NovelToon NovelToon
SOPHIA

SOPHIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Patahhati / Cinta Terlarang / Enemy to Lovers / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Tris rahmawati

Menjalin hubungan terlarang bersama mantan kekasihnya didalam kediaman keluarga Hollarck alias keluarga kekasihnya sendiri adalah sebuah ketegangan untuk Sophia.

Namun tidak untuk Felix, tangan kanan keluarga Hollarck tersebut yang menganggap semuanya adalah hal biasa saja dan malah menjadi tantangan menarik untuk hubungan mereka.

•••


"Sudah di bagian bumi lain bahkan aku masih saja bertemu dengan mu!"

Felix menyeringaikan cibiran, "Lalu kenapa? Apakah kau fikir kita akan berjodoh, kau sangat lucu... hahah lalu apakah menurut mu anjing dan kera berada dalam satu kebun binatang lalu terpisah bertahun-tahun, kemudian bertemu di kebun binatang lain lalu mereka akan berjodoh, menikah, lalu mempunyai anak dan bahagia? Huh...kisah yang indah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

Don't watch me cry [Putar Lagunya]⤴️

Gio berkaca-kaca, dengan emosi yang sudah membuncah dia melayangkan senjata kekepala Carlos, Hatinya begitu sakit, dan semakin sakit saat mendengar Sophia hamil.

Nick juga tidak menyangka dengan apa yang terjadi, wanita yang dia harapkan bersama ternyata terikat dengan orang lain, dan hamil! Kecewa, marah kesal sudah pasti.

Walau tidak dibenarkan sikap ayahnya yang membuat Felix mati akan tetapi salah siapa? Ini resiko mereka, mereka berkhianat dalam aturan DeHollrack family pengkhianatan adalah kesalahan yang tidak bisa di tolelir.

Nick menyeringaikan cibiran, “Salah siapa? Aku tidak menyukai ayahku dan Carlos tapi mereka tidak sepenuhnya salah, Felix memang sudah berkhianat dan Kau juga Sergio Gustav diam-diam kau mengkhianati ayahku mencuri banyak aset berharga deHollrack!”

“Tutup mulut mu!” Satu tangan Gio terangkat lagi kini kedua tangannya menjadi membidik dua kepala. “Aset yang aku ambil adalah hasil yang orang tua mu rampas dari orang lain dan aku memberikannya kepada sebuah rumah kanker di Eropa, bukan aku makan sendiri!”

“Siapa yang tahu itu!” Nick semakin membenci Gio dan orang-orang terdekat Felix, “Pantas saja Sophia sangat sibuk membuat aku kembali pada Carmella.”

“Dad,..kenapa uncle ini bermain tembak-tembakkan, Lurra takut.”lirih Lura memeluk kaki Nickolas.

“Allura ayo kita pulang! Grandpa juga sudah sudah lelah dengan mereka semua disini.” Ujar Carlos.

Sophia pun turun dari Helicopter itu, dia tidak tega melihat begitu banyak senjata mengepung disana dan di lihat allura, tangan-tangan pasukan Carlos yang membidik Gio dan kedua tangan Gio membidik Nick dan Carlos.

“Aunty Sophiaaaaaa!!!” Teriak Allura seperti minta pertolongan, dia tidak ingin Carlos membawanya pergi.

“Tidak akan ada yang pergi, Nyawa akan di balas dengan nyawa! Felix pergi, Kau Carlos Hagens, dia Nickolas Hollrack dan kedua orang tuanya harus mengalami halnya sama” Kecam Gio.

Gio tidak sengaja berucap, membuat Sophia terperangah, “Siapa yang pergi, Nyawa dibalas nyawa bagai mana!” Sophia yang sudah turun dan sedang berjalan di tengah halaman bukit berumput itu menyambar ucapan Gio serius.

Semua mata disana melihat kepada Sophia, namun tidak menyurutkan senjatanya Gio  masih membidik dikepala Carlos dan Nick.

“SIAPA GIO!” Sophia memekik, perasaanya sudah tidak nyaman, sepertinya tadi Gio menyebut nama Felix.

“KATAKAN GIO! KATAKAN!” Sophia menumpahkan air matanya, tubuhnya panas dingin, “Gioo!! lututnya seakan tidak berdaya

Sophia menarik lengan Gio “Bukan Felix, bukan Felix Gio! Dia masih ada, dia masih ada…”Hikss “Bukan Felix…” perlahan Ia merendahkan tubuhnya, dunianya seakan runtuh, putaran waktu seakan berhenti.

 “Gio katakan Gio katakan… “Hiksss hikss… bibir Sophia bergetar, air matanya tumpah ruah, kakinya tidak lagi berpijak. “Ini tidak mungkin dia tidak mungkin pergi, tidak Gio! Tidaaak! Anak ku akan bagaimana, dia butuh ayahnya, dia butuh Felix….”

 Hiksss hikss..

“PUAS KALIAN, PUAS! Haruskah masalah yang tidak perlu di besar-besarkan jadi besar, Kau bisa mengambil cucumu dengan mudah! Lalu kau bisa bersama dengan anak mu meminta baik dengannya! Tanpa harus mematikan orang lain karena keegoisan kalian semua!”

Bruakkkkkk.

Gio Frustasi menendang sebuah batu disana, dan DORRR!!

 Melepaskan pelurunya kesembarang arah. “Bangsat!!”

Carlos mengelak, “Aku tidak membunuh teman mu, aku hanya berurusan dengan Dominique!” sanggah Carlos.

“Bukan kau, tapi kau menyalakan apinya! Bangsattt!!” Pekik Gio, “Orang lain mengambil telah kesempatan akan ini, Simon trucela—

“STOP GIOO! STOP! Bawa aku ketempat Felix! Hantarkan aku Gio, hantarkan aku! Ku mohon, berkali-kali aku sudah bilang berhenti, Lingkaran hitam ini tidak akan ada Habisnya, Hiksss… hiksss

“Felix ingin menyelesaikan semua, tapi kenapa harus nyawanya juga… aku harus bagaimana Gio, harus bagaimana aku sekarang.” Sophia sudah jatuh berjongkok memegangi kaki Gio.

“Nickolas kau egois!” Sophia menatap benci “Jika kau tidak membawa Allura ini semua tidak akan terjadi, tidak akan! Harusnya aku sudah pergi dari lingkaran kalian, berbahagia dengan hidupku, dan kau bisa berdamai dengan Keluarga Hagens membesarkan  Allura bersama.”

“Kau menyalahkan ku, Jika saja kau tidak kembali barsamanya, mengkhianati keluarga Hollrack, dia tidak akan mati, tidak!”

DOOOR!!!

Gio tersulut, ia pun kini benar menembak Lengan Nickolas, “Mati kau bangsat!” Nickolas tersungkur jatuh tanpa bersuara, “Bisa-bisanya kau masih menganggap ini bukan salah mu. “

“Daddy!!  Daddy!!!” Allura berteriak.

Dengan Carlos tampak acuh tidak acuh dia memang sangat bahagia melihat keluarga Dominique tersiksa.

“GIO STOP! Kau bisa membuhnya, Kasihani Allura!” pekik Sophia.

“Sayangnya aku masih punya otak! Sakit Nicholas sakit? Untuk apa kau memirkan mereka Sophia, mereka saja tidak memikirkan mu.”

Sebuah information sampai pada alat ditelinga Gio, Felix sudah di kremasi, tubuh Gio semakin gemetar, ini seperti mimpi, ini mimpi buruk.

“SOPHIA BANGKIT!” Tarik Gio…membuat Sophia susah payah bangikit, dan Dengan cepat ia menahan mulut Sophia menggunakan sebuah tissu seketika tubuh Sophia tidak berdaya, jatuh padanya dan di bawa ke Helicopter. “Tidurlah yang lama.” Ujarnya mengankat Sophia naik.

Tidak peduli dengan Nickolas yang ia tembaki, tampaknya Carlos Hagen menolongnya entah pun membunuhnya, yang pasti jangan sentuh Gio saat ini siapa saja akan mati olehnya

...•••...

“Kemana kau bawa Felix Simon!” Pekik Florencia, jelas dia tahu Felix belum meninggal saat pemeriksaa rumah sakit, nafasnya satu persatu masih terasa walau dengan jantung yang sudah sangat lemah.

“Sudah di kremasi bersama peti-petinya di sana! Elleza dan Dominique memerintahku, untuk apa aku mendengarkan kau!”

“Tapi Felix masih hidup dia masih hidup, pihak rumah sakit pun mengatakan dia masih hidup! Walaupun kritis!”

Simon menyekik Florencia, “Sedikit saja kau buka suara, jangan salahkan aku kau juga akan menyusulnya!”

“Proses Kremasi sudah selesai, Bos! Abunya mungkin bisa di kirimkan kepada keluarganya!” seru seseorang datang, membuat Simon melepaskan leher Florencia.

“Siapakan, dan kirimkan!” Simon menyeringai lebar, saat ini dia lah yang akan menggantikan posisi Felix menjadi tangan kanan dan kepercayaan Dominique.

“Biadab! Kau bukan manusia Simon! Kau bukan manusia!” Cuih… Florencia berdecak, Biarpun dia tidak dipilih Felix namun hatinya tetap sangat menyayangi lelaki itu mengikhlaskan jika memang ternyata Sophia adalah yang ia pilih sejak lama.

Simon semakin murka, Ia pun menarik kasar Florencia, membanya ke koridor kosong rumah duka di lantai berbeda dengan rumah sakit itu.

“Ku ulangi sekali lagi, jangan campuri urusanku! Jika kau tidak mau mati juga keluarga mu!”

“Kau pengecut! Kau pecundang! Cara mu licik! Kau tidak akan bahagia, kau camkan itu!’

Simon tertawa, “Bahagia? Haha… Jika aku mau aku bisa memaksa mu untuk berbahagia dengan ku! Tapi aku tidak sudi bersama pelaacur seperti mu… “ Bugh…

Simon pun mendorong kasar Florencia, membuatnya terjatuh melantai, lelaki itu melangkah penuh kemenangan kini seluruhnya jatuh ditangannya, Ia menyeringai lebar begitu mudahnya menjatuhkan Felix.

 “Semesta tidak mematikan mu, tapi aku bisa memaksa mu mati.” Haha

...•••...

Disebuah rumah kayu pinggiran pantai, Gio membawa Sophia kerumah seorang nenek tua yang ia kenal saat menyelamatkannya beberapa tahun silam tertembak disebuah kapal yang di rompak oleh para mafia laut.

Disana akan aman untuk Sophia sebelum membawanya kembali ke Manila, Gio akan membuat perhitungan pada Simon dan Dominique Family, dia sudah membuat sebuah strategy tidak ingi terlalu sulit cukup membuat semuanya lenyap dalam sekali percobaan.

“5 jam lagi aku tiba!” Seorang lelaki menyilangkan kakinya di sebuah armada besi yang ia naiki.

“Gio terkesiap, bangkit dari duduknya, aku tidak tanggung jawab jika kau mati, anak mu masih kecil-kecil!”

Lelaki itu terdengar mendesah, “Aku datang untuk menang bukan untuk mati! Jika tentang anak anak mu juga masih kecil! Aku katakan pada ibu dan istriku aku ke Manila, bukan ke Madrid!”

Gio membenarkan itu, anaknya pun masih kecil di Hungary,“Kau memberi tahu nyonya Liana?”

“Tidak, Kau fikir aku bisa datang jika dia tahu!”

Gio menarik nafasnya, “Sophia hamil,” bibirnya seakan kelu mengucapkan itu, “Seseorang sudah memeriksa kondisinya,”

“Apa?”

Gio tertawa namun ia sudah berkaca-kaca, mengingat keinginan Felix ingin berhenti dari ini semua, kembali ke Manila, menikah lalu hidup bahagia bersama anak-anaknya. “Sudahlah,” Gio tidak sanggup berbicara lagi, “Sophia ku buat tidak sadarkan diri, mungkin dia akan bangun besok pagi, dan— Felix ku dengar sudah di kremasi dan mereka akan mengirimkan abunya ke Manila.”

Juliia menopang wajahnya, ini akan begitu berat untuk Sophia, dan keluarga Felix menantikan kepulangan anak namun yang datang hanya abunya.

Sangat Jullian paham juga seperti apa wanita hamil membutuhkan sosok suami didekatnya, bagaimana saat nanti anak itu lahir, malang sekai makhluk tidak berdosa itu.

“Damailah disana, Sophia dan anak mu, kami akan menjaminnya, “ Jullian menghela, benar-benar ini menjadi moment paling berkabung untuk mereka.

 

Next »

1
Nayy
love you to thorr...
makasih buat karya keren nya "sofiafelix" 😍
Nayy: di tunggu thor
total 2 replies
Nayy
sudah thor sudah ampun,capek ngakaknya thor di 3 part ini🤣🤣
Nayy
sumpah thorrrrr
ngakak nya sampek ngik ngik
dari sekian banyak baca novel baru ini yang buat ketawa parahhh
outhor nya serius keuereeeennnnn 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nayy
laah .... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Lia Yulia
Felix,Jullian dan Gio...dlm keadan seriuspun masih bisa bertingkah konyol😂
Lia Yulia
ya ampun...senam jantung kita dibuatnya😅
Lia Yulia
knp jadi salah sebut nama sih🤦🏻‍♀️bersiaplah kau Sophia😁
Lia Yulia
kaaaaann...bener² g ketebak alurnya...mungkin ini akan jadi salah satu alasan Sophia pergi
Lia Yulia
akhirnya hilang sdh ego yg membentengi mereka...q percaya Felix kesayangan othor ini punya rencana yg tak terduga...
Lia Yulia
jujurlah....kalian masih ada rasa satu sama lain namun ego kalian begitu tinggi...
Lia Yulia
awal yg bagus...selalu bikin penasaran😍😍
dian rahma
reread... dan ternyata masih aja nangis part ini
dian rahma
ini udh baca yg kesekian kali dan tetep aja kebawa tiap suasananya,, dr part lucu, sedih, senyum sendiri, ketawa, ampek tegang nya tetep berasa... ommoo Felix Sophie kalian selalu bikin kangen.
Novita Ae
baca nya perut sampek kaku ketawa🤣🤣
Miamia
bengek 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 baca ulang tetep ngakak brutal 🤣
Miamia
part kocak lucu menggelikan di mulai 🤣🤣
Miamia
iya Felix booking Sofia cuma minta di kerok i🤭
Miamia
baca berulang ulang bab ini menguras air mata 😭
Miamia
bener gio,nyawa harus bayar nyawa 👍
Miamia
baca berulang kali masih aja gedek sama simon,, pengen tak tampol pake pistol
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!