true story....
Noviant Juan adalah seorang pria yang tertutup, dia seakan punya dunia sendiri tapi semua berubah karena kedatangan seorang gadis di hidupnya.
Meyda Shakira harus mu hidup bersama orang yang tak mengharapkan kehadirannya.
Naira putri Noviant adalah cahaya cinta keduanya.
akankah mereka bahagia?
atau Vian akan kembali pada cinta lamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aku sakit melihatnya..
Aira dan Akira sampai di sekolah yang di maksud oleh Anis, di sana Akira masih melihat-lihat suasana sekolah.
sedang Aira sudah ikut bergabung di kelas, Akira pun melihat Aira yang begitu senang.
"ibu juragan, mau sekolah di sini Aira nya?" tanya seorang ibu muda yang tengah hamil.
"iya mbak, panggilnya Akira saja, kalau mbak?" tanya Akira sopan.
"saya Elli, mbak Akira, Aira akan satu kelas dengan Evan ya Bu," kata Elli pada kepala sekolah.
"iya Bun, Karena Aira masih belum cukup umur di TK, oh ya Bunda Aira saya tinggal ya, semua syarat tadi sudah lengkap, dan nanti saya ksih seragam untuk Aira ya bunda," kata ibu kepala sekolah.
"iya Bu, terima kasih," jawab Akira.
Akira pun kini duduk sambil menunggu Aira yang masih di dalam kelas.
"mbak Akira, bagaimana menjadi ibu muda? senang tidak?" tanya Elli penasaran.
"menyenangkan mbak, apalagi Aira juga bisa menerima saya," kata Akira.
"wah berarti mbak memang baik ya, mbak tau mbak sudah buat patah hati gadis satu desa yang suka sama juragan Vian," kata Elli sambil tertawa.
" benarkah mbak, wah saya tak tau kalau suami saya bisa seterkenal itu di desa," jwab Akira sambil tersenyum.
"mbak Akira mah lucu ya, orang udah tau suaminya ganteng gitu,"kata Elli menepuk pundak Akira.
"Alhamdulillah mbak, oh ya ini sudah berapa bulan hamilnya?" tanya Akira sambil mengelus perut Elli yang sedikit menonjol.
"batu empat bulan mbak, ya semoga bayi dan ibunya sehat terus ya," jawab Elli.
"Amin ya mbak," jawab Akira.
sedang Vian dan Kadir sangat sibuk hari ini, karena pekerjaan mereka sedikit terganggu karena salah satu pengilingan beras milik Vian rusak mendadak.
jadi Vian mengalihkan semuanya pada dua penggilingan di desa Akira, pak Yono pun mengirimkan makanan sesuai permintaan dari Rizal.
pak Yono pun menaruh makanan itu di ruangan yang biasa di pakai Rizal untuk bekerja.
pak Yono juga langsung pulang, karena hari ini sawah sedang panen jagung.
Vian pun tak segan untuk membantu proses penggilingan bersama suruh anak buahnya, sedang Kadir berada di tempat pak Agus.
pada siang hari Rizal pun tak tega melihat bos, sekaligus adik iparnya itu begitu terlihat kelelahan.
"juragan, kita istirahat dulu, jangan terlalu di paksakan," kata Rizal.
"iya bang, wah kebetulan sudah jam istirahat kan," kata Vian.
Rizal mengangguk, akhirnya semua berhenti bekerja, Vian masuk ke ruangan tempat Rizal.
Rizal menyiapkan rantang yang tadi di kirim oleh pak Yono, sedang Vian masih mencuci tangan.
"makan dulu juragan, ini tadi ada kiriman dari rumah," kata Rizal.
"wah kebetulan banget, saya juga sudah lapar," kata Vian.
keduanya pun makan dengan saling bercanda, Vian tak menyangka jika Rizal begitu menyenangkan.
Aira sedang tidur siang karena kelelahan, apalagi Aira begitu senang berada di sekolah bersama teman-teman seumurannya.
Akira binggung harus mengerjakan apa, akhirnya dia memilih membuat cemilan untuk Aira.
"mbok Ijah, kita punya ayam segar gak?" tanya Akira saat di dapur.
"ada neng, di freezer, mau buat apa?" tanya mbok Ijah.
"mau coba bikin pangsit, pakai resep yang pernah di ajarkan mbok jah," jawab Akira.
"wah neng mah pintar masak ya, saya jadi kagum, sini mbok bantu," kata mbok Ijah.
kini keduanya sudah sibuk, Akira bahkan terlihat begitu cekatan.
mbok Ijah sedang menggukus nugget, sedang Akira sedang memotong sayuran untuk di buat tumis campur.
dan tak Sengaja Akira malah memotong jarinya sendiri, dan darah langsung mengucur keluar.
Akira langsung membersihkan luka dengan air mengalir, sedang mbok Ijah sudah panik mencari kotak obat.
"sini neng, mbok bantu obati," kata mbok Ijah yang membawa kotak p3k.
Akira pun menurut, mbok Ijah membersihkan luka dengan rivanol, kemudian memberikan obat merah cina.
Akira hanya meringis menahan pedih, kemudian mbok Ijah pun membalut luka Akira dengan kasa.
"aduh neng, ini kok bisa jarinya yang kepotong, bukan buncisnya," kata mbok Ijah sambil membereskan obat tadi.
"entahlah mbok, mungkin aku yang kurang fokus tadi, maaf ya," kata Akira.
"kenapa minta maaf atuh, lain kali hati-hati ya, sudah neng Akira istirahat saja, biar mbok yang lanjutin ya," kata mbok Ijah.
Akira pun menurut dan memilih istirahat sambil menemani Aira yang masih terlelap tidur.
saat Akira membuka ponselnya, dia terkejut melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari nomer ponsel Rizal.
Akira pun menghubungi Rizal, "assalamualaikum bang Rizal, ada apa menelpon ku?" tanya Akira.
"waalaikum salam dek, ini Abang mau bilang, suamimu tadi mendapat musibah," kata Rizal.
mendengar itu Akira langsung panik, ternyata firasatnya benar, Akira pun mengambil dompet dan kunci motornya.
Akira pun menghampiri mbok Ijah, "mbok titip Aira ya, saya harus pulang ke rumah sawi sebentar, gak papa kan," panik Akira.
"iya neng," jawab mbok Ijah yang ikut binggung melihat kepanikan Akira.
Akira langsung pergi dengan motornya, untuk pertama kalinya dia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.
butuh empat puluh lima menit dari tembelang ke desa sawi, itupun Akira naik dengan kecepatan 80km/j.
bahkan Akira seakan melupakan keselamatannya sendiri, saat sampai di rumahnya.
Akira langsung berlari masuk menerobos para warga, Rizal yang melihat Akira langsung memeluknya.
"bang, mana mas Vian?" panik Akira sambil menangis.
"kamu kesini sana siapa?" tanya Rizal melihat Akira.
"sendiri, bang mana suamiku bang!" bentak Akira tak sabar.
"tenang nduk, suamimu masih di kamar mu, dia masih dapat perawatan dari mantri Novan," jawab Mak Nur.
tiba-tiba tubuh Akira melemah, Rizal langsung memeluk erat Akira, Akira langsung terisak mendengarnya.
mantri Novan pun keluar bersama Vian, Vian malah binggung melihat Akira yang menagis di pelukan Rizal.
"dek, kamu di sini," kata Vian.
mendengar suara Vian, Akira langsung memeluk suaminya itu, "kata bang Rizal, mas kena musibah," jawab Akira.
"mana yang sakit mas, mana ?" kata Akira melihat suaminya itu.
"bang Rizal, sudah ku katakan jangan beritahu adikmu ini, lihat sekarang dia ABG menagis seperti ini," kata Vian.
"maaf aku tadi reflek saja," jawab Rizal.
"ini sakit?" tanya Akira melihat dahi Vian di perban.
"iya dek, habis dapat jahitan, meski tak dalam, dan pak mantri terima kasih ya," kata Vian.
"iya juragan, jangan lupa obat nya di minum," kata mantri Novan, kini Rizal pun mengantar mantri Novan.
begitupun semua orang pun pamit Krena vian baik-baik saja, "ini bagaimana bisa terjadi sih mas," tanya Akira.
"tunggu kamu bagaimana bisa sampai ke sini?" kata Vian yang ingat jika Akira baru bisa naik motor.
"aku naik motor mas, udah jawab dulu," kata Akira.
"tenang Akira, suamimu biar minum dulu, jngan di cecar begitu, kasihan nak Vian nya," kata pak Yono melihat putrinya itu.
sedang Vian masih kaget karena Akira berani mengemudi kan motor hingga desanya seorang diri.
Kalau berkenan boleh mampir dan support karyaku yang berjudul Sungguh Mencintainya 🙏😉☺️
tegas mirip Romo Jalal
pernah suatu waktu anaknya nangis g mau diam.lsg dibawanya kerumah.alhamduliah begitu kami gendong si baby lsg tenang.
aku sarankan untuk mencari ustadz yg berpengalaman.krna anak ini ada yg jagain.jdi klo ada yg niat g baik dg mengirimi sesuatu, penjaganya marah. itu yg buat si anak rewel..
alhamdulillah..skrg si anak sdh balita.
semangat Thor..🤩🤩
cerita ini sesikit banyak mengingatkan tentang kampung halaman.
pohon rambutan kembar di depan pintu. dijaga macan loreng putih. begitu diceritakan banyak yg tak oercaya dan beranggapan hanya bualan.
giliran surup (menjelang magrib datang) ada balita yg membagikan jajanan beng-beng ke maung di dwpan beberapa ibu2 tetangga.
padahal mrka tak melitah apapun didepan balita itu.
begitu ditanya,si balita bilang..jajannya buat miong yg duduk baik.
nah loh.. kicep lsg para emak2 yg denger.auto bubar masuk rumah masing2..😁😁
apakabar akira selama ini vian..??
hempaskan susukk..😆😆😆
g ada yg nyangka klo jenasah blm mau pulang tanpa maaf dri orang tsb.
jagalahblisan dan perbuatan. krna kadang tanpa kita sadari kita menyakiti orang lain tanpq sengaja dan meninggalkan luka yg mendalam.