NovelToon NovelToon
Chaos System

Chaos System

Status: tamat
Genre:Contest / Balas Dendam / Reinkarnasi / System / Kultivasi / Wuxia / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:423.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Huacheng Imut

Mu Chen Xiao mendapatkan kehidupan pertamanya yang cukup mengerikan! Ia dituduh sebagai penjahat dan bahkan dibenci oleh Guru besarnya sendiri juga semua saudara seperguruannya.

Ketika ia memilih untuk mati, waktu seolah-olah sedang mempermainkannya dengan mengembalikan dirinya di kehidupan sepuluh tahun yang lalu sebelum kematiannya.

Akan tetapi, jiwanya menolak untuk kembali dan pada akhirnya digantikan oleh seseorang yang hidup di zaman modern yang terikat pada sebuah sistem yang akan membawanya pada kekacauan.

note:
Bagi yang bingung, silahkan baca chapter 100+ sudah dijelaskan semua di sana.

Ini novel pertamaku jadi, Mo-on maap kalo banyak salah dan ini novel orisinil!

yg bilang TRANSLATE siap-siap tinju melayang di rahang mu.

tg : Arinimase

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Huacheng Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter. 33 - Pasukan Raja Xingyue

"Xiao'er! Menjauh darinya!" Ucap Zhao Bingyan yang langsung menarik tangan Mu Chen Xiao begitu ia mengetahui kalau ada seseorang yang menghancurkan mantra miliknya.

Zhao Bingyan tampak menatap serius ke arah Shang Ren yang masih tidak sadarkan diri di hadapannya setelah Mu Chen Xiao selesai untuk mengobati seluruh luka yang ada pada tubuhnya.

Keberadaan Shang Ren saat ini benar-benar harus diwaspadai mengingat serangan yang belum lama ini mereka lakukan untuk menghancurkan sekte Hua Jian, pastinya sesuatu yang besar akan terjadi di sini jika murid-murid di sini melihat Shang Ren berada di wilayah mereka.

"Mengapa dia bisa ada di sini?" gumam Zhao Bingyan yang kemudian melirik ke arah Mu Chen Xiao di belakangnya.

Ia pun menunduk dan meletakkan kedua tangannya di atas pundak Mu Chen Xiao sebelum ia bertanya, "Xiao'er, bisa jelaskan apa yang terjadi di sini selama aku pergi?" Ucapnya dengan khawatir karena melihat luka memar yang banyak tumbuh di wajah Mu Chen Xiao saat ini.

Mu Chen Xiao menatap bingung dan melirik ke arah sebaliknya. Ia tahu kalau hal ini jangan sampai terdengar hingga ke telinga murid-murid lain karena khawatir akan terjadi bentrokan antara kedua Sekte ini. Jika saja, ada satu murid yang mengetahui hal ini dan memberitahukannya pada murid-murid lainnya, mungkin mereka akan menyandera Shang Ren sebagai tebusan agar Sekte Yin Lang mau memberikan sebagian tanahnya untuk mereka.

”Ironi yang mengerikan sekali!” batin Mu Chen Xiao yang membayangkan sampai pada ujung-ujungnya.

"Xiao'er! Apa yang telah dia lakukan padamu? Jelaskan apa yang terjadi!" Ucap Zhao Bingyan sekali lagi setelah ia melihat Mu Chen Xiao yang tidak juga menjawab pertanyaannya.

Mu Chen Xiao tersentak bingung dan kembali melihat ke arahnya dengan tatapan terkejut. Sesaat Mu Chen Xiao melirik ke arah lain sebelum akhirnya ia menjawab, "Guru besar Shang Ren terluka dan aku mengobatinya di sini."

"Apa yang terjadi padanya?"

"Eh,... Eum,... Xiao'er juga tidak mengetahuinya. Tiba-tiba saja, mantra penghalang itu hancur ketika Guru besar Shang Ren datang kemari." Jawab Mu Chen Xiao yang menjelaskan apa adanya yang saat ini terlintas dalam pikirannya.

"Yan'er, kami bisa menjelaskannya padamu." Ucap seorang laki-laki yang saat ini berdiri di belakang Zhao Bingyan dan mereka itu adalah Xiong Yu dan Chi Yu yang merubah wujudnya menjadi manusia kembali, lengkap dengan baju zirah yang biasa mereka pakai ketika berperang.

”Lalu, untuk apa mereka telanjang di hadapanku tadi?!” batin Mu Chen Xiao sambil menahan emosinya yang sudah meluap-luap.

Zhao Bingyan berbalik dan memberi salam pada kedua jenderal ini sambil berkata, "Yan'er memberi salam pada kedua leluhur Sungai." Ucapnya dengan sopan tanpa merendahkan dirinya dan kedua orang yang saat ini ada di hadapannya.

Melihat tatakrama sopan yang ditunjukkan oleh Zhao Bingyan, membuat Chi Yu merasa terheran dan berbisik pada Xiong Yu di sebelahnya, "Gurunya bahkan lebih baik daripada muridnya yang tol—"

Ember kayu yang biasa orang-orang gunakan untuk mengambil air, terletak tepat di bawah pohon yang ada di sebelahnya. Dan begitu ia mendengar bahwa ia sedang dibicarakan buruk oleh kedua siluman ini, membuat Mu Chen Xiao jengkel dan melempar ember kayu tersebut ke arah kepala Chi Yu hingga membuat darah keluar dari kepalanya.

"Leluhur Chi! Maaf, ya. Xiao'er tidak sengaja menjatuhkan embernya. He-he-he." Ucap Mu Chen Xiao dengan senyum simpul setelah ia puas memukuli wajah seseorang yang terus saja menggunjingnya.

KRETEK, KRETEK,...

Tatapan membunuh mulai ditunjukkan oleh Chi Yu yang benar-benar tidak tahan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Mu Chen Xiao selama ini padanya. Belum ada satu hari ia bertemu dengannya dan ia sudah mulai jengkel dengan sifatnya yang sekarang ini.

"Perlukah aku menenggelamkannya di sungai?" Tanya Chi Yu sambil menunjukkan aura membunuhnya pada Mu Chen Xiao dengan ekspresi dingin dan mata yang menyala-nyala.

"Guru besar! Nenek tua ini mau membunuhku!" Mu Chen Xiao berpura-pura merengek sambil berlari dan berlindung di belakang Zhao Bingyan begitu dia melihat Chi Yu yang sepertinya benar-benar akan membunuhnya.

Zhao Bingyan menepuk-nepuk pundak Mu Chen Xiao dan berkata padanya, "Bisakah Xiao'er tenang sebentar? Aku ingin berbicara dengan leluhur Sungai." Ucapnya dengan sedikit tegas padanya.

Melihatnya bersikap tegas terhadapnya, membuat Mu Chen Xiao sedikit tertekan dan menunjukkan wajah memelasnya pada Zhao Bingyan yang sudah mulai kesal terhadap tingkah lakunya selama ini. "Tapi, Guru besar! Xiao'er hanya ingin mendapatkan perhatian khusus dari Guru. Xiao'er sudah menganggap Guru seperti Ayah. Karena itu, Xiao'er mau guru besar untuk,..."

Yang terjadi selanjutnya,...

Karena penyesalannya, Zhao Bingyan terpaksa harus menggendong Mu Chen Xiao di dalam pelukannya. Karena Mu Chen Xiao sendiri yang mengatakan bahwa, ia sudah seperti Ayah baginya, Zhao Bingyan terpaksa melakukan ini agar ia tidak membuat masalah di Sekte dan menjadi biang kerok dari kekacauan yang selama ini mereka alami.

”Memalukan sekali!” batin Xiong Yu dan Chi Yu yang memandang aneh mereka berdua.

Berusaha untuk melupakan hal ini, Zhao Bingyan berdeham sebelum akhirnya ia berkata dengan tenang, "Jadi, apakah leluhur Chi dan leluhur Xiong akan mengatakan alasannya padaku? Mengapa Guru besar Shang Ren ada di sini?”

Kedua leluhur ini tersentak kaget setelah keduanya saling memperhatikan Zhao Bingyan yang menggendong Mu Chen Xiao dalam pelukannya.

Xiong Yu dan Chi Yu berusaha untuk melupakannya namun, keduanya tidak bisa menahan tawa dari sifat memalukan yang sudah dilakukan oleh Mu Chen Xiao terhadap Guru besarnya sendiri.

"Baiklah, baiklah. Kami mungkin akan menjelaskannya. Sebenarnya, tidak jauh dari sini, keberadaan para pasukan Istana Xingyue mulai menyebar dimana-mana dan mengenai Guru besar Shang Ren, dia terluka saat bertarung dengan ratusan pasukan Xingyue." Jawab Xiong Yu dengan dingin sambil memberikannya tatapan tajam.

Chi Yu melanjutkan, "Mereka memiliki bentuk tubuh yang kurus kering. Tidak ada satupun daging dan darah di dalam tubuh mereka. Meskipun layak disebut sebagai zombie, sebenarnya mereka adalah hantu dari para pasukan Istana Xingyue."

”Pernyataan ini, sama seperti apa yang dikatakan dalam surat istana. Tapi, apa yang membuat mereka terbangun kembali?” batin Zhao Bingyan yang kemudian melirik ke arah Mu Chen Xiao yang telah tertidur ketika ia sedang berada dalam gendongannya! ”Jadi, ini yang dia inginkan sejak tadi?!”

Zhao Bingyan berpikir sebelum ia bertanya kembali, "Lalu, untuk apa Guru besar Shang Ren datang kemari dan bertarung melawan ratusan hantu yang akan menyerang Sekte Hua Jian? Bukankah kau bisa membiarkan mereka melakukan penyerangan terhadap murid-murid Sekte?"

”Kau yang tidak pernah mengerti, sebaiknya diam saja. Aku menyerang para hantu karena tugas dari Yang Mulia.” jawab Shang Ren yang diam-diam sudah terbangun dari tidurnya dan mengejutkan Xiong Yu dan Chi Yu yang tidak mengetahui bahwa ia sudah terbangun sejak tadi.

1
Pendekar New
baru baca..tp gk tau critanya,system gk tau keguna'an nya..mc o'on+tolol
arfan
up
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Mari kita lihat kedepannya
Raimon
Kok 10 tahun mendatang....ini kejadian transmigrasi ya pada usia 17 tahun kaan...tapi kok prolognya pada 7 tahun....( 10 tahun ......aneh deh....
gugun hendrayana
##
Shen shandian luo
ampas
Shen shandian luo
balad dendam yg gak seru..karna musuh nya gak ingat apa2...
Pay Lee
top
Vander
siapa raja Xingyue kelima??
😅 sis team hallu 😁
I....... ha... dirrrrr
ズひ丂んノ刀ム
mcnya tll + idiot mana sistemnya juga gunanya ngasih informasi doang belum ngasih skil ke si MC, system kekacauan kah, gua yg tau dari novel lain itu nama kekacauan itu op misal energi alam biasa di serap manusia klw energi kekacauan ga semua orng bisa nyerap tapi sekali serap kekuatan nambah beberapa kali lipat dan pukulan lebih keras beberapa kali lipat,itu kekacauan ya yg gua tau op dari novel laen, ni novel MC latihan aja cuma dikasih tau tmptnya ga dikasih tau prosesnya.isinya cuma kebodohan dan percakapan yg gaada faedahnya iya gua baca di deskripsi ini bukan novel dewa dan iblis fine, tapi ini kan di alam kultivator kan sama² bisa nyerap kekuatan alam, setiap latihan kasih prosesnya lah cok jangan tmpt nya udh gitu, misalnya gamau ribet kasi tau tmpt trs sehari berikutnya naik tingkat trs seterusnya jadi ga kosong banget,
Tan Koto: ide brilian dari Author membentuk karakter kontras ,padahal tujuannya balas dendam 10 tahun kemudian tetapi telah nyicil dan malah memancing kebencian lawannya sebelum dia memiliki kemampuan yang tinggi, karakter yang unik dan arogan, tapi tidak punya visi jauh ke depan.
Anda mengaduk logika pembaca nih , Author ..
total 1 replies
Botha Hantu
hadir
falhas
bagus
KangTidur
Huhuuu senengnya bakal ada novel tanpa genre Romance
Mei
nggak papa Thor ini kalo aku malah lebih suka yg keluarga dari pada roman, kalo roman rasa2nya ketegangan alur ceritanya jadi agak nggak kerasa. hehe kalo menurutku loh ya😋😋

semangat terus thor sehat selalu dan semoga bisa sekuat Thor beneran wkwkwk. ditunggu selalu novelnya yang baru
MOHAMAD amirul hafiez
bila mula thor
KangTidur
Ditunggu karya mu selanjutnya kakak author
Norayolayora: makasih udah baca sampe habis 😁
total 1 replies
Torres Sinaga
#Sistem gak guna#Yoi
Tjik Hen
tdk mendidik mcnya kurang ajar ( DELETE)
Norayolayora: Kan sudah ku tulis di sana. MC nya terlalu toxic🗿
total 1 replies
AndreWhy
masih ga paham ceritanya.....hahahaha....auto hapus
Norayolayora: muehehe... karep mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!