ananda Randi..kini kamu telah kembali ke trah keluarga besar Ratu Bagus..aku akan persembahkan sebuah keris pusaka sebagai tanda bahwa kamu adalah bagian dari kita..keris ini sudah berumur ratusan tahun..jaga dan rawat seperti engkau menjaga istrimu"
Aku menerima keris tua itu dengan tangan gemetar..apakah ini menandakan aku sebagai penerus kerajaan Ratu Bagus kah?
Setelah semua acara selesai, rombongan utara mohon pamit pulang. Aku dan istriku ikut mengantar sampai kedepan gerbang pintu.
Setelah mereka pulang giliran teman teman Gung Acreng juga mohon pamit pulang.
Aku dan seluruh teman teman villa duduk diruang tamu. Kami semua tidak menyangka bahwa Dayu sekarang adalah manusia.
Bu Ustad berkali kali mencubit tangan Dayu ingin merasakan apakah ini Dayu yang sebenarnya atau bukan.
Tari sangat manja dengan Dayu, malam itu aku tidak boleh tidur sama Dayu..ia minta untuk tidur berdua Dayu sampe besok.
"Aku mau tidur sama mba Dayu malam ini..maaf malam pertamamu harus diundur 1 malam Haha!"
Aku dan pak Ustad hanya mengangkat pundak pasrah tapi sangat sangat berbahagia..kekasihku bukan golongan ghoib lagi, dan kini ia adalah istriku yang sah.
...TAMAT...
...♡♡♡♡♡♡...
setauku QS az-zalzalah 🙂