NovelToon NovelToon
Mawar Tak Berduri

Mawar Tak Berduri

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.6
Nama Author: Isma Wati

Mawar terpaksa menerima perjodohan orang tuanya dengan kolega bisnis ayahnya. Laki-laki yang dijodohkan dengannya sama sekali tak menyukainya, Rasya selalu berkata ketus dan selalu minta pada Mawar agar Mawar mau membatalkan perjodohan ini.

Disaat menjelang hari pernikahan mereka, Rasya meminta Mawar untuk membatalkan pernikahan mereka, karena dia mulai jatuh cinta pada Putri, gadis sederhana yang ia manfaatkan agar bisa membuat pernikahannya batal.

"Mawar kamu tau kita tidak saling mencintai, kuharap kamu mau membatalkan pernikahan ini." Rasya Mahardika

"Aku nggak mau, aku tak akan pernah membatalkan pernikahan ini walau kamu menangis nanah sekalipun." Mawar Pramudita

Akankah Mawar membatalkan pernikahan mereka? Atau sebaliknya?

Banyak hal mengungkapkan kehidupan Mawar atas pilihannya. Siapa Mawar yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

Aku hanya kasihan

Ucapan Mawar terus terngiang, jahat sekali Mawar mengatakan itu, padahal semalam mereka saling membagi rasa. Rasya menyugar rambutnya, melihat pantulan dirinya didepan cermin, menampakkan tubuh atletisnya yang terus dialiri air shower.

Rasya terus berdiri dibawah pancuran shower, mendinginkan hatinya yang terasa panas. Semua tak seperti yang diinginkannya, bayangannya kembali memadu kasih bersama wanita yang membuat hatinya menjadi menggila, terpatahkan dengan ucapan "hanya kasihan".

Lama Rasya terus membiarkan dirinya basah, berharap ucapan Mawar tadi hanya salah dengar. Namun semakin dia mengingatnya, ucapan itu begitu semakin nyatanya, yah, benar Mawar mengatakan itu.

Sudah hampir satu jam Rasya berdiri dibawah guyuran air, ia merasa badannya sedikit menggigil, karena memang dia belum sembuh betul dari sakitnya kemarin. Rasya mematikan airnya, menyudahi mandi, namun hanya mandi bebek, tanpa memakai sabun.

Rasya duduk diujung tempat tidur, melihat lagi kalung yang dia beli, kalung berbentuk love menjadi pilihannya, yang dia pesan secara mendadak pada temannya, ingin memberikan kejutan pada Mawar, namun justru dia yang diberi kejutan atas ucapan hanya kasihan.

Rasya memejamkan matanya, mengurangi rasa sakit yang masuk ke relung hatinya. Apa Mawar balas dendam atas perlakuannya selama ini? inikah yang Mawar rasakan disaat dia mengatakan kata-kata tajam pada Mawar?. Padahal dia sudah berkali-kali meminta maaf, mengapa Mawar begitu pendendamnya.

Diletakkannya lagi kalung itu pada kotak beludru berwarna hitam dengan pita merah muda. Memasukkan kembali pada laci nakas disebelahnya. Ia merebahkan tubuhnya, berharap saat dia bangun nanti, rasa itu telah hilang.

Dikamarnya, Mawar masih terpikirkan Rasya. Dia merasa bersalah.

"Maafkan aku Sya, aku tidak ingin kesalahan orang tuaku terjadi padaku, walau keadaan yang berbeda, namun aku tidak ingin hal itu terjadi, sedang aku, belum siap menerima ajakan mu untuk menikah, aku belum bisa percaya padamu, aku belum yakin, perubahan sikapmu padaku yang tiba-tiba lembut. Apa alasan kamu?, sedang dulu, kamu begitu tidak menyukai ku." Setidaknya, Mawar menghindar terlebih dahulu, dia takut terjadi hal-hal diluar dugaannya. Mengingat semalam dia yang terlena, dan tak bisa menghindar dari perlakuan manis Rasya.

Mawar memejamkan matanya, membuat kubangan embun yang bertumpu pada matanya jatuh begitu saja. Ia meremasi dadanya, begitu sedih akan kisah orang tuanya. Mawar akan menemui papanya, dia harus segera tahu dimana ibu kandungnya berada.

Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi, setelah Chio dan Marvin pergi ke toko, Mawar bilang ingin menemui Putri, dia ingin tahu kabar gadis itu sekarang, sekaligus meminta maaf, atas kelancanganya, membuat Putri terlibat dalam masalahnya.

Mawar menaiki taksi, yang kebetulan lewat setelah menurunkan penumpang diapartemen itu.

Huff

Seperti ini rasanya hidup bebas, dia yang biasanya kemanapun diantar supir, upss, maaf ralat, bukan supir melainkan pengawal sekaligus yang memata-matainya, kini harus membiasakan diri menaiki kendaraan umum. Ini lebih baik, tak ada yang melaporkan kemanapun, dan apapun itu tentang semua yang dilakukannya

Tak lama taksi itu berhenti tak jauh dari rumah Putri, Mawar sengaja berhenti diseberang rumah Putri agak jauh, sebab dia melihat mobil Rasya yang sudah terparkir cantik disana.

Terlihat jelas, mereka sedang berpelukan. Mawar membuang mukanya, tak ingin melihat pemandangan didepannya. Sakit rasanya, secepat itu Rasya berubah pikiran. Ya, seharusnya kamu sadar dari awal Mawar, tidak mungkin Rasya tiba-tiba begitu lembut, setelah dia memutuskan kabur dari acara pernikahan, padahal sebelumnya, Rasya dengan tegas, memintanya membatalkan pernikahan itu.

Hemm ya, baru semalam dia membuat Rasya marah, dan pagi ini laki-laki itu sudah berada dirumah wanita yang dicintainya.

"Jalan lagi Pak." Pinta Mawar pada supir taksi tersebut, dan diangguki oleh sang supir.

Dia yang awalnya begitu khawatir dan ingin minta maaf, diurungkannya niat tersebut. Tujuannya saat ini adalah toko. Lebih baik dia membantu Chio dan Marvin. Hidupnya kini terasa lebih hidup, tak seperti dulu, hidup seperti tak ada tujuan.

Memulai dengan melayani para pengunjung, Mawar mencoba berinteraksi langsung, apa tanggapan dari para pelanggan.

"Terima kasih mba, saya menjadi berlangganan disini, bisa request wangi sesuai kemauan saya, ditambah lagi, setiap pembelian satu produk, dapat gift untuk mama, mama selalu suka sama wanginya, nggak pasaran"

"Terima kasih mba, saya sangat menyukai rose's mom, selain harganya merakyat, dapat gift khusus padahal saya tidak punya mama, tapi di rose's mom, bisa menyediakan khusus untuk papa, dan papa suka, bisa pesan sesuai karakter saya juga, nggak bisa ada yang menyamai wanginya"

"Aku suka dan puas sama pelayanannya, awalnya tahu dari selegram, terus coba datang langsung kesini, biasanya nggak sesuai ekspektasi, tapi ini jauhhh lebih baik dari yang aku bayangin"

Begitulah komentar para pembeli, mereka selalu puas, dengan pelayanan rose's mom. Hati Mawar begitu bahagia mendapati kepuasan para pengunjung.

Kini dia melihat pada benda pipih yang Chio berikan, mereka kebanjiran order. Setiap komentar atau ulasan para pembeli, begitu membuat Mawar terus menyunggingkan bibirnya.

Tak pernah ia menyangka, kesukaannya terhadap membaca, membawanya pada titik ini. Mawar jadi tahu, komponen apa saja yang bisa menghasilkan wangi parfum yang enak. Walau mereka harus mengimpor bahan baku dari Prancis.

"Chiiii, waktunya makan siang, khusus hari ini, aku yang traktir" Panggil Mawar pada Chio, yang sedang sibuk pada paket yang akan dia kirimkan. Dan diikuti sorak kegembiraan para teman Chio.

Sedang Chio memberenggut, Mawar seperti adik menyebalkannya, memanggilnya Chiii, yang kini diikuti teman kerjanya.

Teman Chio senang, makan siang kali ini terasa begitu istimewa, mereka makan bersama pencetus rose's mom. Sekaligus cuci mata, kecantikan Mawar yang alami, membuat mereka tak bisa berkedip memandangnya.

"Mawar sepertinya kita harus menggaet rekan lagi, untuk bisa memproduksi secara massal."

"Loh kenapa Chiii?"

"Mawar, Chio, terdengar lebih macho ya" Protes Chio, yang tidak terima nama panggilannya diganti.

Mawar terkekeh, begitu juga yang lainnya

"Ini sudah membludak orderannya, kebetulan Reza, research deplopment (peracik parfum) kita ada kenalan pemilik pabrik parfum, tak jauh, di daerah Tangerang" Terang Chio.

"Efektif nggak, aku nggak mau nanti jika diproduksi secara massal, kualitas kita menurun"

"Benar Chiii kata kak Mawar, sedang rose's mom, terkenal dengan wangi ciri khasnya, mereka bisa memesan sesuai dengan yang mereka inginkan." Lanjut Marvin yang setuju dengan kakaknya.

Begitu juga yang lainnya, mereka tak ingin kualitas rose's mom menurun.

"Bagaimana kalau penambahan tenaga pekerja saja" Saran Rio, pemegang finishing.

"Ide bagus itu, mungkin kita bisa coba dulu, dan meminta pembeli, untuk PO terlebih dahulu, supaya kita bisa meminimalisir keterlambatan produksi" Lanjut Mawar lagi.

Semua yang disana setuju dengan penambahan tenaga kerja baru. Mereka semakin bersemangat, walau mereka sebenarnya sedikit kewalahan.

Cekrek

Cekrek

Jepretan kamera mengintai kegiatan mereka diluar sana.

.

.

.

.

Bersambung

1
imoe nawar
👍
ayu cantik
suka
Netty Netty
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Netty Netty
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
ibu iblus, udh tua tapi cari kesenangan sendiri. mending mati aja. ngk malu sm diri
Katherina Ajawaila
keren outhour ceritanya
Katherina Ajawaila
biar Vivi sadar diri udh tua msh demen nge jalang, trima berkatnya anaknya 🥸
Rezqhi Amalia: permisi kak, siapa tahu kakak minat mampir dikaryaku yang berjudul 'Dipaksa Menikahi Suami Sahabatku'


terimakasih sebelumnya 🤗💐
total 1 replies
Katherina Ajawaila
Mawar gampang banget luluhnya walau cemburu jgn mau di kadalin,
Katherina Ajawaila
gemes liat Rasya sok kegantengan 🥸
Katherina Ajawaila
dasar Rasya, ngobrol sana sini, jgn mau lagi mawar sm mulut manis berbisa. menjijikan 😣
Katherina Ajawaila
Enak ngk Sya dengarnya kalau hanya kasihan, mantap makanya punya mulut belajar utk bersyukur😲
Katherina Ajawaila
dasar ibu. jalang, bisa banget liat anak sengsara. tapi dia. nge jalang ngk di pikirin
Katherina Ajawaila
nmnya jigaAbdi, pasti setia dengan pengapdiannya 😲
Katherina Ajawaila
kapok belagu sih jadi laki2
Katherina Ajawaila
Rasya ngk. pantes jd suami mawar, menjijikan
Katherina Ajawaila
dasar punya mm sprt pelacur terselubung
Katherina Ajawaila
sedih amat ada yg ortu sprt itu, sadis kaya ngk niat punya anak
Katherina Ajawaila
seneng liat visualnya thour.
Katherina Ajawaila
biadab Rasya. jgn mau di perbudakan mawar. kamu modern., korban dr seorang ibu yg msh. gatel
Katherina Ajawaila
Tasya teha banget sih, ibu. Vivi ada lg seorang ibu. sampai. hati. amat sm anak.. ituu anak. kandung or angkat sih. thour
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!