NovelToon NovelToon
My Poor Wife

My Poor Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Nikahmuda / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Elizabetgultom191100

Rara, gadis belia yang belum pernah merasakan indahnya hidup. Terlahir sebagai anak haram, menjadi awal dari kesengsaraannya. Cacian dan makian menemani hari-harinya. Tidak lupa kekejaman kedua saudari dan ibu tirinya. Lengkap sudah penderitaan gadis malang itu.

Hingga akhirnya, Bara, yang merupakan saudara angkatnya yang tidak kalah kejam dari kedua saudari tirinya, menikahinya tanpa alasan yang jelas.

Akan seperti apa hidup Rara setelah pernikahan itu?

Cerita ini adalah sekuel dari My Hot Daddy, silahkan cek untuk mengetahui lebih jelasnya.


Jangan lupa follow Ig: Novia_gultom

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabetgultom191100, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kencan (Part 3)

Kencan hari ini belum berakhir, Bara masih memiliki banyak list yang akan dia lakukan bersama Rara hari ini. Bara membawa Rara menonton film di bioskop yang ada di mall itu, setelah mereka menghabiskan ice creamnya.

Wajah Rara masih bersemu akibat perkataan absurd pria itu baru saja. Memiliki anak? Yang benar saja, dia masih terlalu kecil untuk hal semacam itu. Bahkan dirinya masih pantas disebut sebagai anak-anak.

Begitu mereka sampai, filmnya akan dimulai. Sepertinya Bara sudah merencanakan hal ini, karena mereka tidak perlu lagi harus mengantri membeli tiket.

Rara tidak banyak bertanya mengenai film yang akan mereka tonton nanti, karena sebentar lagi juga mereka akan tau.

Bara membawa Rara duduk di tempat paling pojok di belakang. Satu barisan mereka dan dua baris di depan mereka kosong. Rara pikir pemilik kursi itu belum datang, tapi sampai film sudah mulai pun, tidak ada yang menduduki kursi itu.

"Kak, kenapa barisan kita dan di depan kosong?" tanya Rara akhirnya.

"Aku sudah membeli tiket untuk tiga baris kursi ini." jawabnya santai.

"Apa? Kak...?" meminta penjelasan.

"Sebenarnya tadi aku ingin menyewa satu bioskop ini, tapi aku pikir kencan kita tidak akan seru jika seperti itu. Lebih baik seperti ini, tidak akan ada yang mengganggu kita."

"Kak..." Rara sungguh tidak percaya. Lagipula kenapa penonton lain harus mengganggunya jika duduk di dekat mereka? Lelaki aneh.

"Sudah, diam saja. Filmnya akan segera dimulai." ucap Bara yang sudah fokus pada layar tancap yang sepertinya menayangkan film horor.

Rara membulatkan matanya. Dia tidak tau Bara memilih film horor. Padahal Rara sangat takut menonton film bergenre horor.

"Kak kenapa tidak bilang kau memilih film horor?" protes Rara yang sudah mulai ketakutan dengan suara-suara mengerikan dari film.

"Memangnya kenapa. Kau takut?" Rara mengangguk. "Maaf, aku tidak tau. Tapi tidak usah takut, aku ada di sini." Bara menenangkan, tapi itu tidak akan berpengaruh apa-apa pada Rara.

Sebab gadis itu benar-benar takut dan trauma akan kenangan masa lalunya. Dulu Dena dan Safira pernah mengurungnya di dalam sebuah gudang gelap, dan menakut-nakuti dirinya. Oleh karena itu Rara menjadi takut gelap dan semua makhluk yang ada di dalamnya.

Film sudah mulai dan makhluk-makhluk mengerikan sudah bermunculan. Rara memejamkan matanya erat dan menutup kedua telinganya. Film horor kali ini berasal dari Indonesia yang terkenal dengan betapa seram dan mistisnya hantu-hantu dari negara tersebut. Bahkan hanya dengan suara saja, bisa membuat seseorang ketakutan.

"Kak...." Rara tidak tahan berada di sini. Apalagi di sebelahnya kosong membuat ketakutannya semakin bertambah.

Bara melihat Rara heran, begitu takutkah gadis ini dengan film horor?

"Rara jangan takut. Aku ada di sini...."

Rara menggelengkan kepalanya, "Aku takut Kak..." semakin menghimpit ke arah Bara.

Tanpa Rara sangka, tubuh mungilnya terangkat dengan mudahnya dan berpindah ke atas pangkuan Bara.

Rara yang benar-benar ketakutan, langsung menelusupkan kepalanya ke dalam pelukan pria itu. Mendekap erat dan sesekali gemetar ketika mendengar nyanyian menyeramkan seorang wanita, meski sudah menutup kupingnya erat.

Tetapi, beberapa saat kemudian, suara-suara itu berganti dengan suara musik dari earphone yang tiba-tiba menempel di kedua telinganya. Suara-suara mengerikan itu tidak terdengar lagi, membuat Rara menjadi tenang.

Rara menegakkan kepalanya, melihat Bara yang fokus pada film. Kedua tangannya tersampir di atas dada Bara dan tubuhnya berada di atas pangkuannya. Tubuhnya yang begitu mungil membuatnya lebih mudah diangkat oleh Bara yang bertubuh besar.

Rara seolah tidak bosan memandangi Bara, apalagi ketika lagu melo mendayu-dayu di telinganya membuatnya terhanyut dalam lamunannya.

Merasa diperhatikan, Bara mengalihkan pandangannya pada Rara yang masih setia memandanginya.

Jarak wajah mereka sangat dekat, membuat keduanya bisa saling merasakan nafasnya masing-masing.

Rara seolah terhipnotis dengan tatapan itu. Tatapan yang dulu selalu menatapnya tajam, kini terlihat lembut dan sendu. Rara bahkan tidak menjauh ketika wajah itu semakin dekat. Bara menatap bibir ranum yang selalu memanggilnya dengan panggilan Kakak.

Dalam hitungan detik, bibir itu tenggelam dalam kelembutan bibirnya. Melum*tnya dan memberikan cecapan perlahan di bibir itu. Rara tidak menolak maupun membalas ciuman itu. Dia hanya terpaku dan terkejut bersamaan dengan jantungnya yang berdebar kencang.

Karena merasakan tidak ada penolakan dari Rara, Bara memperdalam ciumannya, yang semakin lama membuat Rara gelisah karena tergoda akan ciuman pria itu. Tanpa sadar tangannya memeluk leher Bara.

Rara ingin membalas ciuman itu, namun dia tidak bisa sebab tidak memiliki pengalaman berciuman sama sekali. Tapi akhirnya, dengan gamang, gadis itu mulai membalas setiap ******* Bara di lidahnya.

Bara tersenyum disela ciumannya. Ketika merasakan kegamangan dalam ciuman itu. Tangannya langsung menarik tengkuk Rara, seolah ingin menenggelamkan gadis itu dalam ciumannya.

Keduanya melakukan aktivitas panasnya tanpa peduli dengan penonton di dalam ruangan gelap itu. Rara yang sudah terhipnotis benar-benar menikmati ciuman ini. Perlakuan Bara yang begitu manis akhir-akhir ini, membuatnya tidak dapat menolak ciuman ini.

Bara baru melepaskan pertautan lidah mereka, saat merasakan Rara kehabisan oksigennya. Nafas keduanya terengah, tetapi kening mereka masih bersatu, saling menatap binar manik masing-masing.

Bara menipiskan bibirnya, ketika menyadari apa yang telah mereka lakukan baru saja. Sedangkan Rara, wajahnya memerah, bahkan lebih sangat panas.

Karena sangat malu, Rara menenggelamkan kepalanya ke dalam dekapan pria itu. Dia sangat malu...

Bara membalas pelukan itu, dan membiarkan gadis itu menghilangkan rasa malunya dalam dekapannya.

Entah karena terlalu nyaman atau apa, Rara malah terlelap. Memasrahkan dirinya tanpa kesadaran dalam pelukan Bara.

TBC ☘️☘️☘️

JADI KEINGAT WAKTU NONTON FILM HOROR SAMA TEMEN2, OTHOR MALAH KETIDURAN KARENA SAKING TAKUTNYA. KAPOK OTHOR MAH....

BTW BARA SAMA RARA LAGI NONTON LINGSIR WENGI YAA....🤣🤣

1
Maria Magdalena
aku no comen thor cukup hadiah sj bgmu. ok
Maria Magdalena
turut berduka ya ra .....tabahkan hatimu . aku jg sedih banget 😭😭😭
Maria Magdalena
Luar biasa
Maria Magdalena
sedihnya ngeliat nasib rara knp ga ngelawan ya
Maria Magdalena
hah....aroma" mencurigakan . Bara pasti kau pelakunya
Maria Magdalena
love you thor ..... karyamu tdk ada yg mengecewakan . Ku kasih ⭐⭐⭐⭐⭐
Anonim
⚡️⚡️⚡️❤️❤️❤️
DFD Mom
great story
Efratha
Luar biasa
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
😭😭😁😁😁
Esti Wulan
author yg baik dan g sombong.. hehee mna extrapartny untuk rara dan bara... aq nungguin lho.....
Mebang Huyang M
salam thor, ceritanya bagus beda dgn kebanyakan novel2 yg byk sy baca dan terpaksa ditinggal karna makin lama ceritanya da sebagus awalnya. tapi ini awalnya yg bikin bunda da sreg, kok bisa barra yg katanya mencintai rara dari kecil bisa tega menamparnya. biasanya klu dlm kehidupan nyata lelaki yg biasa angkat tangan menyakiti seorang wanita kebiasaan itu da akan gampang di hilangkan.
Yohana Woleka
Hanya dengan menyatakan siapa si Dave,apa yang dia lakukan terhadap Bara selama ini dan apa foto2 yang buruk yang sekarang beredar diluar sana.
Yohana Woleka
cukup sudah siksaanmu kepada Rara hai Bara.Kasian dia lagi terganggu pikirannya selama ini.Dia tidak kuat menerima bila ada yang bersikap membencinya.
Yohana Woleka
Sebaiknya jangan membiarkan Rara menemui si Devid tersebut.Terutama jika sudah mengetahui bhw si Devid adalah musuhnya.
Yohana Woleka
Aduh Thor yang demikian nih yang menyegarkan pembaca novel.Salut Thor.Asik.
Yohana Woleka
Aduh Thor buat kita terkejut akan moument2 yang terjadi saat ini.Yang benar saja Author,macamnya berliku2 tujuan acara HUT ini.Tapi lanjutkan terus cerita novel ini.
Yohana Woleka
Sebenarnya Bara bisa mulai berpikir logis,sebab Rara tak bersalah dan iapun tidak pernah melawan,baiknya sekarang bapaknya mulai mengekang anak2 dan istrinya untuk berpikir lebih bijaksana.Masa mereka bisa hidup menjahati Rara seterusnya.
Muji Astuti
😭😭😭😭
Anita noer
bagus....yuk baca...aq aja ga pernah bosen baca berkali kali.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!