Gea seorang gadis desa yang ceria mencintai Dio teman sejak kecil dengan diam-diam. Ia mengejar cita- citanya dengan melanjutkan studinya di kota. Dengan sekelumit masalahnya di sana.
Dio teman Gea yang jatuh hati pada Gea sejak sekolah. Seorang pemuda dari kalangan biasa yang menjadi tulang punggung keluarga, dan terjebak dalam perjodohan dengan Desi anak majikannya.
Jarak memisahkan mereka apakah cinta mereka dapat diperjuangkan?
Demi kemanusiaan Dio melepaskan rasa cinta yang ada pada dirinya yang telah lama. Menerima perjodohan yang datang tiba-tiba.
Dapatkah cinta mereka bersatu, atau hanya memendam rasa cintanya dalam diam.
Novel ini khusus untuk dewasa bijaklah dalam membacanya.
terimakasih
Revisi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utiks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Air Mata
Dio memeluk istrinya sangat erat, mencoba meredam hawa nafsunya yang sudah berkobar. Desi yang masih belum paham hanya nurut saja, dia hanya merasa senang Dio sangat menyayanginya.
Sejenak mereka terlena dengan suasana hasrat masing-masing.Desi juga menginginkan lebih dari itu. Baju yang dipakainya sudah tak rapi lagi. Menyadari keadaan mereka di ruang keluarga, Dio membimbing Istrinya ke kamarnya.
Melanjutkan di kamar dengan posisi duduk di tepi ranjang.
" Maaf ya? " ucap Dio melepaskan tubuh Desi dari pangkuannya dan menjauh pergi ke kamar mandi .
Desi hanya bengong sesaat, beberapa saat Dio datang seperti habis mandi.
" Kakak tadi belum mandi? "
" Udah.. gerah pengen mandi lagi he.. he.. " duduk berhadapan dengan istrinya.
" Des, kamu cinta sama kakak nggak?"Dio menatap intens istrinya yang cantik.
" Gak tahu" menatap Dio" Kenapa kak? Desi masih kepikiran Papa gak mikir itu "
" Iya, kakak tahu. Baik-baik saja kamu sekolah biar Papa kakak yang urus "
" Kak, aku mau belajar jadi istri kakak dengan baik boleh kan? "
" Bagus, satu lagi pesan kakak jangan dekat-dekat sama cowok lain. Ingat statusmu istri kakak oke? " memunjukkan jari kelingkingnya dan mereka tos bersama.Dio ingat John teman Desi yang mengejar istrinya.
Dio mencium kening dan bibir istrinya kembali memeluknya sesaat, kemudian mereka istirahat di kamar masing-masing yang bersebelahan.
Dalam kamar Dio melamun membayangkan istrinya yang cantik. Sedikit terlonjak ingat Gea yang belum diberinya kabar sama sekali semenjak mereka menikah. Kehadiran istrinya sedikit menggeser nama Gea dalam hatinya.
Gea gadis yang selama ini sudah mengisi hatinya dan berjanji akan menunggunya, tapi malah dikhianatinya.
Mungkinkah hati aku sudah berpaling dari Gea ?Secepat ini....
Dio bingung apakah harus menghubungi Gea atau tidak, karena sekarang statusnya sudah suami orang.Tak ingin menyakiti hati istri dan keluarganya. Meraih HP memencet nomor.
Tut.. tut.. tidak tersambung
Mungkin Gea sudah tidur, maaf Gea tak bisa menepati janjiku.Akan kujelaskan nanti alasanku, kamu pasti bisa menerimanya.
.
.
Keesokan harinya setelah sarapan Dio dan Desi sudah bersiap ke Rumah Sakit.
" Aduh, cantik banget istriku pagi ini " Dio mencolek pipi Desi , merah mukanya.
" Masak sih, malu aku? " menutup mukanya.
" Semangat ya mau jenguk Papa? "
" Iya kak, sudah kangen banget. Mudah-mudahan segera mrmbaik ya kak? "
" Iya, ayo! " mereka menuju mobil dan berangkat. Untung tidak macet jalan masih lengang.
.
.
Sampainya Di rumah sakit Dio menggandeng istrinya menuju ruang mertuanya.
" Itu ruangan Papa aku pindahin, biar agak tenang suasananya" ucap Dio.
Mereka mendekat kearah pak Hendra yang sedang di periksa oleh suster.
" Kalian datang? "kata pak Hendra dengan suara lemah." Bagaomana kondisi showroom? baik-baik saja kan? "
" Baik Pa... semua kak Dio yang urus. Papa, bagaimana kondisi Papa? Desi kangen " Desi mulai menitikkan air matanya.
" Sstt... putri papa kenapa nangis? Jangan sedih nak, ada suamimu sekarang yang jaga kamu" pak Hendra membelai lembut rambut Desi yang sedang memeluknya.
"Cepat sembuh ya pa? Jangan begini, Desi sayang Papa hik.. hik.. "
" Papa juga berharap begitu nak, tapi kita cuma manusia, kamu harus kuat ya kalau papa gak ada sisimu lagi, nurut sama suamimu! "
" Pa, hik.. hik.. "
Mereka lama berpelukan kemudian pak Hendra menatap Dio dan berkata " nak, Papa titip Desi ya? bimbing dia jadi wanita yang kuat aku yakin walau umurmu masih muda kamu bisa lakukan itu untuk Papa "
" Jangan kawatir Pa, aku akan jaga Desi sekuatku "ucap Dio mulai berkaca-kaca.
" Terima kasih nak... "
Tiba-tiba pak Hendra pingsan. Mereka panik dan memanggil dokter. Desi memeluk Dio sambil menjerit menangis, suaminya tak kuasa meneteskan air matanya melihat kondisi itu.
Dari luar terlihat tubuh pak Hendra dipasang alat-alat bantu. Semua terpasang ditubuh yang lemah itu.
Dio berusaha menenangkan Desi, dan menelpon ayah dan ibunya. Beberapa saat kemudian orang tua Dio datang dan memeluk Desi menguatkannya.
" Sabar ya nak, ini ujian buatmu ayo kita sama -sama berdoa untuk yang terbaik buat pak Hendra" ucap ibu Dio.
" Iya bu" Mereka duduk didepan ruangan, sesaat setelahnya suster keluar memanggil.
" Mohon hanya satu orang yang masuk dipanggil dokter" ucap suster.
Desi memandang Dio dan menganggukkan kepala memberi isyarat supaya Dio saja yang masuk.
" Maaf saya sudah melakukan sebaik mungkin tapi kondisi pasien sekarang sedang koma " ucap dokter.
Dio terpaku mendengarnya. Melihat kondisi mertuanya yang semakin buruk membuatnya terpukul.
Keluar ruangan didapati istrinya masih menangis di pelukan ibunya.
" Des, yang sabar ya? kamu harus kuat seperti Papa bilang tadi "
"Kak, gimana kondisi Papa hik.. hik..?"
"Papa saat ini koma "lirih Dio mengucapkan itu.
Semua yang mendengar terkejut menatap Dio . Tak percaya secepat itu penyakit menjalar di tubuh pak Hendra. Namun mereka hanya menghela napas, ikhlas hanya itu yang dilakukan.
Desi semakin terisak dalam pelukan ibu mertuanya, bingung dan sedih. Kedua orang tua mereka kemudian pulang , hanya tinggal mereka berdua di ruangan pak Hendra.
" Aku beli makan dulu ya Des? "
" Hemm.. iya kak"
Kondisi Pak Hendra semakin menurun ketika Dio telah kembali ke ruangan.Dokter segera mengambil tindakan dan harus segera dilarikan ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Desi semakin terpuruk melihat Papanya drop lagi.
HP Dio berdering..
Tiba-tiba Gea menelpon tapi dimatikan oleh Dio. Desi yang mengetahui nama yang tertera di layar jadi curiga dan salah paham. Dia kemudian pergi menjauh dari Dio menahan marah.
Dio mencoba menenangkan Desi dan mencoba menjelaskannya. Namun rasa cemburu sudah membakar hatinya ditambah kondisi Papanya saat ini.
" Des jangan salah paham, itu tadi temanku yang dulu pernah kita ketemu. Tadi malam aku telpon dia tapi gak diangkat dan sekarang dia telpon balik"
" Buat apa kakak nelpon dia ?"ucap Desi cuek.
" Hanya mengabarkan saja kalau aku sudah nikah sama kamu"
" Begitu penting ya dia buat kakak, kog harus memberi tahu? "
" Gak gitu, dia sahabat aku masak gak ku kasih kabar sih? udah jangan cemburu aku cuma sahabat kog gak lebih " ucap Dio menenangkan istrinya.
Walau masih demgan perasaan tak enak Dio membujuk Desi agar tenang tak kepikiran.
Mereka kembali ke ruang tunggu pasien depan ICU karena pak Hendra tidak boleh ditunggu di dalam ruangan.
Dio terus memeluk istrinya yang meneteskan air mata tetus sejak Papanya drop. Dia akan telpon balik Gea kalau situsinya sudah tenang.
*Gea kenapa kamu telpon pas situasi begini sih? jadi salah paham sama istriku. Aku punya istri sekarang Gea jadi gak kayak bisa dulu lagi.
🌸🌸🌸🌸*
***Ditunggu like and vote nya
makacihh... 😘😘😘***
semangaat 🆙😍
semangaat🆙😍
semangat 🆙😍