S1 (Arogant Girl Adventure), S2 (AGA: Genius Girl), S3 (AGA: Perjalanan Terakhir) dalam proses.
dilarang spam promo.
Ketika dia menghembuskan napas terakhirnya di pelukan suaminya, Jin Lien tersenyum karena berhasil menghalangi Kuil Dua Sisi berbuat semena-mena di dunianya, dan melukai makhluk tak berdosa.
Ketika dia membuka matanya lagi, itu adalah pemandangan lain, dia menemukan dirinya menggunakan hanfu yang dipenuhi darah dan banyak luka di tubuhnya. Namun, ketika Jin Lien membuka mata, dia hanya memiliki ingatan di kehidupan pertamanya, meninggal di tangan t*erotis ketika menyelamatkan seorang anak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Askaori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Puas mengamati rumah miliknya, Jin Lien mengamati rumah pohon lainnya yang akan ditempati oleh para bawahannya.
Begitu Jin Lien muncul, mereka segera menyapa.
“Nona!”
Jin Lien mengangguk, dia dapat melihat An Qiao dan An Xiao sedang mengajari mereka cara membaca dan menulis menggunakan huruf abjad.
“Qiao’er, setelah mereka mengerti, kau berikan mereka semua buku medis pada mereka untuk mereka pelajari. Jangan lupa untuk membiarkan mereka berlatih kultivasi. Aku ingin mereka seperti Dark eagle milikku dulu.”
“Ya, Nona.”
“Juga, bagi mereka menjadi 5 kelompok. Kelompok pertama akan membuka restoran sambil mempelajari informasi yang beredar, kelompok kedua merupakan kelompok pembunuh bayaran, tapi mereka tidak boleh mengambil nyawa target sembarangan, setidaknya selidiki lebih dulu pihak mana yang benar dan salah. Jika pihak pelanggan salah, langsung bunuh mereka. Begitu juga sebaliknya. Kelompok ketiga merupakan kelompok pengumpul informasi dari semua kerajaan. Kelompok keempat, biarkan mereka menjadi pengawal bayaran yang akan mengawal pelanggan, dan kelompok terakhir, biarkan mereka membuka rumah sakit dan apotek. Juga katakan pada mereka semua, mereka dapat memilih anggota lagi untuk dilatih. Karena kita tidak hanya akan tinggal di kerajaan kecil ini, kita mungkin akan naik ke alam yang lebih tinggi.”
“Dimengerti.”
Setidaknya, Jin Lien perlu meninggalkan sesuatu yang bermanfaat di tempat ini sebelum dia pergi mencari kedua orang tuanya.
“Nama kelompok mereka nanti adalah Eagle Army.”
“Dimengerti.”
Setelah mengatakan banyak hal, Jin Lien kembali ke kediamannya dan mulai membersihkan diri. Mengenakan hanfu hitam polos selutut, dia memasangkan dengan celana putih dan juga sepatu hitam. Rambutnya seperti biasa, dia mengikat dengan gaya ekor kuda, tidak lupa mengenakan jepitan teratai miliknya. Meski penampilannya terlihat sederhana, tapi pakaian yang dia kenakan merupakan senjata pertahanan.
Saat itu, setelah Jin Lien meminta Lotus kecil untuk membuat hanfu resmi yang merupakan senjata pertahanan dan memiliki fungsi pembersihan diri sendiri, Lotus kecil langsung berinisiatif mengubah semua pakaian Jin Lien menjadi senjata pertahanan.
Merasa penampilannya terlihat baik, Jin Lien langsung berjalan ke aula keluarga. Di dalam aula, beberapa anggota keluarga Xia sedang duduk, tapi beberapa orang tidak kelihatan, dan Jin Lien menebak jika mereka sedang berada di istana.
Jin Lien memberi salam pada mereka semua, dan meminta izin untuk berjalan-jalan di luar.
Xia Cheng mendengar itu, langsung meminta beberapa pengawal untuk menyiapkan kereta, tapi Jin Lien menolak.
“Kalau begitu, pergilah bersama Mei’er.”
“Ya.”
Keduanya keluar bersama, mereka tidak menggunakan kereta, melainkan berjalan kaki.
“Jiejie, apakah kau tahu di mana tempat menjual kaldron untuk alkimia?”
“Tentu, aku akan membawamu ke paviliun harta karun. Di sana banyak jenis kaldron yang dijual, kau tinggal memilihnya.”
“Oke, kalau begitu, ayo ke sana!”
Xia Chu Mei tersenyum melihat tingkah Jin Lien. Dia di kehidupan sebelumnya tidak memiliki seorang adik, dan di kehidupan ini, tuhan memberinya seorang adik yang ceria dan bersemangat. Dia sangat bersyukur.
Keduanya berjalan beriringan, terkadang mereka mampir di stan kecil untuk membeli pernak pernik kecil, beberapa tusuk tanghulu, dan beberapa hal lucu.
Setelah beberapa saat, mereka akhirnya sampai di paviliun harta karun. Pelayan yang mengenali Xia Chu Mei, langsung menyapa dan mengatakan jika beberapa barang baru, baru saja sampai.
Xia Chu Mei menatap Jin Lien, dan bertanya.
“Apakah kau ingin melihat barang yang baru saja tiba?”
“Tidak, aku hanya ingin melihat dan membeli kaldron jika itu cocok.”
“Baiklah.”
Jadi Xia Chu Mei menatap pelayan tersebut, dan mengatakan jika mereka tidak perlu melihat barang baru, tapi mengatakan agar membawa mereka melihat kaldron yang tersedia di paviliun harta karun.
Begitu sampai di rak khusus kaldron, Jin Lien dibuat tercengang dan wajah menjadi gelap. Memang banyak jenis kaldron di sini, tapi itu hanya kaldron perunggu dan perak. Untuk menahan kekuatan mentalnya, setidaknya dia harus menggunakan kaldron emas.
Melihat wajah Jin Lien, Xia Chu Mei tahu jika Jin Lien tidak terlalu menyukai semua kaldron di sini. Dia sebenarnya memiliki kaldron lebih, tapi dia juga membutuhkannya, karena tidak mungkin untuknya mengeluarkan kaldron yang merupakan kaldron utamanya. Jika dia mengeluarkan kaldron tersebut, dia takut akan menjadi incaran dari beberapa orang serakah.
“Karena tidak ada yang memasuki matamu, kita hanya bisa menunggu hari pelelangan untuk menguji peruntungan kita.”
“Jiejie, sebenarnya tidak masalah ada atau tidak, karena aku memiliki kaldron milikku, hanya saja aku ingin memiliki cadangan.”
Xia Chu Mei mengerti, tapi dia masih memilih untuk membawa Jin Lien ke rumah lelang jika hari pelelangan tiba.
Keluar dari paviliun harta karun, suara lembut dan menenangkan seorang gadis menghentikan mereka.
“Mei’er, apa yang kau beli? Aku mendengar jika banyak barang baru yang tiba semalam, jadi aku ingin melihat-lihat.”
Xia Chu Mei menatap gadis tersebut, meski dia tidak memiliki kebencian, tapi matanya dan aura tubuhnya penuh keterasingan.
“Hanya melihat-lihat, tapi kami tidak membeli apa pun.”
“Oh, kalau begitu aku akan masuk dan melihat.”
“Silakan.”
Melihat gadis itu pergi, Jin Lien mengendikan bahunya tak acuh. Dia kemudian menatap Xua Chu Mei.
“Jiejie, apakah di sini ada asosiasi alchemis?”
“Uhm.”
“Kalau begitu, ayo kesana.”
“Oke.”
Xia Chu Mei setuju dan mengantar Jin Lien ke asosiasi alchemis. Di asosiasi alchemis juga menyediakan barang yang diperlukan oleh seorang alchemis, tapi mereka tidak menggunakan emas untuk berdagang, melainkan mereka melakukan barter.
Jarak asosiasi alchemis dari paviliun harta karun tidaklah jauh, hanya 2 blok saja.
Ketika keduanya sampai, mereka disambut oleh sepinya asosiasi alcehmis. Itu wajar, karena seorang alchemis membutuhkan ketenangan, dan mereka yang masuk tidak boleh bersuara terlalu keras.
Gerbang asosiasi alchemis memiliki kaldron di atasnya sebagai tanda. Begitu keduanya melewati gerbang, mereka tidak terkejut, tapi ketikan mereka memasuki aula, mereka bisa melihat beberapa orang yang saling menawar.
Berkeliling di aula, hingga dia melihat kaldron emas yang tampak biasa, dan itu membuat Jin Lien senang.
Menuju arah kaldron tersebut, dia melihat biaya kaldron tersebut yang ternyata perlu menukar dengan rumput pelangi berdaun tunggal.
Jin Lien mengernyit ketika melihat biaya tersebut yang menurutnya tak masuk akal.
Kaldron emas itu tampak lusuh dan tak lagi memiliki cahaya yang mesti dimiliki oleh benda emas. Ada pola samar yang tampak akan terhapus dimakan usia. Terus mengamati kaldron tersebut, Jin Lien merasakan perasaan kedekatan dengan kaldron tersebut yang membuatnya semakin mengernyit.
Perasaan kedekatan tersebut dia merasa jika itu berasal dari api surgawi miliknya.
Jin Lien tidak peduli lagi dengan hal yang menjadi objek pertukaran kaldron tersebut, dia langsung memanggil orang yang bertugas untuk menukar kaldron tersebut.
“Aku ingin kaldron ini.” Jin Lien tanpa basa-basi mengatakan hal tersebut yang membuat petugas itu terkejut. Tidak hanya petugas tersebut, tapi juga beberapa orang di sekitar termasuk Xia Chu Mei.
Dia sebagai seorang alchemis tentu tahu betapa berharganya rumput pelangi berdaun tunggal itu. Dia menatap Jin Lien seolah tak percaya.
Jin Lien sendiri telah berkomunikasi dengan Lotus kecil untuk menempatkan rumput pelangi berdaun tunggal yang telah dipetik seminggu lalu ke dalam kotak. Dia tidak mungkin mengeluarkan yang segar, karena akan menjadi kehebohan.
“Apakah Anda yakin ingin menukar kaldron jelek ini dengan herbal langka?”
“Kenapa tidak?”
Setelah mengatakan hal tersebut, Jin Lien langsung memberikan kotak yang berisi setangkai rumput pelangi berdaun tunggal. Setelah mendapat verifikasi, dia dapat memiliki kaldron emas lusuh itu.
Melihat itu, Xia Chu Mei merasa rumit, dia sendiri membutuhkan rumput pelangi berdaun tunggal untuk membuat pil pengubah wujud, dan dia melihat Jin Lien menukar dengan kaldron jelek, tapi dia masih menghormati keputusan Jin Lien. Dan mungkin saja di balik penampilan jelek kaldron tersebut menyembunyikan penampilan sebenarnya seperti kaldron miliknya yang tak sengaja dia temukan.
lama udah nggak updatee masih setia ni menunggu lanjutan cerita nya kakkk