Wasiat dari sang Ayah membuat Jia harus menikah dengan Pria Tua pemilik grup perusahaan Mi. Jia yang masih berusia 23 Tahun terpaksa menikahi Pria yang usianya sudah 46 Tahun.
Mencintai Pria yang memiliki masa lalu buruk terhadap wanita bukanlah hal yang mudah. Bahkan, hati Japhar sendiri tak bisa menerima cinta dan kasih sayang dari siapapun.
.
Cobaan Di dalam rumah tangga selalu tak bisa ia hindari. Bahkan cibiran-cibiran dari temannya pun selalu ia terima, Mampukah pernikahan ini bertahan?
Penasaran? Lanjut Baca Dong! Ikuti Kisah Perjuangan Cinta Jia Li!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AppleTwisT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34 - Masa Lalu
Jia langsung ditarik masuk oleh Japhar tanpa belas kasihan sedikit pun. sementara Ze masih terisak di luar.
''Kamu ga kasihan lihat dia gitu?'' Tanya Jia kesal menghadap Japhar.
''Engga. itu bukan urusan ku. kenapa memangnya?'' Tanya Japhar balik dengan nada menyeringai. Jia yang geram hanya bisa terdiam saat menatap nya.
Japhar segera pergi berlalu meninggalkan Jia sendiri didalam kamar. sembari membanting pintunya dengan kuat.
BAAAM!
Japhar menyelusuri lorong kamar, dia menuju ke sebuah ruangan kosong dan memasuki nya. ruangan itu begitu hampa suara. Semua dekorasi nya serba putih. dinding, lantai, bahkan sofa nya juga putih.
''Si@l!'' Ucap Japhar dengan kesalnya, seraya membuka paksa gorden di ruangan itu.
Seketika jendela yang tertutupi itu langsung terbuka lebar.
''Aku bisa menenangkan diri disini...'' Gumam Japhar. perlahan dia menarik nafas lalu menghembusnya kembali.
Mata nya tertuju ke arah luar jendela yang berpapasan pada halaman belakang nya yang luas. hamparan rumput hijau menambah sejuknya pemandangan. Remang-remang cahaya sinar matahari menyilaukan wajahnya.
''Lagi-lagi aku ga bisa kontrol emosi. Aku ga tahu cara ngehadapin istri seperti dia. Apalagi orang-orang sekitarku. Aku membenci diriku''
- - - - -
''Japhar mana sih? Ga kelihatan dari tadi.'' Gerutu Jia kesal.
Bi Lyna mendapati Jia yang tengah kikuk di depan kamarnya sendiri. Berjalan mondar-mandir seperti mencari sesuatu. Bi Lyna yang penasaran pun segera menghampiri.
''Nyonya cari siapa?''
Malam Harinya - -
Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 Jia masih saja mencari Japhar. seusai makan malam, Japhar menghilang lagi. Sampai Jia menemukan sebuah ruangan yang menyala lampunya, pintu nya sedikit terbuka.
''Japhar?'' Ucap Jia sembari mendorong pintu ruangan itu.
''Hm?'' Japhar hanya termenung menjawabnya. Pandangan nya kosong.
''Kamu ngapain? Dari tadi dicariin juga.''
''Engga. Aku lagi ngerjain ini.'' Kata Japhar dengan gugup nya.
Jia mendekat ke arah meja kerja Japhar dan memperhatikan meja yang dipenuhi kertas dan dokumen itu. Berantakan sekali.
''Ngerjain apa? yang ada berantakan gini. Kamu aja dari tadi bengong. kamu banyak pikiran?''
''Engga. Jangan dekat-dekat.'' Wajah Japhar memerah saat Jia ada didekatnya. Jarak mereka terlalu dekat. Dia segera menepis tangan Jia yang hendak menyentuh mejanya.
''Kenapa? kamu malu ya? Sama istri sendiri aja malu...''
''Engga.'' Japhar memalingkan wajahnya. Telinga nya pun ikut memerah. wajahnya benar-benar tidak bisa ditutupi lagi.
Jia yang kesal hanya bisa mendengus. Dia segera berbalik dan berlalu pergi. Namun... saat dia hendak melangkah kan kakinya keluar. Japhar menggapai tangannya, dan menariknya hingga jatuh ke pangkuannya.
''Jangan pergi. temenin aja aku disini.''
''Tadi cuek.'' Kata Jia datar, wajahnya tampak kesal.
''Aku ga bisa nahan nanti. Kamu kalo ada sisi ku selalu buat jantung ku berdegup kencang. bisa-bisa aku sakit jantung.'' Bisik Japhar di telinga Jia. sementara Jia, wajahnya langsung memerah tak karuan.
''Impas.''
Jia menarik kaos yang dikenakan Japhar hingga wajah mereka terlalu dekat. Tanpa berfikir panjang, Jia mencium bibir Japhar aktif.
''Bisa aja kamu gombalnya.'' Kata Jia sembari melepaskan ciumannya itu.
Japhar hanya tertunduk menahan wajahnya yang hampir meledak itu.
Seketika suasana hening, Japhar kembali berkutat dengan komputer nya. Sementara
Jia hanya terduduk di atas pangkuannya. Dia menyenderkan tubuhnya ke dada Japhar yang bidang itu. rasanya agak keras. karna penasaran dia pun meraba perut sixpack milik Japhar itu.
''Perut kamu kok bisa gini? Padahal kamu kan udah...''
''Kenapa memangnya? aku rajin olahraga, dari kecil aku selalu aktif bekerja.'' Kata Japhar lirih sambil mencengkram tangan istrinya yang hendak menyentuh nya lagi.
''Hm? Kerja apa? Ntar... lihat tuh, rambut kamu udah memutih ya. Nanti di cat aja lahi. Tapi kenapa pipi ini ga keriput?'' Jia membelai rambut sampai pipi Japhar.
''Kamu nakal ya?'' Goda Japhar.
''Oh iya, boleh ga cerita tentang masa kecil mu? Aku juga penasaran wajah nyonya besar Mi.'' Japhar enggan memberi jawaban dari pertanyaan Jia itu.
''Ceritakan sedikit saja...'' Jia berbisik ke telinga Japhar.
''Hm.. Nyonya besar Mi adalah orang yang tak berperasaan. Masa kecilku rusak karnanya. Ntah mengapa, dia sangat membenciku. sejak dulu aku dan ayahku yang membangun perusahaan itu dari 0. Adik ku memegang salah satu bisnis transportasi, bandara kota A. Namun karna tak becus akhirnya bandara itu diserahkan padaku. Dia membenci ku kembali.'' Ucap Japhar lirih.
''Terus? Ceritakan lebih banyak lagi...''
''Baiklah, hanya kau yang boleh tahu masa lalu ku.'' Kata Japhar setengah berbisik sambil menyentuh bibir Jia lembut. Jia hanya mengangguk.
''Dulu... Ibu dan ayahku tak pernah akur. mereka dijodohkan paksa. setiap harinya cekcok bahkan saling menyakiti. Setiap hari aku harus menyaksikan itu semua. kadang dia memukul ku dan adik ku. Ntah mengapa sejak saat itu aku membenci wanita, alasan yang konyol bukan?''
Jia iba dibuat nya. Jia turut merasakan apa yang Japhar rasakan. karna dia bernasib sama seperti nya.
Aku tak tahu ternyata dibalik hatinya yang keras punya sisi seperti ini. dan masa lalu yang kelam.
''Aku tidak memiliki keluarga lagi... semenjak aku berumur 27 tahun. Kedua orang tuaku meninggal. begitu juga adik ku. Aku tak pernah merasakan kehangatan keluarga.''
''Kan sekarang ada aku dan anak ini, Hehehe.''
''Maafkan aku jika aku sering bertindak kepadamu belakangan ini. Perkataan mu barusan itu benar. Aku bahkan takut kehilanganmu. berjanjilah ada di sisiku selamanya.'' Kata Japhar dengan tulus. semua perkataan itu keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam.
''Aku berjanji. Hanya maut yang akan memisahkan kita.''
''Aku juga dulu sama, sama seperti mu. Aku tak pernah memiliki keluarga utuh. tapi sekarang kita akan menjadi keluarga.''
''Kalau boleh tau... Kemana ibu kandung mu?'' Tanya Japhar penuh penasaran.
''Ibuku... Ibuku telah lama meninggal. Saat itu aku masih berumur 11 tahun. dan tengah berada di luar kota. beliau dinyatakan meninggal karna terkena serangan jantung mendadak. disitu aku merasa sangat terpukul. beliau adalah orang yang sangat ku sayangi.'' Kata Jia dengan suara lirih.
''Ayahku menikah lagi. Ibu tiriku sangat kejam. Dia sering menyiksa ku. Bahkan memfitnah ku didepan ayah ku sendiri.'' Japhar iba dibuat nya. sebelum Jia melanjutkan perkataannya itu, Japhar langsung memeluk nya erat. Jia memendamkan wajahnya di dada bidang Japhar.
''Jangan lanjutkan lagi... itu membuat hati ku sakit.''
Sementara itu... Bi Lyna yang hendak mengantar teh ke ruangan itu, malah menguntil dari sebalik dinding.
''Jadi selama ini mereka semua membohongi Jia? aku masih hidup nak... andai Jia tahu kalau aku ini adalah ibunya. Aku paham betul apa yang kamu rasakan selama ini...''
.
.
Bersambung
masa GK bisa nyelidiki apa yg terjd pada jia
revisi mulu
jangan" mereka bukan sodara kandung..
haduh jiwa ghibah ku berteriak Thor