Bhima Bramantya, seorang artis yang tengah naik daun karena sebuah film layar lebar yang dibintanginya membuat namanya langsung melejit.
Wajah rupawan, sikap ramah, sopan dan penuh perhatian membuatnya memiliki banyak fans garis keras.
namun mendadak berubah karena sebuah malam dimana dia dijebak oleh seseorang sehingga mengakibatkan Bhima merenggut kesucian seorang gadis secara paksa. Gadis yang berprofesi sebagai DJ di Club malam.
Gadis itu adalah Flower, dia cinta pertama sekaligus mantan kekasih adik kembarnya Bhumi Bramantya. Ya, Bhumi dan Flower masih saling mencintai.
Takdir tidak berpihak pada Bhumi dan Flower, karena Bhima diminta mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Siapa yang sangka, ternyata Flower juga cinta pertama Bhima hingga saat ini karena dulu Bhima mengalah dari sang adik.
Hingga suatu ketika jati diri Flower terungkap,
Lalu apa yang terjadi dengan hubungan mereka?
Flower masih mencintai Bhumi, akankah Bhima mampu merebut hati Flower.
Dan bagaimana dengan komentar para netizen yang merupakan fans garis kerasnya Bhima?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kanjeng_galau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan Flower~
"Aku gak peduli Flo, aku juga berhak memperjuangkan kebahagiaanku, dan kebahagiaanku adalah kamu! Aku mohon Flo.. sudah cukup kamu menghukumku dengan menghilang selama delapan tahun." Air mata Bhumi kini menetes. Flower sangat tidak tega melihat Bhumi yang sekarang.
Bhumi lelaki yang angkuh dan dingin kini menunjukkan sisi lemahnya dihadapan Flower.
"Aku sangat mencintai kamu Bhumi Bramantya.." Flower memeluk Bhumi dengan erat menumpahkan segala perasaan yang membuat dadanya sangat sesak.
Setelah puas menangis dalam pelukan lelaki yang sangat ia rindukan itu, Flower menatap manik mata tajam Bhumi, mata yang mampu mengintimidasi siapa saja yang ia tatap dan mata yang selalu bisa membuat dadanya berdegup dengan sangat kencang.
"Maafkan aku atas kesalahanku di masa lalu.. maafkan aku sudah membuat kamu terluka dan terpuruk. Maafkan aku Bhum..." Flower mengusap lembut rahang tegas itu.
"Kita jangan membahas masa lalu lagi Flo, Satria sudah memberi tahu tentang semua alasan kamu meninggalkan aku. Kita tatap masa depan kita, kita pergi jauh ya Flo.. kita mulai hidup baru berdua. Hanya berdua." Ucap Bhumi memandang mata Flower dengan dalam.
Flower terdiam, matanya terpejam sesat.
"Maafkan aku.. aku gak bisa Bhum.." Flower berucap dengan sangat lirih, Flower tidak mampu menatap mata elang itu.
"Kenapa?" Bhumi tidak percaya dengan apa yang keluar dari bibir manis Flower itu.
"Karena..."
"Kita itu saling cinta Flo.. kamu harus ikut aku pergi.."
"Nggak Bhum! aku nggak bisa! karena aku adalah istri Bhima, kakak kandung kamu. Dan aku udah berjanji pada diri aku sendiri untuk menerima Bhima!" Ucap Flower tegas.
"Meskipun mungkin tidak dengan hatiku." Lanjutnya dalam hati.
"Kamu gak akan bahagia dengan Bhima Flo, karena kamu hanya mencintai aku." Bhumi terus mengiba pada Flower.
"Bhum.. dengarkan aku... hubungan kita saat ini hanya sebatas Adik dan kakak ipar, selamanya akan seperti itu. Aku yakin, nanti pasti kita bisa sama-sama saling mengikhlaskan, kita hanya butuh waktu Bhum."
"Tapi Flo.."
"Pelukanku tadi adalah pelukan yang pertama dan terakhir setelah delapan tahun berlalu. Setelah pelukan tadi, aku melepas semua perasaanku pada kamu." Flower terus berusaha tegar.
"itu gak boleh terjadi Flo.. selamanya hati kamu hanya milikku!"
"Nggak Bhum.. tolong lepaskan aku, biarkan aku bahagia dengan pilihanku. Dan aku gak mah kecewain mami dan papi kamu yang sudah menerima aku dengan sangat baik juga Bhima yang sudah sangat sabar padaku." Kata Flower lirih.
"Baiklah, aku tidak akan memaksa diri kamu lagi, tapi jika aku tahu kamu sampai terluka, aku akan benar-benar membawa kamu pergi jauh dari keluarga aku." Bhumi memilih untuk pergi meninggalkan Flower.
Bhumi terlalu kecewa dengan keputusan Flower. Dia tidak menyangka akan menerima penolakan dari Flower.
"Jangan pernah berpikir untuk kabur lagi, besok kamu harus menikah dengan gadis pilihan mami Bhum." Bhumi menghentikan langkahnya.
"Kamu tidak punya hak mengatur hidupku lagi Flo!" Tegas Bhumi.
"Tapi jika sampai kamu kecewakan ke-dua orang tua kamu, jangan harap aku mau mengenal kamu lagi Bhumi. Aku akan menjadi orang pertama yang sangat membencimu!" Ancam Flower.
Bhumi melanjutkan langkahnya tanpa menanggapi segala ucapan Flower.
Flower masih setia duduk di tepi danau buatan tersebut, ada yang mengganjal dihati seorang Flower tentang masa lalu kedua orang tuannya.
Pikirannya kembali melayang saat waktu SMA sebelum pindah rumah setelah kematian papanya, Flower menemukan berkas dimana nama Flower bergolongan darah B. Dan ada nama Zelina, bergolongan darah A.
Sedangkan dia sendiri golongan darahnya A. Saat itu dia bertanya pada Mamanya mengenai hal itu, mamanya berkata Zelina adalah kakaknya yang telah tiada sejak bayi. Namun Flower tidak tahu, jika Zelina adalah anak dari istri pertama papanya. Dan mengenai golongan darah itu, kata Mamanya itu tertukar saat suster menginput data.
masak iya?
Ah kepala Flower terasa sangat pusing lagi, Dia belum makan. Hanya tadi pagi makan tahu gejrot itupun hanya beberapa suap dan nafsu makannya hilang karena foto Bhima. Flower memutuskan untuk pulang ke rumah mertuanya.
Tin.. Tin..
Suara klakson mobil membuat Flower terperanjat kaget. Melihat mobil siapa itu, Flower mendengus kesal.
Lelaki tampan akhirnya keluar dari mobil dengan senyum yang merekah dan menggaruk tengkuknya.
"Kaget ya.. maaf ya?" Kata Bhima menghampiri Flower yang tengah berjalan kaki dari danau menuju kediaman Bramantya karena memang jaraknya dekat.
"Udah tau nanya!" Jawabnya ketus dengan bibir yang mengerucut.
"Bareng yuk.. kamu tadi dari mana?" Tanya Bhima.
"Nggak usah! udah Deket juga!" Jawab Flower.
"Aku gak menerima penolakan." Bhima langsung membuka pintu mobilnya dan menggiring Flower masuk mobil. Istri cantiknya itu hanya bisa pasrah.
Bhima yang hendak pulang tidak sengaja bertemu Flower yang tengah
"Kamu dari mana? kenapa keluar gak izin sama suami?" Tanya Bhima lembut kala sudah menduduki kursi kemudi dan menghidupkan mesin mobil nya kembali.
"Izin suami? emang kamu ada di rumah?" Ketus Flower.
"Kan bisa telfon Flo.."
"Emang kamu udah kasih nomor ponsel kamu ke aku?" Flower menatap tajam pada Bhima.
Bhima rasanya ingin menertawakan dirinya sendiri. Bagaimana bisa dia protes sedang kan dia sendiri tidak meminta nomor ponsel Flower.
"Maaf ya..." Bhima mengacak rambut Flower. Ingin rasanya Flower menolak namun dia sadar, Bhima adalah suaminya yang berhak atas dirinya seutuhnya. Seutuhnya.
" Mana ponsel kamu?" Pinta Bhima ketika mobilnya sudah berhenti di pekarangan rumah mewah.
Tanpa berkata apa-apa Flower memberikan ponselnya pada Bhima, dan Bhima menelfon nomornya sendiri menggunakan ponsel sang istri.
"Udah selesai.. makasih ya." Ucap Bhima.
"Mobil Bhumi... berarti dia pulang ke rumah. Bukankah ini saat yang tepat untuk menunjukkan bahwa aku udah menerima Bhima supaya Bhumi juga bisa menerima gadis pilihan mami?" Batin Flower menatap mobil Bhumi yang ada didepan mobil Bhima saat ini.
"Flo.. ayo turun.." Ajak Bhima melihat istrinya bengong.
"I.. iya mas.." Jawabnya sambil menunduk.
"a.. apa? kamu tadi panggil aku apa?" Bhima seakan ingin terbang melayang tinggi. Namun, dia takut hanya salah dengar.
"Mas Bhima.. boleh gak?" Tanya Flower yang masih menunduk tidak berani menatap Bhima.
"Boleh banget. aku suka. Makasih ya." Tiba-tiba Bhima mengecup kening Flower. Lalu mereka segera keluar.
Flower menggandeng lengan Bhima tiba-tiba, membuat hati Bhima melayang semakin tinggi lagi.
Ternyata tidak butuh waktu lama untuk membuat Flower menerima dirinya.
Mereka layaknya pengantin baru yang romantis,
"Flo.. dari mana?" Suara mami Naya melihat anak menantunya memasuki ruang keluarga sebelum menuju tangga untuk sampai ke kamar mereka.
"Ehm.. tadi habis cari angin segar mi." Jawab Flower.
Bhumi menatap tajam pada tangan Flower yang bergelayut manja di lengan Bhima.
"loh kok bisa bareng Bhima, kan Bhima tadi ke lokasi shooting." Tanya Mami yang super kepo itu.
"Tadi aku.."
"Tadi mas Bhima jemput aku mi... iya kan mas?" Tanya Flower memotong jawaban suaminya, Flower tersenyum menatap suaminya seakan penuh cinta."
"Jadi kamu bersikap seperti ini hanya ingin menunjukkannya pada Bhumi, bukan karena memang mau mencoba menerimaku?" Batin Bhima kecewa namun tetap tersenyum.
"Iya mi.. ada apa nih sepertinya serius?" Tanya Bhima menatap Bhumi, saudara kembarnya yang dia rindukan.
"Mami dan papi sedang bahas pernikahan gue dengan adiknya Deon besok." Jawab Bhumi dengan menatap Menatap Flower tajam seakan memberi tahu bahwa dia juga bisa seperti Flower setelah resmi memiliki pasangan.
Flower yang ditatap hanya menunduk, Bhima merasa ada yang tidak beres dengan keduanya, karena Bhima tahu Flower baru saja menangis terbukti mata Flower sedikit bengkak. Itu bisa terlihat dalam jarak yang dekat.
"Sabar Bhim sabar.. sepertinya Flower emang tidak akan bisa memberikan hatinya untuk kamu." batin Bhima~
BERSAMBUNG
.
.
.
.
^^^LIKE DONG GAES ,👇👇^^^
Kediaman Bramantya
alex cm nyuruh doang