Chen Khu adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, hidup bahagia di sebuah desa terpencil dikaki gunung Wutan. Keluarga Chen merupakan keluarga petani yang terkenal ramah bagi penduduk desa. Chen Khu bocah berusia 7 tahun, yang suka membantu. Meskipun usianya terbilang masih muda, tetapi dia cukup ringan tangan untuk membantu sesamanya. Dia bercita-cita, suatu saat jika sudah besar nanti, dia ingin menjadi seorang tabib agar bisa membantu orang - orang miskin yang sakit. Akan tetapi semua tidak berjalan seperti apa yang diimpikannya, sampai suatu malam ketikan sekelompok pendekar aliran hitam datang menghancurkan desanya. kedua suadarax dibunuh dengan kejam, ayahnya di tangkap untul di jadikan budak, sedangkan ibunya tewas ketika berusaha menyelamatkan dia dan adiknya. Satu hal yang tetap ada dalam pikirannya yaitu, tato KALAJENGKING MERAH yang ada di lengan pendekar yang membunuh ibu dan saudaranya. Dengan berlinang air mata dan sekuat tenaga dia berlari kedalam hutan gunung Wutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khalid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#34. Menjadi Murid Sekte Kuda Terbang
BRUUAAAK...!!!
"Siaal..!!, ternyata Shun Zhi menyembunyikan seorang pendekar tingkat tinggi " ucap Kaisar Yong Zheng sambil menggebrak meja yang ada dihadapannya.
Meja itu hancur menjadi kepingan - kepingan kecil. Semua yang ada di ruangan itu hanya bisa terdiam dan tak ada yang berani mengangkat kepala, tak terkecuali Pangeran Shun Kwo.
Kemarahan Yong Zheng memang sangat beralasan, sebab kematian sejumlah pendekar yang menyerang Sekte Kuda Terbang merupakan kerugian yang sangat besar bagi pasukannya. Kehilangan tujuh orang pendekar level 6 dan ratusan pendekar tingkat menengah lainnya membuat Yong Zheng murka.
Sebelumnya Kaisar Yong Zheng dan Pangeran Shun Kwo memang merencanakan untuk menyerang sekte - sekte kecil dan menengah yang mendukung Kaisar Shun Zhi dengan tujuan menggagalkan pembentukan aliansi oleh kaisar Shun Zhi. Mereka menggunakan nama Kalajengking Merah, yang merupakan Sekte Aliran hitam terbesar di Kekaisaran Ming yang terkenal memiliki banyak pendekar tingkat tinggi serta ribuan pengikut.
"Kenapa tidak ada satupun dari kalian yang mempunyai informasi kalau Shun Zhi memiliki pendekar tingkat tinggi..??! " ucap Yong Zheng masih dengan nada tinggi.
"Kaisar... apa sebaiknya kita menarik kelompok lain yang sudah kita utus untuk menyerang sekte - sekte lainnya, sampai kita mendapatkan informasi, berapa banyak pendekar tingkat tinggi yang telah disebar oleh Shun Zhi..?? " Seseorang yang duduk paling dekat dengan Kaisar Yong Zheng akhirnya memberanikan diri untuk berbicara.
"Jendral Gao.. usulanmu benar juga..sebaiknya kita mengumpulkan lebih banyak informasi, agar kehilangan pendekar seperti ini tidak terjadi lagi " jawab Yong Zheng sambil manggut - manggut.
Zhao Gao adalah Panglima perang kekaisaran Qing, yang memiliki kemampuan sangat tinggi. selama Zhao Gao memimpin pasukan dalam perang terbuka dengan kekaisaran lain dalam perebutan wilayah, belum sekalipun dia mengalami kekalahan. Kemampuannya yanh sangat tinggi serta kecerdasannya dalam mengatur strategi perang, membuat Yong Zheng cukup segan padanya.
"Segera perintahkan kelompok lain untuk kembali ke ibukota, dan jangan ada yang bergerak sebelum kita mendapatkan informasi yang cukup " perintah Kaisar Yong Zheng pada jendral Gao yang langsung diterima oleh Zhao Gao dan dengan segera, jendral tersebut memberi hormat lalu meninggalkan ruangan.
Selain mengirim pendekar untuk menyeranh sekte Kuda Terbang, Yong Zheng juga membentuk kelompok - kelompok lain untuk menyerang sekte - sekte lainnya. Semua kelompok itu diberi nama dan atribut seperti sekte - sekte aliran hitam yang ada di kekaisaran Ming. Yong Zheng bertujuan membuat isu kekacauan, sekaligus melemahkan dukungan kekuatan dari dunia persilatan pada kaisan Shun Zhi, yang dilakukan oleh aliran hitam, dan jika Kaisar Shun Zhi tidak dapat menghentikan kekacauan itu, maka kepercayaan penduduk dan para pendekar dari dunia persilatan akan kedudukannya sebagai kaisar juga akan hilang, dan saat itu terjadi, pasukan Yong Zheng bisa dengan mudah mengalahkan Pasukan Kekaisaran Ming.
Sebuah rencana yang terdengar cukup jitu, jika bukan karena seorang pemuda misterius yang telah mengganggu rencana tersebut.
"Kasim Bang.. Segera cari informasi tentang pemuda yang telah banyak membunuh pendekar - pendekar kita " perintah Kaisar Yong Zheng pada Kasim Liu Bang yang langsung diterima oleh kasim tersebut dengan memberi hormat dan meninggalkan ruangan.
***
Chen Khu mulai sadarkan diri ketika baru sampai di rumah Xie Jiang, beberapa murid sekte Kuda Terbang yang membawanya masih terlihat disampingnya.
"Terima kasih kalian sudah mau menemaniku " ucap Chen khu sesaat setelah melihat seluruh murid yang membawanya.
" kami bukan menemanimu, tapi kami menemani Xie Annchi merawatmu " jawab salah seorang murid, keceplosan yang disambut tawa oleh murid - murid lainnya.
Chen Khu hanya bisa tersenyum kecut karena sudah salah menilai para murid, sedangkan murid yang keceplosan itu, mukanya memerah menahan malu dihadapan Xie Annchi.
Tak lama kemudian, ketua sekte kuda terbang dan para tetua lainnya memasuki rumah Wakil ketua Xie Jiang, yang sontak membuat Chen Khu yang awalnya berbaring langsung terbangun dan duduk menyambut kedatangan para tetua sekte.
"Guru.. ketua.. " Chen Khu memberi hormat pada Xie Jiang, Bao Yu serta para tetua lainnya.
Bao Yu memberi tanda pada murid - murid sekte kuda terbang dengan pandangan untuk segera meninggalkan rumah wakil ketua Xie Jiang, dan langsung dipahami oleh para murid yang langsung keluar, meninggalkan Chen Khu dan para tetua sekte.
"Anak muda.. kemampuanmu sangat tinggi..apa yang menjadi tujuanmu kemari..? apakah anda utusan kaisar..? " Bao Yu langsung memberikan beberapa pertanyaan tanpa basa basi sedikitpun.
"Maaf ketua.. mengenai diriku, aku sudah menceritakan semua pada wakil ketua Jiang, dan tujuanku kemari adalah untuk menjadi murid dari wakil ketua Jiang, dan tentang kaisar.. kalau saya boleh tau...kaisar itu apa ketua..? "
Chen Khu memeng belum tentang kaisar,sejak kecil ayahnya tidak pernah menceritakan tentang kaisar, bahkan untuk ke kotapun belum pernah. Selama di Hutan Kematian, Lee Han juga tidak pernah menceritakan tentang kaisar. jadi jangankan kaisar bahkan tentang dunia persilatanpun Chen Khu masih sangat awam.
Xie Annchi yang ikut mendengarkan hanya tersenyum ketika mengetahui kalau Chen Khu tidak mengetahui apa itu Kaisar, tapi Xie Jiang yang melihat apa yang dilakukan oleh putrinya langsung memberi tanda dengan lirikan mata disertai anggukan kepala agar Xie Annchi meninggalkan mereka.
Ketua Sekte Kuda Terbang hanya bisa mengerutkan dahi serta menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sepertinya kita akan cukup lama di sini, sebaiknya ceritakan tentang dirimu, biar kami mendengarnya sendiri " ucap Bao Yu.
Chen Khu kemudian menceritakan semua tentang dirinya sejak Kelompok Kalajengking merah menyerang desanya sampai dirinya bertemu Xie Jiang dan akhirnya sampai di sekte Kuda Terbang.
Bagi Bao Yu yang sudah sangat tua, cerita Chen Khu tentang Lee Han yang paling menarik perhatiannya, sebab selama ini dia beranggapan kalau cerita tentang Lee Han hanya merupakan dongeng belaka. Tapi ternyata hari ini, dia menyaksikan sendiri kehebatan dari seorang pemuda yang mengaki sebagai murid Lee Han.
"Baiklah Khu er'.. memang sebaiknya kamu menjadi murid Xie Jiang, tapi bukan murid beladiri, karena kemampuanmu sangat jauh dia atasnya, bahkan diatas kemampuanku. Tapi Xie Jiang bisa mengajarimu tentang hal lain yang perlu kamu ketahui, dan di sekte Kuda Terbang ini juga terdapat perpustakaan, ada banyak buku yang bisa kamu baca di sana untuk menambah pengetahuanmu " Ucap Bao Yu setelah mendengar semua cerita Chen Khu.
"Terimakasih Ketua Yu..apakah ini artinua saya diterima sebagai murid sekte Kuda Terbang..?? " ucap Chen khu dengan senyum sumringah dan tatapan penuh permohonan.
"Tentu saja.. tapi ingat..!! bukan murid beladiri " jawan Bao Yu sambil tersenyum simpul sambil mengelus kepala Chen Khu.
"Hari sudah hampir gelap, kami pamit dulu " ucap Bao Yu sambil memberi hormat dan diikuti oleh tetua sekte lainnya.
"Segera bersihkan dirimu, terlalu banyak darah di pakaianmu " ujar Xie Jiang setelah para tetua sekte hilang dari pandangannya.
harta rampasan perang dibahas tiap kali mwnang, mosok gak pwenah ambil harta rampasan tapi reeus menwrus keluarkan koin dlm jml besar buat ganti rugi... padahal murid sekte kere...